Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Bersih-bersih


__ADS_3

Seorang pria dengan sikap tidak tahu malu miliknya, saat ini memang sudah masuk kedalam sebuah ruang pertemuan. Dengan sikapnya yang santai, pria itu saat ini seakan masih menganggap bahwa dirinya sangat berkuasa ditempat ini.


Bahkan saat ini dirinya mulai duduk dengan santai, ditempat yang seharusnya ditempati oleh orang yang benar-benar berkuasa ditempat ini. Karena memang dirinya menganggap bahwa dia masih mempunyai wewenang seperti itu, walaupun sebenarnya keberadaannya dirinya ditempat ini sangatlah tidak penting.


Walaupun begitu, beberapa pihak yang berada didalam ruang pertemuan itu hanya diam saja melihat perilakunya, karena memang sebagian besar orang yang berada didalam ruangan itu, pernah melakukan sesuatu yang ilegal dengan pria tersebut pada perusahaan ini, sehingga mereka menerimanya dengan hangat ditempat ini.


Jadi, tidak heran jika pria itu masih bisa berada didalam kantor yang sebenarnya kuasa penuhnya sudah menjadi milik putri tirinya, dikarenakan dirinya masih mendapatkan dukungan dari beberapa pihak yang masih setia berada disisi dirinya, dengan sebuah niatan untuk mencoba sekali lagi menjatuhkan posisi putri tirinya saat ini.


“Maaf, tetapi siapa yang membawa sampah ketempat ini” ucap Vero yang saat ini mulai masuk kedalam ruang pertemuan dari perusahaannya itu.


Tentu Ayah tirinya yang cukup emosi mendengar perkataan Vero, langsung menatapnya dengan tatapan yang cukup intens. Namun entah mengapa setelah dirinya melakukan hal tersebut, punggungnya tiba-tiba saja merasa cukup dingin dan mulai gemetar karena perasaan tersebut.


Hal itu dikarenakan, dirinya saat ini seakan sedang ditatap oleh sebuah pemangsa yang hendak menerkam mangsanya kapan saja. Karena memang, saat ini Zen sedang menatapnya seperti itu dan membuat pria itu mulai gemetar ketakutan.


“Cepat panggil penjaga dan seret pria ini keluar!” teriak Vero kemudian, karena memang keberadaan pria itu tidak seharusnya berada didalam ruangan ini.


“Maafkan saya Nona Vero, tetapi tetap saja Tuan Thomas merupakan mantan pemegang saham terbesar perusahaan ini, jadi tidak sepantasnya anda mengusirnya dari pertemuan yang akan kita lakukan saat ini” balas salah satu pria yang saat ini mulai menceramahi Vero atas tindakannya itu.


Memang selain ayah tiri dari Vero, ruangan ini sudah dipenuhi oleh beberapa pihak seperti dewan direksi dan pemilik saham tersisa dari perusahaan ini. Termasuk orang yang baru saja menceramahi Vero tadi, yang merupakan salah satu Dewan Direksi penting dari perusahaan milik Vero.


Tentu niatnya bukan hanya dirinya membela ayah tiri dari Vero, tetapi dirinya juga sangat kesal dengan keputusan yang diambil oleh Vero baru-baru ini. Apalagi sebuah kabar yang sangat hangat sampai di telinganya, mengatakan bahwa Vero akan mengganti semua dewan direksi perusahaannya.


Apalagi kabar bahwa pemegang saham terbesar perusahaannya yang dulu dimiliki oleh Thomas, saat ini akan mendukung seratus persen keputusan dari Vero. Jadi, saat ini seluruh orang yang berada didalam ruangan itu mulai risau.


Namun mereka tidak ingin menyerah menekan wanita itu, agar apa yang mereka tidak inginkan itu akan terjadi. Apalagi mereka mempunyai sebuah kabar bahwa Ayah tiri dari Vero bersaksi bahwa dirinya dipaksa untuk menjual sahamnya, dan membuat mereka bisa menekan Vero menggunakan kabar tersebut.


“Heh... mengapa aku peduli dengannya. Apalagi kalian semua akan bernasib sama dengannya nanti” ucap Vero kembali, yang membuat beberapa orang yang berada di sana mulai meradang.


