Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menjadi Tidak Waras


__ADS_3

Seorang wanita saat ini terlihat sedang berperilaku seperti seorang tidak waras. Karena bisa dikatakan, dirinya mulai menertawakan sesuatu yang dirinya tidak menyangka akan terjadi pada kehidupannya, dikarenakan dirinya baru mendengar dengan jelas penjelasan tentang status dari suaminya sendiri.


Bahkan dirinya tidak tahu harus berperilaku seperti apa setelah mengetahui sepenuhnya tentang apa yang terjadi. Apalagi yang paling terpenting, perilaku seperti apa yang harus dirinya tunjukan kepada suaminya, yang bisa dikatakan status mereka bisa dikatakan sangat amat jauh berbeda.


Pada awalnya, dirinya takut bahwa suaminya akan terganggu dengan perbedaan status mereka yang terpaut jauh. Namun keadaannya seakan berbalik kepada dirinya saat ini, karena dirinya malah sangat takut, bahwa statusnya saat ini sangat tidak layak bagi suaminya.


Maka dari itu, perilakunya yang seperti seorang yang kehilangan kewarasannya mulai dirinya tunjukan, karena dirinya tidak tahu harus berekspresi seperti apa untuk menyikapi semua keadaan dirinya yang mulai berbalik sepenuhnya.


“Hahahaha.... ternyata aku menikahi seorang yang aku kira seorang pengemis, namun ternyata dirinya seorang Raja...” ucap Vero yang mulai berdiri dari tempatnya duduk dan masih menertawakan nasibnya yang dirinya anggap lucu tersebut.


Vero tentu saja langsung merasa mentalnya sedikit terganggu dengan semua fakta yang dirinya dengar tadi. Orang terkaya, Raja, Pemimpin sebenarnya dari Perusahaan yang sangat besar dan sebagainya, seakan semakin merusak mentalnya saat mendengarkan satu persatu kenyataan tersebut.


Siapa yang tidak terganggu mentalnya saat mendengarnya. Karena, pria yang selama ini dirinya pernah anggap remeh, ternyata statusnya sangat amat lebih tinggi dari dirinya, yang bisa dikatakan dirinya hanya seekor semut pada sepatu suaminya yang terlihat sangat amat mahal.


Disisi lain, Zen dan Alfred hanya tersenyum saja melihat tingkah dari wanita yang baru mendengar kenyataan status dari Zen itu. Karena bisa dilihat dirinya masih berusaha mencerna semua informasi yang dirinya dapatkan tentang status sebenarnya dari Zen.


Apalagi, bisa dikatakan belumlah semua hal tentang diri Zen dirinya ketahui sepenuhnya. Karena bisa dikatakan, disaat dirinya memang benar-benar mengetahui semuanya secara langsung, dipastikan Vero benar-benar akan mengalami kelainan mental saat itu juga.


“Hahahaha... aku ternyata menikah dengan sosok orang terkaya di dunia ini dan pria dibalik Darkness Company yang terkenal tidak pernah muncul di manapun, dan aku malah pernah mempekerjakannya sebagai Bodyguard pribadiku?” ucap Vero kembali, yang masih berusaha menerima keadaannya sambil menertawakan dirinya.


Tentu siapa yang menyangka bahwa sosok dari Suaminya yang kerjanya hanya bermalasan, merupakan sosok yang sedang berbaur dengan kehidupan orang awam, dan menyembunyikan identitasnya yang merupakan seorang yang sangat amat misterius di dunia ini.


Maka dari itu, Vero masih meyakinkan dirinya sendiri apakah semua yang dirinya alami saat ini, benar-benar merupakan sebuah kenyataan. Namun, semua hal sudah dirinya lakukan, tetapi tetap saja semua hal yang dirinya alami sedari tadi merupakan sebuah kenyataan.


“Dan juga... dirinya merupakan Raja Kerajaan Gizeweith yang selama ini tidak menunjukan rupanya pada khalayak umum?” ucap Vero kembali, yang satu persatu menyebutkan kenyataan tentang identitas Zen, yang baru saja dirinya ketahui tadi.


Semua kenyataan itu, perlahan mulai dicerna oleh Vero saat ini. Karena bisa dikatakan sosok yang selama ini dirinya tidak pernah bayangkan dan mungkin dirinya tidak anggap statusnya pada awalnya, sagat berbanding terbalik dengan kenyataan yang baru saja dirinya dengar.


