Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Kombo Penyiksaan


__ADS_3

Siapa yang menyangka bahwa permasalahan yang dialami oleh seorang pria, bisa membuatnya seperti ini. Apalagi saat ini bisa dikatakan apa yang membuat kelompoknya hancur sepenuhnya hanya dilakukan oleh dua orang saja, yang tiba-tiba muncul dan mulai membabi buta menyerang mereka.


Jim tentu sudah berusaha melakukan berbagai hal dalam menghalau dua orang yang datang menyerang dirinya dan kelompoknya. Namun naas, kedua orang yang terlihat seperti sangat terlatih itu bisa dengan mudah mengalahkan kelompok mereka yang sangat bersusah payah dalam menghalau serangan mereka.


Tentu dirinya mengenal salah satu dari pihak tersebut, karena bisa dikatakan dirinya juga sering mencari masalah dengan kelompoknya. Namun dirinya sangat tidak menyangka, bahwa kekuatan pria itu akan sekuat dan sangat beringas dalam menaklukan semua pihak yang ada di markas tempatnya berada saat ini.


Hingga saat ini dirinya akhirnya mulai sadar sepenuhnya dari pingsan yang dirinya alami tadi, dan saat ini tubuhnya mulai terikat sepenuhnya pada sebuah kursi dengan bisa dikatakan posisinya sama seperti Santi yang memang dirinya siksa sedari tadi.


"Maafkan diriku yang terlambat, Luci. Aku harus mengurus wanita tadi terlebih dahulu" ucap Zen yang saat ini baru memasuki ruangan tempat dimana Lucifer membawa beberapa pihak kedalam sebuah ruangan untuk dijadikan tempat mereka akan melakukan aksinya.


Dan begitulah saat ini Jim dan bawahannya mulai terkejut dengan kedatangan seorang lagi yang mulai memasuki ruangan tersebut. Karena memang disaat dirinya belum masuk saja kedalam ruangan itu, sang pria yang memakai topeng dan membawa mereka ketempat ini bisa dikatakan sudah menyiapkan sesuatu untuk mereka.


Berbagai peralatan yang entah kegunaannya untuk apa, saat ini mulai tertata dengan rapi di atas sebuah meja, dan pria yang mengenakan topeng tersebut saat ini seakan mulai memastikan peralatan-peralatan itu berfungsi dan siap untuk digunakan.


Maka dari itu, kedatangan sosok yang merupakan Zen yang mulai memasuki ruangan ini, bisa dipastikan akan langsung memulai apa yang akan mereka lakukan ditempat ini yang sudah dipersiapkan oleh sosok bertopeng, yang sedari tadi hanya berfokus untuk mempersiapkan berbagai peralatan ditempat itu.


"Tidak apa-apa, Tuan. Lagipula saya membutuhkan waktu untuk mempersiapkan semuanya" ucap Lucifer yang sudah menunjukkan berbagai peralatan yang akan mereka gunakan, untuk melakukan aksi mereka ditempat ini.


Kali ini duo paling mengerikan dalam bidang penyiksaan di neraka akhirnya kembali bersatu. Bahkan Zen yang melihat berbagai peralatan baru yang sudah dipersiapkan oleh Lucifer sangat bersemangat dalam melihat semua itu.


Alat potong berbagai bentuk, beberapa botol cairan aneh, dan berbagai alat yang berbentuk cukup akrab bagi Zen saat ini sudah menyambut pandangannya. Senyum mulai muncul diwajahnya yang saat ini mulai dengan seksama melihat satu persatu peralatan yang sudah dipersiapkan oleh bawahannya tersebut.


Asik memperhatikan berbagai peralatan yang berada di sana, Zen akhirnya memutuskan untuk memulai dengan sebuah suntikan terlebih dahulu. Hingga akhirnya sebuah suntikan kosong yang saat ini berada ditangannya akan dirinya padukan dengan berbagai cairan beragam warna yang saat ini juga sudah tersedia di sana.


"Hm... sepertinya kamu merasa kedinginan karena terlihat cukup gemetaran. Kalau begitu, bagaimana jika aku akan membuat dirimu hangat" ucap Zen yang memandang sosok asisten dari Jim, yang terlihat gemetaran saat ini.


Zen lalu mulai melihat sebuah cairan yang berwarna merah menyala yang saat ini berada di sana. Dengan mengambil botol yang menampungnya, Zen mulai mengisi suntikan kosong yang dirinya pegang itu, dengan cairan yang sudah dirinya ambil tersebut.


