
Langit malam yang dipenuhi dengan bintang-bintang saat ini sudah terlihat pada sebuah wilayah yang akan memulai sebuah konflik. Pemandangan malam yang indah tersebut, bisa dikatakan sama sekali tidak mencerminkan situasi yang terjadi pada wilayah tersebut.
Namun yang tidak disadari oleh beberapa pihak, bisa terlihat pada langit malam yang dipenuhi dengan bintang-bintang tersebut, bisa terlihat bayangan dua buah sosok yang seakan sedang terbang menjelajahinya. Tentu pihak awam akan tidak mampu memperhatikannya, karena memang bayangan tersebut bergerak dengan sangat cepat.
Dengan kecepatan terbang yang bisa dikatakan cukup cepat, saat ini bisa dipastikan tidak ada yang mampu untuk melihat keberadaan kedua sosok tersebut, hingga tiba-tiba saja pergerakan mereka yang sangat cepat itu mulai mendarat dengan mulus pada sebuah area.
Hembusan debu disaat mereka mendarat, membuat sosok mereka sempat tersamarkan, sebelum akhirnya debu-debu tersebut mulai menghilang sepenuhnya dan memunculkan sepasang pria dan wanita yang mulai memperhatikan keberadaan sekitar tempat mereka berada saat ini.
"Benar katamu, Sayang. Sekarang aku bisa merasakan sebuah aura pekat yang sangat mengintimidasi pada wilayah ini" ucap Freya yang memang bersama dengan sosok yang sudah dianggap sebagai kekasihnya itu, saat ini sedang menyelidiki sesuatu di wilayah ini.
"Ya... berarti kita sudah dekat" balas Zen yang saat ini langsung beranjak dari tempatnya kembali.
Setelah menerima panggilan dari Mikhael tadi, Zen langsung menyadari sesuatu tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi. Maka dari itu dirinya saat ini berada pada sebuah wilayah yang dirinya curigai sebagai lokasi pusat kekacauan yang dirinya perkirakan ada di wilayah ini.
Dengan langsung bergegas menuju lokasi yang dirinya curigai, bisa dikatakan apa yang dirinya perkirakan saat ini mulai benar. Karena aura kegelapan yang aneh saat ini sudah berhasil dirinya rasakan, dan bisa dipastikan merupakan aura yang menjadi akar mula dari sebuah kekacauan yang akan terjadi ditempat mereka berada saat ini.
Maka dari itu, dengan konsentrasi yang penuh, saat ini Zen yang bergerak dengan sangat amat cepat bersama Freya, terus saja mencari pusat dari aura yang dirinya rasakan tersebut agar dirinya bisa dengan cepat langsung membereskannya.
"Ya... memang biasanya kekacauan akan menjalar. Jadi, karena Korea Utara menuntut perang, dipastikan ada kekacauan ditempat ini." gumam Zen yang mulai menyebarkan auranya untuk terus menyelidiki seluruh tempat dari wilayah tempatnya berada saat ini.
Sebuah kekacauan bisa dikatakan akan bertumbuh menjadi berbagai kekacauan yang akan terjadi. Seperti saat ini, sepertinya kekacauan yang disebabkan oleh Loki, malah menjalar menjadi sebuah kekacauan perang yang akan terjadi sebentar lagi dan sudah dideklarasikan oleh sebuah pihak.
Maka dari itu, dengan sifatnya yang menjalar, membuat Zen mampu mengindentifikasi letak sebuah kekacauan utama yang disebabkan oleh Loki dan saat ini dirinya berhasil merasakannya. Tentu yang dirinya lakukan saat ini adalah tinggal menemukan lokasi dari dimana pihak yang akan memulai kekacauan yang disebabkan oleh dirinya.
Matanya yang berwarna hitam menyala itu, terus memperhatikan berbagai wilayah yang dilaluinya dengan sangat fokus. Apalagi aura yang dirinya rasakan itu semakin bisa dirinya rasakan dengan sangat amat jelas, hingga matanya yang berwarna hitam itu langsung menatap kesebuah arah dengan sangat amat lekat.
