Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Makan Tuan


__ADS_3

Seorang pria, saat ini sedang dihajar habis-habisan oleh seseorang yang terlihat sangat kesal. Walaupun sebenarnya orang tersebut, merupakan seseorang yang disewa jasanya oleh pria yang sedang dirinya dipukuli saat ini, tetapi dirinya tidak memperdulikan status tersebut dan terus menghajar orang yang menyewa jasanya itu.


Apalagi, dirinya tidak menyangka bahwa beberapa anak buah berharga miliknya saat ini sudah tewas, dan semua rahasia mereka saat ini mulai terbongkar, akibat sebuah pekerjaan yang baru saja dirinya terima dari pria yang sedang dirinya pukuli saat ini.


“Apa kamu berusaha menjebak kami, Tuan Thomas?!” teriak pria yang terus memukul pria yang sudah tidak berdaya yang sudah dirinya hajar sedari tadi.


“M-Maafkan aku, Tuan Jim. T-Tetapi aku juga tidak tahu, mengapa a-anak buahmu tidak berhasil melakukan tugasnya” balas pria yang sedang dianiaya tersebut.


"Lalu, mengapa mereka semua bisa tewas?" ucap pria itu sekali lagi, yang saat ini mulai berteriak tepat didepan wajah dari pria yang dipanggil Thomas itu.


Memang pria yang seharusnya menjadi pelanggan yang menyewa jasa organisasinya, menyebabkan seluruh anak buah dari pria bernama Jim itu, saat ini ditemukan sudah tewas tak bernyawa. Cukup aneh memang, organisasinya bisa mengalami hal tersebut.


Karena memang, seluruh anggota dari organisasi miliknya merupakan orang-orang yang sangat profesional dalam bidangnya, dan tidak mungkin dapat dikalahkan dengan mudah. Apalagi, anggota yang tewas dari organisasinya bukanlah berjumlah satu orang, tetapi satu kelompok yang membuat hal itu semakin aneh.


"A-Aku juga tidak t-tahu Tuan. K-Karena memang, mungkin saat menjalankan t-tugas, anak buah a-anda melakukan kesalahan" ucapnya membalas perkataan dari pria yang memukuli dirinya itu.


“Cih... apa kamu menganggap seluruh bawahan yang berada di organisasi ku tidak kompeten, Tuan Thomas?” ucap pria yang dipanggil Jim tersebut, karena dirinya merasa kesal bahwa anak buah dari organisasinya sedang diremehkan.


“Bu-Bukan begitu, T-Tua-”


Namun belum selesai dirinya menyelesaikan kalimatnya, sebuah tamparan keras kembali mendarat menuju pipinya yang mulai membiru itu. Bahkan kondisinya yang bisa dikatakan sudah sangat mengenaskan itu, mulai bertambah parah saat ini.


Apalagi, bukan hanya Thomas saja yang mengalami tindakan sadis tersebut, karena beberapa orang juga sudah tergeletak tak berdaya dibawah tanah, karena mereka juga mengalami apa yang dialami oleh pria bernama Thomas itu, dari beberapa pihak yang berada ditempat tersebut.


“Pokoknya aku tidak mau tahu. Kalian harus bertanggung jawab, atas kerugian yang kami alami saat ini” kata pria bernama Jim itu, yang langsung menatap beberapa orang yang saat ini berada di ruangan yang sama dengan dirinya, dan kondisi mereka bisa dikatakan juga sangat mengenaskan.


Kondisi mereka saat ini bisa dikatakan sama dengan pria bernama Thomas itu. Bahkan beberapa dari mereka bisa dikatakan kondisinya lebih parah. Apalagi, rencana yang mereka anggap akan sukses, ternyata menjadi sebuah bumerang bagi diri mereka.


“A-Ampuni kami, Tuan. K-Kami juga tidak mengetahui apa yang terjadi” ucap salah satu dari mereka, yang memohon belas kasihan kepada pria yang saat ini sudah membuatnya seperti itu.


Ya, mereka merupakan kelompok dewan direksi dan pemegang saham dari perusahaan milik Vero sebelumnya. Dan juga salah satu dari mereka merupakan Ayah tiri dari Vero, yaitu Thomas yang saat ini kondisinya sama-sama buruk dengan rekan-rekannya saat ini.


Awalnya mereka memutuskan untuk menyewa sebuah organisasi pembunuh bayaran, untuk mencoba membalaskan semua perbuatan Vero kepada mereka. Niat awal mereka sebenarnya, mereka ingin mengancam Vero dan menyuruhnya untuk menandatangani surat pemindahan aset miliknya kepada mereka.


