Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Warisan


__ADS_3

Sesuatu yang selama ini dicari oleh Zen setelah dirinya bangun dari tidur panjangnya, akhirnya berhasil dirinya temukan. Sesuatu yang memang menjadi harapan bagi dirinya dan adik-adiknya sudah berada didepan matanya saat ini dan tinggal dirinya ambil karena hal itu memang diwariskan kepada dirinya.


Sesuai prediksi yang sudah diperkirakan oleh Zen, saat ini sesuatu itu sedang dibawa oleh seorang Elf yang notabennya merupakan mantan kekasih adiknya, atau bisa dikatakan mantan cinta bertepuk sebelah tangan dari adiknya yang saat ini membawa sesuatu tersebut dengan aman pada dirinya hingga saat ini.


Namun masalahnya, Zen memang berhasil menemukan sesuatu yang seharusnya di wariskan kepada dirinya, tetapi sesuatu yang berhasil dirinya temukan itu berada pada tempat yang tidak seharusnya berada, yaitu di dalam sebuah rahim dari wanita yang saat ini membawanya.


"Lalu, apakah kalian sengaja menaruhnya didalam Rahim?" tanya Zen kepada Axillia yang saat ini mulai menjelaskan tentang mengapa sesuatu yang dicari Zen itu ada di rahimnya.


"B-benar Tuan Sloth. M-masalahnya seluruh aura dari adik-adik anda yang menjadi inang kehidupan mereka, harus berada ditempat dari sebuah awal terbentuknya kehidupan, untuk menjaga keberadaan mereka." Balas Axillia yang menjelaskan tentang mengapa sesuatu itu ada didalam rahimnya.


Beberapa hal yang memang diwariskan oleh adik-adik Zen kepada dirinya selain sebuah harta. Salah satunya adalah aura kehidupan dari adik-adiknya yang merupakan jumlah dari 30% dari kehidupan mereka dan sifat negatif mereka yang akan digunakan oleh Zen untuk membangkitkan mereka kembali di dunia ini.


Bisa dilihat sendiri akibat yang disebabkan oleh penyakit bagi para Deadly Sins yang bisa disebut sebagai The Trap Of Darkness yang dialami oleh Zen. Untung saja pada saat itu Zen merupakan pihak yang paling mudah menghadapi penyakit tersebut karena sifatnya memang tidak terlalu menyusahkan banyak pihak.


Namun berbeda dengan adik-adiknya yang mengalami hal tersebut. Bisa dipastikan mereka akan menghancurkan dunia ini jika mereka terkena penyakit khusus dari Deadly Sin tersebut, karena sifat mereka yang bisa dikatakan lebih buruk dari sifat negatif dari Zen yang bisa dikatakan hanya harus bermalasan saja untuk menghadapinya.


Maka dari itu Zen dan seluruh adiknya mencoba mencari cara agar mereka tidak melewati siklus yang sangat aneh itu dan malah menghancurkan dunia ini. Apalagi tugas mereka di dunia ini bukan untuk menghancurkan dunia yang sudah susah payah diciptakan oleh Ayah mereka.


Dan begitulah bagaimana mereka menemukan cara agar penyakit itu tidak menggerogoti mereka, dan dimasa depan mereka bisa hidup dengan tentram tanpa harus khawatir lagi penyakit itu akan menghantui mereka kembali dan menjadi ancaman bagi kehidupan dunia ini.


Namun rencana itu membutuhkan pengorbanan yang besar. Karena dipastikan kehidupan baru yang akan mereka ciptakan itu akan membuat mereka mengulang kehidupan mereka dengan wadah yang baru. Bahkan ada resiko besar yang harus mereka tanggung saat melakukan hal tersebut.


Zen dan seluruh adiknya, baik itu adik kandung dan sepupu merupakan entitas yang diciptakan untuk menyeimbangkan kehidupan di seluruh semesta ini. Masalahnya, jika seluruh adiknya mati maka ada ketidak seimbangan dalam wujud peradaban pada seluruh semesta yang harus mereka seimbangkan.

