Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Ingin Mengakhiri


__ADS_3

Pihak kepolisian, pemadam kebakaran, ambulan dan sebagainya saat ini mulai memenuhi area yang sedang terlihatĀ  sedang terbakar. Semua pihak yang berada di sana tentu berbondong-bondong untuk dengan segera mengendalikan situasi yang terjadi di sana.


Namun apa daya, karena lingkup area tersebut cukup luas, mereka cukup kesusahan membereskan kebakaran yang terjadi ditempat tersebut. Apalagi mereka sama sekali belum mampu untuk mencoba mengevakuasi para korban yang mungkin masih ada didalam kediaman yang terbakar itu, karena api masih sangat susah mereka padamkan.


Cukup lama mereka mencoba untuk mengendalikan situasi di sana, hingga perlahan-lahan seluruh pihak berhasil untuk memadamkan api yang berkobar tersebut. Dan akhirnya, sebuah pemandangan memilukan mulai terlihat, yang dimana banyak sekali mayat yang sudah terpanggang hingga gosong, mulai memenuhi area tersebut.


Semua pihak yang berada cukup tercengang dengan kejadian yang terjadi itu, hingga mereka mulai mengevakuasi seluruh tubuh-tubuh gosong tersebut dan mencoba mengidentifikasi identitas para mayat, yang bisa dipastikan akan sulit di identifikasi oleh mereka karena kondisinya yang sangat parah.


Hingga satu persatu ambulan yang saat ini memang sudah berada di sana, mulai membawa satu persatu mayat-mayat gosong itu dari sana, karena saat ini semua pihak tentu saja berusaha untuk mengamankan lokasi kebakaran yang merupakan tragedi paling parah bagi beberapa orang yang berada di sana.


"Ada korban selamat disini!" hingga sebuah suara teriakan mulai terdengar dan saat ini suara tersebut sudah menjadi pusat perhatian dari semua pihak yang berada di sana.


Tentu beberapa pihak masih mencoba menelusuri berbagai tempat yang saat ini sudah terbakar sepenuhnya itu. Dengan mencoba mencari tahu penyebab kebakaran yang terjadi dan menewaskan banyak pihak itu, membuat beberapa pihak akhirnya mencoba menelusuri secara detail bangunan yang sudah rusak sangat parah itu.


Hingga pihak yang memang bertugas menelusuri kediaman itu malah tidak sengaja menemukan seorang pihak yang terlihat tak sadarkan diri, namun sepertinya keadaannya baik-baik saja walaupun tubuhnya terutama di bagian wajahnya terdapat banyak sekali luka.


Seluruh staf medis yang datang ke sana dengan segera menuju ketempat ditemukannya korban selamat dari kejadian ini. Hingga seorang pria muda terlihat kondisinya mengalami sedikit luka bakar dan luka-luka pada dirinya, berhasil mereka temukan dengan kondisinya yang masih bernafas dan hidup, hanya saja dirinya tak sadarkan diri saat ini.


"Cih...aku kira dirinya sudah mati, Bari" ucap Zen yang memperhatikan kejadian itu dari jauh, setelah melihat salah satu pihak ternyata masih hidup dari serangan yang dirinya lakukan bersama Bari tadi.


"Sepertinya, dirinya terpental menuju area yang tidak ada api ditempat tersebut, Tuan" dan begitulah jawaban dari Bari atas perkataan Tuannya.


Bisa dikatakan mereka berdua yang memang membuat situasi kebakaran yang terjadi ditempat ini. Walaupun sebenarnya secara harafiah bukan merekalah yang menyebabkan semua ini, tetapi kegiatan mereka ditempat tersebut bisa dikatakan yang membuat kejadian mengenaskan itu terjadi ditempat tersebut.


Zen dan Bari memutuskan untuk membakar semua mayat dari Kultivator dan korban dari kekejaman mereka ditempat ini. Apalagi dengan melakukan semua itu, akan membuat pihak yang mencoba menyelidiki kasus ini akan kesulitan untuk mengusutnya.


Tentu dengan situasi yang memang tidak sepatutnya diselesaikan oleh manusia, Zen sengaja melakukan hal tersebut agar pihak-pihak yang mencoba mengusutnya akan menghentikan penyelidikan mereka, karena mereka sama sekali tidak menemukan bukti apapun dalam perkara yang terjadi ditempat tersebut.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan keberadaanya, Tuan? Bukankah dirinya melihat semua kejadian yang terjadi ditempat ini" ucap Bari yang khawatir bahwa identitas mereka yang bertarung ditempat ini akan disebarkan oleh pihak tersebut.


"Biarkan saja. Kita perlakukan dirinya seperti biasa saja. Apalagi, kehidupan dirinya yang berhasil selamat itu, merupakan sebuah penyiksaan bagi dirinya mulai saat ini" balas Zen yang sudah melihat pihak yang selamat dan tak sadarkan diri itu mulai dievakuasi dari tempatnya berada.