“Jaga ucapan Anda Nona Vero. Apakah Anda mengerti kesalahan apa yang sudah Anda lakukan terhadap perusahaan ini?” ucap salah satu orang lagi, yang mencoba memojokkan Vero.

__ADS_1


“Kesalahan? Hmm.. saya tidak mengerti apa yang sedang anda ucapkan itu. Lalu bisakah kalian coba mencerahkan diriku yang sangat tidak paham dengan letak kesalahanku itu?” tanya Vero kemudian, yang mulai menatap orang yang baru saja berbicara kepadanya itu.


“Tentu, anda memaksa Ayah tiri anda untuk menjual sahamnya, agar anda bisa berkuasa dengan penuh pada perusahaan ini dan mencoba memonopoli berbagai hal pada perusahaan ini” ucap seorang lagi yang membeberkan kesalahan Vero saat ini.


Tentu, perkataan yang dilontarkan oleh salah satu pihak, saat ini membuat Vero mulai mendapatkan ejekan dari seluruh dewan direksi dan petinggi perusahaannya yang berada ditempat ini. Apalagi, mereka sudah terhasut dengan perkataan Ayah tiri dari Vero atas berita yang membuat mereka semua terkejut itu.


Namun Vero masih berdiri tenang ditempatnya, seakan tidak terpengaruh atas kejadian yang sedang terjadi itu. Bahkan saat ini dirinya mulai tersenyum mengejek kepada seluruh orang yang berada di sana, karena dirinya saat ini sudah mengetahui bahwa mereka merupakan tikus-tikus yang harus dirinya basmi.


“Hm... Kel” ucap Vero kemudian yang mulai memberikan tanda kepada sahabatnya itu, untuk memulai apa yang ingin dirinya tunjukan kepada semua orang yang berada di sana.


Kelly hanya mengangguk saja dan mulai membuka laptopnya dan menghubungkannya menuju sebuah layar monitor yang cukup besar didalam ruangan tersebut. Ruangan yang sebelumnya cukup berisik, saat ini mulai tenang saat Kelly mulai melakukan kegiatannya itu.


Tentu mereka yang berada didalam ruangan itu mulai menantikan apa yang akan dilakukan oleh sekertaris dari wanita yang ingin mereka pojokan saat ini. Hingga sebuah tampilan yang sangat mengejutkan mulai terpapar pada layar monitor dihadapan mereka, dan membuat semua orang yang berada di sana mulai keringat dingin dan tidak tahu harus berbuat apa.


Korupsi, penyuapan, penggelapan dana, dan sebagainya mulai muncul pada sebuah data yang ditunjukan oleh Kelly kepada semua orang yang berada di sana. Bahkan beberapa rahasia dari beberapa dewan direksi dan petinggi perusahaan Vero juga terpampang di sana.


“Tentu, ini berasal dari pemilik saham terbesar di perusahaan ini, yang menginginkan perusahaan yang dirinya miliki beberapa asetnya, untuk bersih dari semua yang dapat merugikan dirinya” ucap Vero sambil tersenyum mengejek kepada seluruh orang yang berada di ruangan tersebut.


Tentu Vero juga awalnya sangat terkejut saat dirinya mendapatkan data-data yang saat ini dirinya tampilkan pada ruang pertemuan itu. Yang dimana dirinya mendapatkan semua bukti perbuatan ilegal bawahannya itu dari orang yang membeli saham Ayah tirinya.


Apalagi, pemilih saham yang menyerahkan semua bukti itu, ingin Vero menindak semua orang yang melakukan tindakan ilegal di perusahaannya, agar perusahaan Vero bisa terbebas dari namanya kehancuran karena keberadaan mereka.


“Lalu, apa yang harus aku lakukan kepada kalian semua kalau begitu?” ucap Vero kemudian, setelah melihat beberapa pihak didalam ruang pertemuan itu mulai ketakutan saat ini.


Suasana ditempat itu mulai sunyi saat semua bukti ilegal beberapa orang yang berada di sana mulai terungkap. Hingga sebuah suara ponsel yang mulai memenuhi tempat itu, mulai memecahkan keheningan yang terjadi di sana, setelah kejadian menggemparkan yang baru saja terjadi ditempat itu.


