
Santi yang saat ini sedang melihat layar televisinya, saat ini cukup bisa menghela nafasnya dengan lega. Karena memang kejadian yang sedang hangat dan sedang ditayangkan pada saluran televisi yang sedang dirinya saksikan itu, merupakan sebuah tayangan yang cukup mengalihkan mata publik saat ini.
Dirinya sempat khawatir dengan meledaknya kasus yang sedang dirinya selidiki pada media, karena memang beberapa wilayah di negara ini mengalami kejadian yang sama, yang dimana beberapa orang yang memiliki golongan darah langkah saat ini mulai menghilang dan hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.
“Syukurlah, wanita itu saat ini sedang menyelesaikan skandal yang sedang dialaminya” ucap Santi, yang sedang memperhatikan seseorang wanita saat ini dengan sabar menjawab semua pertanyaan yang sedang dilontarkan kepadanya.
Tentu Santi sempat khawatir, bahwa permasalahan yang sedang terjadi negara ini akan segera terekspos oleh beberapa pihak dan membuat keadaan beberapa wilayah di negara ini akan menjadi kacau karena kepanikan yang akan terjadi saat kabar itu tersebar.
Jadi, dirinya merasa sangat lega bahwa hal itu tidak terjadi, dan dirinya sebisa mungkin untuk menyelesaikan dengan cepat permasalahan yang sedang dirinya selidiki itu, sebelum permasalahan itu mulai meresahkan seluruh masyarakat di Negara ini.
“Lalu, apakah kamu sudah mengawasi beberapa pihak yang memiliki golongan darah tersebut dan belum diculik?” tanya Santi kepada bawahannya saat ini.
“Tentu saja Komandan. Apalagi salah satu diantara mereka, saat ini muncul pada layar televisi yang sedang anda tonton saat ini” ucap bawahannya itu kembali, sambil menunjukan sosok wanita yang sedang diperkenalkan dihadapan publik.
Sebenarnya pada wilayah Marlet ini, sudah tidak mempunyai lagi penduduk yang memiliki golongan darah yang sangat langkah tersebut. Hal itu tentu membuat Santi kembali lega, karena dipastikan kasus penculikan pada wilayahnya tidak akan bertambah lagi.
Tetapi, dirinya baru saja mendapatkan informasi bahwa salah satu pendatang dari luar wilayahnya, yang ingin tinggal di kota Marlet ini, merupakan pemilik golongan darah langkah. Apalagi, saat ini orang tersebut memang sedang berada disebuah perusahaan dan sedang memperkenalkan dirinya sebagai seorang sutradara yang dipekerjakan oleh mereka.
“Hm... begitu ya, kalau begi... Tunggu...” ucap Santi yang terpotong, setelah dirinya melihat sosok yang dikenalnya muncul pada layar televisi yang sedang dirinya tonton.
“Ada apa komandan?” tanya bawahannya, yang cukup kebingungan mengapa atasannya itu menghentikan kalimatnya.
Tentu bawahannya itu langsung memperhatikan arah yang sedang ditatap oleh atasannya itu. Karena memang atasannya itu menghentikan kalimatnya, setelah menyadari sesuatu saat sedang menyaksikan sebuah konferensi pers yang sedang ditayangkan pada salah satu stasiun televisi.
Saat ini mereka memang sedang menyaksikan sebuah konferensi pers yang sedang dilakukan oleh perusahaan Grand Media, yang dipimpin oleh Veronica Safira. Perusahaan itu, saat ini sedang memperkenalkan projek yang akan mereka kerjakan oleh perusahaan mereka kepada khalayak umum.
Tetapi mereka tidak memperkenalkan tentang projek mereka saja. Karena saat ini wanita bernama Veronica Safira itu sedang memperkenalkan siapa yang akan menggarap sesuatu yang akan dirinya produksi. Dan, orang yang sedang dirinya perkenalkan itu, merupakan seorang wanita yang menjadi bahan perhatian Santi, karena golongan darahnya yang membuat beberapa pihak tertarik dengannya.
