Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Dibalik Kejadian


__ADS_3

Keamanan Santi saat ini bisa dikatakan sudah aman sepenuhnya. Apalagi dengan dirinya berada didalam sebuah tempat yang dijaga dengan sangat amat ketat, dipastikan membuat dirinya mendapatkan perlindungan yang sangat baik disaat dirinya berada di sana.


Namun semua itu tidak mampu menahan Santi untuk ingin membalas semua perbuatan dari pihak yang membunuh salah satu anak buahnya didepan matanya sendiri. Maka dari itu, dirinya yang seharusnya masih menjalani perawatan akhirnya memutuskan untuk segera keluar dari sana.


Tetapi seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa setelah dirinya keluar dari tempat yang aman tersebut, dirinya malah mendapati sebuah ancaman yang nyata dan membuatnya tidak bisa untuk bergerak dengan leluasa untuk menuntaskan apa yang sebenarnya ingin dirinya selesaikan.


Tentu dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk melawan seluruh ancaman yang sedang dirinya terima saat ini. Karena bisa dikatakan ancaman yang dirinya terima bukan diarahkan kepada dirinya secara langsung, melainkan melalui sosok yang sangat amat dekat dengan dirinya yaitu Ibu kandungnya sendiri.


“Cih... apa yang harus aku lakukan sekarang?” dan begitulah gumaman Santi disaat dirinya mendapatkan sebuah ancaman dari sebuah pihak.


Bisa dikatakan didalam ancaman yang dirinya terima, semua pihak mulai saat ini akan menargetkan Ibunya jika dirinya tidak mengikuti perkataan mereka. Apalagi bisa dikatakan ancaman itu sangat nyata adanya, karena Santi bisa melihat sendiri beberapa pihak yang bersiap melukai Ibunya saat itu juga.


Santi ingin sekali langsung meringkus pihak yang mengancamnya tersebut. Namun sayangnya, dirinya bisa menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, bahwa ancaman tersebut tidak main-main dan jika dirinya tidak mengikuti perkataan mereka bisa dikatakan keadaan Ibunya bisa langsung tewas oleh perlakuan mereka.


Maka dari itu, bisa dibilang kedatangan Ibu kandungnya ke tempat ini untuk merawatnya yang sedang sakit, seakan menjadi bumerang bagi Santi. Karena bisa dikatakan, semua pihak saat ini sedang mengincar Ibunya yang memang hingga saat ini tidak tahu apa-apa tentang permasalahan yang sedang dialami oleh Putrinya tersebut.


“Ingat, kami akan langsung mengetahui gerak-gerik dirimu. Jika saja kamu melakukan hal yang aneh menurut kami, nyawa Ibumu akan langsung kami lenyap kan saat itu juga” ucap seorang pria yang mengancam sosok Santi tersebut, sehingga Santi dengan terpaksa harus mengikuti saja perkataan mereka agar kondisi Ibunya tetap aman.


Memang Ibunya tidaklah sedang disekap, diculik atau sebagainya. Namun keberadaannya seakan sedang dipantau dan diikuti oleh beberapa pihak yang merupakan seorang pembunuh bayaran dan bersiap untuk membunuh Ibunya kapanpun mereka mau.


Tentu Santi bisa melihat sendiri pihak-pihak itu seakan sudah bersiap membunuh Ibunya jika dirinya tidak mengikuti perkataannya. Maka dari itu, Santi dari kemarin selalu melakukan tindakan yang menurutnya tidaklah akan mengancam keselamatan Ibunya, sambil mencari cara bagaimana agar dirinya bisa keluar dari permasalahan ini.


Masalahnya, keberadaan pihak yang mengikuti langkah Ibunya bisa dibilang cukuplah banyak. Jadi jika dirinya berhasil menyingkirkan salah satu dari mereka, bisa dikatakan pihak yang lain akan langsung membunuh Ibunya saat itu juga.


Apalagi Vero bisa dikatakan hanya mampu melawan mereka seorang diri. Jadi dirinya lebih memilih mengalah sejenak sambil mencari cara agar dirinya terutama Ibunya bisa keluar dari jeratan ancaman yang sedang mereka terima.


“Ya... Zen adalah satu-satunya pihak yang bisa membantuku” ucap Santi yang hanya mengenal satu pihak saja yang menurutnya mampu mengeluarkan dirinya dari semua permasalahan ini.

