
Tidak seperti seluruh istri Zen yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri mereka, saat ini kedua Dewi yang sudah dirinya nikahi seakan langsung siap menjalani malam pernikahan mereka yang panas, setelah menjalani berbagai rangkaian acara yang megah bersama tadi.
Tidak dipungkiri, tubuh Dewa memang sangat cepat dalam menyesuaikan tubuh mereka dalam kondisi yang baru. Maka dari itu, saat ini sepertinya Zen bisa menjalankan malam indahnya bersama kedua Istri barunya itu, karena mereka sepertinya dapat melakukan dengan dirinya malam ini.
"Apa yang kamu lakukan, suamiku" hingga sosok menawan saat ini mulai memeluk Zen dari belakang, setelah menyelesaikan persiapan dalam menjalani malam pertamanya.
"Aku hanya memandangi keindahan tempat ini, Freya" hingga begitulah balasan Zen kepada Istrinya itu, yang terlihat sudah tidak sabar memulai aktivitasnya.
Freya memang sudah menunggu lama waktu untuk bisa seperti ini. Karena selain memang karena sifatnya yang mengharuskan dirinya mengalami berbagai tindakan penuh gairah, tetapi juga ini merupakan kali pertamanya dirinya melakukannya, setelah dirinya menahan semua gairah yang memenuhi dirinya selama ini.
Jadi disaat dirinya memiliki pihak yang mampu memuaskan gairah miliknya, membuat wanita yang sudah dipenuhi dengan hasrat yang menggebu-gebu itu ingin dengan segera melaksanakan aksi panasnya dengan suaminya pada malam yang akan sangat panas ini. Maka dari itu, setelah dirinya bersiap, dirinya sudah tidak sabar untuk mengajak Zen memulai malam panas mereka.
"Kalau begitu cepatlah. Aku sudah tidak sabar, apalagi Amaterasu yang terlihat sedang gugup sudah terlebih dahulu berada di tempat tidur kita." Balas Freya.
Zen tentu saja hanya tersenyum bahagia mendengar rasa keinginan dari Istrinya itu. Hingga Zen saat ini mulai melepaskan dekapan dari Freya dari belakang tubuhnya, dan saat ini Zen mulai membalikan tubuhnya. Dan seketika pemandangan menggairahkan bisa terlihat dengan jelas terpampang pada wajah Istrinya yang baru dirinya nikahi itu.
"Kamu sangat cantik, Freya" Puji Zen disaat melihat penampilan Istrinya yang bisa membuat satu dunia akan tersesat melihat kondisinya saat ini.
__ADS_1
Lingerie merah tipis saat ini sudah dikenakan oleh Freya. Bahkan kain tipis yang dirinya kenakan itu seakan tidak mampu menutupi sepenuhnya seluruh tubuhnya yang indah itu. Hingga Zen yang melihat itu, mulai menyentuh lembut seluruh bagian tubuh istrinya yang menggairahkan itu, untuk menikmati sensasi dari tubuh menggairahkan dari Istrinya itu.
"Lalu, apakah kamu hanya ingin menyentuhnya, atau kamu ingin melakukan hal yang lain?" Hingga kata pancingan penuh menggoda saat ini mulai ditunjukkan oleh Freya dihadapan Zen.
Memang Zen mengakui seluruh Istrinya adalah kecantikan yang nyata. Bahkan bagi semua Istri yang pernah dirinya tiduri, mereka semua sangat menggairahkan bagi Zen untuk dapat mengabiskan kegiatan panas bersama.
Namun untuk Freya sepertinya bisa dikatakan berbeda, karena Dewi ini kecantikannya cukup dapat mengalahkan mereka semua, kecuali memang sosok Scarlett yang bisa dikatakan kecantikan mereka setingkat kalau bisa diukur.
Memang Zen tidak seharusnya membandingkan tingkat kecantikan Istrinya. Karena setiap Istrinya memiliki kecantikan yang khas masing-masing dari keberadaan mereka. Namun tetap saja, darah Ras yang mereka miliki bisa membuat perbedaan yang cukup signifikan atas tingkat kecantikan diantara mereka.
Jadi untuk tingkat kecantikan mereka, Zen bisa dikatakan mampu untuk membuat peringkat, walaupun pada peringkat paling rendah atas kecantikan Istri-istrinya, bisa dikatakan adalah sosok kecantikan yang paling indah bagi beberapa pihak yang melihat keberadaan mereka, karena memang semua Istri dari Zen sangatlah cantik.
