
Seorang Dewi saat ini sedang fokus melakukan tugasnya dalam mencari keberadaan seorang Dewa buronan yang diperkirakan berada ditempat dimana dirinya berada saat ini. Dengan informasi yang dirinya dapatkan, saat ini dirinya dengan semua pihak yang ikut mencarinya, mulai fokus menyisir semua tempat yang diperkirakan sebagai tempat persembunyiannya.
Sudah berbagai wilayah dirinya periksa bahkan sudah dirinya telusuri sepenuhnya, namun hingga sampai saat ini belum ada satu petunjuk apapun yang mengarahkan dirinya untuk mengetahui keberadaan pihak yang sedang dirinya cari tersebut.
Tentu bukan hanya dirinya saja yang saat ini bisa dikatakan mengalami hal yang serupa, yaitu tidak mampu menemukan sosok Dewa buronan yang sedang mereka cari. Walaupun sebuah informasi yang mereka yakini benar itu menyatakan dirinya berada sekitar wilayah yang sudah mereka sisir.
Bahkan beberapa Dewa yang ditugaskan bersama dirinya, baik dari pihak yang berasal dari kelompok Dewa yang berasal dari tempat yang sama, hingga pihak Dewa yang bukan berasal dari kelompok Dewa miliknya saat ini mulai mencari keberadaan Dewa buronan tersebut secara detail.
Namun hasilnya bisa dikatakan nihil dan mereka sama sekali belum mengetahui keberadaan pihak yang sedang mereka cari tersebut. Bahkan mereka sangat yakin sudah memeriksa berbagai area yang mereka selidiki, namun hingga saat ini keberadaan dirinya masih belum bisa mereka temukan di manapun.
"Hahh... apakah informasi itu palsu?" dan begitulah gumaman Amaterasu yang saat ini masih dengan fokus mencari keberadaan yang mencurigakan.
Dengan ketekunan yang sangat tinggi, Amaterasu berusaha sekeras mungkin untuk menemukan pihak yang sedang dicari tersebut. Apalagi jika informasi yang dirinya ketahui adalah sebuah kebenaran, tentu pihak tersebut sedang mengancam ketentraman wilayah kekuasaan faksi Dewanya.
Jadi, dirinya harus segera menemukan pihak tersebut dan mengentikan semua hal yang dirinya rencanakan dan saat ini membuat beberapa pihak sangat resah dengan perilakunya itu. Dan begitulah bagaimana dirinya masih berusaha untuk mencari keberadaan pihak yang paling dicari tersebut.
Amaterasu tentu tidak menyerah sampai dirinya menemukan pihak itu, hingga akhirnya dirinya bersama rekan-rekan Dewa yang lain bisa merasakan sesuatu. Ada sebuah aura yang menekan mereka bisa mereka rasakan, hingga saat ini beberapa Dewa mulai melesat dengan cepat menuju kearah aura itu berasal.
"Apa yang terjadi?" gumam Amaterasu yang melihat beberapa pihak sudah bergerak dengan cepat menuju kesebuah tempat.
Tentu Amaterasu tidak langsung bergerak secara gegabah dan menunggu informasi yang jelas tentang apa yang terjadi. Apalagi, dirinya tidak akan langsung asal mengikuti beberapa pihak yang saat ini sudah beranjak dan melesat ketempat tersebut, karena dirinya tidak mengetahui apa yang sebenarnya sudah terjadi.
"Kami mendapatkan informasi dari Dewi Freya, bahwa dirinya bersama Tuan Sloth sudah menemukan keberadaan Dewa Loki, Dewi Amaterasu" Dan begitulah laporan dari bawahannya yang saat ini mulai memberitahukan sebuah informasi kepadanya.
"Maksudmu Zen? Dewi Freya saat ini bersama dengan Zen? Balas Amaterasu yang cukup terkejut mendengar perkataan bawahannya itu.
Tentu Amaterasu tidak menyangka pria itu saat ini ikut dalam pencarian pihak Loki yang memang hingga saat ini sedang dicari oleh hampir semua pihak. Karena seperti yang diketahui, watak pria itu memang bukanlah sosok orang yang akan bertindak seperti itu.