__ADS_1
Tetapi saat ini penglihatan Santi tidak mengarah kearah wanita yang saat ini mulai memperkenalkan dirinya, dan sedang mengucapkan beberapa patah kata kepada media yang sedang menyorotnya. Tetapi saat ini dirinya malah memperhatikan seorang pria, yang tidak sengaja keberadaannya akan tertangkap layar kamera yang sedang merekam konferensi pers tersebut.
“Mengapa dirinya berada di sana?” gumam Santi kemudian.
Tentu bawahan dari Santi saat ini cukup bingung dengan apa yang sedang dilihat oleh atasannya itu. Dan hingga saat ini dirinya masih tidak mengerti apa yang sedang di gumamkan sedari tadi oleh komandannya, saat menyaksikan tayangan didepannya.
“Maafkan aku komandan. Sebenarnya apa yang sedang anda perhatikan?” tanya bawahannya itu sekali lagi, yang sangat penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh atasannya itu.
Mendengar itu, tentu Santi langsung menyadari bahwa saat ini dirinya terlalu berfokus pada tayangan yang berada didepannya, dan tidak menghiraukan bawahannya, yang sedari tadi sedang mendiskusikan sebuah kasus yang sedang mereka selidiki bersama.
“Ah... maafkan aku. Aku hanya sedang memperhatikan sesuatu saja tadi” balas Santi, yang memutuskan untuk tidak melanjutkan kegiatannya, yang sedang menatap seorang pria pada layar televisi yang sedang di saksikan olehnya.
Memang Santi cukup terkejut melihat sosok Zen yang keberadaannya tertangkap kamera. Yang membuatnya bingung, mengapa pria itu bisa berada di sana, dan saat ini seakan sedang menjadi seorang pengawal dari orang-orang yang sedang dirinya saksikan pada layar televisi dihadapannya.
Tentu Zen sudah meminta izin kepada Santi, agar dirinya datang menuju kantornya agak siangan, karena memang dirinya harus menyelesaikan sesuatu. Tetapi Santi tidak menyangka kegiatan pria itu saat ini sedang mendampingi pihak yang dirinya saksikan dan sedang melakukan sebuah konferensi pers.
“Sudahlah, yang terpenting dirinya bisa membantuku menyelesaikan permasalahan ini” gumam Santi kemudian, dan mulai melanjutkan diskusinya yang tertunda bersama bawahannya.
Zen berusaha untuk mengatur beberapa pihak, yang mencoba untuk saling berebut tempat, saling desak-desakan, hingga mengerumuni pihak yang akan mereka liput. Apalagi setelah sosok Vero muncul pada tempat tersebut, membuat keadaan tempat itu semakin kacau dibuatnya.
Tentu para wartawan berusaha berebut dan mencari tempat yang bagus dalam mengambil gambar, yang sedang mereka liput. Tetapi untungnya, karena Zen merupakan orang yang sangat kompeten untuk menghadang apa yang namanya kekacauan, membuat dirinya dengan mudah menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Baiklah, pertanyaan selanjutnya” ucap Vero kemudian, yang mempersilahkan untuk beberapa wartawan memulai menanyakan beberapa pertanyaan kembali.
Tentu setelah Vero berkata seperti itu, beberapa wartawan yang ingin menanyakan berbagai hal mulai mengangkat tangan mereka secara bersamaan, dan terlihat saling berebut agar salah satu dari mereka dipilih untuk mengutarakan pertanyaan mereka.
“Baiklah, pria dengan kemeja biru” ucap Vero yang mempersilahkan wartawan yang ditunjuknya, untuk menyatakan sebuah pertanyaan kepadanya.
