
Alice cukup bisa sedikit menghilangkan rasa tertekan yang beberapa hari ini dirinya rasakan disaat sedang bertamu pada kediaman Vero. Tentu setelah mendiskusikan sedikit permasalahannya kepada saingannya itu membuat dirinya sedikit lega, apalagi sosoknya saat ini melakukan berbagai hal disana untuk dapat mengalihkan pikirannya sejenak.
Makan malam, berbincang dan menghabiskan waktu bersama, saat ini memang dijalani oleh Alice, apalagi keberadaannya bisa dikatakan sangat diterima oleh seluruh Istri dari Zen, karena memang keberadaan Putrinya. Tentu awalnya dirinya merasa sedikit bersalah melihat pemandangan putrinya yang sangat amat bahagia.
Namun akhirnya dirinya merasa senang melihat kebahagiaan Putrinya yang bisa dengan bebas mengekspresikan dirinya dihadapan seluruh Istri dari Zen yang sudah dirinya anggap sebagai Ibunya. Walaupun pada awalnya dirinya sempat tidak terima bahwa putrinya itu menganggap mereka seperti Ibunya sendiri.
"Kalau begitu, sampai jumpa lagi Ayah dan Ibu-ibuku sekalian" ucap Kileni yang melambaikan tangannya untuk berpamitan kepada Zen dan Istri-istrinya karena dirinya akan kembali.
Memang mereka sudah melakukan makan malam bersama pada kediaman milik Vero tadi hingga akhirnya mereka berbincang-bincang sejenak, dan saat ini karena hari juga semakin malam akhirnya kedua pasangan Ibu dan anak itu mulai berpamitan untuk kembali menuju kediaman mereka karena memang hari sudah semakin larut.
Hingga Zen dan Istri-istrinya mulai melambaikan tangannya kepada sosok Kileni untuk melepaskan kepergian mereka dan Alice yang akhirnya mulai kembali menuju kediaman mereka, setelah sudah puas menghabiskan waktu mereka berdua pada kediaman Vero sedari tadi.
"Ibu terlihat tidak sedih saat ini" hingga diperjalanan dirinya pulang, Kileni mulai mengajak Ibunya untuk berbincang.
"Memangnya Ibu terlihat sedih sebelumnya?" tanya Alice dan mendapatkan anggukan dari Kileni.
Memang Kileni bisa melihat sendiri bahwa Ibunya beberapa hari ini jarang terlihat untuk tersenyum bahkan untuk sekedar menunjukan ekspresi bahagianya. Maka dari itu, dirinya merasa senang bahwa ekspresi senang dari Ibunya itu sudah kembali dan dirinya terlihat sudah bersemangat kembali seperti biasanya.
"Maafkan Ibu, jika memang membuatmu khawatir" ucap Alice yang saat ini memeluk erat putrinya yang saat ini berada di gendongannya.
__ADS_1
Ada perasaan bersalah disaat Alice menunjukan raut wajahnya yang seperti itu kepada putrinya sendiri. Apalagi seperti yang diketahui, bahwa Putrinya terlihat sangat mengkhawatirkan dirinya yang terlihat seperti itu, dan hal itulah yang membuat Alice semakin merasa bersalah.
"Ibu pasti tidak akan membuatmu khawatir, oke" ucap Alice yang saat ini terus melanjutkan perjalanannya menuju kediamannya.
"Tapi Ibu terlihat sedikit bahagia disaat pulang dari rumah Ayah tadi. Lalu, bagaimana jika Ibu juga menikahi Ayah?" Hingga Kileni mulai mengusulkan sesuatu kepada Ibunya dan tentu saja pernyataannya itu membuat Alice sangat terkejut mendengarnya.
Bukan tanpa alasan Kileni berkata seperti itu, karena bisa dilihat dirinya merasa nyaman berada dengan Ayah dan Ibu-ibunya yang lain, yang memang merupakan Istri ayahnya. Maka dari itu dirinya berharap bahwa Ibunya juga akan menjadi Istri Ayahnya dan mereka juga bisa terus bersama kedepannya.
"Maafkan Ibu, Kileni. Tetapi tidak sembarangan Ibu bisa menikah dengan Ayahmu" ucap Alice yang mencoba menjelaskan tentang kondisinya.
"Memangnya kenapa? Bukankah Ibu terlihat senang tadi?" hingga saat ini Kileni seakan menuntut sosok Ibunya itu dan terlihat Alice cukup bingung menanggapi sosoknya.
