
Pada masa kehampaan, seluruh semesta hanya diliputi oleh sebuah kegelapan. Dunia, kehidupan, planet, bintang, matahari dan sebagainya sama sekali belum tercipta pada masa itu, dan semesta hanya terdapat sebuah kekosongan yang luas tanpa ada satupun yang ada didalamnya.
Hingga triliunan tahun berlalu, akhirnya setitik cahaya terang mulai muncul pada kekosongan dari semesta yang gelap itu. Sebuah cahaya baru, yang bisa dikatakan mulai mengisi seluruh area kosong dan gelap, akhirnya muncul juga untuk mengakhiri kehampaan yang terjadi pada semesta yang sangat amat luas ini.
Sang Pencipta itulah sebutan sosok yang muncul dari cahaya yang menerangi semesta yang gelap ini. Hingga begitulah awal mula sebuah penciptaan yang menjadi saksi terbentuknya berbagai Dunia, kehidupan, planet, bintang, matahari dan sebagainya yang mulai memenuhi satu persatu kekosongan yang luas itu dan mulai mengisinya.
Tentu pada awalnya Pencipta muda itu mulai membuat sebuah dunia pertama untuk mengisi kekosongan itu. Dengan menciptakan sebuah dunia bagi para manusia beserta isinya untuk berkembang, membuat akhirnya Sang Pencipta muda itu berhasil menciptakan dunia pertamanya di muka semesta yang luas ini.
"Betapa indahnya hasil ciptaanku ini" dan begitulah bagaimana Sang Pencipta dulu mencoba berbaur dengan para manusia yang dirinya ciptakan dengan tinggal bersama dengan dirinya.
Dunia itu terus berkembang, dan Sang Pencipta juga merasa senang dengan hasil ciptaannya. Hingga hari demi hari akhirnya berlalu hingga ratusan tahun akhirnya tiba. Sang Pencipta berhasil menciptakan berbagai hal pada semesta yang hampa ini, namun satu hal yang dirinya sadari bahwa saat ini dirinya merasa hampa melakukannya.
Kesendirian tenyata sangat membuat dirinya tersiksa. Sangat sepi bagi dirinya karena selama ini tidak ada yang mengenal dirinya, bahkan tidak ada yang mengetahui keberadaannya selama ini. Memang ini resiko yang harus dirinya ambil sehingga kesepian menjadi teman perjalanannya dalam menciptakan sesuatu pada semesta ini.
"Mengapa anda duduk melamun ditempat ini, Tuan" hingga sebuah kecantikan yang memabukkan tiba-tiba saja muncul dihadapan Sang Pencipta disaat dirinya sedang berbaur dengan para manusia hasil ciptaannya.
Memang banyak manusia yang selalu berinteraksi dengan dirinya, namun umur mereka sangatlah pendek bagi Sang Pencipta sehingga dirinya akan selalu kehilangan mereka. Namun saat ini, sepertinya dirinya menemukan sebuah cahaya baru sehingga entah mengapa Sang Pencipta merasa ingin membuat wanita itu menemaninya dalam melakukan perjalanannya.
__ADS_1
"Ah... maafkan saya Nona. Saya hanya menunggu seseorang ditempat ini dan tanpa tidak sadar malah melamunkan sesuatu" dan begitulah balasan singkat yang diberikan oleh Sang Pencipta.
"Hahahaha... tidak apa-apa, Tuan. Saya juga hanya ingin membuka pintu kedai saya yang anda halangi. Jadi anda bisa berpindah tempat disebelah saja, agar saya bisa membuka pintu kedai milik saya ini" balas wanita itu, yang memang pria yang dirinya temui itu menghalangi dirinya untuk membuka kedainya.
Dan begitulah bagaimana pertemuan pertama mereka terjadi pada salah satu dunia hasil ciptaan sang pencipta itu. Semenjak saat itu, bisa dikatakan Sang Pencipta menyempatkan diri untuk sekedar menyapa wanita yang juga merupakan ciptaannya itu dan mencoba bercengkrama dengan dirinya.
"Kita sering bertemu, tapi sepertinya kita tidak pernah berkenalan. Kalau begitu perkenalkan namaku Rafaela Fia Lena, lalu siapa namamu?" balas wanita cantik itu, karena walaupun memang sepertinya mereka sudah akrab karena sering bertemu, tapi ini pertama kalinya mereka berkenalan.