__ADS_1


Masalahnya, dirinya bingung bagaimana cara menghubungi pria tersebut. Karena seperti yang diketahui, sosok Zen juga merupakan ancaman bagi pihak yang mengancamnya. Maka dari itu, jika Santi menghubungi Zen, bisa dipastikan tindakan itu tidak akan membuat senang pihak yang mengancamnya.


Seluruh tindakannya juga dipantau melalui gerak-gerik ponsel yang dimiliki oleh dirinya. Maka dari itu, dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk menghubungi sosok Zen untuk membantunya, karena hal tersebut juga sangat beresiko bagi keselamatan Ibunya.


Bahkan pada awalnya, Santi berniat untuk menyuruh Ibunya menuju kediaman Zen yang menurutnya sangat aman. Namun ancaman yang dirinya terima kembali datang, yang dimana dirinya dilarang untuk saling berhubungan lagi dengan sosok Zen apapun yang terjadi.


Jadi karena gerak-geriknya dengan sosok Zen juga sedang dipantau, dirinya harus mencari cara lagi bagaimana cara untuk menghubungi Zen tanpa sepengetahuan pihak-pihak yang mengancam dirinya. Apalagi seperti yang diketahui, ternyata mata-mata pihak yang mengancamnya itu sangatlah banyak jumlahnya.


Bahkan di dalam instansi tempat di mana dirinya bekerja, bisa dikatakan jumlah pihak yang berada di bawah naungan orang yang mengancamnya bisa dikatakan sangatlah banyak. Maka dari itu, dirinya beberapa hari ini mulai menjaga sikapnya agar situasi yang terjadi terhadapnya masih bisa terkendali.


“Akhirnya ada kesempatan untukku agar bisa keluar dari permasalahan ini” ucap Santi yang melihat keberadaan Istri temannya itu yang saat ini berada di tempat dimana dirinya sedang bekerja.


Tentu dengan alasan dirinya akan menyemangati sosoknya itu, Santi saat itu mulai memberikan dirinya sebuah surat yang langsung dirinya berikan pada telapak tangan dari Vero pada saat mereka sedang bersalaman, disaat wanita itu baru saja tiba di kantor kepolisan tempat dimana Santi bekerja.


Apalagi Vero pada saat itu seakan langsung mengerti situasi yang dirinya alami hingga wanita itu berpura-pura tidak terjadi sesuatu kepada dirinya dan langsung menyembunyikan surat yang diberikan oleh Santi itu ke dalam kantong celana yang dirinya gunakan.


Apalagi, Zen sudah mengetahui dengan pasti bahwa wanita yang merupakan temannya itu seakan sedang mengalami sebuah permasalahan dan dirinya langsung bergerak dengan cepat. Dan dengan surat yang sudah berhasil dirinya terima itu, membuat semua hal yang dialami oleh Santi bisa terselesaikan dengan sangat mudah setelah Zen mengetahuinya.


“Baiklah, mari kita selesaikan semua ini” ucap Santi yang sudah mendapatkan pesan dari Zen, yang berisikan bahwa semua permasalahan yang dialaminya sudah diselesaikan oleh pria tersebut.


Tentu dirinya tidak bisa melawan semua pihak yang sudah bekerja sama dengan pihak yang saat ini mengancam dirinya seorang diri atau sendirian. Maka dari itu, dirinya langsung menghubungi beberapa pihak termasuk kepala kepolisian di negara ini untuk membantunya.


Santi merasa senang bahwa apa yang dirinya minta itu disambut dengan baik oleh pihak yang dirinya mintai tolong. Jadi saat ini dirinya tinggal menghancurkan beberapa pihak yang berani-beraninya mencari masalah dengan dirinya, apalagi mereka sudah mengancam keberadaan Ibunya.


Namun ada satu hal yang masih mengganggu pikiran dari Santi saat ini. Karena kepala kepolisian di Negara ini seakan selalu saja mendengar permintaannya bahkan selalu mengikuti sarannya. Jadi dirinya cukup bingung, mengapa dirinya bersikap seperti itu terhadap Santi.


“Sudahlah. Yang terpenting akhirnya hari dimana aku bisa menangkap para sampah, akhirnya sudah tiba” ucap Santi yang memanggil seluruh bawahannya yang sangat dirinya percaya dan terbukti bersih, untuk membantunya membersihkan semua tikus yang saat ini berada didalam instansinya.