Dengan ditandu oleh beberapa pihak, saat ini pihak yang tak sadarkan diri itu sudah dibawa menuju ambulan dan mungkin akan dibawa dengan segera menuju rumah sakit untuk merawat kondisinya. Apalagi bisa dibilang orang yang berhasil diselamatkan itu akan menjadi satu-satunya pihak yang selamat dari kejadian yang terjadi ditempat ini.

__ADS_1


Dan begitulah suara sirine mulai terdengar, yang dimana pandangan Zen dan Bari mulai mengikuti arah ambulan itu beranjak dan mungkin mencari tahu akan dibawa kemana korban yang selamat itu, karena mereka harus melakukan sesuatu dengan ingatannya yang melihat semua kejadian yang mereka lakukan ditempat ini.


Apalagi mereka memang sama sekali tidak ingin apa yang mereka lakukan akan diketahui oleh banyak pihak, sehingga Zen mulai menugaskan Bari untuk melakukan sesuatu kepadanya, agar pria itu bisa terus tutup mulut dan tidak akan menyebarkan apa yang sebenarnya sudah terjadi pada kediamannya.


"Kalau begitu, aku akan mengikuti ambulan itu Tuan, untuk menyelesaikan permalasahan ini" ucap Bari yang saat ini mulai melambaikan tangannya dan memunculkan kabur hitam yang akan membuatnya akan beranjak dari sana.


"Ya... Kalau begitu, aku juga akan kembali kalau begitu." balas Zen, yang memang urusannya ditempat ini sudah terselesaikan sepenuhnya.


"Lalu, apakah saya harus membukakan anda kabut teleportasi, Tuan?" tanya Bari sebelum dirinya benar-benar beranjak dari sana.


Zen tentu saja menjawab Bari dengan sebuah gelengan, karena memang dirinya ingin kembali sendiri menuju ketempat dimana Kelly dan Kileni berada. Apalagi Bari juga harus melakukan sesuatu atas perkara yang mereka buat, dan juga dirinya harus mengurus jiwa-jiwa manusia yang akan dirinya harus antar menuju akhirat.


Jadi, karena Zen mengerti bawahannya itu akan sangat sibuk, Zen memutuskan untuk kembali sendiri menuju tempat dimana seharusnya dirinya berada, dan menikmati lagi waktunya bersama orang yang mencintainya yang sempat tertunda karena dirinya harus datang ketempat ini untuk menyelesaikan beberapa hal.


"Tidak perlu, kamu bisa menyelesaikan urusanmu karena aku bisa kembali sendiri. Dan juga, pastikan saja dirinya tidak melupakan sosok diriku" perintah Zen dan langsung membuat Bari bingung dengan perintah Tuannya tersebut.


Memang niat awal Bari adalah melakukan sesuatu dengan ingatan dari pria yang selamat itu dengan kejadian yang terjadi ditempat ini tadi. Namun sepertinya Zen memiliki rencana lain, karena saat ini dirinya tidak ingin membuat pria itu melupakan sosok dirinya.


Tentu karena hal tersebut merupakan permintaan dari Tuannya, Bari dengan segera mulai mengangguk dan saat ini mulai berpamitan kepada Zen sebelum dirinya benar-benar beranjak dari sana, dan mulai menyelesaikan semua hal yang harus dirinya selesaikan dengan sesegera mungkin.


Apalagi Tuannya itu tidak mungkin melakukan apapun tanpa alasan yang jelas, dan membuat Bari saat ini dengan senang hati menuruti perkataannya dan menantikan sebenarnya apa yang akan dilakukan oleh Tuannya itu, dalam menjalankan rencana yang sudah dirinya buat.


"Hahh... baiklah. Kalau begitu, apakah aku langsung kembali?" gumam Zen sebelum dirinya beranjak dari tempat dimana dirinya berada saat ini.


Bari sudah menghilang dari pandangan Zen, hingga Zen yang ditinggal di sana sendirian juga sudah bersiap untuk beranjak dari sana. Tetapi sebelum itu, dirinya mulai memperhatikan sejenak keadaan dimana kerumunan pihak yang berwenang untuk menyelesaikan permasalahan ditempat ini, hingga dirinya mulai menemukan kejanggalan.


Serasa ada sesuatu yang kurang melihat semua itu. Karena setahunya, jika ada sesuatu yang cukup besar terjadi, pihak tersebut bisa dipastikan akan hadir ditempat tersebut untuk menyelidikinya sendiri bahkan akan memeriksa secara langsung kejadian yang terjadi ditempat ini.


Namun sedari tadi Zen memperhatikan tempat ini, dirinya tidak menemukan keberadaannya yang seharusnya ada pada kerumunan pihak yang berwajib yang ada di sana. Cukup aneh memang, karena setahunya tidak terjadi sesuatu kepada sosok yang dirinya cari itu yang menyebabkan dirinya tidak datang ketempat ini.


"Tumben Santi tidak muncul? Apakah dirinya sudah tidak keras kepala lagi dan mulai beristirahat saat ini?" dan begitulah gumaman Zen yang tidak menemukan sosok wanita tersebut berada ditempat ini.


Santi memang biasanya akan muncul jika permasalahan besar seperti ini terjadi. Bahkan dirinya biasanya menghubungi sosok Zen untuk menanyakan tentang kejadian yang sedang terjadi itu, jika memang dirinya sedang menyelidiki sesuatu yang menurutnya disebabkan oleh Zen.