__ADS_1
"Aku menemukannya" ucap Zen yang langsung melesat dengan cepat menuju kearah tempat yang dirinya perkirakan sebagai lokasi dari Loki berada.
Freya juga mulai mengikuti sosok Zen yang sudah melesat terlebih dahulu. Hingga akhirnya sebuah aura yang mengintimidasi yang sebelumnya dirasakan oleh Freya tadi semakin kental auranya, hingga sesuatu yang mengejutkan saat ini mulai menyambut keberadaan mereka pada sebuah tempat.
Tubuh Freya bisa dikatakan mulai merasa terintimidasi saat ini. Apalagi sosok bayangan yang sangat amat besar, saat ini mulai menyambut penglihatannya. Freya sama sekali tidak menyangka bahwa mahluk seperti itu sudah bangkit dan saat ini dirinya bersama Zen memutuskan untuk bersembunyi dan memperhatikan kejadian tersebut.
"Sial... kita sudah terlambat" ucap Zen yang saat ini menyaksikan dengan seksama kebangkitan dari sebuah pihak yang sosoknya sangat amat besar.
Giant, itulah yang saat ini sudah disaksikan kebangkitannya oleh Zen saat ini. Sebuah ras yang punah dan bisa dikatakan sebagai ras yang menjadi musuh kaum Dewa Nordik sebelum akhirnya punah sepenuhnya. Dan saat ini, Zen dan Freya bisa menyaksikan sendiri kebangkitan ras yang sudah punah tersebut.
Walaupun kebangkitan mereka belum sempurna sepenuhnya, tetapi tetap saja jika saat ini mereka menghalangi proses kebangkitan tersebut bisa dipastikan mereka akan kalah telak, apalagi Zen belum melakukan persiapan apapun untuk melawan mereka saat ini.
"Tetapi, kenapa mereka sangat berbeda, Sayang? Setahuku Ras Giant tidak mengeluarkan aura sekuat ini" ucap Freya yang saat ini bisa merasakan perasaan intimidasi yang sangat besar dari sesuatu yang sedang dirinya saksikan tersebut.
Bahkan lima buah mahluk raksasa setinggi gedung 30 lantai yang sudah berhasil bangkit tersebut, bisa dikatakan kekuatannya setara dengan ratusan bahkan ribuan Ras Giant yang pernah Freya lawan pada masa peperangan yang sudah berlalu berjuta-juta tahun yang lalu itu.
Maka dari itu dirinya sangat kebingungan, mengapa saat ini Ras yang bangkit itu sangatlah berbeda, walaupun mereka bisa dipastikan oleh Freya merupakan Ras Giant yang memang menjadi musuh alami dari Faksi Dewa Nordik tempatnya berada.
"Wajar saja mereka sangat kuat, karena mereka merupakan sosok dari awal mula Ras Giant, atau bisa dikatakan leluhur dari Ras Giant" balas Zen yang berhasil mengidentifikasi sosok mereka, dan menjawab kebingungan dari Freya atas Ras Giant yang baru saja bangkit tersebut.
"Lalu, bagaimana cara melawan mereka, Sayang? Bahkan aku saja merasa tidak akan mampu melakukannya" ucap Freya karena dinilai dari perasaan menindas yang dikeluarkan oleh mereka, bisa dipastikan Freya akan langsung tewas jika melawan mahluk-mahluk tersebut.
"Cih... kekuatan yang aku miliki saat ini juga tidak akan mempu melawan mereka. Jadi, kita harus memikirkan berbagai rencana untuk melawan mereka saat ini." Ucap Zen yang berusaha untuk tetap tenang, untuk menghadapi situasi yang bisa dikatakan mulai gawat tersebut.
Tentu Zen sangat mampu melawan pihak yang saat ini sudah bangkit tersebut. Masalahnya kekuatan yang dirinya miliki dari hasil hubungan ikatannya dengan Vero dan berhasil memanen aura kebahagiaan dari beberapa wanita bisa dikatakan tidak akan cukup untuk melawan mereka semua.
