Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Pulih Sepenuhnya


__ADS_3

Seorang pria dengan santai sedang memperhatikan perdebatan yang sedang terjadi ditempatnya berada saat ini. Apalagi bisa dikatakan dirinya sedang memperhatikan sepasang suami istri, bisa dikatakan sedang meributkan sesuatu yang menjadi dalang dari perdebatan yang mereka lakukan ditempat tersebut.


Pria yang menyaksikan semua itu hanya tersenyum saja melihat perdebatan yang semakin memanas tersebut, karena bisa dikatakan dirinya mengharapkan sesuatu seperti itu mulai terjadi terhadap mereka. Karena bisa dikatakan, kedua pihak yang sedang bertikai itu merupakan ulahnya.


Jadi, dengan senyum pada wajahnya, pria itu sangat menikmati perdebatan demi perdebatan yang terus mereka lakukan. Karena bisa dikatakan, hal itu barulah awal dari rencana besarnya dalam melakukan sesuatu yang sangat amat buruk kepada mereka berdua.


“Apapun yang kamu katakan, aku tetap menggugat cerai dirimu. Dan juga aku tidak akan mengembalikan semua harta yang sudah kamu berikan kepadaku” ucap sang Wanita yang mulai di atas angin dengan rencananya.


“Tentu saja aku juga akan menuntut dirimu. Karena memang itu semua masihlah hartaku” teriak sang pria, yang juga tidak mau kalah dalam perdebatan tersebut.


Mendengar perkataan pria yang akan menjadi mantan suaminya tersebut, wanita yang sedang berdebat tersebut tentu saja sangat senang dengan tanggapan yang diberikan oleh pria itu. Karena bisa dikatakan dirinya juga ingin melihat raut wajah keputusasaan dari pria yang akan menjadi mantan suaminya itu.


Selama bertahun-tahun, dirinya sudah berusaha untuk bersabar menjalani kehidupan dibawah pria yang selalu menyakiti hatinya, agar dirinya bisa secara diam-diam mulai mencuri hartanya. Dan terbukti bisa dikatakan apa yang dirinya lakukan berhasil.


Karena semua harta dari mantan suaminya itu, sudah berhasil dirinya dapatkan dan saat ini menjadi miliknya sepenuhnya. Bahkan jika pria itu memang benar menutut dirinya, pria tersebut akan langsung kalah karena memang semua harta pria itu pada awalnya sudah dipindahkan atas nama wanita yang menuntut cerai darinya itu.


Jadi, percuma saja apa yang dilakukan pria yang masih menjadi suaminya itu dalam mencoba melakukan apapun, untuk membuat harta yang sudah dirinya dapatkan secara susah payah itu, akan kembali kepadanya. Karena bisa dikatakan, dirinya sangat mustahil untuk melakukannya.


“Lalu, kamu mau tanda tangan surat perceraian kita atau tidak?” ucap wanita itu sekali lagi, yang saat ini menekankan pria itu untuk segera mengambil keputusannya.


Memang wanita itu sengaja memanas-manasi calon mantan suaminya itu, agar dirinya dapat dengan mudah bercerai dengan dirinya. Karena dirinya tahu, jika dirinya mengikuti prosedur yang biasa, maka dipastikan suaminya itu tidak akan ingin menceraikan dirinya dan prosesnya akan sangat lama.


Mengetahui hal tersebutlah, yang membuat wanita yang akan menceraikan suaminya itu akan berbuat sesuatu agar suaminya mau menuruti keinginannya. Salah satunya adalah membuat dirinya emosi, dan bisa dibilang apa yang dirinya lakukan saat ini kepadanya bisa dikatakan berhasil.


Maka dari itu, dengan membuat permusuhan yang dirinya ciptakan tersebut, bisa dipastikan proses perceraian mereka akan bisa terjadi. Apalagi pria itu sudah terlihat sangat murka dengan kenyataan yang baru saja dirinya dengar tadi.


“Dasar wanita hina” namun bukan hanya kata penghinaan yang dirinya terima, melainkan pria itu mulai merobek surat perceraian itu, yang menandakan bahwa dirinya tidak ingin menandatangani surat tersebut.


Sang wanita tentu hanya tersenyum saja melihat apa yang dilakukan calon mantan suaminya itu. Karena dirinya sudah mengharapkan kejadian itu terjadi. Apalagi niatnya hanya ingin membuat mereka semakin membenci dan semakin mudah untuk melakukan proses perceraian.