Apalagi dirinya sempat tidak mempercayai perkataan bawahannya, hingga akhirnya dirinya mulai menyadari bahwa saat ini bukanlah waktu untuk memikirkan semua itu, karena saat ini semua pihak sudah menuju dan memproses sebuah pemberitahuan yang sedang mereka dengar.
Melihat itu tentu saja Amaterasu memutuskan untuk ikut serta juga dalam melihat situasi yang sudah terjadi. Walaupun sebenarnya dirinya lebih penasaran mengapa sosok Zen yang dirinya sangat kenal sifatnya, malah ikut campur dalam permasalahan yang tidak mungkin dirinya berinisiatif untuk ikut campur didalamnya.
"Sial, kalau begitu ayo cepat kita ikuti mereka" Dan begitulah perkataan Amaterasu yang saat ini mulai melesat dengan cepat mengikuti berbagai pihak yang sudah beranjak menuju kesebuah arah, dan mulai mengikuti beberapa pihak yang memang sudah mendahului dirinya.
__ADS_1
Hampir semua pihak yang mendapatkan sebuah pesan dari Freya saat ini sudah melesat dengan cepat menuju kesebuah arah yang diberitahukan kepada mereka. Apalagi cukup mudah menemukan tempat yang diberitahukan tersebut, karena saat ini aura dari sesuatu yang bangkit itu bisa dikatakan mulai dirasakan oleh mereka semua.
Bahkan Amaterasu saat ini sedang mengikuti kelompok penguasa Dewa Nordik yaitu Odin yang juga melesat dengan cepat menuju kearah aura tersebut muncul. Hingga sebuah sosok yang sangat besar mulai nampak pada penglihatan mereka.
Bayangan besar dengan aura yang sangat mengintimidasi saat ini dengan jelas bisa mereka lihat dan rasakan. Apalagi, sepertinya bayangan besar tersebut seakan sedang bertarung dengan sesuatu, yang sedang mereka lawan ditempat tersebut.
Tentu saat ini mereka semua merasa terintimidasi dengan aura yang dikeluarkan makhluk-makhluk tersebut yang sepertinya sedang bertarung saat ini. Bahkan auranya saja terasa sangat amat kuat, dan membuat mereka seakan tidak percaya diri untuk melawan mahluk tersebut.
Namun tetap saja, mahluk yang sedikit-demi sedikit mulai jelas memasuki penglihatan mereka itu, harus mereka hentikan keberadaannya, karena hal itu bisa membuat kacau seluruh dunia akibat kebangkitan mereka yang sebenarnya tidak boleh untuk dilakukan.
"Apa-apaan kekuatan yang aku rasakan ini" gumam Amaterasu yang bisa dikatakan cukup terkejut dengan aura yang sangat kuat yang saat ini mulai dirinya rasakan.
Semua pihak mulai mendarat dengan mulus pada area dari kebangkitan mahluk tersebut. Hingga lima buah Ras Giant yang sangat amat besar, saat ini bisa terlihat sedang bertarung dengan seseorang yang terlihat mencoba memancing perhatian mahluk raksasa tersebut.
Seluruh pihak Dewa saat ini juga sudah berkumpul didekat area yang terjadi sebuah pertarungan di sana. Tentu belum jelas siapa yang sedang melawan mahluk yang mereka tidak bayangkan sudah bangkit tersebut. Bahkan dengan jelas terlihat bahwa pertarungan itu sudah memporak-porandakan semua hal yang berada di area tersebut.
"Jangan hanya menonton dasar bodoh! Cepat buat sebuah pelindung Isolasi!" Hingga seseorang yang memang sedang bertarung dengan Mahluk yang baru saja bangkit itu, mulai meneriaki beberapa pihak yang malah terpana dengan apa yang terjadi ditempat ini.
"Zen?" Dan begitulah gumaman Amaterasu yang menyadari pihak yang saat ini sedang melawan para mahluk tersebut yang merupakan Zen.
