
Seorang pria saat ini dengan perasaan emosinya mulai membanting seluruh barang yang berada didalam ruangannya. Tentu hal tersebut dikarenakan dirinya sangat emosi dengan kabar yang baru saja dirinya terima dari bawahannya.
Bagaimana dirinya tidak marah saat ini, karena penyebab kerugian yang dialami oleh dirinya dan disebabkan oleh seseorang tentu sangat membuatnya benar-benar marah. Apalagi ditambah dengan dirinya juga benar-benar tidak berhasil untuk menghabisi pihak yang membuat dirinya mengalami sebuah kerugian.
Maka dari itu, dirinya sangat amat marah hingga ruangannya yang sebelumnya sangat amat tertata dengan rapi, saat ini sudah terlihat berantakan sepenuhnya akibat ulahnya yang sudah meluapkan semua emosi yang saat ini terdapat didalam dirinya.
“Apakah kita tidak bisa menyusup ke rumah sakit tersebut untuk menghabisinya?” tanya pria yang terlihat emosi itu kepada bawahannya.
“Maafkan saya, Tuan Jim. Tetapi sangat sulit untuk menyusup pada rumah sakit tersebut” ucap bawahannya yang menjawab perkataannya.
Tentu yang mereka maksud merupakan sosok Santi yang membuat mereka kesal. Karena selain dirinya bisa menemukan gudang penyimpanan yang cukup penting dari organisasi yang dipimpin olehnya, wanita itu juga gagal tewas dengan semua hal yang sudah dirinya lakukan untuk menewaskannya.
Semua luapan emosinya saat ini tentu saja didasarkan dengan perilaku Santi tersebut. Jadi wajar jika saat ini dirinya bersikeras untuk membunuh wanita itu bagaimanapun caranya, karena wanita itu sudah berani-beraninya menghancurkan sesuatu yang sangat amat berharga bagi bisnis pria tersebut.
Namun sayangnya, rencana yang ingin dirinya gunakan untuk menghabisi wanita itu, bisa dikatakan harus tertunda karena saat ini wanita tersebut sudah pindah menuju sebuah rumah sakit ternama, yang dimana selain kualitas rumah sakit itu amat terkenal sangat bagus, penjagaan dari rumah sakit itu bisa dikatakan sangat amat ketat.
Dan hal itulah yang semakin membuat pria bernama Jim itu semakin emosi dibuatnya, karena dirinya masih belum mampu untuk membalaskan semua perbuatan Santi kepadanya, yang menyebabkan dirinya mengalami sebuah kerugian yang sangat amat besar atas perbuatannya.
“Aku tidak mau tahu! Pokoknya cari tahu bagaimana caranya wanita itu harus mengalami kerugian yang sama dengan apa yang sudah aku alami” ucap Pria bernama Jim itu yang mulai menekan bawahannya untuk mengikuti perintah yang diberikan olehnya.
Bisa dikatakan, kerugian yang dirinya alami disaat dirinya dengan terpaksa meledakkan gudang penyimpanan barang dagangannya itu, membuatnya mengalami kerugian yang sangat besar. Jadi, dirinya harus memastikan pihak yang melakukan semua ini harus mengalami hal yang sama dengan dirinya.
Maka dari itu dirinya sangat bersikeras untuk menghabisi pihak Santi yang memang kondisinya masihlah selamat dari kejadian yang menimpa dirinya. Dan hal itulah yang saat ini ditekankan kepada bawahan dari pria bernama Jim itu, agar membuat Santi harus merasakan apa yang dinamakan sebuah kerugian.
“Baik Tuan. Akan saya pastikan anda akan mendapatkan pembalasan dendam anda” ucap bawahannya itu yang menjawab perkataan atasannya itu.
Memang bisa dikatakan cukup susah dalam menyusup kesebuah tempat yang merupakan salah satu dari gurita bisnis milik perusahaan besar di dunia ini. Namun tetap saja, bawahannya itu bertekad untuk mencari cela agar dirinya bisa dengan segera menindak lanjuti perintah atasannya tersebut.
“Tapi Tuan, Bagaimana kita menghadapi semua kerugian yang kita alami saat ini” ucap bawahannya kembali yang akhirnya membuat atasannya mulai memijit keningnya saat ini.
Bisa dikatakan pria bernama Jim itu merupakan pemimpin kelompok kriminal terbesar di negara ini. Dengan mengendalikan sektor bisnis bawah tanah pada negara ini, bisa dikatakan dirinya merupakan pihak yang paling sukses di negara ini atas bisnisnya tersebut.
Dengan organisasi ciptaannya yang saat ini bekerja dari balik bayangan, dirinya sudah berbuat banyak hal salah satunya mampu mengendalikan beberapa pihak dengan sebuah suap yang sangat besar. Dan tentu saja pihak-pihak tersebut merupakan pihak pemerintah dan penegak hukum dari negara ini.