Tentu wanita itu tidak memerlukan surat itu untuk menuntut cerai kepada Suaminya. Tetapi yang dirinya butuhkan hanya sebatas status permusuhan yang dirinya ciptakan diantara mereka berdua, agar proses yang dirinya lakukan nanti akan bisa terselesaikan.

__ADS_1


Jadi, menurutnya apa yang dirinya lakukan sudah cukup, dan saat ini dirinya merasa semua hal yang dirinya lakukan ditempat ini sudah berjalan lancar, dan sesuai dengan keinginannya yang mempunyai niat awal dalam mencoba mencari sebuah permasalahan dengan calon mantan suaminya.


“Hm... ternyata cukup menyenangkan melihat semua rencana yang sudah aku rencanakan berjalan lancar” Tetapi disisi lain, seorang pria yang masih setia memperhatikan tindakan mereka hanya mulai tersenyum senang.


Bisa dikatakan, bukan hanya wanita itu saja yang memiliki sebuah rencana dengan datang ketempat ini. Melainkan seorang pria yang sedang memperhatikan jalannya perdebatan mereka, juga sedang memperhatikan jalannya rencana yang sudah dirinya buat.


Zen saat ini memang sedang memperhatikan pertikaian yang sedang dilakukan oleh Daniel dan Istrinya ditempat dimana dirinya berada. Bahkan dirinya merasa sangat senang, karena sepertinya kedua belah pihak itu akan semakin hancur atas rencana dari Zen yang sedang mereka jalani.


Tentu dirinya melakukan itu, karena berani-beraninya mengganggu ketenangan Istrinya. Jadi, tentu saja Zen akan membalas perbuatan mereka itu, dan akan menghancurkan diri mereka, seakan mereka nantinya akan menyesal untuk bisa hidup di dunia ini.


“Ya... sepertinya sudah cukup aku memperhatikan kedua orang bodoh tersebut. Karena saat ini aku harus membawa pulang Istriku yang sudah diizinkan untuk pulang” ucap Zen, yang memutuskan untuk menyudahi apa yang dirinya lakukan ditempat tersebut.


Memang niat awal Zen datang ketempat ini, hanya ingin memastikan jalannya rencana yang sedang dirinya jalankan. Apalagi bisa dipastikan apa yang dirinya lakukan itu berjalan dengan sukses, dan membuat Zen memutuskan untuk kembali ketempat dimana Istrinya berada.


Apalagi, rencana lanjutan yang akan dirinya jalankan, akan terlaksana sebentar lagi. Jadi dirinya lebih memilih untuk kembali, dan membiarkan kedua pihak yang sedang berseteru itu mempersiapkan diri mereka dalam menjalani hari-hari terberat pada kehidupan mereka kelak.


Karena bisa dikatakan, rencana yang akan dijalankan Zen sebentar lagi, bisa dikatakan sangat amat parah dan membuat Zen tidak sabar untuk menjalankannya, dan membuat kehidupan kedua orang tersebut akan sangat tersiksa di masa depan.


“Ya.. bawa kembali aku menuju kota Marlet” ucap Zen yang sudah bersiap untuk beranjak dari sana.


“Baiklah, Tuan” balas Amel, yang saat ini mulai mengeluarkan sebuah kabut hitam yang merupakan media tranportasi yang akan dirinya gunakan, untuk mengantarkan Tuannya kembali menuju tempat tujuannya.


Sebelum beranjak, tentu saja Zen memperhatikan sekali lagi kedua orang bodoh yang sudah terjerat dalam rencananya, yang saat ini perdebatan yang sedang mereka lakukan semakin menjadi. Bahkan Daniel bisa terlihat sudah mulai membanting berbagai hal yang berada disekitarnya.


Bahkan, saat ini beberapa petugas kepolisian sudah datang dan mencoba mengamankan keberadaan dirinya, yang bisa dikatakan sudah lepas kendali. Apalagi, Istrinya Tina saat ini juga sedang berdiri dengan tenang ditempatnya, sambil menatap pria itu dengan tatapan penuh hina.


“Ah... saya lupa memberitahukan sesuatu, Tuan. Sepertinya, Tuan Alfred akan menuju negara ini” ucap Amel yang langsung menghentikan kegiatan dari Zen yang saat ini masih memperhatikan kegiatan dua orang tersebut.


Tentu mendengar nama dari bawahan langsung yang bekerja dibawah dirinya, membuat Zen langsung menghentikan tindakannya dan saat ini mulai menatap sosok Amel yang baru saja mengatakan informasi yang dirinya berikan itu.


“Untuk apa dirinya datang ke negara ini?” tanya Zen setelah dirinya mendengar pernyataan dari bawahannya tersebut.

