Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Perpisahan Kembali


__ADS_3

Sebuah kabut putih sudah mulai terbentuk, yang didalamnya sudah terdapat sebuah portal yang akan mengantarkan beberapa orang yang berada ditempat kabut putih itu muncul berada. Aura kesedihan mulai terasa setelah portal kabut itu terbuka, terutama berasal dari dua anak kecil yang akan memasukinya.


“Paman akan mengunjungi kalian lagi oke... jadi jangan bersedih” ucap Zen yang saat ini sedang menggendong kedua keponakannya yang akan kembali menuju kediaman mereka.


“Janji ya Paman” ucap Ana dan dibalas anggukan oleh Zen.


“Ho... sudah kuduga akan terjadi seperti ini” ucap seseorang pria yang muncul dari balik kabut tersebut.


“Ayah!” teriak kedua anak kecil yang berada pada gendongan dari Zen melihat siapa yang muncul dibalik kabut putih yang dibuat oleh Inez tadi.


“Yo... Adikku Mikhael” Sapa Zen kepada adiknya itu.


Mikhael memang sengaja menyempatkan dirinya untuk menyapa Kakaknya saat ini, karena memang dirinya belum bertemu dengannya sama sekali setelah dirinya bangun dari tidurnya. Jadi saat dirinya mempunyai waktu seperti saat ini, dirinya mulai menyempatkan dirinya untuk menyapa Kakaknya tersebut.


“Hm... sudah kuduga akan terjadi seperti ini. Apalagi sudah dipastikan yang mempunyai darah dari kami akan sangat dekat denganmu” balas Mikhael kemudian.


Mikhael lalu mulai menyapa kedua istrinya yang sudah dua hari tidak dia temui. Lalu mereka mulai bercengkerama sejenak sebelum akhirnya kedua istri Mikhael dan kedua keponakannya akan mengikuti Mikhael untuk kembali menuju kediaman mereka.


“Bisakah kalian pergi terlebih dahulu. Ada sesuatu yang harus aku diskusikan dengan Kakakku” ucap Mikhael kepada kedua istrinya dan Inez, yang langsung membawa Ana dan Levon masuk kedalam portal yang dibuatnya.


“Sampai bertemu lagi Paman Zen” ucap Levon yang melambaikan tangan mungilnya kepada Zen.


“Dan ingat untuk mengunjungi kami!” teriak Ana kemudian.


“Iya, Paman Janji” balas Zen yang sudah melambaikan tangannya kepada kedua keponakannya yang akan memasuki portal yang akan mengantarkan mereka.


Akhirnya kedua istri Mikhael beserta Ana, Levon dan Inez sudah melewati portal kabut yang dibuat oleh Inez, dan sudah menyebrang menuju tempat dibalik kabut tersebut muncul, yang mengantarkan mereka secara langsung kembali menuju kerajaan Vatikan.


Hingga saat ini memang pada ruangan tempat Zen berada hanya terdapat dirinya dan Mikhael saja, karena memang Mira sudah pergi untuk menyelesaikan urusannya sedari tadi.

__ADS_1


“Aku mendapatkan penglihatan Kak” balas Mikhael kemudian saat semua keluarganya sudah beranjak dari tempat ini.


“Hahh... penglihatan tentang apa lagi?” ucap Zen sambil menghela nafasnya karena memang pasti apa yang dilihat oleh Mikhael akan membuatnya kerepotan.


“Sebuah kekacauan yang bisa membuat kacau kehidupan pada dunia ini sudah muncul” balas Mikhael.


“Hmmm.... begitu ya. Apakah ini karena keberadaan diriku? Kekacauan yang lain juga disebabkan oleh Adikku bukan?” tanya Zen kemudian.


Memang kekacauan adalah sebuah sifat negatif berlebihan yang terkumpul pada sesuatu tempat, dan akan membuat kehidupan di dunia ini menjadi kacau jika energi yang dia miliki sudah terpenuhi dan akan menyebar dengan luas ke seluruh dunia.


Kalau seorang Heavenly Sins turun di dunia ini, mereka akan menyebarkan aura kebaikan kepada seluruh mahluk karena memang diciptakan seperti itu. Namun berbeda dengan Deadly sins, yang merupakan wujud yang sangat negatif yang akan menyebarkan sifat negatifnya.


“Sepertinya begitu Kak. Tetapi dalam penglihatan milikku yang bercabang, salah satu cabangnya memperlihatkan Kakak bisa mengendalikan wujud kekacauan tersebut” ucap Mikhael selanjutnya.


“Mengendalikan?” tanya Zen yang terkejut mendengar perkataan adiknya itu dan mencoba memastikan kembali perkataan adiknya tersebut.


“Benar Kak. Dalam penglihatanku Kakak bisa mengendalikannya” Balas Mikhael kembali.


Jika kekacauan muncul, dipastikan perbuatan negatif di dunia ini sudah melewati batas keseimbangan dan membuat dunia akan segera berbuat sesuatu untuk mengembalikan keseimbangan itu seperti semula.


