Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Tidak Sudih


__ADS_3

Ame no Ohabari milik Zen saat ini dengan mulus sudah menusuk dan menembus tubuh dari Loki yang saat ini sudah dikendalikan oleh pihak yang mengaku sebagai Ayah dari Zen. Tertancapnya pedang miliknya tersebut, saat ini bisa dikatakan menjadi akhir dari pertarungan yang terjadi ditempat ini.


Cukup bringas memang Zen bertarung dengan pihak yang mengendalikan Loki tadi, karena bisa dilihat tubuh dari Loki sepenuhnya sudah dipenuhi dengan luka-luka yang sangat amat parah, bahkan tangan kanan dari tubuh Dewa itu sudah putus sepenuhnya akibat pertarungan yang dilakukan oleh Zen, sehingga saat ini dirinya tidak mempunyai kedua tangan lagi.


Apalagi Zen benar-benar bertarung dengan sangat serius disaat melawannya, sehingga saat ini kondisinya bisa dikatakan sangat amat buruk, setelah Zen menghujani dirinya dengan berbagai serangan yang bisa dikatakan tidak mematikan, namun cukup untuk membuat pihak itu terluka sangat amat parah.


Hingga akhirnya tubuh Dewa yang sudah tertusuk tersebut, mulai diraih lehernya oleh Zen dan diangkat keatas untuk melihat ekspresi sosok yang sedang merasuki Loki tersebut sebelum dirinya menghabisi sepenuhnya dirinya ditempat ini.


"Hahaha... sudah kuduga aku tetap tidak bisa mengalahkan dirimu Putraku. Namun apakah kamu yakin akan bisa melawan wujud asliku, apalagi aku merupakan Ayah kandungmu?" ucap sosok tersebut kepada Zen yang sedang mencekiknya.


Mendengar perkataannya tentu membuat Zen hanya memberikan sebuah senyum mengejek kepadanya. Apalagi, sangat salah jika dirinya memprovokasi sosok Zen, karena Zen bisa dikatakan tidak termakan sama sekali dengan perkataannya yang mencoba untuk memancing Zen untuk melakukan sesuatu terhadapnya.


"Tenang saja. Aku akan terus membunuhmu hingga kamu benar-benar musnah sepenuhnya. Apalagi Ayahku yang asli yang menyuruhku melakukannya. Jadi, kamu bisa tenang karena apapun yang terjadi kamu akan mati di tanganku" balas Zen kepada sosok tersebut.


Senyum jahat saat ini mulai dikeluarkan Loki yang sedang dikendalikan tersebut. Apalagi Zen yang saat ini sudah mencekiknya seakan tidak terpengaruh sama sekali dengan dirinya yang sedari tadi mencoba untuk menghasutnya. Aneh memang, karena dirinya tahu Zen merupakan sosok negatif yang seharusnya tunduk kepada dirinya.


Namun apa daya, sosoknya yang saat ini sedang mencekiknya itu seakan bersikap biasa saja, bahkan saat ini dirinya dengan terang-terangan menunjukkan rasa ketidaksenangannya terhadap sosok yang seharusnya dirinya hormati dan hargai, karena dirinya juga bisa dikatakan adalah Ayah kandungnya.


Tetapi nasi sudah menjadi bubur, karena rencananya kali ini dalam menghasut Zen untuk bergabung dengannya ternyata gagal, dan malah semakin membuat Zen seakan berada di atas angin saat konfrontasi yang sedang mereka lakukan itu sedari tadi.


"Tapi apa kamu tahu, kematian adik-adikmu semakin memperkuat diriku. Lalu, apa yang akan kamu lakukan untuk mencegah sosok asliku yang semakin kuat tersebut muncul dan akan mengalahkan dirimu?" ucap sosok itu sekali lagi, yang menebar kenyataan kepada Zen yang masih menggenggam lehernya dengan sangat erat.


"Ho.... apakah kamu yakin mereka sudah mati?" hingga akhirnya perkataan yang keluar dari mulut Zen saat ini, langsung membuat senyuman yang berada di wajah sosok yang merasuki Loki itu mulai memudar sepenuhnya.


Entah mengapa perkataan dari Zen itu membuat sosok itu langsung tertegun akan sesuatu. Karena bisa dikatakan dirinya merasakan sesuatu yang aneh disaat kematian para adik-adik Zen. Dan hal tersebut semakin diperkuat dengan perkataan dari Zen kepadanya itu.


Melihat ekspresinya tentu semakin membuat Zen tersenyum senang, karena saat ini dirinyalah yang berhasil memprovokasi pihak tersebut. Apalagi sebenarnya sangat mudah mengalahkan sosok yang sedang merasuki Loki tersebut, jika Zen sudah berhasil menjalankan rencananya sepenuhnya.

