Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Reformasi


__ADS_3

Sorak-sorai para pendemo mulai terdengar, yang dimana saat ini seluruh masyarakat sebuah Negara yang berbentuk Kekaisaran, bisa dikatakan sedang menyaksikan runtuhnya pemerintahan Kaisar yang memimpin Negara mereka.


Seluruh masyarakat Kekaisaran tersebut sepertinya sudah termakan dengan semua kebenaran tentang kebusukan Kaisar yang memimpin mereka, dan membuat mereka senang bahwa kepemimpinannya sudah runtuh atas sebuah kejadian yang dialami oleh Sang Kaisar.


Tentu selain tindakan kejamnya, bisa terbukti bahwa sang Kaisar juga melakukan korupsi dengan memperkaya dirinya, dan dirinya juga terbukti melakukan nepotisme dengan menempatkan antek-anteknya kepercayaannya dalam memimpin berbagai instansi yang seharusnya diisi oleh pihak-pihak profesional untuk menjalankannya.


Dan hal tersebutlah yang membuat korupsi yang terjadi pada Kekaisaran tersebut sampai tidak diketahui oleh siapapun, karena seluruh antek-antek yang diangkatnya melalui kegiatan nepotisme yang dilakukan oleh Sang Kaisar berusaha menyembunyikan semua kedok dari pihak yang mereka layani tersebut.


Hingga hal tersebutlah yang membuat mereka sangat senang bahwa saat ini dinasti busuk itu akhirnya runtuh dan saat ini mereka bisa membenahi Negara ini seutuhnya dari pihak-pihak yang busuk dan bisa dikatakan sudah menghancurkan Kekaisaran yang besar ini.


"Dan kami pastikan, upaya dari Mantan Kaisar yang mencoba bunuh diri, bisa dikatakan berhasil digagalkan setelah dirinya langsung dibawa menuju ke Sebuah Rumah Sakit. Namun karena tindakannya itu, dipastikan Sang Mantan Kaisar China saat ini mengalami kecacatan pada bagian saraf tubuhnya, dan dipastikan tidak akan bisa lagi menjalani kehidupannya dengan normal kembali" dan begitulah akhirnya dari pemberitaan yang didengar oleh semua pihak saat ini.


Memang kabar menghebohkan mulai terjadi, yang dimana Sang Kaisar mencoba membunuh dirinya sendiri dengan menelan obat-obatan terlarang untuk mengakhiri hidupnya. Tetapi untung saja, keberadaannya itu dengan cepat ditemukan oleh beberapa pihak dan langsung membawanya menuju rumah sakit untuk mendapatkan sebuah perawatan.


Cukup mengejutkan memang apa yang terjadi dengan Sang Mantan Kaisar itu. Karena memang dirinya terbukti dalam membunuh seluruh keluarganya sendiri, termasuk anak-anaknya dan Istri-istrinya dan juga terbukti membunuh seluruh kerabat, bawahannya dan seluruh staf yang bekerja didalam Istana Kekaisaran, sebelum dirinya memutuskan untuk membunuh dirinya sendiri.


Dan juga, ternyata sebelum dirinya bunuh diri, terdapat sebuah fakta mengejutkan bahwa Sang Mantan Kaisar menyuruh bawahannya untuk memusnahkan beberapa tempat, yang dimana tempat-tempat tersebut bisa dikatakan sudah lulu-lantah dan juga pihak-pihak yang tinggal ditempat itu ditemukan tewas sepenuhnya.


Kejam, itulah yang saat ini disaksikan oleh beberapa pihak, karena disaat mantan Kaisar mereka mulai ditekan oleh berbagai pihak, dirinya mulai melakukan berbagai cara hingga akhirnya cara-cara itu tidak membuahkan hasil dan membuatnya berubah gila dengan membantai semua pihak sebelum dirinya Ingin mengakhiri hidupnya sendiri.


Namun sepertinya semua keinginan Sang Kaisar tidak bisa terwujud, karena saat ini dirinya dipastikan masih selamat dan dirinya akan menjalani kehidupan yang sangat amat mengenaskan, apalagi dengan semua pihak yang membenci keberadaan dirinya akan semakin membuatnya tersiksa menjalani kehidupannya.


"Bagaimana, apakah aku harus mengantar dirimu lagi agar kamu bisa membunuhnya kali ini?" Hinga pada sebuah kediaman mewah, saat ini Zen sedang menanyakan sesuatu kepada wanita yang saat ini sedang fokus memperhatikan jalannya pemberitaan yang sedang ditayangkan itu.


Dengan tidak berhasilnya Ha Rin atau bisa dikatakan dirinya tidak mampu untuk membunuh seseorang yang merupakan sosok yang paling dirinya benci, membuat Zen memang memberikan hukuman lain kepada Sang Mantan Kaisar itu dengan melumpuhkan beberapa saraf-saraf tubuhnya secara permanen dan membiarkan dirinya hidup.