__ADS_1


Dengan dirinya yang sudah pernah diancam, tentu pihak yang mengancamnya itu sudah memberikan beberapa nama yang bisa dikatakan sedang mengawasi dirinya. Jadi dengan semua bukti yang dirinya miliki itu, saat ini Santi mulai meringkus mereka semua dengan cepat.


Satu persatu pihak yang bisa dikatakan berkhianat saat ini mulai diringkus oleh pihak Santi. Dengan dibantu oleh anak buahnya, saat ini Santi berhasil mengamankan mereka semua dan mulai menahan mereka untuk diproses lebih lanjut.


“Wahh... apakah Anda tidak takut Komandan Santi? Karena kami bisa membunuh Ib-” namun belumlah salah satu petugas polisi itu menyelesaikan kalimatnya, sebuah pukulan keras dari Santi langsung menghujani wajahnya.


Mendengar ancaman yang dirinya terima terlebih lagi membawa nama Ibunya tentu membuat Santi meradang. Bahkan pihak yang mengancamnya bisa dikatakan akan dirinya habisi saat dirinya berhasil Santi temukan keberadaannya.


Apalagi beberapa pihak yang seakan sebelumnya sangat percaya diri bahwa mereka bisa selamat karena kembali mengancam Santi, ternyata mereka semua malah mulai tidak bisa berkutik, apalagi saat Santi membawa nama dari Kepala Kepolisian Negara ini.


Dengan menampar bahkan meninju wajah mereka, Saat ini Santi juga mulai meluapkan kemarahannya karena dirinya sebelumnya terus saja diancam oleh mereka semua. Maka dari itu, bisa dikatakan pihak yang sedang ditangkap oleh Santi saat ini mulai ketakutan dengan sikapnya yang seakan seperti seekor singa yang sudah keluar dari kandang yang mengurungnya.


“Tunggulah. Akan aku pastikan kalian mendapatkan hukuman yang sangat amat berat, terutama kalian yang membawa Ibuku dalam permasalahan ini” ucap Santi dengan nada yang sangat mengancamnya, kepada pihak-pihak yang saat ini sudah dirinya ringkus keberadaanya.


Selama ini dirinya ingin membasmi semua pihak yang memang seakan menjadi kanker didalam instansi tempat dimana dirinya bekerja. Bisa dikatakan apa yang dirinya cukup berhasil, karena dirinya bisa mengungkapkan jati diri penghianat itu satu persatu.


Hingga beberapa kenyataan mulai terkuak disaat dirinya menelusuri permasalahan itu lebih dalam. Karena bisa dikatakan dirinya berhasil mengusut sebuah organisasi kriminal yang bisa dikatakan penyokong beberapa pihak agar mereka bisa menguasai dan berkuasa di negara ini.


Puncaknya, dirinya berhasil menemukan sebuah gudang penyimpanan yang dipenuhi dengan barang ilegal dan mengakibatkan salah satu anak buahnya tewas. Tentu pihak itu meledakan semua barang yang berada di sana, karena dirinya tidak ingin hal itu diketahui oleh beberapa pihak.


Maka dari itu, dirinya saat ini semakin bertekad untuk membasmi mereka semua, karena dirinya ingin membalaskan dendam anak buahnya yang tewas tersebut, dan menuntut keadilan bagi pihak yang melakukan semua itu kepada dirinya.


“Jadi, apakah ada diantara kalian yang ingin menejelaskan tentang semua hal yang kalian ketahui?” tanya Santi kembali kepada beberapa pihak yang dirinya tangkap itu.


Memang dirinya ingin memenjarakan semua pihak yang saat ini mencari masalah dengan dirinya. Apalagi dirinya akan membongkar seluruh hal yang berkaitan dengan organisasi yang saat ini sepertinya sudah berjalan dengan sangat nyaman di negara ini.


Jadi dirinya tidak mau bahwa para kriminal itu bisa berkeliaran dengan bebas lagi, dan dirinya akan memastikan akan memberantas mereka semua. Apalagi beberapa pihak saat ini bisa dikatakan sudah berada dibelakangnya untuk membantu dirinya membasmi sebuah pihak yang sangat jahat tersebut .

__ADS_1


“Ho... Jadi, kalian tidak ada yang mau berbicara. Kalau begitu, selamat menikmati hukuman kalian yang sangat amat berat kalau begitu.”


__ADS_2