Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Pertemuan Haru


__ADS_3

Ha Rin yang sedari tadi hanya diam mendengarkan percakapan mereka tentu merasa dikejutkan dengan kenyataan tentang sosok yang memang beberapa hari ini menyelamatkan dirinya. Apalagi dengan semua yang sedari tadi dirinya saksikan, bisa dikatakan sosok tersebut sama sekali tidak dibayangkan oleh dirinya.


Tentu atas percakapan yang mereka lakukan, Ha Rin bisa mengetahui sepenuhnya identitas sebenarnya dari Zen yang memang tidak dirinya ketahui hingga sekarang. Karena dengan semua percakapan yang dirinya dengan sedari tadi, bisa dipastikan dirinya mulai paham sepenuhnya dengan apa yang terjadi.


Pada awalnya tentu Ha Rin mengira Zen merupakan seorag Kultivator, karena biasanya Pamannya akan menyewakan Kultivator untuk dirinya agar menjaga keberadaannya. Namun Ha Rin bisa mengetahui bahwa Zen bukanlah seorang Kultivator dan dirinya mulai bingung dengan identitasnya yang sebenarnya.


Memang dirinya mengetahui beberapa pemilik kekuatan lain dari seorang Kultivator, namun Zen sama sekali tidak memasuki salah satu kriteria dari pemilik kekuatan yang dirinya ketahui. Hingga dirinya memutuskan membiarkan saja, karena yang terpenting Zen bisa melindungi dirinya pada saat itu.


Namun karena tumbuhnya perasaan miliknya kepada Zen, identitasnya yang sebenarnya tentu mulai membuat Ha Rin penasaran. Jadi dirinya bertanya-tanya siapa sebenarnya sosok Zen yang terlihat sangat mampu untuk melindungi dirinya dalam beberapa hari belakangan ini.


Memang Ha Rin ingin menanyakan secara langsung kepada Zen, tetapi dirinya urungkan karena dirinya takut mengganggu privasinya dan membiarkan saja hal tersebut menjadi misteri apalagi mereka akan berpisah kelak dimasa depan menurutnya.


Namun nyatanya, dirinya malah tidak sengaja masuk kedalam sebuah percakapan yang saat ini sedang didiskusikan oleh Zen dan beberapa wanita yang baru saja dirinya temui itu, dan mendengar semua identitas dari Zen dari percakapan yang mereka lakukan.


Deadly Sins, Raja Gizeweith, dan sebagainya bisa dirinya dengar secara langsung dan membuatnya tercengang. Tentu mendengarkan percakapan itu, Ha Rin bisa dikatakan terus dikejutkan berbagai hal, hingga akhirnya dirinya bisa mengetahui semua hal tentang identitas asli dari Zen.


Dan tentu saja dirinya tidak menyangka bahwa sosok yang beberapa hari melindungi dirinya ternyata sangat berpengaruh sosoknya. Bahkan Ha Rin sempat menyesal merendahkan sosok Zen beberapa hari belakangan ini, karena bisa dikatakan statusnya itu sangat amat jomplang  jika dibandingkan dengan dirinya.


"Kak Zen!" hingga Ha Rin yang masih melamun kan permasalahan tentang identitas Zen dan semua pihak yang berada ditempat itu mulai terkejut mendengar suara teriakan yang saat ini tiba-tiba terdengar.


Dari balik pintu kediaman yang ditempati oleh Axillia dan Ottavia, saat ini bisa terdengar seseorang sedang menggedor-gedor pintu kediaman tersebut secara paksa agar dirinya bisa diizinkan masuk. Tentu Zen dan Ottavia yang mendengar suara tersebut sangat mengenal siapa yang saat ini sedang memaksa masuk kedalam kediaman ini.


"Apa yang kamu tunggu. Aku sudah menghubunginya, jadi kamu bisa menyambutnya" ucap Zen yang saat ini menegur sosok Ottavia yang mulai mematung ditempatnya, mendengar suara tersebut.


