Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Akibat Sebuah Ledakan


__ADS_3

Santi yang masih bersama Zen, saat ini masih melihat dengan jelas apa yang baru saja terjadi pada tempat mereka berada. Dengan kehancuran yang bisa dikatakan sangat dahsyat pada area sekitar, saat ini mereka hanya bisa menatap tempat kejadian itu dengan perasaan yang sangat beruntung.


Terutama bagi Santi, yang saat ini mulai merasa merinding saat melihat bekas ledakan yang terjadi ditempat tersebut. Karena bisa dikatakan, jika Zen terlambat saja membawanya pergi dari pusat ledakan itu, bisa dipastikan tubuhnya sudah menguap dan hanya menyisakan tulang saja yang berada ditempat tersebut.


"Lalu, apakah semua pihak yang menculik dirimu sudah tewas, Zen?" tanya Santi yang sudah menatap Zen dan bersikap seperti biasanya, setelah menghilangkan seluruh pemikiran yang tumbuh didalam kepalanya tadi.


"Bisa dikatakan demikian. Namun tidak dari otak kejadian ini" Balas Zen yang menjawab perkataan dari Santi itu.


Memang sangat bisa dilihat tempat itu sangat berantakan karena ledakan yang terjadi tadi. Bahkan mayat yang tadi tergeletak dan dilewati oleh Santi, keberadaan mereka bisa dikatakan menghilang karena terkena ledakan dahsyat yang terjadi ditempat ini.


Apalagi sudah bisa dipastikan, keberadaan tubuh mereka sudah menjadi abu dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun dari keberadaan para mayat yang sebelumnya berceceran ditempat tersebut. Bahkan, setelah ledakan tersebut terjadi, tempat itu seakan mulai bersih dari tanda-tanda pembunuhan yang terjadi di sana.


Tentu melihat semua itu, membuat Santi bisa dikatakan sangat beruntung. Karena sekali lagi, dirinya tidak membayangkan jikalau dirinya yang menjadi korban dari ledakan yang terjadi ditempat tersebut. Tetapi satu hal yang paling dirinya syukuri saat ini, karena dirinya tidak datang ketempat ini berbarengan dengan anak buahnya.


Karena bisa dikatakan, Santi bahkan semakin merinding saat dirinya mulai membayangkan disaat dirinya datang ketempat ini bersama anak buahnya, untuk berniat menyelesaikan permasalahan dari Zen namun keberadaan mereka tewas karena mengalami sebuah ledakan yang dahsyat ditempat ini.


"Maksudmu, pria bernama Indra yang menculik dirimu itu masih hidup?" tanya Santi setelah mendengar perkataan dari Zen barusan.


"Yap, dirinya tadi langsung melarikan diri, setelah melihat diriku mampu melawan seluruh anak buahnya tadi" ucap Zen beralasan.


Tentu Zen tidak akan langsung membunuh pihak yang memang mencari gara-gara kepadanya. Karena bisa dibilang, kehidupannya kelak akan lebih menderita dari kehidupan yang dirinya jalani selama ini. Jadi, bisa dikatakan sebuah kematian merupakan sebuah hadiah bagi dirinya.


Jadi bisa dikatakan Zen tidak mau hal tersebut terjadi. Karena dirinya sangat menyukai melihat beberapa pihak menderita. Dan hal itulah yang membuat Zen menyelamatkan kehidupan pria yang menjadi dalang penculikannya itu, karena nanti dipastikan dirinya sendiri yang berharap sebuah kematian untuk dirinya sendiri.


Maka dari itu, Zen tidak akan membunuhnya dan lebih memilih untuk melihatnya menderita. Apalagi semua hal yang sudah dirinya lakukan, akan berbalik kepada dirinya dan mulai membuat dirinya hancur. Bahkan kehancuran yang dirinya terima itu, mungkin membuatnya mengharapkan untuk mati saja, dan hal itulah yang akan membuat Zen terhibur menyaksikannya.


"Lalu, apa yang harus jelaskan tentang apa yang terjadi ditempat ini, Zen?" tanya Santi yang saat ini kebingungan dengan keadaannya.