“Tunggu, kamu berkata aku bisa mengendalikan sebuah hukum yang absolut?” tanya Zen kemudian sambil menatap adiknya itu.


Kekacauan pasti akan terjadi, jika hukum di dunia ini berkata seperti itu. Bahkan tidak ada satu pihak manapun yang bisa menghalanginya termasuk para dewa atau sang pemilik kuasa. Jadi Zen cukup bingung bagaimana dirinya bisa mengendalikan sebuah hukuman yang diberikan oleh hukum dunia ini.


“Seperti itulah penglihatan milikku Kak” ucap Mikhael.


“Berapa jumlah kekacauan yang kamu lihat, dan jenis kekacauan apa yang akan terjadi?” balas Zen kemudian.


“Awalnya hanya satu, tetapi ketika menyebar akan menjadi sangat banyak. Lalu jenis kekacauan tersebut adalah sebuah penyakit” balas Mikhael.

__ADS_1


Memang jenis kekacauan di dunia ini sangat banyak. Seperti perang, bencana alam, penyakit dan sebagainya yang intinya memberikan hukuman pada dunia ini yang tidak seimbang khususnya perbuatan negatif yang berlebihan.


“Hm... lalu kamu menyuruhku untuk mengendalikan kekacauan tersebut bukan?” tanya Zen kembali.


“Benar Kak. Dan juga, biasanya kekacauan akan muncul disekitar kehidupan dari Deadly Sins, jadi dirimu akan mudah menemukannya.” balas Mikhael.


Zen sebenarnya bingung apakah dirinya akan menerima permintaan adiknya itu atau tidak. Karena memang kekacauan sepatutnya terjadi dan tidak bisa dihalangi. Namun anehnya penglihatan dari adiknya memperlihatkan bahwa dirinya bisa mengendalikan kekacauan tersebut.


“Dan lebih tidak masuk akalnya lagi Kak, dalam salah satu ujung penglihatan milikku pada sebuah cabang penglihatan, Aku melihat Kakak berhasil menghilangkan kekacauan tersebut” ucap Mikhael.


“Hah?” ucap Zen yang cukup terkejut mendengar perkataan adiknya itu.


“Tunggu Mikhael, apakah kamu yakin yang kamu lihat dalam penglihatan milikmu itu bukan mimpi? Aku seorang kematian dan wujud negatif. Keberadaan diriku digunakan untuk membimbing kematian, dan kamu berkata aku bisa mengendalikan sebuah kekacauan dari hukum absolut di dunia ini yang akan membuat beberapa manusia akan mati?” tanya Zen yang merasa perkataan adiknya itu hanya sebuah mimpi.


“Aku juga tidak mengerti Kak. Tetapi itulah yang benar-benar aku lihat didalam penglihatan milikku” ucap Mikhael yang menunjukan ekspresi keseriusannya.


Melihat ekspresi adiknya seperti itu, Zen yakin perkataannya adalah benar. Namun dirinya masih tidak mengerti bagaimana dirinya akan mengendalikan kekacauan tersebut bahkan menghilangkannya.


“Tetapi Mikhael, pernahkah kamu melihat satu saja hukum absolut yang pernah dihalau oleh siapapun?” tanya Zen kemudian.


“Kak... aku tahu Kakak masih meragukan perkataan dariku. Tetapi cobalah untuk berfikir permasalah ini dengan seksama sekali saja. Jika apa yang aku lihat itu benar dan kekacauan itu menyebar, apakah Kakak mau keponakan Kakak akan mengalami kekacauan tersebut?” ucap Mikhael kemudian yang menggunakan sebuah trik terakhir untuk membuat Kakaknya mau mengikuti perkataannya.


Tentu Mikhael sangat mengenal Kakaknya itu. Kakak yang sangat menyayangi keluarganya lebih dari apapun. Bahkan Kakaknya akan melakukan apapun yang keluarganya inginkan walaupun permintaan mereka kadang-kadang sangat sulit untuk diselesaikan.


“Hahh... baiklah, baiklah. Lalu wujudnya ada dimana. Manusia, benda, tumbuhan atau apa?” tanya Zen yang memutuskan untuk membantu kembali permintaan adiknya itu.


“Itu dia yang aku tidak tahu Kak” balas Mikhael.


Dan inilah yang membuat Zen sedikit pusing untuk mengatasi permasalahan yang akan dilakukannya. Dirinya kembali tidak mendapatkan sebuah petunjuk untuk menyelesaikan tugas yang akan dirinya lakukan.

__ADS_1


“Cobalah untuk dengan detail melihat penglihatan milikmu itu Mikhael. Apa kamu tahu, aku hampir saja melewatkan permintaanmu yang sebelumnya karena kamu mengira apa yang kamu cari itu adalah sebuah benda.” Balas Zen.


“Maafkan aku Kak, tetapi kali ini aku benar-benar tidak memiliki petunjuk apapun tentang wujud kekacauan tersebut”


__ADS_2