__ADS_1
“Terima kasih Nona Veronica Safira. Saya ingin bertanya, mengenai mengapa pihak anda memperkerjakan Nona Anabelle yang saat ini sedang terkena sebuah skandal. Apakah pihak anda tidak takut, bahwa skandal yang dirinya akibatkan akan membuat projek yang sedang anda kerjakan akan terganggu?” tanya pria tersebut kepada Vero.
Mendengar pertanyaannya, wanita yang dipanggil Anabelle itu entah mengapa mulai meremas pakaian yang dikenakannya, yang dimana dirinya sedikit merasa marah saat ini. Tentu apa yang dituduhkan kepadanya merupakan tuduhan yang tidak mendasar.
Karena memang dirinya saat ini berurusan dengan seseorang yang bisa dikatakan cukup besar, sehingga para publik malah menuduhnya menjadi orang yang bersalah didalam skandal tersebut. Padahal sebenarnya dirinya merupakan korban dari permasalahan tersebut.
“Mengapa kami harus takut? Bukankah skandal tersebut belum terbukti. Dan juga, saya memperkerjakan dirinya karena memang menurut saya dirinya mampu melakukannya” balas Vero kemudian.
Pernyataan Vero itu, tentu Anabelle merasa lega karena memang masih ada orang yang mempercayainya saat ini. Apalagi dirinya dipercayakan memegang sebuah projek yang sangat besar dan membuatnya cukup senang untuk bisa dipercayakan kembali.
Jadi, karena dirinya merasa sangat dipercayai, dirinya memutuskan dengan senang hati menerima tawaran dari Vero, yang memintanya untuk menggarap sebuah series yang akan dirinya produksi, untuk ditayangkan pada sebuah platform streaming yang sangat besar saat ini.
“Kalau begitu, pertanyaan selanjutnya” ucap Vero kembali.
Konferensi pers itu terus berlanjut, yang dimana berbagai pertanyaan mulai ditanyakan kepada Vero dan beberapa pihak yang bersamanya saat ini. Termasuk tentang permasalahan dirinya yang dianggap sudah menjadi miskin karena kebangkrutan.
Tentu Vero dengan santai menjawab semua pertanyaan itu, karena memang dirinya mengaku bahwa perusahaanya sedikit merosot dan akan mengembalikannya seperti semula, dengan berbagai investor yang baru yang dirinya dapatkan.
Apalagi dirinya sudah langsung menyangkal semua tuduhan yang menurutnya tidak mendasar kepada dirinya, dengan melemparkan beberapa bukti yang menurutnya cukup, untuk sekedar menghentikan kabar buruk yang membawa namanya dan perusahaan miliknya.
“Baiklah, kalau begitu terima kasih atas waktunya.” Ucap Vero kemudian, yang akhirnya mengakhiri konferensi pers yang saat ini menjadi cukup panas, karena semua mata saat ini sedang mengarah kepadanya.
Vero beserta beberapa pihak yang bersamanya, mulai turun dari panggung tempat mereka melakukan konferensi pers itu. Dengan kawalan dari Zen yang menghalau beberapa wartawan yang ingin mengambil gambar dari Vero dan Anabelle, akhirnya dirinya berhasil keluar dari aula tersebut.
“Hahh... sepertinya apa yang kita lakukan berhasil, Ver” ucap Kelly yang memantau secara langsung acara tersebut, dari balik ruangan tempat sahabatnya itu berada tadi.
“Yap... dan terima kasih kepada kalian semua yang membuat acara ini terlaksana dengan baik” ucap Vero kepada para bawahannya, yang bekerja dengan baik dalam mengkondisikan semua hal secara sempurna.
__ADS_1
Semuanya mulai mengangguk dan saat ini cukup senang dengan hasil yang sudah mereka capai. Apalagi dipastikan promosi yang mereka lakukan tadi akan berjalan sukses, karena mereka menggunakan beberapa skandal untuk menarik perhatian publik saat ini.
“Dan Nona Anabelle, jangan dengarkan semua hal yang kamu dengar tadi. Karena aku akan selalu berada di sisimu”