__ADS_1


Zen tahu bahwa sosok yang saat ini sedang merasuki Loki sangatlah kuat. Bahkan dirinya lebih kuat dari Zen jika mereka bertarung saat ini. Namun Zen masih memegang kartu as yang bisa langsung membunuh dan melemahkan sosok yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat amat tajam tersebut.


Masalahnya, kedua pihak itu sama sekali belum menemukan sesuatu yang bisa melemahkan sosok dari masing-masing musuh mereka. Maka dari itu, saat ini mereka berdua harus bergerak dengan cepat untuk menemukan keberadaan yang mereka cari itu dan mendahului satu sama lainnya agar mereka bisa mencapai tujuan mereka masing-masing.


Tetapi Zen bisa dengan tenang memikirkan apa yang harus dirinya lakukan untuk menghadapi sosok tersebut. Karena dirinya tahu, sebuah sosok yang memegang kartu As miliknya itu sangatlah kuat, dan tidak mungkin akan ditemukan dengan mudah oleh beberapa pihak yang sedang mencari dirinya.


"Kalau memang mereka tidak mati, berarti aku tinggal membunuh adik-adikmu yang lain saja bukan?" dan begitulah nada mengancam yang keluar dari mulut sosok itu, yang saat ini mulai mengancam adik sepupu Zen yang masih hidup sepenuhnya.


"Ho... apakah kamu kehabisan opsi mahluk sampah. Apakah kamu tahu apa yang baru saja kamu ucapkan itu?" ucap dirinya sekali lagi, yang memang tidak termakan perkataan pihak tersebut dan malah mengejek perkataan sosok tersebut.


Semua adik-adik dari Zen sangatlah kuat. Walaupun jika dihadapan Zen kekuatan mereka masih berada dibawahnya, tetapi tetap saja mereka sangat kuat. Tentu pihak yang didepannya saat ini memang semakin kuat jika seluruh keturunan dan pencipta akan tewas.


Masalahnya dirinya sangat beruntung bahwa seluruh adik kandung Zen mati karena mereka sendiri yang menginginkannya. Jadi dirinya mendapatkan kekuatan cuma-cuma setelah kematian mereka. Namun kekuatan itu belumlah cukup untuk bisa membuat dirinya mencapai tujuannya.


Maka dari itu dirinya mencoba untuk membunuh sisa-sisa anak sang pencipta yang lainnya, namun sayangnya apa yang dirinya lakukan itu selalu gagal. Terutama untuk membuat para Heavenly Sins terbunuh, karena dirinya sama sekali tidak mengerti mengapa mereka selalu saja lolos dari Kematian yang disebabkan oleh dirinya kepada mereka.


"Bukankah kamu sudah mencoba? Lalu apa menurutmu yang membuat tindakanmu selanjutnya bisa membunuh mereka?" ucap Zen yang kembali mengejek sosok tersebut atas rencananya itu.


Memang setiap pihak baik dari Deadly dan Heavenly Sins mempunyai kekuatan khusus yang berbeda dan dimiliki oleh masing-masing dari mereka. Dan tentu Heavenly Sins mempunyai hal tersebut sehingga sosok yang saat ini merasuki Loki seakan tidak bisa menyentuh mereka.


Maka dari itu apapun yang dirinya lakukan akan sangat percuma untuk membunuh pihak Heavenly Sins secara langsung, karena hal itu sangatlah mustahil untuk dirinya lakukan, apalagi sosok Zen yang masih hidup dan sangat sehat masih berada di dunia ini bersama dengan mereka.


Namun bisa dikatakan semua rencananya itu akan terlaksana, jika sosok Zen memang berhasil dirinya kalahkan dan bunuh, karena kunci untuk membunuh para Heavenly Sins bisa dikatakan adalah membunuh dirinya, sehingga mereka bisa dengan mudah untuk dibunuh.


"Lalu apakah kamu lupa. Jika aku membunuhmu, pasti aku akan bisa menghabisi mereka saat itu juga, bukan?" ucap sosok itu sekali lagi yang saat ini mulai mengungkapkan kenyataan tentang apa yang terjadi.


Tentu untuk bisa membunuh para Heavenly Sins adalah dirinya harus membunuh Zen terlebih dahulu. Hal itu dikarenakan kekuatan Zen merupakan kekuatan yang bisa membatalkan semua hal khusus yang terjadi di dunia ini, termasuk kondisi yang berada pada sisi Heavenly Sins agar mereka bisa dihabisi oleh dirinya.