__ADS_1


Apalagi musuh besar yang memang membutuhkan ketidakseimbangan untuk menghancurkan dunia ini, memang mengharapkan hal itu terjadi. Maka dari itu, Zen dan adik-adik kandungnya sangat kebingungan dengan opsi pilihan yang harus mereka lakukan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.


Dan juga, jika memang mereka berhasil melakukannya, bisa dipastikan mereka juga tidak akan sekuat keberadaan asli mereka dan pengorbanan paling besar yang harus mereka ambil adalah mereka harus siap kehilangan seluruh jiwa mereka sepenuhnya saat proses itu berlangsung.


"Lalu, apakah Pride memberitahu dirimu cara membangkitkan keberadaan mereka?" tanya Zen kepada Axillia kembali, karena memang Zen bisa dikatakan tidak ikut dalam ke lanjutan diskusi tentang rencana mereka itu, karena situasi yang dirinya alami pada saat itu yang mengharuskan dirinya harus mengalami tidur panjang.


Memang Zen sudah mengetahui sebagian besar dari rencana yang dirinya dan adik-adiknya lakukan. Namun dirinya tidak sampai mengetahui hingga tahap detail tentang bagaimana mereka akan bisa untuk dibangkitkan kembali, hingga saat ini yang dirinya tahu adalah seluruh inang kehidupan adik-adiknya berada didalam rahim dari Axillia.


Tetapi disaat Zen bertanya seperti itu kepada Axillia, wanita itu seakan langsung menunduk dan tidak segera menjawab perkataan dari Zen. Maka dari itu, Zen kebingungan dengan sikapnya itu, hingga saat ini bisa terlihat dengan jelas kulit putih dari telinganya yang panjang miliknya itu entah mengapa mulai memerah.


"A-Anda harus membuahinya, Tuan" dan begitulah gumaman pelan dari Axillia yang memang langsung mengejutkan semua pihak yang berada ditempat tersebut setelah gumaman itu menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepada dirinya oleh Zen.


Siapa yang tidak terkejut mendengar kenyataan tersebut, yang dimana Zen sepertinya dengan terpaksa harus menghamili seorang wanita untuk membuat keberadaan adik-adiknya bisa hidup kembali ke dunia ini, yang memang kabar tersebut bisa dikatakan sangat amat mengejutkan bagi diri Zen sendiri.


"Cih... jadi ini rencana kalian semua?" ucap Zen yang masih tercengang dan saat ini mulai mengutuk tingkah adik-adiknya tersebut.


Disisi lain, Ha Rin dan wanita yang memang adalah adik ipar dari Zen hanya diam saja mendengar percakapan yang dilakukan kedua orang tersebut. Apalagi mereka juga tercengang mendengarnya karena saat ini kedua orang itu mulai mendiskusikan permasalahan yang bisa dibilang sangat sensitif untuk dibicarakan dimuka umum.


Bahkan wanita yang dirawat oleh Axillia selama ini juga baru mengetahui itu semua. Padahal, pada awalanya dirinya sempat memiliki salah satu benih tersebut didalam rahimnya, sebelum Axillia memindahkan benih tersebut kedalam rahimnya dan menyebabkan kondisinya menjadi memburuk atas kejadian tersebut.


"Lalu, apakah kalian tidak memikirkan bahwa dirimu merupakan Elf?" tanya Zen kembali dan membuat dirinya tak habis pikir bahwa saat ini rencana mereka itu bisa saja gagal.


"T-Tentu saja kami mengetahui Tuan Sloth. Maka dari itu, Pride mengusulkan bahwa aku yang akan membawa energi kehidupan adik-adik anda dan mewariskan kepada anda" ucap Axillia.

__ADS_1


Dan sekali lagi, pernyataan wanita itu kembali membuat Zen tercengang karena dirinya tidak habis pikir dengan jalan pikiran adik-adiknya, karena mereka sudah mengambil keputusan seperti itu untuk dapat menghidupkan kembali entitas mereka di muka semesta ini.