"Baiklah, aku akan menyuntikkan cairan esensi lava ini kepadamu, agar rasa dingin yang dirimu alami mulai perlahan-lahan menghilang" ucap Zen yang saat ini akan menyuntikkan sesuatu kepada asisten dari Jim yang sudah terikat sangat ketat pada sebuah kursi.


Dengan mulut yang sudah disumpal, tentu pria itu tidak mampu menjawab perkataan Zen, hingga akhirnya sesuatu yang sangat amat panas saat ini mulai memasuki tubuhnya. Suara sesuatu mulai berontak saat ini mulai terdengar setelah Zen menyuntikkan cairan tersebut.


Apalagi setelah Zen sudah mencabut ujung jarum dari suntikan yang dirinya tancapkan tadi pada lengan dari pria yang mulai berontak tersebut. Tentu Zen yang melihatnya tidak menyangka bahwa efeknya akan langsung bekerja, namun tetap saja dirinya mulai merasa senang dengan hasil perlakuannya bisa dikatakan berhasil membuat pria itu tidak merasa kedinginan lagi.


Pria itu sebenarnya tidak gemetar karena kedinginan seperti apa yang dipikirkan oleh Zen. Namun tetap saja, sebagai seorang yang harus memperhatikan kondisi pasiennya, Zen berusaha sebaik mungkin untuk menghilangkan sesuatu yang janggal yang dialami tubuhnya.


Hingga tubuh yang saat ini sedang terikat itu terlihat mulai tidak gemetar lagi, tetapi sekarang malah mulai berontak dan berusaha untuk melepaskan dirinya dari ikatan yang dirinya terima. Bahkan dari mulutnya yang terlihat sudah disumpal itu, sebuah suara teriakan yang hampir tidak bisa keluar suaranya dari dalam mulutnya, bisa didengarkan oleh beberapa pihak yang berada di sana.

__ADS_1


"Baiklah, tahanlah sebentar lagi. Yang terpenting rasa dingin yang kamu alami sudah berkurang bukan?" tanya Zen yang saat ini merasa puas dengan hasil kerjanya.


Melihat seorang pasien sudah mendapatkan perawatan pertamanya, saat ini Zen mulai beralih menuju kearah pasien selanjutnya. Namun karena saat ini Zen mulai menatap pihak yang sudah dirinya anggap pasien tersebut, bisa terlihat dirinya juga mulai gemetaran saat ini.


"Hahh... sepertinya dirinya juga kedinginan, Luci. Kalau begitu, kamu lanjutkan saja merawat pasien yang baru saja aku rawat tadi, dan serahkan pasien baru ini kepada diriku" ucap Zen yang sudah membuang bekas suntikan yang dirinya gunakan tadi dan akan melanjutkan aksinya.


"Baiklah, Tuan. Saya akan memastikan merawat pasien ini dengan sangat baik" dan begitulah ucapan dari Lucifer yang sudah bersiap melanjutkan pekerjaan Tuannya kepada pasiennya yang pertama.


Zen kali ini juga mengambil sebuah suntikan kosong yang baru. Apalagi dirinya memang tidak akan menggunakan suntikan yang lama, karena hal itu sangatlah tidak etis menurutnya. Sebagai seorang dokter yang baik dan benar, Zen harus menjunjung tinggi tingkat ke sterilan semua peralatan medisnya.


Maka dari itu dengan menggunakan peralatan yang baru, saat ini Zen mulai mencari cairan apa yang akan dirinya gunakan untuk menyembuhkan pasien yang saat ini semakin gemetaran ditempatnya, dan sebisa mungkin Zen harus dengan segera menyembuhkan permasalahan tubuhnya.


"Karena sepertinya obat yan tadi tidak terlalu manjur mengurangi rasa dingin. Bagaimana dengan yang ini?" ucap Zen sambil menunjukkan sebuah botol berisi cairan berwarna hijau gelap kepada pasien yang saat ini tentu saja menggelengkan kepalanya setelah Zen menunjukkan botol tersebut.


"Tetapi, kenapa warnanya sangat berbeda, Luci?" tanya Zen kepada bawahannya itu, karena dirinya tidak mau pasiennya yang sedang dirawat itu akan mengalami salah pengobatan.


"Cairan itu sudah ditingkatkan, Tuan. Maka dari itu warnanya sangat berbeda dari apa yang pernah anda gunakan" balas Lucifer dan membuat Zen tersenyum dibuatnya setelah mendengar perkataannya.


Akhirnya Zen sudah memutuskan bahwa dirinya akan menyembuhkan pasien yang saat ini akan dirawatnya menggunakan carian tersebut. Dengan mengisi penuh suntikan yang dirinya pegang dan masih baru, saat ini Zen bersiap untuk merawat pasiennya tersebut.