__ADS_1


"Kamu bisa mencobanya. Apakah Kamu kira membunuhku akan mudah. Apalagi, apakah kamu yakin jika aku tewas kamu bisa mengalahkan mereka juga?" dan begitulah ucapan Zen yang membuat pihak yang berada didepannya semakin emosi dibuatnya.


Berbagai rencana memang sudah disiapkan Zen sedari awal dirinya berada di dunia ini. Karena bisa dikatakan penyebab Ayah kandungnya yang asli meninggal, bisa dikatakan disebabkan oleh pihak yang saat ini berada di genggamannya.


Maka dari itu, dirinya mulai mencegah sosok tersebut untuk bisa terus berkembang dan dirinya memastikan akan membunuhnya sendiri dengan tangannya sendiri nanti, setelah semua persiapan untuk membunuhnya sudah dirinya selesaikan sepenuhnya.


Apalagi semua hal yang dilakukan Zen selama ini, memang dirinya persiapkan untuk membunuh sosok yang bisa dikatakan menghancurkan keluarganya, bahkan sosok dihadapannya itu yang membunuh Ayah kandungnya. Maka dari itu, Zen yanng notabennya merupakan sifat negatif, akan memastikan dendamnya akan terbalaskan sepenuhnya kepada dirinya.


Dan hal inilah yang sangat dibenci oleh sosok yang merasuki Loki saat ini. Dirinya tahu Zen sangatlah pintar dan licik, dan dirinya juga tahu Zen sudah membuat berbagai rencana untuk menghalangi tujuannya. Maka dari itu saat ini dirinya hanya bisa memikirkan cara untuk menjalankan rencana yang sudah dirinya ciptakan dan mengalahkan sosok licik tersebut.


Karena bisa dipastikan, seluruh rencana yang sudah dirinya persiapkan sepenuhnya memang akan terlaksana dan juga bisa digagalkan oleh pihak yang saat ini dengan tatapan tajamnya sedang menatapnya, seakan sudah bersiap menghabisi dirinya kapanpun dirinya mau. Maka dari itu, jalannya rencananya itu tergantung dengan keberadaan Zen saat ini.


"Dasar anak tidak tahu diri. Apakah ini sikap yang kamu tunjukkan kepada Ayahmu yang sudah menciptakan sosok dirimu itu" dan akhirnya pria yang tidak bisa melawan perkataan Zen saat ini mulai meledak emosinya, karena bisa dikatakan dalam pertarungan adu perencanaan bisa terlihat dirinya akan kalah sepenuhnya.


"Maaf. Tetapi kamu bukanlah Ayahku. Bahkan kamu sangat tidak layak untuk dicap seperti itu. Apalagi dibandingkan dengan dirinya, kamu hanya sampah di mataku" ucap Zen yang saat ini mulai mengeratkan genggamannya pada leher Loki saat ini.


Dan inilah yang semakin membuat pihak yang sedang dicekik oleh Zen semakin emosi dibuatnya. Karena sesuatu yang sangkut pautnya dengan Ayah dari Zen bisa dikatakan sangat sensitif dibicarakan dengan dirinya, apalagi jika hal ini menyangkut tentang membandingkan dirinya dengan sosok Sang Pencipta itu.


Maka dari itu bisa dilihat aura hitam yang semakin pekat saat ini kembali keluar dari tubuh Loki, karena sosok yang masih merasukinya mulai kerasa emosi dan mengalirkan kekuatannya kembali untuk menghabisi sosok Zen yang menurutnya sudah sangat kurang ajar perilakunya atas dirinya.


Namun sayangnya, tulang leher yang menopang kepala Loki saat ini, langsung diremukkan oleh Zen sehingga tubuh yang saat ini menjadi wadah sosok tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi, karena Zen sudah membuat tubuh tersebut sama sekali tidak berguna.


Dengan melihat mata hitam menyala yang akhirnya berubah kembali dan mengecil menjadi sebuah pupil tak bernyawa, akhirnya Zen melepaskan genggamannya pada leher dari Dewa yang sudah sepenuhnya tewas tersebut, dan membuatnya tergeletak tak berdaya dibawah tanah saat ini.


Apalagi Zen merasa lega setelah akhirnya dirinya sudah melihat sepenuhnya siapa musuhnya yang sebenarnya, dan dirinya sudah menilai dengan pasti sosoknya, sehingga dirinya mulai berfikir tentang apa yang akan dirinya lakukan terhadap dirinya jika mereka akan bertemu nantinya.


"Ya... yang terpenting permasalahan ditempat ini akhirnya selesai juga"

__ADS_1


__ADS_2