Ottavia bisa dikatakan sangat amat merindukan sosok suaminya yang saat ini sedang memanggil nama Zen itu. Tentu dirinya ingin langsung menyambut dirinya ketempat ini dan melepaskan rindu yang selama ini dirinya tahan. Namun rasa bersalah yang selama ini dirinya rasakan entah mengapa membuat dirinya tidak sanggup untuk melakukan semua itu.

__ADS_1


"Sudahlah. Jangan melarikan diri lagi. Lepaskan artefak yang menyembunyikan berkah ikatan yang mengikat dirimu dan suamimu dan temui dirinya" Hingga Zen saat ini mencoba meyakinkan Ottavia bahwa dirinya harus menemui sosok Suaminya.


Bisa dilihat mereka sama-sama tersiksa dengan apa yang mereka perbuat. Jadi, Zen memutuskan untuk mengakhiri itu semua dan menyarankan agar mereka bisa kembali bersatu. Apalagi Zen sangat tahu perasaan adik sepupunya itu yang sangat amat frustasi mencari keberadaan Istrinya dan saat ini Zen akan mempersatukan mereka kembali.


"Baiklah." hingga suara penuh tekad dari Ottavia yang sudah memutuskan sesuatu akhirnya mulai membuatnya mengambil sebuah tindakan.


Sebuah cincin yang selama ini dirinya gunakan untuk menyembunyikan sesuatu yang menghubungkan dirinya dengan suaminya, saat ini mulai dilepas olehnya. Hingga saat ini sebuah aura yang berhasil disembunyikan selama ini oleh Ottavia akhirnya mulai keluar dari dalam tubuhnya.


Dengan keluarnya aura yang menjadi berkah sangat menguntungkan bagi anak-anak Sang Pencipta, bisa dilihat suara pintu yang terus digedor tersebut mulai berhenti berbunyi karena pihak yang melakukannya menghentikan tindakannya itu setelah merasakan auranya tersebut.


Tentu hal tersebut dikarenakan mereka sudah bisa saling merasakan aura yang menghubungkan mereka satu sama lainnya kembali. Maka dari itu, pria itu mulai mengentikan tindakannya dan saat ini mulai mencoba merasakan aura yang menghubungkan mereka itu, karena dirinya sangat merindukan aura tersebut.


Hingga Ottavia yang sedari tadi duduk menemani Axillia mulai bangkit dari tempat duduknya, dan mulai melangkah menuju pintu dari kediaman apartemen tempat dirinya tinggal dan akan menyambut kedatangan Suaminya yang selama ini mencarinya.


Hingga disaat pintu itu perlahan mulai terbuka, kedua pasangan itu mulai saling bertatapan sejenak memandangi sosok yang mereka sangat rindukan satu sama lainnya itu, karena memang sudah cukup lama mereka tidak bertemu dan bisa menyaksikan lagi sosok yang mereka cintai tersebut.


Air mata kedua orang tersebut bisa dilihat mulai saling berjatuhan satu sama lainnya pada mata mereka, dan entah apa yang menggerakkan mereka berdua, sehingga tanpa sadar mereka mulai mendekatkan diri mereka dan mulai saling memeluk dengan sangat erat.


"Ya... akhirnya mereka sudah bertemu" dan begitulah ucapan Zen yang saat ini sedang menyaksikan adegan mengharukan dari pasangan yang sudah berpisah sangat lama itu.


Axillia tentu sangat terharu melihat semua itu. Karena dirinya mengetahui dengan pasti perasaan sebenarnya dari sosok yang selama ini tinggal bersamanya itu yang memang sangat amat ingin untuk kembali kepada Suaminya dan menebus semua kesalahan yang selama ini diperbuat olehnya.


Jadi dirinya merasa senang melihat bahwa akhirnya keinginan wanita yang selalu dirawat oleh dirinya itu akhirnya sudah terwujud, dan saat ini sepertinya dirinya tidak perlu mengalami sesuatu yang menyiksa perasaannya lagi karena dirinya sudah bersatu kembali dengan sosok yang sangat dirinya cintai itu.


Apalagi bisa dilihat juga bahwa Suaminya Azrael tidak mempermasalahkan kondisi dari Ottavia atas permasalahannya yang pernah terjadi kepadanya, dan saat ini bisa dilihat dirinya menerima kembali sosoknya yang bisa dikatakan sangat tidak sempurna menurut Ottavia.