"Tenanglah, ini akan membantumu mengurangi rasa gemetar yang sedang kamu alami" ucap Zen dan saat ini sudah bersiap menyuntikan carian itu menuju tubuh Jim.


Namun karena badannya sudah terikat sepenuhnya membuat dirinya tidak bisa menghindar dari sebuah jarum suntik yang saat ini sudah tertusuk dengan mulus di lengannya, dan cairan yang berada disuntikan tersebut mulai dimasukkan kedalam tubuhnya seluruhnya.


Jim pada awalnya merasakan sangat amat takut saat suntikan itu sudah dilepas dari tubuhnya. Namun disaat suntikan itu sudah tercabut sepenuhnya dari tubuhnya, dirinya tidak merasakan sesuatu yang aneh dari tubuhnya tidak seperti bawahannya yang masih kesakitan ditempatnya saat ini.


"Lihatlah, bukankah sudah aku bilang suntikan ini dapat menghilangkan rasa gemetar yang kamu alami" Hinga Jim yang tidak merasakan sesuatu dari efek suntikan yang dirinya terima, saat ini mulai dikejutkan dengan sosok Zen yang seakan sedang memperhatikan dirinya.


Benar kata Zen tubuhnya saat ini tidak lagi gemetaran seperti apa yang terjadi disaat Zen akan menyuntikkan sesuatu kepada dirinya. Namun setelah beberapa detik kemudian, sepertinya efek dari suntikan yang disuntikan oleh Zen kepada dirinya mulai bekerja saat ini.


Bisa dikatakan bukanlah rasa sakit yang dirinya rasakan setelah itu, tetapi sebuah rasa gatal yang saat ini mulai tumbuh di sekujur tubuhnya. Tentu merasakan itu dirinya ingin dengan segera menggaruk rasa gatal tersebut. Apalagi apa yang dirinya rasakan saat ini sangat amat menyiksa dirinya.


Namun bisa dilihat bahwa kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut, karena tubuhnya sepenuhnya sudah diikat dengan sangat amat ketat. Hingga kursi dari tempat dirinya terikat saat ini mulai berontak, karena bisa dilihat dirinya berusaha menghilangkan rasa gatal pada tubuhnya namun sayangnya dirinya tidak mampu melakukannya.


Melihat pasiennya yang bisa dikatakan mulai kesusahan, membuat Zen harus memikirkan berbagai cara untuk menyelesaikan permasalahan ini. Hingga akhirnya dirinya kembali membuang suntikan bekas yang sudah dirinya gunakan tadi dan mulai mengambil peralatan baru yang akan dirinya gunakan untuk merawat pasiennya tersebut.


"Kalau begitu, mari kita cari solusi agar kamu bisa menghilangkan sebuah kelainan yang terjadi pada tubuhmu" Ucap Zen yang saat sudah memegang sebuah alat untuk bersiap melanjutkan aksinya.

__ADS_1


Tentu Zen tidak akan dengan segera melepaskan ikatan tangan dari pria yang terlihat sangat tersiksa dengan rasa gatalnya itu. Karena bisa dikatakan, jika Zen langsung melepaskannya pria itu akan langsung menggaruk tubuhnya dengan sangat amat keras, dan itu sangatlah tidak baik bagi kesehatan kulitnya.


Maka dari itu, dengan peralatan baru yang saat ini berada ditangannya Zen mulai mendekat kearah tangan dari pira yang sedang dirinya rawat itu, dan mulai melakukan aksinya yang bisa dikatakan sangat tidak pernah dibayangkan oleh pasien yang sedang dirawat oleh dirinya itu, akan dilakukan oleh Zen kepadanya.


Rasa gatal yang dialami oleh Jim, saat ini mulai ditambah dengan sebuah rasa sakit yang sangat menyiksa. Apalagi Zen saat ini mulai mencabut kuku tangannya secara paksa satu persatu. Dengan perlahan dan sangat fokus, Zen saat ini mulai mencabut seluruh kuku tangan dari pria yang masih berontak tersebut, hingga akhirnya tangannya sudah bersih sepenuhnya dari kuku yang tumbuh diujung jari-jarinya.


"Sekarang, barulah kulitmu tidak akan terluka jika kamu menggaruknya" ucap Zen yang sudah menaruh peralatan untuk mencabut kuku dari pasiennya tersebut dan bersiap melanjutkan aksinya.


