
Di atas tempat tidurnya, saat ini Mikhael mulai menunjukan gejala perlawanan dari apa yang sedang dirinya lihat dari dalam mimpinya tersebut. Namun tidak ada yang bisa dilakukan oleh semua pihak yang menyaksikannya, karena saat ini dirinya harus melewati semua itu seorang diri.
Zen juga saat ini sudah muncul didalam kamarnya saat ini, yang dimana ketiga Istri dari Mikhael terlihat khawatir melihat keadaan suami mereka, yang terlihat seperti sedang mengalami sesuatu yang sangat tragis didalam penglihatannya. Maka dari itu, Zen saat ini berusaha menenangkan mereka semua, apalagi anak-anak mereka juga berada di sana.
"Bawalah anak-anak kalian keluar dari sini, biar aku yang mengawasi suami kalian ditempat ini" balas Zen, karena dirinya tidak tega melihat ekspresi mereka yang terlihat sangat khawatir itu.
"Tapi, Kak. Kami ingin menemani suami kami" ucap salah satu Istrinya yang langsung menolak usulan Zen.
"Aku tahu. Tapi lihat anak-anak kalian" balas Zen yang saat ini menunjukan ekspresi keponakannya yang terlihat ketakutan
Semua tentu khawatir melihat keadaan Mikhael, termasuk anak-anaknya yang saat ini terlihat sangat amat mengkhawatirkan kondisi Ayah mereka. Maka dari itu Zen menyuruh Istri-istri adiknya itu, untuk menenangkan anak mereka, karena takutnya mereka terbawa dengan kejadian yang dialami oleh suami mereka saat ini.
Seluruh Istri Mikhael tentu saat ini menatap anak-anak mereka dan akhirnya menyadari apa yang terjadi. Jadi, mereka akhirnya mengerti apa yang dikhawatirkan oleh Zen, karena mereka saat ini melihat secara langsung kondisi Ayah mereka yang tak berdaya itu, dan menurut mereka sangat tidak baik dilihat oleh mereka ditempat ini.
"Baiklah Kakak Ipar. Tetapi pastikan memanggil kami disaat suami kami sudah sadar" ucap Istri-istrinya dan mendapatkan anggukan dari Zen.
Hanya tersisa Zen saja dan beberapa malaikat dan malaikat maut yang berada didalam kediaman dari Mikhael. Setelah kepergian seluruh keluarga adiknya itu, saat ini Zen hanya menantikan saja adiknya menyelesaikan apa yang sedang dirinya lakukan saat ini dan membuat diri ha menjadi seperti itu.
"Setahuku, jika dirinya mendapatkan penglihatan, tubuhnya akan tetap tenang seperti orang yang benar-benar sedang tertidur lelap. Namun mengapa dirinya terlihat seperti sedang tidak tenang disaat melihat penglihatan yang dirinya dapatkan saat ini?" tanya Zen yang melihat tubuh Mikhael yang seakan mengejang.
__ADS_1
Seperti yang diketahui, Mikhael biasanya mendapatkan penglihatan dengan kondisi yang bisa dibilang damai atau tenang. Namun saat ini dirinya terlihat sedang melawan sesuatu dari apa yang dirinya lihat itu, hingga tubuhnya yang tertidur itu seperti terbawa dengan apa yang sedang dirinya lakukan didalam penglihatannya.
"Ini karena penglihatan yang dilihat oleh Tuan Mikhael saat ini melihat sesuatu yang terjadi. Bukan sebuah penglihatan yang sedang memprediksi sesuatu, Tuan Zen" balas Seorang malaikat yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Biasanya memang penglihatan Mikhael akan menunjukan sesuatu yang mungkin akan terjadi atau sesuatu yang belum tentu akan terjadi, atau hanya sebatas sebuah sebuah prediksi yang mungkin akan terjadi di masa depan. Namun kadang-kadang dirinya juga melihat sesuatu yang memang pasti terjadi dan hal itulah yang sedang dirinya lihat saat ini.
Sesuatu yang memang pasti akan terjadi itulah yang membuat Mikhael bertindak seperti itu, karena kali ini penglihatannya akan memperlihatkan sesuatu yang tidak bisa dirinya cegah kedatangannya oleh dirinya seperti biasanya, yang dimana biasanya menyuruh Kakaknya untuk mencoba menghalangi kekacauan dari penglihatan tersebut.