Memang bukanlah niatnya untuk terus melindungi Zen atas apa yang dirinya perbuat. Karena bisa dibilang, dirinya akan sangat kesusahan untuk memutar balikan fakta tentang apa yang dilakukan oleh pria itu. Apalagi dirinya sangat menjunjung tinggi keadilan, jadi menurutnya tindakan Zen selama ini merupakan kesalahan.


Namun mau bagaimana lagi. Jika dirinya tidak melakukannya, dipastikan Zen juga akan semakin berbuat seenaknya dan mungkin akan membahayakan anak buahnya kelak. Apalagi dirinya tahu sendiri, bahwa tindakan pria itu jika tidak diawasi maka akan sangat meresahkan.


Dan juga, tidak mungkin untuk dirinya menjerat Zen dengan hukum yang terdapat di negara ini. Apalagi, semua bukti tentang kegiatan Zen, sebagian besar ada ditangannya. Tetapi, tetap saja dirinya tidak bisa melakukannya, karena bisa dikatakan dirinya tidak akan mengetahui tindakan yang akan diambil oleh Zen, untuk keluar dari jeratan hukum yang diberikan oleh Santi kepadanya.


"Memangnya, apa yang kamu beritahukan kepada bawahanmu yang belum tiba ditempat ini?" ucap Zen, yang saat ini mulai mencari solusi untuk membantu temannya itu.


"Aku berkata, bahwa aku mendapatkan laporan dari penduduk disekitar sini, yang melihat tindakan mencurigakan seperti sebuah penculikan yang terjadi ditempat ini" Balas Santi.

__ADS_1


Walaupun tindakannya pada kantor kepolisian tempatnya bertugas, bisa dikatakan akan membersihkan seluruh tikus yang berada didalamnya, tetapi ternyata tindakannya bisa dikatakan sama seperti mereka. Tentu, berkoalisi dengan seorang yang membuat sebuah tindakan kriminal tidak bisa dibenarkan.


Apalagi, hal itu sudah terbukti disaat dirinya sudah membohongi seluruh bawahannya yang saat ini mungkin sudah dalam perjalanan ketempat ini. Tetapi memang tindakan dari Santi bisa dikatakan berbeda dari meeka, yang menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk kepentingan pribadi.


Karena bisa dibilang, apa yang saat ini Santi lakukan adalah untuk melindungi seluruh pihak yang berada di instansi tempat dimana dirinya bertugas. Karena bisa dibilang, dirinya berusaha mengendalikan sebuah monster, yang bisa dengan mudah menghancurkan instansi tersebut, jika Santi selama ini tidak mengawasi gerak-geriknya.


"Kalau begitu, kamu tinggal bilang bahwa dirimu malah mendapati sebuah kejadian ledakan ditempat ini. Apalagi, bisa dikatakan jejak para korban sudah sepenuhnya lenyap bukan?" ucap Zen yang memberikan dirinya sebuah alasan, untuk dirinya beritahukan kepada para bawahannya nanti.


"Hahh... baiklah. Aku akan menggunakan alasan tersebut" Kata Santi dengan terpaksa, menerima alasan yang sudah dibuatkan oleh Zen untuknya.


"Tetapi, Zen. Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu." Lanjut Santi yang seakan belum puas menerima semua pernyataan dari pria yang mengalami sebuah penculikan itu.


"Apa yang ingin kamu tanyakan, apakah menyangkut dalang penculikan diriku yang melarikan diri?" tanya Zen balik, namun kali ini dirinya mendapatkan gelengan dari Santi.


"Dirimu bukan hanya bertarung dengan para penculik yang menculik dirimu, bukan?" ucap Santi yang mulai mengutarakan kecurigaannya dari kejadian yang dialami oleh Zen.


Memang sangat bisa terlihat dengan jelas, bahwa beberapa orang yang terkapar tak bernyawa yang dilewati oleh Santi tadi, bukanlah pihak yang merupakan penculik dari Zen. Karena memang, sangat aneh jika beberapa pihak sedang menculik seseorang dan menggunakan sesuatu yang sangat mahal melekat pada diri mereka.