Semua hal yang dirinya tidak pernah bayangkan, bahwa dirinya menikahi sosok yang sangat amat besar sama sekali tidak pernah dirinya bayangkan. Bahkan sebelum dirinya menikah dengan Zen, Vero bahkan tidak pernah berfikir sedikitpun akan menikahi sosok yang statusnya terpaut jauh dari dirinya.

__ADS_1


Jadi, semua kenyataan yang baru saja dirinya dengar dan sudah dirinya pastikan merupakan sebuah kebenaran, merupakan sesuatu yang sangat amat mengejutkan bagi Vero. Hingga akhirnya, Zen yang sedari tadi melihat perilaku Istrinya itu, mulai kembali menenangkan sosoknya yang masih sangat terkejut itu.


“Benar. Apa yang kamu katakan itu, semuanya bisa dikatakan benar. Tetapi ada satu fakta yang belum kamu katakan, Vero” ucap Zen yang mulai merangkul pinggul Istrinya itu untuk mengajaknya duduk kembali pada tempatnya.


“Apa? Apakah masih ada fakta yang belum kamu katakan?” tanya Vero yang mulai mempersiapkan mentalnya untuk menerima sebuah informasi baru tentang suaminya.


“Memang masihlah ada. Namun fakta yang lebih penting dari itu semua, kamu merupakan Istriku” ucap Zen yang saat ini mulai mengelus lembut pipi dari Istrinya yang terlihat menggemaskan itu.


Mendengar kembali perkataan Zen, akhirnya membuat Vero mulai tersadar. Bahwa inilah yang saat ini terjadi kepada dirinya. Yang dimana rona merah pada wajahnya karena mendengar perkataan suaminya itu, menjadi bukti bahwa saat ini semua kenyataan yang dirinya dengar merupakan sebuah kebenaran.


Sentuhan lembut pada pipinya, saat ini seakan mulai menenangkan dirinya agar dirinya bisa menerima kenyataan tersebut. Bahkan dengan sentuhan itu, Vero bisa merasakan bahwa suaminya berusaha untuk mengungkapkan perasaannya yang tulus, dan tidak perlu memikirkan berbagai hal yang dirinya cemaskan pada pemikirannya itu.


Karena Vero sangatlah takut, dengan perbedaan status mereka itu, membuat dirinya seakan tidak layak dengan sosok yang sudah dirinya cintai itu sepenuh hati. Namun, perasaan cinta yang dirinya rasakan itu bukanlah sesuatu yang harus dirinya risau kan, karena yang terpenting Zen mengakui perasaannya itu.


Namun masalahnya, apakah dirinya mampu menahan perasaan cinta mereka, dari berbagai pihak yang Vero risau kan tidak akan setuju dengan hubungan mereka. Karena bisa dikatakan, sosok Zen yang statusnya sangat amat tinggi itu, tentu saja harus memiliki pendamping yang layak untuk sosok seperti dirinya.


“Tetapi, apakah aku akan benar-benar layak menjadi Istrimu, Zen?” tanya Vero yang masih meragu, dengan kenyataan tersebut. Karena walaupun cintanya dengan erat digenggam oleh Zen, tetapi dirinya takut bahwa beberapa pihak mencoba melepaskannya.


“Tapi saya merasa bukanlah siapa-siapa dimata kalian, Tuan Alfred. Maka dari itu saya sangat takut saat ini” ucapnya dengan jujur, karena dirinya lebih takut kehilangan sosok Zen yang menganggap dirinya tidak pantas untuk mendampinginya.


“Dimata kami?” Ucap Alfred yang mengulang perkataannya itu. “Dimata kami, anda merupakan Istri yang sangat dicintai oleh Tuan kami, Nyonya Vero. Jadi anda tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak perlu seperti itu” balas Alfred yang mencoba meyakinkan Vero saat ini.


Inilah yang sebenarnya sedang dicari oleh Alfred selama ini. Sesosok yang memang mencoba merasa pantas untuk bersanding dengan Tuannya. Bukanlah sesosok yang memang berusaha menyamakan kedudukannya dengan Tuannya.


Karena selama ini, seluruh Istri dari Zen akan menganggap mereka sangat amat layak untuk menjadi Istri dari Zen, sehingga mereka mati-matian menggunakan berbagai cara agar mereka menjadi nomor satu dari penyandang statusnya.


