Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Mencoba Melupakan


__ADS_3

Entah sudah berapa lama seorang gadis berada ditempat ini. Dirinya saat ini sepertinya sudah sedikit mabuk setelah mengkonsumsi beberapa minuman beralkohol yang dipesannya pada sebuah bar tempatnya berada saat ini.


Memang untuk sedikit meringankan permasalahan yang sedang terjadi, wanita itu lebih memilih meminum minuman keras ditempat ini, untuk setidaknya melupakan sejenak tentang permasalahan yang terjadi pada perusahaannya.


“Bolehkah aku duduk disam-”


“Enyahlah!” balas gadis itu yang memotong perkataan seseorang pria yang hendak duduk disebelahnya, dan memberikan tatapan tajam kepada pria yang mencoba mendekatinya itu.


Veronica Wijaya, itulah nama gadis cantik yang saat ini menjadi bahan perhatian dari beberapa pria yang masuk kedalam bar tempatnya berada, karena terpikat kecantikannya. Bahkan ada yang terang-terangan menggodanya namun mereka hanya akan mendapatkan tatapan intimidasi dari gadis tersebut.


“Dasar sampah” gumam Vero yang sudah meneguk satu sloki minuman keras kembali, setelah melihat pria yang mencoba menggodanya tadi pergi.


Memang Vero masih bisa mempertahankan kesadarannya saat ini, karena memang dirinya belum sepenuhnya mabuk. Jadi dirinya masih sedikit sadar hingga mampu mengusir beberapa pria yang mencoba merayunya sedari tadi.


Namun yang dirinya tidak tahu, beberapa orang saat ini sedang mengawasinya sedari tadi, bahkan saat dirinya memasuki tempat ini. Apalagi salah satu dari mereka seakan akan sedang melaporkan sesuatu kepada seseorang tentang apa yang sedang dilakukan oleh Vero ditempat ini.


“Sepertinya menculiknya tidak akan susah” gumam salah satu dari mereka dan membuat rekannya yang duduk disampingnya hanya mengangguk mendengar perkataannya.


Hari semakin larut, dan bisa dikatakan hari sudah berganti sedari tadi. Namun Vero yang sudah menyudahi acara meminum minuman kerasnya setelah dirinya merasa sudah mulai mabuk, masih duduk ditempatnya untuk merenungkan sesuatu yang telah terjadi kepadanya.


Entah sudah berapa lama dirinya berada di sana, tetapi saat ini dirinya memutuskan untuk pergi dari sana, karena memang tempat itu semakin ramai dan membuatnya sedikit tidak nyaman berada ditempat dirinya berada saat ini.


“Setidaknya aku bisa melupakan sejenak permasalahan diriku” gumam wanita itu yang ingin kembali menuju kamar hotelnya.


Namun saat dirinya ingin beranjak, dirinya tidak sengaja melihat waktu pada jam tangan yang dikenakannya yang menunjukan waktu subuh. Melihat itu wanita itu mempunyai ide yang lain dan lebih memilih tidak kembali menuju kamarnya.


Saat ini dirinya memutuskan untuk menuju kesebuah pantai tempat dirinya dulu pernah berlari pagi di sana, untuk setidaknya melihat matahari terbit dan mungkin kembali bisa melupakan masalahnya sejenak.

__ADS_1


“Hm... sudah ada orang yang berada disini ya” gumam Vero yang melihat sebuah siluet seseorang sedang berbaring di atas pasir pantai dari pantai yang dirinya datangi itu.


Namun saat dirinya hendak ikut duduk di atas pasir pantai yang putih pada tempatnya berada untuk menunggu matahari muncul, tangannya tiba-tiba saja mulai ditarik oleh seseorang. Tentu Vero memberontak dan berhasil melepaskan cengkraman dari pria tersebut, karena pria itu belum mencengkram tangan dari Vero sepenuhnya.


“Sial... terlepas. Cepat tangkap dia” ucap pria yang tadi mencoba mencengkram tangan dari Vero dan hendak menculiknya.


Tentu Vero dengan cepat mencari pertolongan dengan mendekat kearah siluet yang dirinya lihat sedang berbaring di atas pasir pantai tempatnya berada. Dengan langkahnya yang berat berlari di atas pasir pantai dan dirinya sedikit mabuk, Vero berusaha untuk meminta pertolongan kepada sosok siluet yang dilihatnya.


Namun saat dirinya sudah berada didekat sesosok orang yang sedang berbaring tersebut, tangannya kembali ditangkap oleh pria yang mengejarnya dan langkahnya mulai terhenti saat tangannya sudah dicengkeram dengan kuat, dan dirinya tidak bisa melepaskan tangan dari pria yang menangkapnya itu.


“Nah... mau lari kemana nona?” ucap seseorang pria yang berhasil menangkap wanita yang diincarnya, saat dirinya hampir mendekati sesosok pria yang masih bersantai ditempatnya, dan tidak menghiraukan apa yang sedang terjadi pada tempat tersebut.