Ciuman panas Zen dan Freya seakan tidak terputus atas tindakan mereka itu, hingga Zen yang sudah mencapai tempat tidur dari kamar tempat mereka melakukan aksi mereka saat ini, mulai mengarahkan keberadaan mereka berdua untuk menuju tempat tidur dengan ukuran yang cukup besar dalam kamar tersebut.
Tentu Zen yang masih mencium dengan ganas bibir Istrinya, saat ini mulai menjatuhkan tubuh mereka diatasnya, hingga Zen saat ini mulai menindih tubuh montok dari Istrinya yang sudah dipenuhi dengan gairah yang memuncak dalam malam panas yang akan mereka lakukan saat ini.
"A-apakah kalian melupakan d-diriku?" hingga disaat sedang asik melakukan aksinya, Zen dan Freya dengan terpaksa langsung menghentikan aksinya, karena saat ini seorang Dewi yang terlihat sangat cantik juga berada disana.
__ADS_1
Amaterasu bisa dikatakan akan menghabiskan malam pertama dirinya bersama Zen bersama dengan Freya. Karena memang dirinya juga tidak ingin menunda malam panas mereka pada hari pernikahan mereka saat ini. Pada awalnya memang Zen menolak ide ini, karena dirinya ingin memberikan waktu yang intim pada masing-masing dari mereka.
Namun karena mereka berdua tidak ada yang mau mengalah untuk menjadi pihak pertama dalam melakukan malam panas mereka, akhirnya langsung diputuskan bahwa saat ini mereka akan melakukannya bertiga. Dan begitulah bagaimana Zen, Amaterasu dan Freya saat Ini sudah berada di atas ranjang yang sama pada kamar yang indah ini.
"Kamu juga terlihat sangat cantik malam ini, Amaterasu" Dan begitulah Zen yang baru saja melepaskan pungutan liar bibirnya pada bibir Freya mulai menatap Istrinya yang lain.
Amaterasu bisa dikatakan menggunakan desain lingerie yang sama dengan Freya. Namun bedanya, wanita itu menggunakan lingerie berwarna hitam pada tubuhnya yang polos, dan terlihat sangat tidak mampu untuk menyembunyikan tubuh indah dari Amaterasu dibaliknya.
"T-terima kasih, Zen" dan begitulah tanggapan dari Amaterasu yang bisa dikatakan malu-malu dengan perkataan dari Zen kepadanya itu.
Amaterasu memang bersikap tidak seperti Freya yang memang sudah bersikap seperti wanita yang dipenuhi dengan gairah yang dirinya tunjukan atas tindakannya. Namun walaupun memang Amaterasu juga bergairah, tetapi dirinya masih merasa malu untuk menjalani malam pertama baginya untuk menjalani malam pertamanya sebagai seorang Istri.
"Kemarilah" hingga tanpa aba-aba, Zen saat ini langsung menggeser tubuhnya sedikit dan mendaratkan sebuah ciuman panas kepada wanita yang juga terlihat menggairahkan itu.
Memang tidak seperti Freya yang seakan sudah handal walaupun ini kali pertamanya melakukan hal seperti itu, tetapi saat ini Amaterasu masih kaku seperti halnya seluruh Istrinya disaat Zen pertama kali akan melakukan hubungan yang panas bersama mereka. Hingga dengan perlahan, Zen dengan sabar mulai mengajarkan cara dirinya berundak dalam membalas perbuatan yang dilakukan Zen kepadanya itu.
"Hahh... aku kehabisan nafas, Zen" Hingga itulah akhir dari ciuman panas mereka, setelah Amaterasu menyudahi tindakan mereka itu.
__ADS_1
Amaterasu tentu merasa terbawa hingga ciuman itu memang sempat membuat dirinya kehabisan nafas. Namun dirinya mulai merasa senang, karena saat ini dirinya bisa menghabiskan waktu yang intim dengan Suaminya itu, walaupun dirinya akan melakukannya dengan cara berbagi dengan wanita yang dimana setengah tubuh suaminya masih menindih tubuh menggairahkannya.
"Kalau begitu, apakah kalian siap untuk acara selanjutnya?"