Setelah memastikan bahwa saat ini kulit pria itu tidak akan terluka disaat dirinya menggaruk tubuhnya yang sedang merasa gatal, saat ini Zen mulai melepaskan semua ikatan pada tangannya agar pria itu bisa setidaknya meringankan perasaan gatal yang saat ini semakin menyiksa dirinya.


"Sekarang, kamu bisa dengan bebas menggaruk tubuhmu yang gatal" dan begitulah ucapan dari Zen yang saat ini mulai memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh pria yang langsung menggaruk tubuhnya yang sepenuhnya sangat gatal tersebut.


Jim yang tidak memperdulikan rasa sakit pada ujung jari tangannya, saat ini mulai menggaruk seluruh tubuhnya saat lengannya berhasil dilepaskan oleh Zen. Namun naas, bukan perasaan lega yang dirinya rasakan setelah menggaruk tubuhnya, namun sebuah rasa sakit dan perih pada ujung jarinya mulai dirinya rasakan saat ini.


Tidak mampu menghilangnya rasa gatal dan rasa sakit yang dirinya rasakan, membuat Jim semakin merasa tersiksa dibuatnya. Apalagi semua rasa yang sedang dirinya rasakan tersebut seakan semakin bertambah intensitasnya sehingga membuatnya semakin tersiksa dibuatnya.


Zen sendiri yang melihat itu sangatlah senang dengan perbuatannya. Karena saat ini dirinya menyaksikan ketidakberdayaan dari seseorang yang sangat tersiksa. Maka dari itu dirinya sangat menikmati semua kejadian itu dan bersiap untuk melanjutkan aksinya kembali.


"Sial... k-kenapa sekarang m-malah sangat d-dingin" namun disisi lain, Lucifer juga sedang melanjutkan aksinya dengan merawat pasiennya yang mengeluh merasa kepanasan tadi.


Lucifer yang merasa kasihan dengan pasien yang saat ini terus meronta mulai membuka penutup mulutnya dan menanyakan apakah ada yang bisa dirinya bantu dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dirinya alami saat ini.


Tentu pria itu menjawab bahwa dirinya kepanasan. Maka dari itu, Lucifer mencoba untuk mendinginkan dirinya menggunakan cairan suntikan yang mengandung esensi kedinginan yang sangat amat ekstrim, karena bisa terlihat bahwa pria itu terlihat kepanasan dengan suntikan yang sebelumnya dirinya terima.


Dengan memperhatikan pasiennya dan memperlakukan dirinya dengan baik, sebuah cairan berwarna biru terang saat ini mulai disuntikkan oleh Lucifer kepada pasien yang dirinya rawat, agar kondisinya bisa kembali seperti semula dan Lucifer mempu membantunya meringankan beban rasa kepanasan yang sedang dirinya alami.


Bisa dikatakan apa yang dilakukan Lucifer itu sangat berhasil. Apalagi bisa dikatakan rasa kepanasan yang pasiennya alami mulai menghilang. Namun masalahnya, suhu tubuhnya yang menurun dengan cepat itu perlahan membuat pria itu mulai merasakan kedinginan yang sangat ekstrim pada tubuhnya.


"Bagaimana, sudah merasa dingin bukan?" tanya Lucifer yang saat ini bisa dikatakan menangani pasiennya dengan sangat baik.


"I-Ini terlalu dingin, sialan!" ucap asisten Jim yang bernama Ian itu yang dimana dirinya mulai menggigil kedinginan saat ini.


"Oh.. benarkah, coba aku periksa kalau begitu" dan begitulah jawaban yang diberikan oleh Lucifer dan mulai memegang tangan dari pria yang sedang dirinya rawat untuk memastikan kondisinya.


Namun naasnya, disaat dirinya mulai memegang tangannya yang terlihat seakan sudah mulai membeku tersebut, Lucifer malah tidak sengaja memutuskannya dan menyebabkan lengan dari pria tersebut sudah terputus sepenuhnya dari tangannya. Apalagi bisa terlihat bahwa lengannya sangat mudah terputus karena memang bagian yang dirinya sentuh itu mulai membeku sepenuhnya.


Ian yang merasakan tangannya terputus langsung berteriak kesakitan. Apalagi rasa sakit dan rasa kedinginan yang sangat ektrim yang sedang dirinya rasakan saat ini, semakin menyiksa dirinya. Maka dari itu, dirinya semakin berontak dan membuat Lucifer harus memikirkan kembali perawatan apa yang harus dirinya berikan kepada pasien yang terlihat sedang kedinginan tersebut.

__ADS_1


"Hmm... ternyata benar kamu sangat kedinginan. Jadi, apakah saat ini harus memanggang dirimu kalau begitu?"


__ADS_2