
Kebahagiaan bisa dikatakan mulai dirasakan rumah tangga dari Zen bersama Istri-istrinya. Kelakuan mereka seperti keluarga pada umumnya, yang dimana mereka sangat akrab satu sama lainnya, walaupun saat ini dalam rumah tangga itu, bisa dikatakan tidak terlihat normal bagi beberapa pihak yang melihatnya.
Memang kehidupan rumah tangga berpoligami sangat wajar pada dunia ini, namun prakteknya sangatlah susah untuk dilakukan oleh beberapa pihak karena memang hal itu sangatlah susah diwujudkan. Namun semua itu terbantahkan dengan kehidupan Zen dan Istri-istrinya saat ini yang terlihat sangat harmonis.
Tentu selain memang mereka terikat dengan sebuah berkah yang bernama berkah ikatan satu sama lainnya, tetapi mereka seperti merasa bahagia melakukannya karena mereka merasa seperti memiliki sebuah keluarga yang besar saat menjalaninya. Maka dari itu, kehidupan mereka pada kediaman yang besar ini sangatlah membahagiakan bagi mereka.
"Apa yang sebenarnya terjadi ditempat ini?" Dan begitulah kebingungan dari Alice disaat dirinya melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang keharmonisan keluarga tersebut.
Atas undangan dari Zen dan pemaksaan yang dilakukan oleh Putrinya, Alice dengan terpaksa mengikuti langkah Zen memasuki kediaman yang ditinggali olehnya. Hingga sebuah kenyataan yang baru dirinya lihat semakin membuatnya tercengang dengan apa yang dirinya lihat pada kediaman tersebut.
Alice sudah sangat terkejut disaat Zen memperkenalkan Istri-istrinya sendiri yang tinggal pada kediaman milik saingannya yaitu Vero. Namun disaat dirinya berkesempatan untuk ikut masuk bersamanya dalam kediaman yang ditinggali oleh Zen, dirinya mulai ditampar dengan sebuah kejutan yang kembali sangat amat mengejutkan dirinya.
Dirinya pada awalnya sangat terkejut bahwa Zen memiliki Istri selain Vero. Namun dirinya tidak menyangka dirinya sudah menikahi 7 orang wanita secara sekaligus. Bahkan disaat dirinya baru masuk kediaman ini saja, dirinya dikejutkan dengan 5 orang sosok yang memang menjadi Istri Zen.
Hingga dirinya hanya bisa termenung dan menatap mereka kebingungan, karena Istri-istri Zen terlihat sangat harmonis satu sama lainnya, bahkan Alice melihat saingannya Vero terlihat sangat amat bahagia dengan keadaanya saat ini, yang dimana dirinya menikahi pria yang memiliki banyak wanita bersamanya saat ini.
"Bagaimana kabarmu, Alice" dan begitulah akhir dari lamunan dari Alice, disaat Vero saat ini berinisiatif untuk mendekati dirinya.
"K-kabarku baik, Vero. Lalu, bagaimana denganmu?" tanya Alice basa-basi.
"Bisa kamu lihat sendiri" balas Vero yang menunjukan kebahagiaan dirinya saat ini.
__ADS_1
Ada rasa iri dalam diri Alice disaat melihat kebahagiaan dari Vero, tetapi dirinya juga ikut senang dengan kebahagiaan dari dirinya. Memang sudah sejak lama mereka memutuskan bersaing untuk menjadi wanita paling kaya di negara ini, bahkan persaingan mereka sampai menjalar tentang permalasahan kehidupan mereka.
Memang untuk masalah itu, Alice menang segalanya pada awalnya karena selain kekayaan yang mulai menyalip sosok Vero, tetapi kehidupannya lebih membahagiakan pada awalnya karena memiliki seorang Suami dan dikaruniai seorang putri yang sangat cantik, sehingga persaingan itu dimenangkan oleh Alice pada awalnya.
Namun keadaan mulai berubah 180 derajat, yang dimana Vero yang sebelumnya sudah terpuruk saat ini sudah berbalik bahkan langsung mengalahkan dirinya dari berbagai segi persaingan mereka, hingga posisi mereka saat ini sudah berbalik sepenuhnya dengan kemenangan telak dari Vero.
"Aku turut bahagia dengan kebahagiaan dirimu, Vero" hingga Alice mulai membalas perkataan dari Vero itu dengan perasaan tulusnya.
Memang mereka berdua bisa dikatakan bersahabat pada awalnya, jadi mereka saling mengerti tentang keadaan hidup mereka masing-masing. Sampai memang tercetusnya persaingan mereka mulai merenggangkan hubungan mereka yang dulu sangat dekat, dan bisa dikatakan saat ini hubungan mereka seperti kucing dan anjing.
Kedua orang itu memang sangat mengenal satu sama lainnya. Apalagi mereka memang merupakan keturunan dari seorang konglomerat ternama di negara ini. Jadi, tentu saja mereka saling mengenal satu sama lainnya, sehingga mereka memutuskan bersaing satu sama lainnya.