Dengan menggunakan organisasi pembunuh bayaran dan beberapa koneksi yang mereka miliki, mereka mencoba untuk menjalankan rencana tersebut. Namun naasnya, sepertinya apa yang mereka lakukan dan rencanakan itu tidak berhasil dan membuat mereka saat ini berada ditempat ini.

__ADS_1


Bahkan karena kegagalan mereka itu, kondisi mereka bisa dikatakan sangat mengenaskan setelah disiksa habis-habisan oleh organisasi yang seharusnya menuruti perkataan mereka, karena pihak Thomas dan beberapa orang yang bersamanya merupakan pelanggan dari organisasi mereka.


“Tidak tahu, kamu berkata tidak tahu? Lalu, bagaimana dengan kami, kalau kalian saja tidak tahu dengan apa yang terjadi!” teriak pria bernama Jim itu, dan mulai menendang perut dari orang yang baru saja membalas perkataannya itu.


Jim memang merupakan seorang pemimpin dari sebuah kelompok pembunuh bayaran. Kelompoknya mendapatkan tugas untuk menghabisi Zen pada awalnya, dan menyandera Vero untuk diancam. Tentu karena bayaran yang mereka terima dirasa cocok, mereka akhirnya menerima permintaan tersebut


Namun naasnya, beberapa anak buahnya yang dirinya suruh untuk menjalankan permintaan tersebut, malah sudah tewas sepenuhnya. Walaupun memang saat ini mayat dari beberapa anak buahnya tidak bisa ditemukan, tetapi dipastikan mereka semua sudah tewas.


Tentu dirinya langsung menyalahi apa yang dirinya alami itu, kepada pihak yang menyewa jasa kelompoknya. Karena menurutnya, mereka menyembunyikan fakta bahwa ada orang yang kuat, yang melindungi kedua orang yang menjadi target mereka saat itu.


“K-Kami juga tidak tahu, si-siapa yang berada dibelakang dirinya, T-Tuan” ucap Thomas kemudian.


“Jangan banyak alasan.” Kata Jim yang kembali menampar Thomas. “Lalu, coba jelaskan bagaimana semua anak bisa buah ku tewas kalau begitu?” ucap Jim kembali, yang saat ini mulai menendang perut dari Thomas.


Tentu siapa yang menyangka keadaannya menjadi seperti ini, Apalagi Thomas. Tetapi dirinya saat ini mulai memikirkan sesuatu, agar dirinya tidak terus disiksa oleh pihak didepannya, bahkan mungkin dirinya bisa dibunuh oleh pria yang sudah menghajar dirinya habis-habisan.


“P-Pria itu... pasti ulah pria itu, Tuan” ucap Thomas kemudian.


“Pria?” ucap Jim kembali, setelah dirinya mendengar ocehan dari Thomas, yang mulai mengatakan sesuatu.


Tentu saja dirinya akan menggunakan kebohongan yang selama ini dirinya katakan kepada beberapa pihak. Karena memang apa yang dirinya katakan itu hanya sebuah bualan semata. Apalagi dirinya memang menjual seluruh sahamnya, tanpa ada penindasan yang dirinya terima dari siapapun.


Karena pihak yang membeli sahamnya, menawarkan sejumlah nominal yang sangat menggiurkan dan dirinya memutuskan untuk menjual semua sahamnya. Namun karena keserakahannya, dirinya ingin membingkai hal tersebut, untuk menekan putrinya agar dirinya bisa mendapatkan lagi beberapa saham dari dirinya.


Apalagi kebohongan yang terus dirinya katakan itu, membuat beberapa pihak mempercayai dirinya. Jadi, dirinya akan menggunakan hal yang sama, untuk setidaknya bisa lepas dari jeratan pria yang menyiksanya dan mungkin akan membunuhnya saat ini.


“B-Benar Tuan Jim. Setahu kami, saham Tuan Thomas memang dijual secara paksa” balas seseorang lagi, membenarkan perkataan dari Thomas.


“Lalu, apa urusan pria itu dengan kesalahan kalian, brengsek” ucap Jim, yang kembali menendang perut dari Thomas.


“Argh.... k-karena pr-pria itu, mungkin yang m-membuat anak buah anda terbunuh” ucap Thomas kemudian, yang dimana dirinya merasakan rasa sakit yang amat menyakitkan setelah menerima serangan tersebut.


Pria bernama Jim itu, akhirnya mulai menghentikan tindakannya. Karena memang dirinya akhirnya mendapatkan sesuatu setelah menyiksa orang-orang tidak berguna itu sedari tadi, atas kejadian yang dialami kelompoknya dan bisa dikatakan membuat dirinya merugi karena kehilangan beberapa bawahannya.


“Baiklah, aku akan memaafkan kesalahan kalian. Tetapi, aku ingin kalian membawa pria itu, kehadapan diriku.” Ucap Jim kemudian, yang saat ini mulai memberikan sebuah perintah kepada mereka.