Memang pertemuan mereka hanya sebatas seorang pria yang selalu beralasan menunggu temannya tepat didepan pintu masuk dari kedai makanan milik wanita bernama Rafaela itu, sehingga mereka sering berbincang sejenak sehingga mulai sedikit akrab. Namun kali ini, akhirnya mereka mulai berkenalan secara resmi diantara mereka.
"Ah... aku... ehm.... Max... ya namaku Max" balas Sang Pencipta yang saat ini mengarang namanya, karena memang dirinya tidak mempunyai nama selama ini.
"Max? Hanya Max? tidak ada nama tengah atau belakang?" tanya wanita itu sambil menunjukkan senyum manisnya kepada Sang Pencipta.
"Ah.. Max... Gwillyn.. Ya... namaku Max Gwillyn, tanpa nama tengah" hingga begitulah balasan Sang Pencipta yang akhirnya memiliki nama lengkap sepenuhnya.
"Kalau begitu, salam kenal Max Gwillyn" balas wanita yang memang menjadi dambaan hati Sang Pencipta itu.
__ADS_1
Semenjak itu hubungan mereka semakin dekat. Bahkan hubungan mereka berakhir dengan bertunangan lalu akhirnya menikah. Dengan prosesi pernikahan manusia abad pertengahan yang sederhana, saat ini kedua pasangan itu mulai mengesahkan hubungan mereka di mata semua pihak yang saat ini ikut bahagia dengan pernikahan mereka.
Atas pernikahan itu, kehidupan Sang Pencipta mulai berubah sepenuhnya. Rasa kesepian yang selama ini dirinya hadapi, sama sekali langsung menghilang sepenuhnya dan dirinya merasa bahagia bisa ditemani untuk melewati semua hal yang akan dirinya lakukan dalam mengembangkan semesta yang luas ini bersama pujaan hatinya.
"Jadi, kamu bukanlah manusia, Suamiku" dan begitulah Rafaela akhirnya menyadari identitas sebenarnya dari suaminya, saat pria itu membawanya menuju semesta yang luas.
Terkejut tentu saja, namun Sang Pencipta mulai meyakinkan Istrinya bahwa dirinya akan tetap sama di matanya, yaitu dirinya tetap menjadi Max Gwillyn yaitu suami dari Rafaela dan tidak akan meninggalkannya. Hingga takdir sepertinya berkata lain, setelah Rafaela mulai mengandung anak-anak yang merupakan buah cintanya dengan suaminya Sang Pencipta.
"Sial... kenapa jadi seperti ini" dan begitulah Sang Pencipta yang mencoba mengubah hukum-hukum dunia yang dirinya ciptakan dan lupa dirinya hapuskan disaat menikahi Istrinya.
Hukum dunia yang dirinya ciptakan pada masa itu, memang menegaskan tentang hukum mengikat untuk melindungi seluruh ciptaannya. Namun masalahnya hukum itu malah berbalik kearahnya, dan membuat Sang Pencipta mengalami sesuatu yang tidak dirinya sangka karena lupa mengubahnya.
Dalam hukum dunia yang dirinya ciptakan pada seluruh semesta hasil ciptaannya. Sistem kasta bisa dikatakan menjadi sistem yang digunakan oleh Sang Pencipta pada masa itu, sehingga saat itu Rafaela bisa dikatakan tidak layak untuk mengandung sosok yang merupakan entitas tertinggi dari semesta yang luas ini.
Sistem itu memang seperti sistem hukum dunia yang mencegah sebuah ras dengan kedudukan lebih tinggi bisa melakukan apapun terhadap sosok ras yang rendah. Namun masalahnya pada masa itu, sistem hukumnya lebih ketat, karena Sang Pencipta belum menyesuaikan semua hukum dari semua ciptaannya, karena dirinya masih sosok yang baru dalam mengembangkan semesta ini.
Hingga tanpa sengaja, keberadaan Rafaela langsung dihapuskan keberadaannya oleh sistem yang masih diterapkan oleh Sang Pencipta pada saat itu, disaat dirinya berhasil melahirkan seluruh anak-anaknya dimuka semesta ini, yang dimana anak-anaknya itu dikenal sebagai Deadly dan Heavenly Sin.
__ADS_1
"Dan begitulah bagaimana kami harus berpisah dalam waktu yang lama"