Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Penikaman


__ADS_3

Zen memang bisa merasakan aura orang yang ingin melukainya. Namun karena banyaknya orang yang mengerumuni dirinya sedari tadi, membuat dirinya terlambat untuk menghalau sebuah bilah tajam pisau, yang saat ini sudah menusuk ulu hatinya.


Memang jika dirinya menggunakan kekuatannya, mungkin pisau itu tidak akan sampai menusuk dirinya. Namun hal itu tentu akan dilihat oleh beberapa orang bahkan ribuan karena dipastikan apa yang dirinya lakukan, akan terekam oleh kamera yang dibawa oleh orang-orang yang dirinya coba halau sedari tadi.


“Apakah anda tidak apa-apa, Tuan Zen?” tanya seorang petugas keamanan, yang mengkhawatirkan keadaan Zen, setelah kejadian naas itu sudah terjadi kepadanya.


Vero juga langsung keluar dari dalam mobilnya, saat dirinya melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Zen tertusuk oleh sebuah pisau tadi. Tentu dirinya langsung menghampiri pria itu saat ini karena dirinya sangat mengkhawatirkannya.


Bahkan dirinya tidak memperdulikan beberapa wartawan yang masih mengerumuni tempat tersebut, dan menghampiri keberadaan Zen yang terlihat sudah ditusuk oleh seseorang, menggunakan sebuah senjata tajam berjenis pisau.


“Ayo Zen. Cepat kembali ke mobil, biar aku bawa dirimu menuju rumah sakit” teriak Vero, yang mulai mendekati Zen, yang dimana sebuah pisau masih menancap tepat di bagian area perutnya.


Kerumunan yang sebelumnya ingin mewawancarai Vero dan meminta tanggapannya, saat ini mulai menghentikan rencana mereka setelah melihat kejadian yang mengenaskan tersebut. Namun satu hal pasti yang akan mereka lakukan saat ini, yaitu mengambil gambar dari kejadian itu.


Apalagi berita tentang seseorang yang menusuk pengawal dari seorang Veronica Safira saat ini, pasti akan menjadi berita yang hit saat itu juga, melebihi pernyataan yang harus mereka kejar dari Vero untuk tanggapannya tentang tuduhan yang sedang dituduhkan kearahnya.


“Apa yang kamu tunggu, cepat bantu dirinya masuk kedalam mobilku!” teriak Vero, kepada petugas keamanan kantornya, untuk membantu Zen masuk kedalam kendaraannya.


Zen yang tertusuk sebuah pisau saat ini malah hanya tenang ditempatnya saja, karena dirinya sedang memperhatikan pria yang sudah melarikan diri saat melakukan aksinya tadi. Bahkan dirinya tidak menghiraukan beberapa orang yang terlihat panik saat ini melihat keadaannya.


Tentu setelah dirinya mendapatkan sebuah tusukan, Zen langsung menanamkan aura pelacak kepada pria yang menusuk dirinya tadi, agar dirinya bisa mengetahui kemana pria itu kabur dan akan membalaskan perbuatan yang dirinya lakukan kepada Zen nanti.


"Ayo, Zen." ucap Vero kemudian, yang mulai meraih tangan dari Zen untuk mengajaknya beranjak dari sana.


Namun, Vero yang sudah menggenggam tangan Zen dan ingin mengajaknya pergi dari sana, harus membatalkan niatnya. Karena memang setelah memastikan aura pelacak yang diberikan oleh Zen sudah tertanam kepada orang yang menusuknya tadi, Zen akhirnya langsung menggenggam gagang pisau yang menusuknya dan mencabutnya secara langsung.


Tentu tindakannya itu langsung membuat terkejut seluruh orang yang berada di sana. Apalagi Vero juga mulai kembali panik melihat suami bayarannya itu melakukan hal tersebut. Karena memang dirinya takut bahwa darah yang diakibatkan tusukan yang diterima Zen, akan merembes keluar dari tubuhnya.


“M-Mengapa kamu mencabutnya, Zen?” tanya Vero panik, karena dirinya takut Zen akan kehabisan darah nanti.


Namun yang tidak mereka sadari saat Zen mencabut pisau yang menusuk dirinya. Saat ini tidak ada bekas darah apapun dari aksi penusukan tersebut, baik pada bilah pisau yang menusuk Zen yang sudah dicabutnya, maupun dari tubuhnya saat ini.