Maka dari itu, tidak heran kekacauan yang terjadi dari beberapa pihak yang menggunakan status yang diperebutkan itu, sangat meresahkan beberapa pihak dan semua pihak yang pernah mengalaminya tidak ingin semua itu terjadi kembali.


“Tapi sepertinya semua perkataan dirimu tadi menyinggung diriku, Vero” ucap Zen secara tiba-tiba, dan membuat Vero langsung terkejut dibuatnya.

__ADS_1


“A-A-apa, yang a-aku lakukan sehingga menyinggung dirimu, Z-Zen?” tanya Vero yang merasa takut dengan ucapan suaminya.


“Karena kamu sepertinya tidak mempercayai cintaku kepadamu” balas Zen yang langsung membuat Vero menggelengkan kepalanya dan langsung memeluk suaminya dengan sangat erat.


“Bukan maksudku seperti itu, Zen. Aku sangat mencintaimu, dan aku sangat percaya dengan cintamu itu kepadaku. Jadi jangan pernah berkata seperti itu.” ucap Vero yang berusaha menyelesaikan kesalahpahaman dari suaminya itu.


Namun, belaian lembut pada kepalanya langsung membuat Vero mulai tenang. Bahkan Zen mulai meraih pundak dari Vero dengan kedua tangannya dan mulai menjauhkan tubuhnya dari pelukan yang sedang Vero lakukan kepada Zen.


“Lalu, kamu cukup percaya saja dengan cintaku itu, dan tidak usah memikirkan sesuatu yang lain” balas Zen sambil menunjukan senyum menawannya kepada sosok Vero yang mendengar dengan seksama perkataannya itu.


Perkataan Zen itu, seakan membuat Vero saat ini mulai menghilangkan semua keraguannya dengan hubungan yang dirinya jalani kepada Zen. Karena menurutnya, perkataan Zen merupakan sebuah kebenaran yang harusnya dirinya jaga dan pertahankan.


Tentu rasa cinta yang beberapa hari ini sudah ditunjukan oleh pria itu kepada dirinya, sudah cukup membuktikan bahwa dirinya sangat layak menjadi sosok yang saat ini sangat dicintai oleh Zen. Jadi, keraguan yang dirinya rasakan seharusnya tidak perlu dirinya takutkan.


“Terima kasih, Zen. Aku pasti akan mempercayai cinta kita” ucap Vero yang akhirnya menerima sepenuhnya kenyataan tentang suaminya itu.


Tentu adegan yang sangat hangat itu menjadi tontonan yang sangat membahagiakan bagi Alfred. Maka dari itu, dirinya sama sekali tidak menganggu kebersamaan mereka itu dan membiarkan mereka menikmati momen itu berdua.


Yang terpenting bagi dirinya, hubungan antara tuannya dan Istrinya akan semakin harmonis dan mereka akan selalu bahagia menjalani kehidupan keluarga mereka. Jadi, Alfred merasa sudah sangat bahagia melihat semua itu dihadapannya secara langsung.


“Lalu, apa jawabanmu tentang permintaan Alfred tadi?” tanya Zen yang saat ini mulai merangkul Istrinya untuk duduk berdekatan dengan dirinya.


“Tunggu, kamu bilang Tuan Alfred akan mengajak diriku bertemu keluargamu bukan?” ucap Vero yang perkataannya langsung mendapat anggukan dari Zen.


“Berarti, keluargamu merupakan Raja dan Bangsawan ternama pada Kerajaan Vatikan, bukan?” tanya Vero sekali lagi yang ingin memastikan kembali pengetahuan yang dirinya punya.


Bukan rahasia umum jika hubungan keluarga kerajaan Vatikan dan Kerajaan Gizeweith, kerajaan milik Zen bisa dikatakan masih terikat persaudaraan. Hanya perbedaannya, hampir seluruh pihak dimuka bumi ini, tidak mengenal sosok saudara dari para keluarga bangsawan Vatikan itu.


Jadi, sangat wajar jika Vero langsung menebak dengan perkataan yang dirinya lontarkan itu. Karena seperti yang diketahui, dunia akan mengenal bahwa sosok Zen mempunyai garis persaudaraan dengan seluruh bangsawan Vatikan yang merupakan para adik sepupunya.

__ADS_1


“Benar, mereka semua adikku”


__ADS_2