"Cih... apalagi yang terjadi dengan dunia ini. Padahal aku baru saja menikah dengan Istriku yang lain" ucap Zen yang sakit kepala mendengar keterangan dari malaikat tentang keadaan dari Mikhael saat ini.
Sudah dipastikan apa yang dilihat oleh adiknya merupakan sesuatu yang sangat merepotkan bagi Zen. Karena bisa dipastikan dirinya harus menghadapi sesuatu yang saat ini sedang dilihat oleh adiknya itu, apalagi kondisi saat ini bisa dilihat bahwa sesuatu yang gawat akan terjadi.
Hingga akhirnya Zen dan bawahan dirinya dan bawahan adiknya hanya menunggu saja Mikhael menyelesaikan penglihatannya. Hingga akhirnya begitulah waktu terus berlalu, yang dimana saat ini Zen yang merasa mulai bosan untuk menunggu akhirnya melihat cahaya terang yang keluar dari mata adiknya mulai padam.
"Apa yang kamu lihat?" ucap Zen secara langsung, setelah melihat adiknya itu sudah mulai tenang.
"Titan" dan begitulah satu kata yang keluar dari mulut adiknya yang membuat Zen mulai memijit keningnya.
Tentu siapa yang tidak pusing. Baru saja dirinya selesai melawan leluhur ras yang termasuk ras terkuat di dunia ini, sekarang dirinya akan menghadapi leluhur atau cikal bakal seorang Dewa. Maka dari itu dirinya mulai memijit kepalanya karena hal itu akan cukup untuk membuatnya kerepotan.
__ADS_1
"Ada petunjuk?" tanya Zen kembali, namun Mikhael membalasnya dengan dengan sebuah gelengan.
Zen sudah memprediksi bahwa apa yang dilihat oleh adiknya itu sama sekali tidak menunjukan sesuatu yang dapat mencegah kejadian itu. Karena itu adalah sesuatu yang akan terjadi di masa depan, sehingga mereka hanya bisa menghadapi semua itu dan menunggu kejadian itu akan pecah nantinya.
"Hahh... sialan. Sepertinya karena kehamilan istriku, sampah itu sepertinya mulai bergerak" ucap Zen yang akhirnya menemukan benang merah dari apa yang terjadi.
Namun setelah dirinya mengucapkan hal itu, adiknya Mikhael mulai menatap Zen seakan meminta penjelasan akan sesuatu. Tentu dirinya sudah sedikit paham dengan apa yang terjadi dengan anak yang dikandung oleh Axillia yang merupakan entitas dari Deadly Sins yang baru.
Tetapi perkataannya tadi membuat Mikhael ingin mengetahui keseluruhan cerita yang masih disembunyikan oleh Kakaknya. Apalagi masih banyak hal yang seakan masih disembunyikan oleh Kakaknya dan belum diberitahukan kepada mereka semua.
"Sebenarnya, apa yang terjadi Kak?" dan begitulah ucapan Mikhael yang menanyakan secara langsung tentang apa yang mengganggunya itu.
Zen hanya menghela nafasnya saja saat ini. Karena menurutnya hal ini sudah tidak bisa lagi dirinya sembunyikan dari seluruh adiknya yang lain, karena mereka juga berhak tahu sebenarnya apa yang terjadi dan sudah tidak mungkin mereka akan menghalangi tindakannya.
Sudah sejak lama sebenarnya Zen ingin menjelaskan semuanya secara langsung kepada seluruh adiknya yang sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi. Apalagi semua ini bisa dikatakan ada sangkut pautnya dengan Ayah kandung mereka semua.
Maka dari itu Zen sudah membulatkan tekadnya untuk memberitahukan mereka semua kejadian yang terjadi, dan mengapa kenyataan itu disembunyikan kepada mereka. Apalagi hal ini sangat menyangkut dengan kematian Ayah mereka yang bisa dikatakan kematiannya sama sekali tidak terbayangkan oleh seluruh adik-adiknya.
"Kumpulkan seluruh adikmu, dan aku akan menceritakan semua hal kepada kalian" ucap Zen yang memutuskan untuk menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Tentu ini merupakan waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya. Apalagi entitas adik-adiknya sudah berhasil dirinya bangkitkan dan mereka merupakan anak-anak kandungnya. Maka dari itu, karena semua hal yang dirinya rencanakan selama ini sudah berjalan dengan baik, membuat Zen akhirnya akan menjelaskan kebenaran tentang semua kejadian yang dialami oleh mereka selama ini.
"Baiklah Kak, aku akan mengumpulkan adik-adikku."