Semua Dewa yang sudah berada di sana, langsung menyatukan kekuatan mereka untuk membuat pelindung untuk mengisolasi tempat pertarungan tersebut mengikuti perintah dari Zen, agar kerusakan yang terjadi dari dampak pertarungan itu tidak meluas dan akan menghancurkan berbagai tempat.
Apalagi jika mereka langsung ikut campur dalam pertarungan yang sedang terjadi dan tidak membuat pelindung ditempat ini, bisa dipastikan wilayah ini akan hancur sepenuhnya, dan mungkin akan menyebar dan malah menambah kehancuran yang terjadi di beberapa wilayah sekaligus.
Hingga akhirnya apa yang mereka lakukan itu mulai menciptakan sebuah pelindung yang mulai terbentuk sedikit-demi sedikit. Apalagi mereka harus menutupi wilayah yang sangat luas, karena sosok yang sedang mengamuk itu saja terlihat sangat amat besar. Maka dari itu, mereka saat ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat sebuah pelindung yang mengisolasi tempat ini.
Namun disaat mereka sedang membuat pelindung, bisa dikatakan sebuah kekuatan yang sangat besar mulai mengelilingi seluruh area tempat mereka berada bahkan kekuatan itu menyebar hingga seluruh dunia. Hingga mereka bisa merasakan dengan pasti, bahwa pihak yang mengeluarkan kekuatan tersebut, sudah berhasil melakukan tugas mereka dengan sangat baik.
"Sepertinya pihak Heavenly Sins sudah menggunakan kemampuan Kamuflase Ilusi mereka pada seluruh dunia." ucap seorang Dewa yang bisa mengindentifikasi tentang apa yang baru saja terjadi itu.
Kamuflase ilusi, bisa dikatakan sebuah kemampuan dari pihak Heavenly Sins untuk menyembunyikan keberadaan sesuatu yang janggal, seperti yang sudah terjadi ditempat ini yang merupakan sebuah kejadian yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh seluruh pihak yang berada di dunia ini.
Tentu saja mereka melakukan hal tersebut agar manusia dan seluruh mahluk yang yang tinggal didalam dunia ini, tidak akan mengetahui apa yang terjadi ditempat ini, apalagi hal tersebut menyangkut tentang kenyataan dari Dunia yang mereka tinggali ini dan tidak boleh mereka ketahui kebenarannya.
__ADS_1
Para manusia yang tinggal di dunia ini memang sepatutnya tidak mengetahui apapun tentang apa yang sebenarnya terjadi ditempat ini. Maka dari itu, Kamuflase Ilusi yang disebarkan oleh Heavenly Sins akan membuat mereka berpaling dari permalasahan yang sedang terjadi.
"Ingat, fokuskan kekuatan kita terlebih dahulu dalam membuat sebuah pelindung, agar kehancuran ditempat ini tidak meluas" ucap salah satu Dewa yang memimpin beberapa Dewa yang sudah berada di sana, yang saat ini memimpin seluruh pihak tersebut untuk segera membuat pelindung untuk melindungi wilayah ini.
Seluruh faksi Dewa yang memang berada di sana, saat ini mulai saling bahu-membahu membuat sebuah pelindung yang kuat untuk mengisolasi tempat tersebut. Zen juga sudah mengalihkan seluruh mahluk yang baru saja bangkit itu, agar para Dewa yang sudah berada di sana bisa dengan leluasa membuat sebuah pelindung.
Maka dari itu, Zen dengan kekuatannya yang masih bergantung dengan berkah ikatan yang dirinya terima, saat ini mencoba untuk menghalau semua serangan dari para raksasa tersebut, dan sebisa mungkin mengalihkan perhatiannya dari seluruh pihak yang sedang membuat pelindung untuk mengisolasi tempat ini.
Zen sebenarnya juga bisa membuat sebuah sebuah pelindung barulah dirinya akan melawan pihak yang saat ini sedang bertarung dengannya. Namun cukup kesusahan memang jika dirinya membuat sebuah pelindung sambil melawan pihak yang sangat kuat.