__ADS_1


Tentu mereka yang disiksa dan berada di sana, langsung mengangguk dengan cepat setelah mendengar perkataan pria tersebut. Karena memang mereka tidak ingin kembali mengalami penyiksaan yang sangat berat, dan mungkin membuat mereka tewas jika dilanjutkan.


“Tetapi!” teriaknya kemudian, sambil menatap seluruh orang yang disiksa olehnya itu, satu persatu. “Jika kalian gagal, kalian akan tahu sendiri akibatnya” ucap pria bernama Jim itu, yang saat ini menekankan ancaman yang dirinya katakan itu kepada mereka.


“B-Baik Tuan” balas mereka satu persatu.


"Dan jangan lupa, selain pria itu yang harus berada di hadapanku, kalian juga harus membayar ganti rugi dari semua permasalahan yang kalian lakukan kepadaku" ucap pria bernama Jim itu sekali lagi.


Memang sebenarnya mereka ingin menyangkal dan menolak permintaan dari pria itu, tentang masalah ganti rugi terhadap dirinya. Karena selain nominal ganti ruginya sangatlah mahal, memang mereka merasa bahwa apa yang terjadi pada organisasi tersebut, bukanlah salah mereka.


Namun tentu saja, mereka tidak akan berani untuk menolak atau memperdebatkan permintaan tersebut, karena mungkin setelah mereka melakukannya, bukan sebuah solusi yang mereka dapatkan, melainkan sesuatu yang dapat menghilangkan nyawa mereka yang mereka terima nanti.


"K-Kami mengerti, Tuan" balas mereka sekali lagi, yang terpaksa menerima perintah dari pria tersebut.


Mendengar jawaban mereka, Jim mulai mundur dari tempatnya beberapa langkah. Hingga akhirnya dirinya menatap orang-orang tersebut sekali lagi, sebelum dirinya berbalik dan mulai beranjak dari sana. Tentu anak buahnya juga mulai mengikuti langkahnya saat ini, yang mulai meninggalkan tempat tersebut.


Melihat hal kepergian mereka, tentu Thomas dan rekannya yang mengalami penyiksaan tadi, mulai merasa lega. Karena penyiksaan yang mereka alami sedari tadi, akhirnya sudah berakhir. Apalagi memang bisa dikatakan mereka sudah tidak kuat merasakan penyiksaan tersebut.


“Bagaimana sekarang, Tuan Glen?” ucap Thomas kemudian.


“Cih... mana aku tahu. Bukankah ini semua adalah rencana darimu, Tuan Thomas?” balas pria bernama Glen tersebut.


Memang mereka sudah keluar dari dalam tahanan, karena mereka menggunakan jaminan untuk bisa terbebas dari hukum yang menjerat mereka. Walaupun kasus hukum mereka masih berjalan, mereka tentu langsung ingin membalas dendam kepada Vero saat itu juga.


Tentu Thomas yang paling ingin melakukannya. Dan dirinya sekali lagi menghasut para rekan yang melakukan hal buruk pada perusahaan Vero, untuk sekali lagi bekerja sama untuk menghancurkan Vero dan berniat merebut kembali aset miliknya.


Dengan mengumpulkan uang bersama, akhirnya mereka memutuskan untuk menyewa jasa sebuah kelompok pembunuh bayaran. Tentu awalnya mereka menganggap apa yang mereka lakukan akan sukses, namun sayangnya semuanya malah berantakan.


“Lalu, tunggu apa lagi. Apakah kalian ingin menunggu kematian kalian ditempat ini?” ucap salah satu dari mereka, yang memutuskan untuk beranjak dari sana, walaupun bisa dikatakan dirinya dalam kondisi yang tidak baik-baik saja saat ini.


Tentu mereka semua akhirnya juga ikut beranjak dari sana, dan lebih memilih untuk mengobati diri mereka terlebih dahulu, baru memikirkan rencana mereka selanjutnya. Apalagi, mereka harus dengan cepat menyelesaikan, perintah yang mereka terima kalau tidak ingin nyawa mereka melayang.


Orang-orang itu akhirnya mulai beranjak dari sebuah gudang tua tempat mereka berada, dan tempat mereka disiksa tadi. Hingga akhirnya, gudang tua itu mulai kembali sunyi, karena semua pihak yang sedari tadi berada di sana, sudah beranjak dari tempat tersebut.


Namun setelah keberadaan orang-orang itu menghilang, sebuah langkah kaki mulai terdengar dari dalam gudang tua tersebut. Suara itu, semakin jelas terdengar hingga akhirnya memunculkan sesosok pria berwajah datar saat ini menatap kesebuah area.

__ADS_1


“Hm... semua ini semakin menarik”


__ADS_2