__ADS_1


Ha Rin juga merasa sangat terharu melihat semua adegan tersebut. Apalagi dirinya mendengar semua cerita dari semua pihak yang berada ditempat ini tadi dan bisa merasakan apa yang sedang mereka rasakan atas semua cerita yang dirinya dengarkan itu.


Maka dari itu semua yang sedang terjadi didepan matanya itu, membuat dirinya juga mulai terharu dan merasa ikut senang dengan selesainya permasalahan yang sedari tadi dirinya dengar permasalahannya, dengan kembalinya Ottavia kepada Suaminya saat ini.


"Ya, sekarang kita juga harus kembali dan mengurus permasalahan tentang keadaanmu, Axillia" Dan begitulah ucapan Zen kepada Axillia karena sepertinya mereka semua harus berpisah saat ini.


Namun setelah dirinya berkata seperti itu, tatapannya saat ini mulai mengarah kearah Ha Rin yang memang mulai menatap sosok Zen yang sedang mengucapkan sebuah perkataan yang perpisahan dari sorot matanya. Tentu Ha Rin merasa sedih mendengar mereka akan berpisah, maka dari itu dirinya juga menatap keberadaan Zen saat ini.


"Lalu, bagaimana denganmu. Kamu sudah mendengar tentang semua hal termasuk berkah ikatan, dan kamu sudah mengerti keadaan dirimu sekarang bukan?" tanya Zen kepada wanita itu, yang masih diam dan menatap sosok Zen saat ini.


Ha Rin tentu langsung paham dengan maksud perkataan Zen. Karena bisa dikatakan dirinya sudah menumbuhkan tahap pertama dari berkah tersebut. Maka dari itu, Zen saat ini menanyakan keputusan apa yang akan diambil oleh wanita itu atas perasaan yang dirinya miliki saat ini, agar Zen bisa mengambil tindakan selanjutnya dari permalasahan tersebut.


"A-Aku tidak tahu kapan perasaan ini muncul, Zen. T-Tapi tidak dipungkiri, jika diriku juga m-mencintaimu. Tapi kamu tahu sendiri, bahwa aku memiliki kontrak dengan agensiku saat ini" ucap Ha Rin yang menjelaskan tentang keadaannya.


Ha Rin semenjak merasakan perasaan cinta terhadap Zen, tetu dirinya ingin memperjuangkannya. Namun kontrak yang mengikat dirinya tentu membuatnya tidak bisa melakukan apapun. Walaupun memang kontrak itu sebentar lagi habis, tetapi tentu saja dirinya tidak bisa melepaskan kontrak yang saat ini mengikat dirinya.


Maka dari itu rencana awalnya dirinya akan berpisah dengan Zen dan mencoba menghapus sedikit demi sedikit perasaan yang dimilikinya, atau menunggu kontraknya habis barulah dirinya memperjuangkan perasaanya kepada Zen yang memang sosoknya sangat dirinya cintai.


Tetapi sepertinya dirinya tidak akan sanggup melakukan semua itu, karena seperti yang diketahui bahwa berkah ikatan akan mengikat dirinya dan dirinya dipastikan akan terbawa oleh perasaan yang dirinya rasakan saat ini. Maka dari itu dirinya tidak tahu harus melakukan apa dengan keadaannya yang bisa dikatakan harus dirinya hadapi tersebut.


"Ini, bawalah disaat kamu akan kembali menuju tempat dirimu bekerja. Jika ada masalah apapun, cari bawahan ku Mick Darkin dan tunjukkan kartu ini kepadanya, dan dirinya akan langsung membantumu" balas Zen yang mengerti situasi dari Ha Rin dan memberikan sebuah kartu kepadanya.


Ha Rin lalu menerima sebuah kartu berwana hitam polos yang diberikan oleh Zen kepadanya. Tentu dirinya tidak tahu kartu apa itu, namun karena Zen memberikannya tentu saja dirinya mulai menerimanya dan akan menyimpannya dengan baik, karena siapa tahu kartu itu akan berguna kelak.


"Dan juga, sampai kapan kalian berpelukan?!"

__ADS_1


__ADS_2