Selain itu Zen juga menghilangkan seluruh kekuatan yang dimiliki oleh dirinya, dan membiarkan dirinya mengingat semua kejadian yang sudah dirinya alami, tetapi dirinya tidak akan bisa melakukan apapun untuk menanggapi semua hal yang sudah terjadi kepadanya, karena hampir seluruh tubuhnya sudah lumpuh saat ini.


Kehidupannya bisa dikatakan akan cacat sepenuhnya tanpa ada satu pihak yang menyembuhkan dirinya. Karena memang Zen juga menanamkan sebuah kutukan kepada dirinya, agar mantan Kaisar itu terus hidup dan menjalani kehidupannya yang buruk mulai saat ini.

__ADS_1


Jadi, walaupun dirinya mengingat semuanya, sang mantan Kaisar itu tidak akan mampu untuk mengungkapkan atau melakukan sesuatu yang aneh dengan keadaan dirinya yang sengaja dibuat seperti itu oleh Zen, sehingga saat ini dirinya bisa mengalami sebuah penyiksaan nyata dari semua hal yang sudah dirinya lakukan selama ini.


"Tidak perlu, Zen. Aku sudah puas dengan keadaannya saat ini" Dan begitulah jawaban dari Ha Rin yang sudah merasa cukup puas tentang kondisi dari pihak yang sangat dirinya benci tersebut.


Ha Rin memang terlahir bukan sebagai seorang pembunuh. Jadi dirinya tidak sanggup membalaskan dendam orang-orang yang dicintainya itu dengan cara membunuh. Padahal dirinya sudah sangat bertekad pada saat itu, namun naasnya, tetap saja dirinya tidak sanggup untuk melakukannya.


Dan hal tersebutlah yang terjadi, disaat sedikit lagi Dager yang berada pada tangannya akan menusuk Kaisar atau Ayahnya, Ha Rin langsung menjatuhkannya karena merasa tidak sanggup melakukannya. Maka dari itu, kehidupan Kaisar itu bisa dikatakan masih selamat, namun kondisinya saat ini sangat amat mengenaskan.


"Ya... apa yang kamu lakukan sangat baik. Karena kamu bukanlah sosok yang membalaskan dendam yang kamu miliki didalam dirimu dengan cara seperti itu." balas Zen yang sangat mengapresiasi tindakan wanita tersebut.


Zen sangat mengetahui wanita itu tidak akan sanggup untuk membunuh. Maka dari itu, Zen menyetujui permintaannya yang ingin membunuh secara langsung orang yang sudah melakukan tindakan keji kepada orang-orang yang paling dirinya cintai.


Dan hal itu terbukti, yang dimana dirinya memang tidak sanggup menuangkan rasa benci dan dendam yang dirinya punya itu dengan cara membunuh, sehingga dirinya langsung menjatuhkan benda yang bisa merenggut nyawa pihak yang dirinya benci itu dari tangannya dan membatalkan niatnya untuk menghabisi nyawanya tersebut.


"Kalau begitu, apa yang kita lakukan sudah berkahir sepenuhnya bukan? Sesuai janjiku, kamu akan terbebas dari semua hal yang mengejar dirimu. Jadi, aku tidak memiliki urusan lagi ditempat ini" ucap Zen yang mengisyaratkan bahwa dirinya akan berpamitan kepada wanita itu.


Semua urusan baik dari janji yang sudah dirinya buat dan juga menyelidiki sebuah kekacauan yang terjadi sudah Zen selesaikan. Jadi tidak ada alasan lagi untuk Zen berada di Negara ini. Jadi, dirinya memutuskan ingin kembali, karena masih banyak urusan yang harus dirinya selesaikan.


"Lalu, apakah kamu akan meninggalkanku sendirian ditempat ini?" tanya Ha Rin yang juga cukup terkejut mendengar perkataan Zen yang akan berpamitan kepadanya saat ini.


"Kalau kamu mau, kamu bisa berada ditempat ini sampai kapanpun dirimu mau. Karena kediaman ini merupakan milikku, jadi kamu bisa tinggal di sini saja sampai kamu sudah benar-benar siap untuk kembali. Sedangkan aku akan kembali karena semua urusanku ditempat ini sudah selesai" ucap Zen menjawab perkataan wanita tersebut.


Ada rasa sedih mendengar orang yang dirinya rasa sebagai tempat dirinya bersandar harus berpisah dengannya. Apalagi ada sesuatu yang baru didalam perasaan wanita yang saat ini merasa berat atas kepergian dari Zen itu. Apalagi sepertinya pria itu benar-benar ingin kembali menuju tempat asalnya.


Apalagi bisa dilihat keputusan Zen untuk kembali sudah sangat bulat, dan terlihat pria itu benar-benar akan pergi meninggalkan dirinya sendirian. Maka dari itu, Ha Rin merasa sangat amat sedih melihat sosok yang beberapa hari ini membantunya akan berpisah dengan dirinya.