“Tolong aku... tolong” teriak Vero kepada sosok yang masih berbaring itu untuk menolong dirinya yang akan diculik oleh orang-orang yang saat ini sudah mencengkeram tangannya dan hendak menariknya pergi.


Namun saat pria itu menengok kearahnya, Vero sedikit terkejut melihatnya karena dirinya mengenal siapa pria yang sedang bersantai ditempat itu, karena pria itu dulu pernah menyelamatkannya. Walaupun tempat itu masih gelap, tetapi karena keberadaan mereka cukup dekat, Vero masih bisa mengenali siluet yang sedang berbaring tersebut.


“Tolong aku Tuan.....” teriak Vero yang berusaha membuat pria itu untuk menolongnya.


Namun sepertinya pria itu menganggap teriakan dari Vero sebagai angin lalu, karena dirinya tidak menghiraukannya. Cukup sedih memang, karena sepertinya dirinya akan berakhir sebagai korban penculikan saat ini.


Tetapi sepertinya dewi keberuntungan berpihak kepadanya. Disaat orang-orang yang akan menculiknya ingin mencoba menghilangkan saksi mata saat mereka ingin mencoba menculik Vero, saat ini mereka malah kena batunya karena sudah menyerang orang yang salah.


Ketiga orang itu mulai tersungkur pingsan setelah pria itu mengalahkan mereka. Tentu Vero sangat bersyukur bahwa tidak ada lagi yang akan berbuat jahat kepadanya, dan hendak berterima kasih kepada pria yang membuat pingsan orang-orang yang ingin menculiknya.


Namun entah mengapa karena dirinya sendiri sedikit mabuk, dirinya mulai pusing dan entah mengapa penglihatannya mulai menghitam dan dirinya sudah tidak sadar, dan terkapar di atas pasir pantai tempat dirinya berada saat ini.


.

__ADS_1


.


Angin sepoi-sepoi dan suara ombak membuat seorang wanita yang sedang terlelap dengan nyaman mulai terganggu. Dengan cahaya matahari yang mulai muncul dan menerpanya, saat ini akhirnya kenyamanan yang dia rasakan saat dirinya terlelap mulai terganggu sepenuhnya.


Karena hal tersebut, wanita yang masih dengan nyaman terlelap ditempatnya perlahan membuka kelopak matanya yang sedikit berat. Dengan perlahan, penglihatannya yang masih buram itu memperlihatkan sesosok pria yang saat ini sedang duduk disebelahnya dan sedang menatap pemandangan matahari terbit yang mulai muncul pada tempatnya berada.


“T-Tuan Zen” gumam wanita itu setelah penglihatannya sudah kembali seperti semula, yang menyadari siapa sosok yang dirinya lihat pertama kali, saat dirinya sudah bangun dari tidur lelapnya.


Wanita itu mulai melihat sekeliling dan sedikit terkejut bahwa dirinya saat ini sedang tertidur disebuah pantai. Hingga beberapa saat kemudian, akhirnya dirinya mulai mengingat semua kejadian yang dirinya alami subuh tadi.


“Apakah yang aku alami tadi adalah mimpi?” gumam wanita itu sambil memeriksa seluruh tubuhnya untuk memastikan apakah kejadian tadi malam merupakan mimpi atau tidak.


Namun saat melihat pergelangan tangannya, dirinya melihat sebuah bekas genggaman yang memerah, menandakan apa yang dia alami tadi malam adalah benar adanya. Tentu wanita itu langsung memeriksa seluruh keadaannya, untuk memastikan apakah dirinya baik-baik saja atau tidak.


Melihat keadaannya yang bisa dikatakan baik, wanita itu langsung menatap pria yang saat ini masih dengan tenang menatap pemandangan matahari terbit dihadapannya, yang saat ini cahayanya semakin menyilaukan karena sang matahari sudah sedikit meninggi.


“Yap... setidaknya aku bisa mengenang kebersamaan diriku dengan mereka” ucap pria itu yang mulai berdiri dari tempatnya dan akan beranjak dari sana.


Wanita itu tentu saja sangat terkejut karena sepertinya pria itu seakan tidak menganggapnya dan saat ini sudah beranjak dari tempatnya untuk pergi dari sana. Tentu wanita itu juga dengan cepat bangkit dari tempatnya dan langsung menyusul pria yang hendak meninggalkan dirinya disana.


“T-Tuan Zen” panggilnya saat dirinya berhasil menyusul langkah dari pria bernama Zen itu.


“Hemm...” balas pria itu singkat, saat seorang wanita saat ini sudah berhasil menyusulnya.


Wanita itu sedikit terkejut, karena tanggapan yang diberikan oleh pria itu kepadanya merupakan tanggapan yang sama saat dirinya dulu mencoba menyelamatkannya dari preman-preman yang hendak menyerangnya.


“A-Apakah anda sudah melupakan saya. S-Saya Veronica Safira, wanita yang pernah anda selamatkan dulu”

__ADS_1


__ADS_2