__ADS_1
Jadi bisa dikatakan hal tersebutlah yang membuat organisasinya semakin baik dan berkembang dengan sangat amat pesat. Bahkan beberapa kelompok bawah tanah besar di seluruh dunia juga meliriknya untuk menjadi mitra bisnis bagi mereka. Salah satunya sebuah organisasi kriminal terbesar di dunia ini yang disebut Treat Devils.
Perjanjian yang Jim buat dengan mereka yaitu dirinya akan memperdagangkan berbagai komoditas yang disediakan oleh kelompok tersebut dan memasarkannya di Indonesia. Tentu dengan pembagian keuntungan yang sangat menguntungkan, Jim langsung menerima kesepakatan itu.
Bisnisnya bisa dikatakan sangat amat lancar, bahkan dirinya mengeruk keuntungan yang sangat besar atas apa yang dirinya lakukan itu. Tentu hal itu juga dibantu oleh beberapa pihak yang memang sudah dirinya suap untuk membantu dirinya dapat melakukan bisnisnya dengan bebas di negara ini.
Namun sayangnya dirinya tidak mampu untuk menyuap beberapa pihak. Karena bisa terlihat bisnisnya itu harus terganggu karena sebagian besar barang dagangan yang harus dirinya pasok dan jual, sudah hancur sepenuhnya karena ulah Santi yang mau tidak mau harus dirinya singkirkan dengan semua barang bukti yang berhasil dirinya temukan.
“Apakah kamu sudah menghitung semua kerugian yang kita alami? Kalau begitu beberapa kerugian kita yang harus kita bayarkan kepada Treat Devils” ucap Jim kepada bawahannya itu.
“Nilai isi dari gudang itu melebihi 5 Trilliun, Tuan. Jadi anda bisa memperkirakan sendiri, berapa yang harus kita bayarkan kepada pihak tersebut” balas bawahannya yang menjelaskan tentang kerugian yang dirinya alami atas kejadian yang disebabkan oleh Santi.
Memang kerja sama yang mereka lakukan adalah pihak Treat Devils akan memberikan mereka bahan dagangan, lalu pihak Jim akan menjualnya di negara ini. Hasil penjualan itulah, yang akan menjadi pembayaran oleh Jim atas bahan yang disediakan oleh kelompok tersebut.
Namun saat ini barang yang harus dirinya jual sudah musnah sepenuhnya, akibat ulah dari Santi yang menemukan gudang penyimpanan dari hampir seluruh barang dagangannya, sehingga dirinya tidak memiliki lagi sesuatu yang dapat membuat dirinya bisa membayarkan harga barang yang dikirimkan oleh Treat Devils kepada dirinya.
“Sialan! Apa yang harus kita lakukan untuk menutupi kerugian kita ini!” teriak Jim yang kembali membanting beberapa barang yang berada di sana karena dirinya sangat kesal saat ini.
Tentu Jim pernah mencoba untuk mendekati Santi dengan sebuah suap yang sangat besar agar wanita itu tunduk dibawah kakinya. Namun naas, apa yang dirinya lakukan itu malah membuat Santi balik menyerangnya dengan menggunakan pihak yang dirinya suruh untuk menyuap Santi, untuk dapat membeberkan beberapa informasi kepada wanita tersebut.
Dan hal tersebutlah yang membuat Santi akhirnya menemukan markasnya yang sangat berharga, dan saat ini sudah hancur sepenuhnya dan membuatnya mengalami sebuah kerugian yang sangat besar. Jadi, dirinya harus menghabisi sosok Santi sebelum wanita itu semakin bertindak seenaknya terhadap kelompoknya.
“Lalu, apa yang harus kita lakukan Tuan?” tanya bawahannya kembali yang menanyakan sebuah jalan keluar kepada atasannya itu, agar mereka bisa keluar dari situasi ini.
"Sial... saat ini kita tidak mempunyai sesuatu yang dapat menghasilkan uang dalam jumlah yang banyak. Lalu, apakah kita harus melanjutkan rencana dari Thomas kalau begitu?" tanya Jim yang meminta saran atas pendapat yang baru saja dirinya lontarkan tadi kepada bawahannya.
“Maafkan saya, Tuan. Tetapi saat ini perusahaan milik Putrinya sudah dimiliki oleh Darkness Company. Dan juga rencana itu bisa dikatakan penuh dengan kepalsuan sehingga sangat beresiko untuk kita mengeksekusinya. Apalagi, sampai saat ini kita belum tahu siapa yang membeli saham perusahaan dari putrinya yang dipegang oleh dirinya” balas bawahannya yang bisa dikatakan tidak setuju dengan rencana Tuannya itu.
Pria bernama Jim itu memang pihak yang dibayar oleh Thomas untuk menghabisi Vero dan Zen pada awalnya. Namun sayangnya, keadaan mulai berbalik saat itu, karena tentara bayaran milik organisasi dari Jim malah tewas sepenuhnya dalam penyerangan itu.