“Cepat, kita harus pergi dari kerumunan ini terlebih dahulu” Kata Zen, yang mulai balik menarik tangan Vero dan mengajaknya masuk kedalam perusahaannya.

__ADS_1


Vero tentu bingung dengan keadaan yang mulai berbalik saat ini. Apalagi Zen sudah kembali menjalankan tugasnya untuk menghalau para wartawan dan tidak memperdulikan luka yang dirinya terima saat mengalami tindakan penusukan kepada dirinya tadi.


Tentu dengan menghalau kerumunan yang masih berkumpul di sana, Zen yang kembali dibantu oleh para petugas keamanan perusahaan milik Vero, akhirnya berhasil menembus mereka dan mulai masuk kedalam perusahaan milik Vero dengan selamat, setelah keluar dari kerumunan para wartawan yang mengerumuni mereka tadi.


"Apa yang kamu lakukan, Zen? Bukankah kamu harus ke rumah sak-"


“Apakah kamu tidak apa-apa, Zen!” namun belumlah Vero menyelesaikan kalimatnya, ada satu orang lagi yang sedang panik dan langsung menghampiri Zen.


Kelly bisa dikatakan melihat kejadian yang dialami Zen sengat sangat jelas. Maka dari itu dirinya langsung merasa panik dan berniat untuk langsung menemui Zen dan ingin melihat kondisinya. Bahkan dirinya sudah menelfon berbagai pihak, karena dirinya sangat takut terjadi sesuatu kepada Zen.


Kelly memang sedari tadi berada dilantai atas dari gedung perusahaan milik Vero. Jadi dirinya bisa melihat dengan jelas tentang apa yang terjadi di pintu masuk perusahaan mereka, saat beberapa rombongan wartawan menghalangi mobil dari sahabatnya.


Tentu kejadian yang dimana Zen ditusuk oleh seseorang, juga tidak luput dari pandangannya yang sangat jelas melihatnya dari tempatnya berada. Bahkan dirinya langsung merasa shock dan langsung bergegas untuk berlari turun dari tempatnya berada saat itu.


“Hahh... tenanglah” ucap Zen, yang mulai merogoh kantong jasnya dan mengeluarkan sebuah buku kecil dari dalamnya.


Sebuah buku kecil atau bisa dikatakan note book, pada bagian tengahnya bisa terlihat bekas tusukan yang menembusnya. Saat ini Zen mulai mengeluarkan benda tersebut dari kantongnya dan menyerahkannya kepada Vero, yang sedari tadi panik dengan kejadian yang sudah terjadi terhadap Zen.


“Sepertinya buku itu menyelamatkan diriku” ucap Zen kemudian, setelah menyerahkan buku tersebut kepada Vero.


Namun tidak untuk Kelly yang masih berada ditempat tersebut. Karena dirinya langsung mendekat kearah Zen dan langsung melepaskan jas yang dikenakannya. Setelah dirinya melakukan hal itu, tentu saja dirinya langsung menyingkap kemeja putih dari Zen untuk melihat bagian perutnya.


Dengan pemandangan perut yang berotot dari Zen yang menyambut pandangan dari Kelly, saat ini wanita itu sedang mencari sebuah bekas luka yang terdapat pada permukaan kulitnya. Namun dirinya langsung bernafas lega saat dirinya tidak berhasil menemukannya.


“Sudah merasa puas?” tanya Zen kemudian, yang cukup terkejut dengan perilaku dari Kelly saat ini dan mulai merapikan kembali pakaiannya.


Tentu Kelly langsung menyadari tindakannya itu. Bahkan Vero sendiri juga cukup terkejut dengan perilaku dari sahabatnya itu. Tentu siapa yang menyangka bahwa orang yang paling panik saat ini adalah Kelly. Bahkan Vero sendiri tidak terlihat sepanik itu dengan kejadian yang dialami oleh Zen.


Bahkan ini pertama kalinya Vero melihat Kelly sepanik itu. Karena memang, Kelly dikenal dengan kepribadiannya yang tenang, dan tidak gegabah mengambil keputusan. Namun tindakannya tadi, membuat Vero cukup terkejut melihatnya.


“A-Aku hanya memastikan bahwa benar kamu tidak tertusuk, Zen” ucap Kelly yang langsung buru-buru menjelaskan tindakannya.