Suara ponsel tersebut, ternyata merupakan suara ponsel dari Kelly yang dimana saat ini ternyata ada pihak yang sedang mencoba menghubunginya. Tentu Kelly langsung mengangkat panggilan tersebut. Dan setelah mengobrol sejenak dengan orang yang menghubunginya, dirinya langsung menatap Vero yang masih berdiri ditempatnya dengan tenang saat ini.


“Pihak kepolisian sudah datang ke perusahaan kita Nona Vero” ucap Kelly kepada sahabatnya itu.

__ADS_1


Tentu mendengar tentang kepolisian, membuat beberapa orang yang berada di ruangan itu mulai panik saat ini. Bahkan beberapa dari mereka saat ini terlihat sangat gelisah hingga pendingin ruangan ditempat itu, tidak bisa menyejukkan diri mereka yang sedang kepanasan saat ini.


“Suruh mereka masuk, dan bimbinglah mereka untuk menjemput semua sampah yang berada disini” ucap Vero kemudian.


Tentu mendengar perkataan Vero, mereka semua saat ini semakin mati kutu, dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Niat awal mereka ingin mengecam perbuatan Vero tentang tindakannya dan ingin menjatuhkannya, malah berbalik dengan terungkapnya berbagai aib yang mereka lakukan di perusahaan ini.


“Veronica, apakah kamu tega melakukan ini kepada Ayahmu nak...” namun bukannya malu, pria yang saat ini membuat Vero sangat jijik, mulai berlutut dihadapannya untuk meminta pengampunan.


“Maaf, tetapi Ayahku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu” ucap Vero yang mulai menolak keberadaan pria itu sebagai Ayahnya, dan saat ini mulai tidak memperdulikan dirinya, yang dahulu pernah dirinya anggap sebagai pengganti Ayah kandungnya.


“Tapi Veronica, bukankah ki-”


Namun sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya, beberapa anggota kepolisian saat ini mulai masuk kedalam ruangan tersebut. Dengan kedatangan mereka, semua pihak yang merasa bersalah saat ini, semakin gemetar ketakutan karena mereka sudah menerawang apa yang akan mereka alami nantinya.


“Maaf keterlambatan kami Nona Veronica Safira. Tetapi karena kami akan menjemput beberapa tersangka sekaligus dan ketidak hadiran kepala kepolisian kami, membuat kami sedikit terhambat untuk mendatangi perusahaan anda” ucap seorang yang merupakan pemimpin rekan-rekan polisinya yang datang menuju perusahaan Vero.


Tentu sebelum Vero menunjukan bukti yang dirinya dapatkan pada pertemuan ini, dirinya terlebih dahulu melaporkan seluruh orang yang berkaitan dengan dokumen yang dirinya dapatkan itu kepada pihak kepolisian, sehingga saat ini pihak kepolisian bisa berada ditempat ini dan bersiap menahan seluruh tersangka yang akan mereka tangkap.


“Tidak apa-apa Bapak-Bapak Polisi sekalian, yang terpenting mereka semua harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan mereka” ucap Vero yang tidak mempermasalahkan keterlambatan mereka mendatangi perusahaannya.


Tentu mendengar perkataan Vero dan sudah dipersilahkan untuk melanjutkan tugas mereka, pihak kepolisian saat ini langsung meringkus satu demi satu orang yang namanya menjadi tersangka dari semua bukti yang diberikan oleh Vero. Bahkan Ayah tiri dari Vero tidak luput dari penangkapan tersebut.


“Veronica... Veronica... tolong jangan lakukan ini kepada Ayahmu nak...” ucap Thomas sambil mengiba kepada Vero.


Tetapi sepertinya perasaan iba Vero kepada pria itu sudah musnah sejak lama. Hingga akhirnya dirinya tidak memperdulikan teriakan mengiba dari pria yang pernah dirinya anggap sebagai pengganti ayahnya dulu, yang sudah mulai menghilang dari pandangannya.


Hingga akhirnya, saat ini ruangan itu hanya tersisa beberapa orang saja. Apalagi sebelumnya beberapa orang yang mengikuti pertemuan pada ruangan ini sudah diringkus oleh pihak kepolisian, dan saat ini hanya menyisakan orang-orang yang masih tidak menyangka apa yang baru saja terjadi ditempat ini.


“Baiklah, mari kita mulai dari awal lagi”

__ADS_1


__ADS_2