"Ya... walaupun perbuatan suamiku belum bisa aku selesaikan sepenuhnya, tapi semuanya sudah berhasil aku kendalikan" dan begitulah ucapan yang terkesan sedih itu mulai terdengar disaat Alice menjawab perkataan dari Vero.
Suami dari Alice memang berasal dari seorang pengusaha pada bidang yang sama dengan dirinya. Walaupun jika dibandingkan Alice lebih sukses jauh dari dirinya, tetapi pria itu bisa dikatakan cukup sukses dan dalam mengembangkan perusahannya dalam bidang perbankan tersebut.
Karena kerja sama yang mereka lakukan, membuat hubungan mereka bisa dikatakan semakin dekat, hingga akhirnya mereka berdua memutuskan menikah. Hingga akhirnya begitulah terbentuknya rumah tangga yang menurut Alice sangat membahagiakan itu.
Tetapi semua berubah disaat Alice mulai mengandung anaknya. Tentu karena dirinya harus fokus dalam menjalani kehidupan kehamilan yang dialami olehnya, Alice memutuskan menyerahkan semua tanggung jawab perusahannya sementara kepada suaminya, yang membuat dirinya mulai menyatukan perusahaan mereka berdua saat itu.
Pada awalnya apa yang dirinya lakukan itu berjalan sangat lancar, hingga kebusukan suaminya itu mulai terkuak dan malah mencelakai dirinya. Mulai saat itu, bisa dikatakan kehidupan rumah tangga mereka mulai tidak harmonis. Yang dimana, suaminya terkesan ingin mengambil alih sepenuhnya kuasa dari Alice pada perusahaannya.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit kebenaran tentang suaminya mulai terkuak, yang dimana ternyata perusahaan perbankan yang dimiliki oleh suaminya itu, bisa dikatakan melakukan hal buruk dengan menjadi Bank bagi seluruh pihak yang bekerja dibawah tanah dari negara ini, sehingga atas hal itu kehidupan dari Alice mulai mencekam karenanya.
Bukan hanya suaminya saja yang mulai berubah tempramental saja yang membuat dirinya tersiksa, tetapi bisa dikatakan teror dari berbagai pihak saat ini mulai meneror dirinya, karena memang bisnis yang dilakukan oleh suaminya itu memang sangat amat salah dan membuat mereka semakin terancam keadaannya karena permasalahan itu.
Hingga akhirnya, suaminya malah terbunuh karena ulahnya sendiri yang memang bekerja sama dengan pihak yang seharusnya tidak dirinya ajak kerja sama, dan hal itu meninggalkan berbagai hal buruk kepada Alice tentang keadaan perusahaannya
Apalagi hingga saat ini bisa dikatakan keberadaan dirinya beserta putrinya terus dihantui bayang-bayang kelompok yang bekerja sama dengan suaminya di masa lalu, dan pergerakan mereka semakin membuat Alice sangat amat tersiksa menjalankan kehidupannya selama ini..
"Aku turut prihatin dengan permasalahan dirimu, Alice." dan begitulah ucapan Vero yang tulus, karena memang dirinya juga merasa prihatin dengan keadaan dari Alice saat ini.
Zen tentu sudah menjelaskan bagaimana dirinya bertemu dengan Alice dahulu, sehingga dirinya sudah mengetahui garis besar tentang permasalahan yang dialami oleh Alice atas permalasahan yang dirinya alami. Dan dengan semua itu, bisa dikatakan Vero mulai paham sepenuhnya dengan apa yang dialami oleh Alice.
Tentu Vero prihatin dan ingin membantunya, karena memang putri Alice saat ini sudah dirinya anggap sebagai Putrinya sendiri dan Vero sangat menyayangi dirinya. Namun tentu saja dirinya tidak bisa dengan asal memberi bantuan kepada Alice atas apa yang dialami oleh dirinya saat ini.
Vero tidak tahu dengan pasti apa yang terjadi didalam bisnis yang dijalani oleh Alice. Jadi, jika dirinya dengan asal ikut campur, takutnya hal itu juga akan menyeret dirinya dalam ikut campur permasalahan itu. Memang sangat susah dirinya akan terseret karena nama besar yang berada dibelakangnya.
Tetapi Vero tidak mau bahwa dirinya akan terus berperilaku dengan bayang-bayang pihak yang berada dibelakangnya, karena hal itu akan membuat dirinya merasa aman dan tidak bisa berkembang dalam berusaha memimpin perusahaan milik suaminya kelak.
Jadi, dirinya ingin berusaha dengan tangannya sendiri untuk membuktikan kelayakannya dalam memimpin perusahaan milik suaminya itu, sampai dirinya benar-benar mampu memimpin semua hal yang dimiliki oleh suaminya dan akan diberikan kepadanya dikemudian hari.
"Ya... terima kasih Vero. Aku pasti akan keluar dari permalasahan ini"
__ADS_1