__ADS_1
Maka dari itu, Zen harus membuat beberapa rencana terlebih dahulu sebelum dirinya akan mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya untuk mempu melawan para Ras yang baru bangkit tersebut. Apalagi, dirinya juga tidak akan secara asal mengeluarkan kekuatannya dan melakukan peperangan membabi buta.
Kekuatan sebenarnya dari Zen yang melawan sebuah Ras dengan kekuatan yang sangat besar, tentu akan berdampak pada wilayah yang akan menjadi tempat peperangan mereka. Maka dari itu, Zen tidak ingin membuat hancur wilayah ini jika memang dirinya akan berperang dengan mereka.
Tentu Zen sangat ingin mengehentikan kekacauan yang akan terjadi tersebut. Namun tetap saja, dirinya juga tidak ingin menyebabkan kekacauan itu menyebar dan menghancurkan sebuah wilayah. Jadi, Zen harus merencanakan dengan matang, semua tindakan mereka untuk melawan Ras Giant sebentar lagi.
"Kamu beritahukanlah seluruh Dewa yang saat ini mencari Loki, dan aku akan menghubungi adikku. Kita harus membuat kamuflase ilusi dan membangun pelindung Isolasi terlebih dahulu untuk melawan mereka" ucap Zen kepada Freya yang menjelaskan rencana mereka..
"Namun, hal itu belum cukup melawan mereka, sayang. Bukankah seluruh adikmu tidak akan ikut campur dalam pertarungan dan dirimu berkata bahwa kamu tidak mampu melawan mereka dengan kekuatanmu yang sekarang?" ucap Freya yang menganggap bahwa hal itu tidak akan mampu melawan kelima ras yang muncul tersebut.
Para Dewa bisa dipastikan tidak akan mampu melawan mereka. Tentu jika jumlah mereka hanya ada satu atau dua saja tentu mereka masih mempunyai kesempatan melawan mereka. Itupun bisa dipastikan mereka juga mengalami banyak sekali kerugian pada saat pertarungan tersebut.
Namun didepan mereka saat ini ada lima mahluk yang sangat amat kuat. Jadi, bisa dikatakan pihak Para Dewa tidak akan mampu mengalahkan mereka, karena seperti apa yang dikatakan Zen tadi mereka merupakan leluhur dari Ras Giant yang sangat amat kuat.
Dan juga Heavenly Sins bisa dipastikan tidak akan ikut dalam pertarungan tersebut. Karena bisa dikatakan mereka tidak boleh ikut campur sama sekali dengan jalannya sebuah nasib yang akan terjadi di dunia ini, walaupun hal tersebut disebabkan oleh sebuah kekacauan.
Tugas mereka hanya boleh mencegah, dan jika apa yang mereka cegah itu berhasil lolos, tentu saja pihak Heavenly Sins tidak akan mampu lagi ikut campur dalam menyelesaikan semua hal yang sudah terjadi. Maka dari itu, saat ini mereka hanya berharap saja kepada sosok Kakak mereka saat ini.
Jadi, Freya masih bingung bagaimana caranya Kekasihnya itu melawan semua hal yang saat ini berada dihadapan mereka. Apalagi Zen tadi berkata bahwa kekuatannya saat ini tidaklah cukup untuk melawan kelima mahluk raksasa yang sudah semakin sempurna kebangkitan mereka saat ini.
"Cih... kamu kira kekuatanku hanya sebatas dari apa yang aku tunjukkan selama ini. Bahkan aku selama ini tidak pernah mengeluarkan kekuatan asliku sama sekali" ucap Zen yang saat ini mulai merasa bersemangat untuk bertarung, jika semua persiapan pencegahan sudah dilakukan.
Selama ini Zen memang tidak pernah satu kali saja menggunakan kekuatan asli miliknya. Kekuatan yang selama ini dirinya gunakan memang berasal dari wanita yang selama ini dirinya panen kekuatannya, akibat dirinya menyenangkan mereka. Jadi ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakan kekuatannya yang sebenarnya.
"Jadi, cepatlah beritahu mereka. Agar kita bisa membuat pelindung dan membuat wilayah ini bisa tetap utuh dan tidak hancur atas peperangan yang akan terjadi nanti"
__ADS_1