__ADS_1


“Sepertinya, hal ini ada sangkut pautnya dengan pernikahan anda, Tuan” balas Amel yang menjawab pertanyaan dari Zen kepadanya.


Zen hanya mengangguk saja mendengar perkataannya. Karena bisa dikatakan, Vero nanti akan dijemput oleh seorang pihak yang berasal dari keluarganya dan akan diperkenalkan tentang status dirinya yang merupakan Istri dari seorang pemilik kuasa di dunia ini.


Jadi, Amel dan Zen tentu saja menebak bahwa kedatangan Alfred dipastikan akan menjemput sosok Vero, untuk membawanya menuju Kerajaan milik Zen atau kerajaan milik saudaranya. Agar dirinya dapat dijelaskan tentang semua yang perlu dirinya ketahui, termasuk tentang status, harta dan sebagainya yang perlu dirinya ketahui dan pelajari.


“Hm.. baiklah. Suruh saja dirinya menghubungi diriku, disaat dirinya sudah tiba di negara ini” ucap Zen, yang akhirnya mulai melanjutkan langkahnya memasuki kabut hitam yang sudah dibuatkan untuknya.


“Baiklah, Tuan Zen” ucap Amel yang mulai melepaskan kepergian Tuannya itu, sambil membungkuk hormat kepada dirinya.


Pemandangan yang dilihat Zen saat ini mulai berubah sepenuhnya. Yang awalnya penglihatannya hanya dipenuhi dengan orang-orang mengenakan seragam kepolisian, saat ini sudah digantikan dengan berbagai pihak yang menggunakan pakaian dokter dan sedang lalu lalang disekitarnya.


Karena bisa dikatakan, Zen saat ini akhirnya sudah tiba pada sebuah rumah sakit, yang bisa dikatakan merupakan miliknya. Hingga akhirnya, setelah dirinya memastikan bahwa tempat dimana dirinya berada merupakan tempat yang tepat, barulah Zen mulai melepaskan mode kamuflasenya yang sedari tadi dirinya gunakan.


Setelah memastikan semuanya sudah beres, barulah Zen akhirnya mulai kembali ketempat dimana Istrinya saat ini berada, dan bersiap untuk membantunya keluar dari tempat yang bisa dikatakan cukup membuat istrinya kebosanan, jika dirinya terus berada ditempat ini.


Apalagi dengan memastikan bahwa keadaannya sudah kembali seperti semula dan tubuhnya sudah bisa menyesuaikan dengan keadaan baru yang dialami tubuhnya, akhirnya Vero sudah diizinkan untuk meninggalkan rumah sakit yang merawat dirinya beberapa hari ini.


“Aku kembali” ucap Zen, yang saat ini mulai disambut dengan pemandangan dimana Bibi Leni mulai membereskan beberapa barang-barang dari Vero, karena mereka akan keluar dari tempat ini.


“Selamat datang kembali Tuan Z-”


“Kenapa kamu sangat lama, Zen?” namun sambutan hangat yang ingin diterima oleh Zen dari Bibi Leni, sepertinya harus terpotong karena Vero saat ini seakan kesal dengan dirinya yang cukup lama kembali keruangan ini.


“Bukankah aku bilang sedang menyelesaikan administrasi perawatan dirimu tadi. Jadi wajar jika akan memakan waktu yang cukup lama” balas Zen beralasan, yang menjawab perkataan dari Vero yang terlihat kesal kepadanya itu.


Vero sudah cukup lama menunggu sosok suaminya itu dalam menyelesaikan urusannya pada tempat ini. Maka dari itu, hal tersebutlah yang membuat dirinya kesal, karena suaminya sangat lama melakukan tugasnya, dalam membuatnya bisa keluar dari tempat dirinya dirawat saat ini.


Memang Vero sudah tidak sabar untuk meninggalkan tempat ini. Apalagi setelah Zen menyelesaikan pengurusan administrasi pada rumah sakit tempat dimana dirinya dirawat, dipastikan dirinya bisa meninggalkan tempat dimana dirinya dirawat beberapa hari ini dan bisa kembali pulang.


Tentu dirinya merasa sangat bosan berada ditempat ini, karena dirinya hanya bisa berbaring saja dan diharuskan untuk terus beristirahat. Untung saja Zen selalu setia menemaninya, kalau tidak Vero mungkin akan sangat kebosanan dan akan terus berontak agar dirinya bisa keluar dari tempat ini.

__ADS_1


“Kalau begitu, aku sudah bisa pulang bukan?”


__ADS_2