__ADS_1


Namun anehnya, keberadaannya saja tidak ada ditempat ini dan Zen sama sekali belum mendapatkan panggilan darinya untuk menanyakan tentang kejadian yang terjadi saat ini. Maka dari itu, Zen mulai kebingungan dengan keberadaan wanita yang tidak melakukan tindakan apapun yang sering dirinya lakukan seperti biasanya.


"Sudahlah. Yang terpenting tidak terjadi sesuatu yang buruk kepadanya" Dan begitulah ucapan Zen, karena memang dirinya bisa merasakan dengan pasti bahwa tidak terjadi sesuatu yang buruk kepada Santi saat ini.


Hingga akhirnya, disaat dirinya sudah tidak menemukan keberadaanya, Zen memutuskan untuk beranjak dari sana dan kembali menuju pusat perbelanjaan tempat dimana Kelly dan Kileni masih berada. Apalagi pertarungan yang dirinya lakukan tadi bisa dikatakan hanya memakan waktu sebentar saja.


Jadi dengan kecepatan yang sangat amat cepat, Zen mulai melesat dengan cepat menuju kearah tempat tujuannya, karena memang dirinya ingin segera menghabiskan waktunya bersama Kelly yang baru saja dirinya terima perasaannya secara resmi.


*****


Disisi lain, seorang wanita sebenarnya ingin sekali mengusut permalasahan yang baru saja terjadi di kotanya. Namun dirinya merasa cukup malas untuk melakukannya, apalagi bisa terlihat dirinya sudah tidak bergairah lagi untuk menyelesaikan semua hal yang terjadi dan menyangkut tentang instansi tempatnya bekerja.


Wanita itu bisa dikatakan sudah merasa dikhianati oleh instansinya sendiri, bahkan dirinya sudah tidak mempercayai sepenuhnya seluruh pihak yang saat ini sedang bekerja bersama dirinya ditempat ini, karena sudah berkali-kali dikhianati oleh semua pihak yang bekerja ditempat ini.


Niatnya yang akan mengundurkan diri sudah sangat bulat, dan dirinya hanya tinggal menyelesaikan berbagai hal sebelum dirinya benar-benar keluar dari instansi tersebut. Apalagi, menurutnya dirinya masih bisa membela kebenaran yang selama ini dirinya junjung sangat tinggi, bukan dari instansi tempat dimana dirinya bekerja selama ini.


Maka dari itu, keputusannya yang sudah direstui oleh Ibunya itu akhirnya sudah sagat bulat dirinya putuskan dan hanya tinggal menyelesaikan berbagai hal untuk dapat benar-benar keluar dari tempat busuk ini, karena bisa dikatakan Santi sudah sangat muak berada didalamnya.


Memang seluruh berkas pengunduran dirinya sudah dirinya ajukan. Tetapi masalahnya pihak yang menerima berkas pengunduran dirinya iru, memerintahkan dirinya untuk mengurus semua perpindahan kepemimpinan dirinya kepada pimpinan baru yang akan menggantikan dirinya nanti, barulah pengunduran dirinya akan berlaku.


Jadi, Santi harus membereskan berbagai hal barulah dirinya bisa sepenuhnya meninggalkan tempat ini, karena memang beberapa pihak memang masih mengharapkan bahwa dirinya akan terus menjabat ditempat ini, dan berusaha untuk mengulur waktu kepergiannya dengan menugaskan dirinya beberapa hal, yang mungkin bisa membuatnya berubah pikiran.


"Hahh... tetapi kenapa banyak sekali yang harus aku urus" dan begitulah gumaman Santi yang saat ini direpotkan dengan berbagai dokumen untuk diselesaikan olehnya.


Keputusan Santi sudah dikatakan bulat untuk mengundurkan diri dari pihak kepolisan. Karena menurutnya instansi tempatnya bekerja sudah sangat korup dan sangat susah untuk dibersihkan oleh dirinya. Apalagi selama ini Santi hanya berjuang sendirian saja untuk membersihkannya.


Tentu Santi bukan menyerah untuk terus membela sebuah kebenaran, namun jika dirinya terus berada disini, Santi merasa tidak sanggup lagi untuk mengurus semua hal yang ingin dirinya bersihkan, karena beberapa pihak dengan mudahnya akan mengkhianati dirinya.


Bahkan beberapa pihak yang dirinya percayai, bisa berpindah pihak dengan sangat cepat, seperti contohnya beberapa pihak yang membuatnya tak sadarkan diri dan malah disekap dan disiksa sebelumnya. Apalagi kedua pihak yang melakukan hal keji tersebut, pada awalnya merupakan bawahan kepercayaannya.


Maka dari itu, Santi menganggap bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi berada di instansi ini dan lebih memilih keluar dan berjuang sendirian menurut keyakinannya, dan akan membasmi semua hal yang menurutnya menyimpang dengan caranya sendiri mulai saat ini.


"Ya... baiklah mari semangat lagi untuk menyelesaikan semua ini"

__ADS_1


__ADS_2