Namun yang mereka tidak sadari, bisa dikatakan saat ini mobil yang sebelumnya terlihat seluruh bannya pecah dan mengikuti keberadaan Alice, saat ini berada tidak jauh dari kediaman Alice. Tentu mereka terus mengintai keberadaannya, hingga mereka melihat dengan jelas sosok mereka berdua akan memasuki kediaman mereka.
"Dirinya masih membawa belanjaa-" Namun belumlah seorang pria yang sedang mengintai itu menyelesaikan kalimatnya, suara pecahan kaca mobil mereka mulai terdengar.
Sebuah bogeman mentah saat ini mulai menembus dan memecahkan kaca jendela mobil mereka dan saat ini bogeman itu dengan keras menghantam satu orang yang berada didalamnya dan langsung membuat dirinya pingsan. Tidak sampai disana saja tindakannya, karena saat ini sosok tersebut memaksa masuk kedalam mobil tersebut secara paksa.
Tentu mereka mencoba melawan dirinya, namun setelah dirinya masuk, sebuah bogem mentah kembali mengarah kearah salah satu pihak yang berada didalamnya dan membuat dirinya pingsan. Hingga pertarungan mulai terjadi didalam mobil tersebut yang dimana pihak didalamnya mencoba untuk melawan pihak yang menyerang mereka.
__ADS_1
Dari kejauhan, bisa dilihat sebuah mobil mulai bergoyang dengan sangat ganas saat ini. Yang melihatnya tentu akan salah paham dengan apa yang terjadi didalamnya. Hingga beberapa saat kemudian, bisa dikatakan mobil itu mulai berhenti bergoyang, karena pihak yang berada didalamnya menghentikan tindakan mereka.
Hingga tiba-tiba saja lampu depan dari mobil itu mulai menyala, sekaligus mesin dari kendaraan itu juga mulai menyala. Hingga akhirnya mobil itu mulai beranjak dari sana dan meninggalkan area perumahan dari kediaman yang ditinggali oleh Alice yang baru saja masuk kedalam kediaman mereka.
"Hahh... akhirnya selesai juga" Dan begitulah ucapan Zen yang saat ini mulai berjalan kembali menuju kediamannya setelah dirinya melakukan sesuatu tadi.
Ya, Zen sendirilah yang tadi menggerebek mobil yang terparkir tidak jauh dari kediaman Alice. Hingga dirinya mulai membawa mereka menuju sebuah sungai dan menenggelamkan mereka disana hidup-hidup, dan akhirnya membuat mereka tewas dengan kondisi yang akan dikira mengalami sebuah kecelakaan.
"Ya... sangat membahagiakan bahwa sehabis aku menghabiskan malam malam ku tadi, aku melakukan rutinitas menyenangkan bagiku yang lain" ucap Zen yang saat ini masih melangkah menuju kediamannya.
Tentu Zen saat ini mulai menikmati malam yang dipenuhi bintang-bintang setelah dirinya baru saja menghabiskan waktu yang sangat menyenangkan bagi dirinya. Maka dari itu langkahnya yang akan kembali itu, terlihat sangat amat santai karena dirinya mulai menikmati perjalanan mereka kembali dengan sebuah senyuman yang muncul pada wajahnya.
Namun disaat dirinya sedang menikmati waktunya itu, Zen mulai merasakan sesuatu dan saat ini mulai menghentikan langkahnya. Hingga pada langit malam yang saat ini dipenuhi bintang-bintang, sesuatu yang bergerak cepat saat ini seakan mulai bergerak dengan cepat kearah dirinya.
"Hahh... pasti dirinya membawa sesuatu yang merepotkan" ucap Zen yang mengetahui dengan pasti sosok yang saat ini mendekati dirinya itu.
Sebuah bayangan wanita bisa dikatakan semakin dekat kearah dirinya. Dengan siluet dirinya yang semakin jelas itu, tiba-tiba saja seorang wanita menggunakan kimono khasnya saat ini mulai muncul didepan Zen, setelah dirinya tiba dengan selamat ditempat dimana Zen berada dan langsung berdiri tepat didepan dirinya saat ini.
"Apa yang kamu lakukan malam-malam begini, Amaterasu?" tanya Zen yang melihat siluet yang sangat cantik, dan saat ini mulai menatapnya.
__ADS_1
Dengan senyum yang muncul diwajahnya, tentu Amaterasu merasa bahagia bisa bertemu dengan Zen kembali. Namun tetap saja dirinya harus fokus pada rencananya yang saat ini mendatangi sosok Zen, karena memang dirinya muncul dihadapannya untuk meminta tolong sesuatu kepada Zen saat ini.
"Bisakah kamu membantuku, Zen?"