Dirinya tentu saja juga bingung dengan tingkah lakunya tersebut. Memang benar dirinya menyukai Zen, namun dirinya tidak menyangka tindakan yang dirinya lakukan secara spontan itu, akan membuatnya berperilaku seperti bukan perilaku yang sering dirinya lakukan selama ini.

__ADS_1


“Sudahlah, yang penting aku tidak apa-apa” ucap Zen kemudian, yang sudah selesai merapikan kembali pakaiannya.


Memang saat ini mereka juga sedang dikerumuni oleh beberapa pihak yang merupakan pegawai dari perusahaan Vero. Tetapi setelah melihat Zen baik-baik saja, akhirnya mereka perlahan membubarkan diri. Apalagi Vero, Kelly dan Zen juga mulai mulai beranjak dari sana.


Vero sebenarnya masih terbawa dengan kejadian yang dialami oleh Zen tadi, dan sedikit membuatnya ketakutan. Tentu perbuatan yang disaksikan oleh dirinya sendiri tadi, merupakan sebuah tindakan kriminal yang tidak diperkirakan oleh dirinya bisa terjadi.


Apalagi, hal tersebut mungkin terjadi akibat perbuatan dirinya sendiri. Apalagi dirinya terlalu menggunakan media untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi malah mencelakai orang yang sangat dekat dengan dirinya. Jadi, Vero sedikit mulai merisaukan hal tersebut saat ini.


“Kamu benar-benar sudah menghubungi polisi, Kel?” tanya Vero kemudian.


“Sudah, Ver. Mereka berkata, mereka sedang dalam perjalanan ke sini” ucap Kelly kemudian.


Sebenarnya Zen sudah menolak dengan tegas keikutsertaan polisi dalam masalah yang dialaminya. Karena memang dirinya sudah mencium aroma yang sangat merepotkan, jika polisi turun tangan dalam menyelidiki apa yang terjadi kepadanya.


Tetapi sepertinya salah satu wanita yang menyukainya, sudah terlebih dahulu menghubungi polisi untuk mengusut tuntas tentang apa yang terjadi tadi. Bahkan Zen cukup terkejut dengan tindakan cepat dari wanita tersebut, yang ternyata sudah melakukannya saat Zen baru saja mengalami sebuah tindakan penusukan yang dirinya alami tadi.


“Hahh... padahal aku ingin beristirahat, tetapi sepertinya kalian memanggil pihak yang sangat merepotkan” balas Zen kemudian.


“Kita harus mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut kepadamu, Zen. Karena aku ingin pelakunya segera ditindak, agar dirinya tidak melakukan tindakan itu kembali” ucap Vero kemudian.


“Ya... Ya... Ya... Kalau begitu, bangunkan diriku saat pihak kepolisian itu datang” ucap Zen kemudian, yang ingin mengistirahatkan tubuhnya saat ini.


Namun belum juga dirinya mendaratkan tubuhnya pada sebuah sofa dari ruangan Vero untuk beristirahat, Kelly mendapatkan kabar bahwa polisi yang dihubunginya sudah tiba dan saat ini sudah berada di lobby dari perusahaan milik Vero.


Tentu Kelly langsung keluar dari ruangan Vero dan langsung bergegas menjemput pihak kepolisian yang sudah tiba itu, untuk menuntun mereka ketempat ini, agar dengan segera mengusut permasalahan yang terjadi kepada Zen agar cepat terselesaikan.


“Cih... setidaknya berikan aku waktu beristirahat” ucap Zen kesal, karena sekali lagi kegiatannya mulai terganggu.


“Sudahlah Zen. Ini untuk kebaikan dirimu” balas Vero kemudian.


Suara beberapa langkah kaki mulai terdengar mendekati ruangan dimana Zen berada. Dari langkahnya, bisa dikatakan beberapa orang akan mendatangi ruangan tersebut. Dan prediksi itu bisa dikatakan benar, karena beberapa pihak yang dituntun oleh Kelly sudah dipersilahkan masuk menuju ruangan tempat Zen berada.


Beberapa pihak yang dituntun oleh Kelly saat ini mulai memasuki ruangan tersebut. Bahkan Zen sempat menghela nafasnya setelah melihat pihak yang saat ini datang bersama Kelly tadi, karena dirinya mengenal salah satu dari mereka.

__ADS_1


“Selamat Pagi. Perkenalkan, nama saya Santi Wijaya, kepala kepolisian kota Marlet”


__ADS_2