"Aku tahu tubuh Elf bisa menahan aura kegelapan dari aura adik-adikku, jika nantinya akan bocor jika memang aku nanti akan menghamili dirimu. Namun apakah kalian pernah berfikir bahwa Elf hanya bisa hamil jika dirinya melakukan hubungan seksual bersama orang yang dirinya cintai?" ucap Zen kembali yang mengungkapkan sebuah fakta baru atas kejadian tersebut.


Seperti yang diketahui kehidupan cinta Elf sangatlah rumit, termasuk permalasahan tentang keturunan mereka. Elf dipastikan tidak akan mempunyai keturunan jika mereka menikah dengan pihak yang tidak mereka cintai sosoknya. Maka dari itu, bisa dikatakan rencana yang sudah dibuat oleh adik-adiknya itu gagal total saat ini.


Walaupun Zen bersedia membuahi sesuatu yang dititipkan oleh adik-adiknya didalam rahim dari Axillia. Tetapi jika Elf itu tidak mencintai Zen dengan sangat tulus, bisa dikatakan hal itu akan sangat percuma. Apalagi bisa dikatakan Elf sangat susah untuk jatuh cinta kepada seorang pihak.


"Kami tahu. Maka dari itu, Pride yang me-memilihku" hingga Axillia akhirnya mencabut sebuah cincin yang menjadi artefak yang menyembunyikan sesuatu dari dirinya dan menunjukkan sesuatu kepada Zen.


Dengan terlepasnya cincin tersebut bisa dikatakan mata dari Zen mulai membulat sepenuhnya karena dirinya sangat amat terkejut merasakan apa yang sedang dirinya rasakan dan saat ini keluar dari dalam tubuh dari wanita Elf itu.


Tentu Zen sama sekali tidak menyangka bahwa semua hal yang mereka ributkan itu akan membawanya menuju situasi seperti itu. Apalagi sesuatu yang dirinya keluarkan tersebut, bisa dipastikan dapat membuat rencana yang sudah disiapkan oleh adik-adiknya akan berhasil nantinya.


Adik Iparnya dan Ha Rin juga mulai kebingungan melihat tingkah mereka berdua, yang dimana Zen saat ini mulai bungkam sambil menunjukkan ekspresi yang sangat amat terkejut dan Axillia yang terlihat semakin malu atas perbuatannya bahkan saat ini wajahnya mulai merona sepenuhnya.


Bisa dilihat wajah Elf yang kulitnya berwarna putih mulus tersebut, tiba-tiba saja mulai berubah sepenuhnya menjadi merah merona. Bahkan dengan menunjukan reaksinya yang seperti itu, bisa dikatakan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi kepada wanita Elf itu.


Apalagi atas apa yang baru saja Axillia lakukan tadi, bisa dikatakan yang membuat dirinya berperilaku seperti itu. Bahkan saat ini Elf itu seakan tidak sanggup untuk menatap sosok pria yang masih terkejut melihat kenyataan yang abru saja dirinya tunjukan itu, karena memang dirinya benar-benar malu disaat melakukannya.


Zen juga kebingungan saat melihat dan merasakan aura dari wanita tersebut. Karena dirinya tidak menyangka bahwa wanita itu mempunyai sesuatu yang memang dikeluarkan oleh beberapa wanita yang saat ini dekat dengan dirinya, termasuk salah satunya Ha Rin yang baru-baru ini mengeluarkan aura tersebut terhadap Zen.


Maka dari itu wajar saja jika wanita Elf itu bersikap dan terlihat sangat malu, karena apa yang dirinya lakukan itu seakan membuat dirinya sedang mengungkapkan perasaanya secara langsung kepada sosok yang sangat dirinya cintai di dunia ini, sehingga saat ini dirinya merasa sangat amat malu dengan semua kejadian yang sudah terjadi itu.

__ADS_1


"T-Tapi bagaimana kamu bisa mempunyai sebuah perasaan kepadaku, sedangkan ini pertemuan pertama kita?"


__ADS_2