Tetapi Ha Rin tidak membuat kejadian itu terjadi begitu saja. Maka dari itu, dirinya langsung meraih tangan Zen yang duduk disebelahnya saat ini dan menatapnya. Tentu melihat perilakunya yang mengejutkan itu, Zen saat ini hanya bisa terkejut saja dan mulai menatap balik wanita yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat tersebut.


"Kalau begitu, bisakah aku meminta permintaan terkahir kepadamu, Zen?" tanya wanita itu sambil menunjukkan tampang memohon kepada Zen.

__ADS_1


Zen hanya menghela nafasnya saja setelah mendengar perkataan wanita itu, karena bisa dikatakan situasi sudah berubah saat ini. Tentu ada sesuatu dari wanita itu yang bisa dikatakan membuat Zen tidak bisa menolak permintaannya sehingga Zen saat ini hanya bisa menuruti saja apa keinginannya itu.


Memang Zen sama sekali tidak menyangka bahwa saat ini wanita tersebut juga memiliki sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Zen. Sehingga saat ini Zen kembali pusing dibuatnya, karena dirinya akan sangat bingung bagaimana menjelaskan semua hal ini kepada Istrinya nanti.


"Lalu, apa yang kamu inginkan?" ucap Zen yang menanggapi perkataannya itu.


Dan begitulah bagaimana kedua orang itu mulai menghabiskan hari mereka dengan mengelilingi seluruh penjuru kota dari wilayah tempat mereka berada. Memang wanita itu berkata ingin mengajak Zen jalan-jalan, namun Zen tahu bahwa sebenarnya wanita itu sebenarnya ingin mengajaknya berkencan.


Kelakuan mereka terlihat bukan sebagai sepasang sahabat yang memang ingin berjalan-jalan, tetapi bisa dilihat mereka seperti seorang sepasang kekasih yang sedang berkeliling untuk melakukan sebuah kencan, karena bisa dilihat sang wanita dengan senang hati memeluk dengan erat lengan dari pria yang bersamanya itu.


Tentu sebagai pria yang mendapatkan sebuah keuntungan dari wanita itu, bisa dikatakan Zen dengan senang hati menurutinya. Hingga mereka saat ini mulai mengelilingi berbagai tempat untuk menikmati suasana kota yang baru saja dilanda sebuah kegembiraan tadi.


Apalagi bisa dikatakan Zen sangat dimanjakan dengan semua traktiran yang dirinya terima dari Ha Rin, sehingga dirinya juga merasa senang mengikuti kemanapun wanita itu mengajaknya dan menuruti semua keinginannya yang bisa dikatakan ingin ditemani menuju keberbagai tempat yang ingin dirinya kunjungi.


"Apakah kamu ingin memesan makanan lagi, Zen?" tanya Ha Rin yang saat ini sudah mengunjungi satu persatu kedai makanan pinggir jalan bersama Zen.


"Tentu saja, apalagi jika kamu masih sanggup mentraktir diriku" balas Zen yang merasa senang, karena dirinya disuguhi banyak sekali makanan ditempat ini.


Hingga akhirnya dengan bersemangat mereka berdua mulai menelusuri berbagai tempat, yang dimana mereka berdua benar-benar terlihat sedang berkencan saat ini. Tentu Zen dengan lahapnya memakan makanan yang diberikan kepadanya, dan Ha Rin hanya merasa senang bisa menghabiskan waktunya bersama dengan Zen.


"Oh... iya. Berapa aku harus membayar jasamu, Zen?" tanya wanita itu kembali, karena memang dirinya harus membayar semua jasa dari Zen yang beberapa hari ini melindungi dirinya.


Memang Ha Rin tentu tidak ingin berhutang budi apapun kepada Zen. Jadi, dirinya memutuskan akan membayar harga untuk jasa yang sudah dilakukan oleh Zen terhadap menyelamatkan keberadaan dirinya. Maka dari itu, saat ini dirinya menanyakan langsung, berapa nominal yang diinginkan pria itu untuk semua hal yang Zen lakukan untuk melindungi dirinya.


"Membayar? Cih.. kamu bisa tenang, karena aku tid-" namun anehnya, sebelum Zen akan membalas perkataannya, pria itu mulai menghentikan perkataannya setelah tatapannya tidak sengaja menatap seorang wanita yang berada pada sebuah toko bunga.


Tentu Zen sangat terkejut melihat keberadaanya, sehingga tanpa sadar dirinya mulai mencoba mendekati toko bunga itu dan memastikan lagi atas apa yang dirinya lihat. Karena bisa dikatakan, Zen juga cukup terkejut melihat sesuatu yang bisa dikatakan sangat kebetulan dirinya temukan itu.


Hingga setelah dirinya berada tepat didepan toko bunga tersebut, membuat Zen semakin yakin bahwa dirinya tidak salah dalam melihat keberadaannya yang berada ditempat ini. Bahkan dirinya cukup senang, bahwa saat ini dirinya berhasil menemukan sosok yang memang ditugaskan untuk dicari keberadaannya.

__ADS_1


"Ho... Akhirnya aku menemukan dirimu"


__ADS_2