Karena seperti yang diketahui, jika ada pihak yang mulai mengisolasi tempat itu dengan sebuah pelindung, maka keberadaannya pasti mulai dihalangi oleh pihak yang akan diisolasi wilayahnya dan membuat Zen tentu saja tidak bisa melakukan keduanya secara langsung, karena dirinya harus melawan mereka.
Bahkan Zen yang notabennya sedang mengawasi para Ras Giant itu sambil menunggu Freya memanggil bantuan, malah keberadaannya langsung diketahui oleh pihak-pihak yang baru bangkit tersebut. Maka dari itu, sangat mustahil jika Zen melakukan semuanya sendiri tadi.
"Cih... mengapa mereka lama sekali membuat sebuah Pelindung" gumam Zen, yang dengan susah payah menghalangi sebuah serangan yang kuat yang mengarah kearah dirinya saat ini.
Zen yang sosoknya ketahuan disaat sedang menyelidiki tempat ini, terpaksa belum sempat membuka segel kekuatannya. Sehingga saat ini dirinya malah berurusan dengan pihak yang menemukan keberadaannya itu, dan mulai melawan mereka dengan kekuatan yang seadanya.
Apalagi Zen membutuhkan waktu untuk membuka segel kekuatannya, agar dirinya bisa melawan semua pihak yang saat ini sedang mengeroyoknya. Maka dari itu, dirinya saat ini mencoba untuk terus bersabar, agar para Dewa yang sudah datang ketempat ini dengan segera menyelesaikan tugas mereka dengan baik.
"Baiklah, sedikit lagi." Hingga Amaterasu yang melihat apa yang mereka lakukan saat ini cukup berhasil, mulai terus berusaha agar apa yang mereka lakukan itu cepat diselesaikan.
Memang mereka akan mengisolasi sebuah wilayah yang cakupannya bisa dikatakan cukup luas. Jadi wajar jika membutuhkan waktu dan tenaga untuk membuat pelindung sebesar dan kekuatannya juga harus sangat kuat untuk melindungi wilayah diluar dari area isolasi tersebut.
Maka dari itu tidak heran jika saat ini semua pihak yang sudah berusaha dengan keras, belum mampu menyelesaikan tugas mereka yang bisa dikatakan sederhana itu, karena memang sangatlah susah untuk menciptakan sesuatu yang besar dan harus sempurna.
"Sial! Ada serangan!" Namun disaat pelindung itu hampir rampung sepenuhnya, sebuah serangan saat ini mulai mendekat kearah mereka dan langsung menunda apa yang mereka lakukan ditempat ini sepenuhnya.
Pelindung yang sudah hampir jadi itu, bisa terlihat mulai hancur karena serangan saat ini mengarah kearah para Dewa yang sudah membuatnya. Apalagi beberapa Dewa yang sebelumnya fokus membuat Pelindung, malah langsung membuat perlindungan diri disaat serangan itu datang kearah mereka.
"Loki!!!!" hingga sebuah teriakan keras dari seorang Dewa saat ini mulai menggelegar, karena bisa dikatakan saat ini Loki sendiri yang sedang menyerang mereka.
Disisi lain, Zen mulai merasa kesal saat ini. Karena bisa-bisanya para Dewa yang sudah hadir ditempat ini tidak bisa mengerjakan tugas mereka dengan baik. Jadi, dirinya terpaksa harus melawan beberapa pihak yang dirinya coba untuk halangi tindakan mereka dalam mode pertahanan saja.
__ADS_1
Apalagi kekuatan yang dirinya gunakan saat ini, bisa dikatakan masih belum mampu untuk membalas serangan yang diarahkan kepada dirinya. Jadi, Zen saat ini mulai fokus untuk menahan semua serangan mereka saja, karena takutnya serangan itu malah semakin menghancurkan wilayah tempat dimana mereka sedang bertarung saat ini.
"Cih... tahu begini aku meyakinkan Vero agar aku dapat memiliki Istri yang lain dengan cepat"