Maka dari itu Jim menuntut Thomas dan beberapa rekannya untuk bertanggung jawab atas kerugian yang mereka alami itu. Pada awalnya dirinya sangat mempercayai perkataannya yang bisa membayar semua itu dengan menggunakan sebuah rencana untuk mengambil alih perusahaan Putrinya.
Namun sayangnya, semua rencana yang dirinya jabarkan itu merupakan omong kosong belaka dan hingga saat ini dirinya beserta beberapa pihak yang bersamanya tidak mampu untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh Jim saat itu, hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk menangkap mereka.
__ADS_1
“Tapi, dengan kemampuan kita, bukankah kita mampu untuk membuat kebohongan itu menjadi sebuah fakta?” Ucap Jim kepada bawahannya tersebut.
Memang rencana mereka cukuplah bagus, masalahnya masih ada sebuah cela yang cukup besar agar rencana itu berhasil. Apalagi jika cela itu malah berbalik kearah mereka, bisa dikatakan kerugian yang mereka dapatkan semakin parah nantinya.
"Tetapi, hal itu sangat beresiko, Tuan" ucap bawahannya yang sekali lagi tidak menyetujui perkataan atasannya.
"Lalu Ian, Apakah kamu mempunyai sebuah ide yang bagus agar kita bisa keluar dari posisi ini?" hingga perkataan atasannya itu membuat bawahan dari Jim itu mulai bungkam dengan perkataannya.
"Hahh... maafkan saya, Tuan. Tetapi saya juga tidak memiliki rencana untuk mengembalikan situasi ini" balas bawahannya itu yang memang bisa dikatakan tidak memiliki ide apapun untuk menjawab perkataan atasannya itu.
Mendengarnya perkataan bawahannya tentu saja membuat Jim akhirnya terpaksa harus melakukan rencana tersebut. Bagaimanapun dirinya harus mendapatkan uang dengan cepat dan satu-satunya cara adalah rencana dari Thomas yang akan dirinya gunakan untuk menyerang sosok Putrinya.
Memang ada resiko besar dari rencana tersebut, namun tetap saja dengan semua pihak yang dirinya sudah bayar dan berada dibawah kakinya, bisa dikatakan tingkat resiko itu sangatlah kecil dan dirinya cukup percaya diri bahwa hal itu mampu untuk membuatnya mendapatkan sejumlah uang untuk membantunya keluar dari permasalahan ini.
“Kalau begitu, dimana dirinya berada?” tanya Jim kepada bawahannya itu tentang keberadaan Thomas.
Pada awalnya, memang dirinya sudah menugaskan pria itu untuk melakukan rencana yang dirinya miliki itu kepada Putrinya. Namun karena bisa dikatakan hal itu merupakan sebuah kepalsuan, sehingga Thomas akhirnya berusaha melarikan diri karena tidak mampu untuk menepati janjinya tersebut, hingga akhirnya dirinya berhasil diamankan oleh Jim.
Jim pada awalnya berniat langsung menghabisi Thomas saat itu juga, setelah pria itu kabur sebelumnya. Namun sepertinya keadaan membuatnya harus mempercayai pria itu sekali lagi, dalam berusaha menghasilkan dirinya uang agar dirinya bisa keluar dari permasalahan yang sedang dirinya alami.
“Dirinya sekarang sedang disekap pada ruangan panen, Tuan” ucap bawahannya yang menjawab perkataan atasannya tadi.
Akhirnya tanpa pikir panjang, pria bernama Jim itu mulai beranjak dari tempatnya dan langsung menuju kearah ruangan yang disebutkan oleh bawahannya itu. Tentu dengan diikuti oleh bawahan setianya, saat ini mereka akhirnya tiba pada sebuah ruangan yang bisa dikatakan sangat amat mengerikan jika beberapa pihak melihatnya.
Tempat yang bernama ruangan panen itu, memang digunakan oleh Jim kepada beberapa pihak yang mencari masalah dengannya, untuk dibelah tubuh mereka dan diambil organ dalam dari dalam tubuh mereka untuk dijual di pasar gelap.
Jadi, tidak heran seluruh tempat itu terlihat sangat mengerikan, karena tempat itu merupakan tempat yang digunakan secara keji, untuk melakukan tindakan yang sangat amat mengerikan bagi beberapa orang yang menjadi musuh bagi Jim dan organisasi miliknya.
“T-Tuan Jim” Hingga saat ini didalam salah satu sel, seorang pria dengan kondisi babak belur dan sedang terikat, saat ini melihat sosok orang yang sudah mulai menghampiri dirinya.
Jim dan bawahannya akhirnya menemukan pihak yang ingin dirinya gunakan dalam rencananya. Dengan menyuruh bawahannya melepas ikatan dari pria itu dan membebaskannya, akhirnya Jim dengan tampang seriusnya mulai menatap pihak yang terlhat sangat ketakutan kepada dirinya itu.
“Tidak usah banyak omong. Apakah kamu bisa melakukan sesuatu atas perusahaan milik Putrimu?”
__ADS_1