Tentu sebagai penyidik ternama di negara ini, Santi bisa langsung membedakan jenis kain dari pakaian yang mereka kenakan hanya dengan melihatnya saja. Jadi, dirinya bisa langsung mengetahui bahwa pakaian yang mereka gunakan, bisa dikatakan menggunakan bahan yang harganya cukup mahal.


Dan dirinya semakin yakin bahwa Hipotesanya itu adalah sebuah kebenaran, karena dirinya juga menemukan sosok dari mayat yang sepertinya merupakan penculik sebenarnya dari Zen. Sosok mereka bisa dikatakan sangatlah sederhana penampilannya dan mereka orang Indonesia. Maka dari itu, Santi bersepkulasi bahwa ada dua pihak yang sedang menyerang Zen.


"Ah.. jangan pernah menyelidiki tentang mereka, oke. Karena jika itu terjadi, mungkin dirimu akan diincar oleh mereka" ucap Zen yang memperingati Santi, tentang keberadaan para Kultivator yang mungkin akan diselidiki oleh Santi.


Memang perkataan dari Zen itu, seakan mengkonfirmasi tentang hipotesa yang dilakukan oleh Santi tadi. Namun perkataan Zen itu cukuplah aneh bagi dirinya, karena dirinya bingung mengapa pria itu tidak ingin membuatnya mengusut permasalahan tentang mereka lebih lanjut.


"Memangnya kenapa?" tanya Santi, yang saat ini mulai menanyakan mengapa dirinya tidak boleh melakukan penyelidikan kepada mereka.


"Mereka bisa dikatakan sama seperti diriku. Jadi lebih baik kamu menghindar dari mereka, agar dirimu dan pihak yang kamu suruh menyelidiki mereka tetap aman." balas Zen yang semakin memperingati dirinya, agar dirinya jangan berurusan dengan pihak yang sama sekali dirinya tidak ketahui tersebut.


Tentu Zen tidak akan berkata bahwa mereka merupakan seorang Kultivator. Karena dipastikan Santi tidak akan mengerti perkataannya. Apalagi jika Zen memang berniat menjelaskan tentang sosok mereka, bisa dipastikan dirinya tidak akan mempercayainya.


Jadi, lebih baik Zen melakukan sesuatu yang sering dirinya lakukan terhadap Santi, yaitu mengancamnya agar wanita itu tidak akan melewati sebuah batas yang seharusnya tidak boleh dirinya lewati, dan membuatnya akan terkena sebuah masalah yang tidak akan terbayangkan oleh dirinya.


"Hahh.. baiklah. Tetapi, dimasa depan bisakah kamu menjelaskan semuanya?" ucap Santi yang memang sudah cukup muak, karena dirinya terus merasa bahwa Zen selalu menyembunyikan sesuatu dari dirinya.


Bohong jika Santi sebenarnya tidak penasaran dengan keberadaan seperti Zen, yang dirinya anggap merupakan sosok mafia, maupun pihak yang berada disisi yang sama dengan dirinya. Jadi, dirinya ingin lebih detail mengetahui tentang mereka, dan mungkin akan berguna sebagai bahan refrensi untuk melawan orang-orang yang jahat.

__ADS_1


"Hmm... jika kamu mempunyai sesuatu didalam dirimu yang akan berguna bagiku, mungkin aku akan mempertimbangkannya" Balas Zen menjawab perkataannya itu.


Mendengar perkataan Zen, tentu membuat sesuatu mulai melewati pemikiran Santi saat ini. Karena bisa dibilang, dirinya mengira perkataan Zen itu seakan mengarah pada sesuatu yang sebenarnya tidak pantas untuk dikatakan oleh pria itu kepadanya.


Apalagi, saat ini dirinya mulai mengambil beberapa langkah untuk mundur, karena dirinya melihat bahwa pria itu sepertinya sangat serius dengan ucapannya. Bahkan tangannya saat ini seakan mulai menyembunyikan bagian tubuhnya yang menonjol, karena dirinya tidak menyangka bahwa Zen akan berkata seperti itu.


"Cih... aku bukan pria seperti itu. Lagipula, bukan itu maksudku" Ucap Zen yang langsung menyangkal pemikiran dari wanita tersebut.


"Benarkah?" tanya Santi memastikan, karena dirinya juga sedikit takut jika memang Zen benar-benar seperti apa yang dirinya pikirkan. Apalagi, pada tempat ini hanya mereka berdua saja ditempat ini, dan semakin membuat dirinya was-was.


"Ya... pokoknya jika kamu mempunyainya, kamu akan mengetahui maksud diriku yang sebenarnya." balas Zen kembali, agar wanita itu mulai tenang.


Melihat keseriusan dari perkataan dari Zen, akhirnya membuat Santi mulai bersikap seperti biasa. Tetapi ada satu yang masih membuatnya penasaran, yaitu apa maksud dari perkataan Zen itu kepadanya. Namun sepertinya dirinya urungkan menanyakan tentang permasalahan itu, karena Zen kembali memperingatkan dirinya akan sesuatu.


"Ah... dan satu lagi. Jika ada pihak yang menanyakan tentang kejadian ditempat ini siapapun itu, bilang saja seperti apa yang kita sepakati tadi." kata Zen kembali, yang melanjutkan peringatan yang dirinya katakan sebelumnya kepada Santi.


"Hmm.. baiklah" jawab Santi yang hanya mengiyakan saja perkataannya, karena bisa dilihat Zen sangat serius dengan perkataannya itu.


Memang beberapa pihak dipastikan akan mencari tahu apa yang sedang terjadi ditempat ini, termasuk para Kultivator. Jadi, Zen langsung memperingati wanita itu, agar dirinya tidak terbawa dalam jeratan dari kejadian yang saat ini menimpa Zen.


Karena memang, Zen tidak mau bahwa apa yang sedang dilakukan oleh dirinya, akan menyebabkan korban jiwa yang tidak diinginkan. Termasuk sosok Santi, yang dirinya tahu mempunyai rasa keingintahuan yang sangat tinggi dalam menyikapi beberapa hal.


"Hmm... dan sepertinya anak buah dirimu sudah datang" ucap Zen kemudian, yang sudah mendengarkan suara sirine dari kejauhan yang sedang mendekat ketempat ini.


Seperti yang sudah diketahui, Santi sudah menghubungi para bawahannya, sebelum dirinya datang ketempat ini. Jadi, wajar jika saat ini akhirnya mereka sudah tiba ditempat ini. Apalagi ledakan yang sangat besar tadi, dipastikan akan terdengar hingga kejauhan dari tempat ini, dan membuat mereka langsung bergegas ketempat ini.


"Karena bawahannya sudah tiba, sepertinya aku akan undur diri dulu kalau begitu" ucap Zen yang akan beranjak dari tempatnya, karena dirinya tidak ingin ikut campur lagi tentang permasalahan kepolisian nanti.


Memang tidak ada alasan lagi Zen berada ditempat ini. Karena memang semua urusannya, dan termasuk beberapa kecoa yang berani-beraninya menyerang dirinya, sudah dirinya selesaikan sepenuhnya. Jadi, setelah semuanya sudah terselesaikan, akhirnya dirinya memutuskan untuk beranjak dari sana.


"Baiklah. Dan terima kasih telah menyelamatkan diriku tadi, Zen" ucap Santi sebelum dirinya akan melihat kepergian dari temannya itu.


Walaupun memang bisa dikatakan Santi selalu direpotkan oleh dirinya, tetapi entah mengapa Santi sangat senang dapat berteman dengan Zen. Jadi, dirinya entah mengapa tidak merasa keberatan jika pria itu selalu meminta tolong apapun kepada dirinya.


Jadi, Santi merasa sangat berterima kasih kepada pria itu, karena hanya dirinyalah yang berteman dengannya tanpa memandang status mereka masing-masing. Apalagi bisa dikatakan beberapa pihak akan mencari muka didepan Santi, jika mereka bertemu dengannya karena dirinya merupakan seorang kepala kepolisian dari sebuah wilayah.


"Ya... dan jangan lupa dengan perkataan ku tadi, oke.

__ADS_1


__ADS_2