
Seorang gadis kecil saat ini bermain dengan bahagia dengan seluruh keluarganya. Ibunya, Ayahnya, bahkan Neneknya saat ini menemani dirinya bermain. Tentu saja dirinya sangat bahagia bermain ditempat ini karena dirinya ditemani oleh orang-orang yang sangat disayangi olehnya.
Namun selang beberapa lama kemudian, adegan tersebut mulai tergantikan dengan sebuah adegan pemakaman, yang dimana gadis kecil itu sedang menangisi kepergian Ayah kandungnya untuk selamanya. Sedih memang, tetapi gadis kecil itu berusaha bersikap kuat.
Tetapi sepertinya kebahagiaan dirinya itu kembali muncul, setelah Ibunya kembali menikah dan Ayahnya yang baru itu memberikan kehangatan yang sama seperti Ayah kandungnya dulu. Walaupun pada adegan itu sang gadis sudah beranjak remaja, tetapi senyuman bahagia yang terukir diwajahnya sangat sama dengan senyum yang dulu pernah dirinya pancarkan.
“Aku menyayangi kalian berdua, Ayah... Ibu...” ucap Gadis remaja itu sambil memeluk kedua orang tuanya.
Gadis remaja itu lalu mulai menatap kedua orang tuanya, tetapi dirinya lebih bahagia melihat senyum hangat yang dikeluarkan oleh Ayahnya. Namun tiba-tiba saja layar kehangatan itu entah mengapa mulai berubah.
Suasana yang sebelumnya terang, saat ini menjadi sangat gelap. Gadis remaja yang ketakutan itu langsung mencari perlindungan kearah kedua orang tuanya. Namun naasnya, saat ini yang tersisa hanya Ayah tirinya saja yang berada di sana, dan dirinya tidak bisa menemukan keberadaan Ibunya.
Tentu gadis itu mencoba mencari perlindungan kepada Ayahnya. Namun saat dirinya menatap kembali wajah Ayahnya, senyumnya yang sebelumnya hangat saat ini sudah berubah menjadi senyum yang menyeramkan dan menunjukan sebuah mimik kelicikan.
“A-Ayah...” gumam gadis itu ketakutan melihat raut wajah ayahnya yang menyeramkan itu.
“Kembalilah Ayah... mengapa kamu seperti ini. L-Lalu dimana Ibu.... Ibuuuu....” teriak gadis itu.
Namun entah mengapa, wujud Ayahnya yang semula hanya seorang, saat ini mulai banyak dan tubuh mereka mulai membesar. Semua wujud Ayahnya itu mulai mengelilinginya dan menunjukan senyum menyeramkan miliknya itu, dan membuat gadis itu mulai berjongkok ketakutan pada tempatnya, sambil menutup telinganya rapat-rapat, karena Ayahnya mengeluarkan suara tawa yang sangat menyeramkan.
“Tolong aku Ibu” ucapnya dan berharap Ibunya menyelamatkannya.
“Ibuuuuuu....”
Dan begitulah akhir adegan tersebut, setelah seorang gadis cantik sudah membuka matanya dan sudah terduduk pada tempat tidurnya. Dengan nafas yang terus memburu dan keringat dingin yang membasahi seluruh tubuhnya, wanita itu berusaha untuk menenangkan dirinya saat ini.
__ADS_1
“Hahh... mimpi yang sama lagi” gumam gadis itu yang mengingat kembali mimpi yang dirinya alami tadi.
Dirinya kembali membaringkan tubuhnya karena memang saat ini dirinya mencoba menenangkan dirinya dari apa yang dia alami itu. Dengan tatapan kelelahan saat menatap bagian atas kamar tempat dirinya berada, gadis itu mencoba melupakan apa yang dirinya alami tadi.
Setelah sedikit mulai tenang, akhirnya gadis itu mulai melihat kearah jendela kamarnya. Walaupun masih tertutup korden, tetap saja suasana dibalik jendela bisa dirinya ketahui, yang dimana hari masihlah subuh.
“Baiklah, mari beraktivitas” ucap gadis cantik tersebut yang mulai bangkit dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi.
Matahari belumlah sepenuhnya terbit, namun gadis yang baru saja mengalami mimpi buruk itu saat ini sudah memakai pakaian olahraganya dan bersiap untuk berlari mengelilingi area hotel tempatnya menginap.
Walaupun masih subuh, beberapa pegawai hotel yang sedang bekerja menyapanya dengan ramah, namun diacuhkan olehnya karena memang begitulah sifatnya. Setelah keluar dari area hotel yang disewanya, wanita itu akhirnya memulai aktivitasnya seperti lari pagi seperti kebiasaannya.
“Mari lupakan semua yang terjadi” kata gadis tersebut yang mulai beranjak dari tempatnya.
Memang hotel yang dirinya sewa tentu mempunyai track lari khusus pada area hotel dan sekitarnya, yang dimana area larinya berada tepat disebelah pantai dan membuat orang akan senang lari pagi pada tempat tersebut.
Tentu dirinya tidak menyia-nyiakan pemandangan indah itu, karena pemandangan yang dirinya lihat itu sangatlah indah dan entah mengapa membuatnya cukup dapat melupakan apa yang dirinya alami tadi pagi setelah dirinya memandang pemandangan yang berada didepannya.
“Tunggu... ” gumam wanita itu saat netra matanya tidak sengaja melihat sesosok orang yang dikenalnya.
Memang langkahnya sudah terhenti saat menatap pemandangan matahari terbit yang baru muncul itu, dan saat dirinya memasuki area pantai untuk menikmati pemandangan itu lebih jelas, dirinya malah tidak sengaja melihat seorang pria yang dulu pernah menyelamatkannya berada ditempat ini.
“Mengapa dirinya ada disini?” gumam wanita itu yang cukup terkejut melihat pria keberadaan tersebut.
Sudah dua kali dirinya bertemu dengannya. Yang pertama saat dirinya menyelamatkannya dan kedua saat pria itu sedang bekerja. Namun dirinya tidak menyangka pertemuan ketiga mereka akan terjadi ditempat ini.
__ADS_1
Wanita itu masih fokus melihat pria tersebut, hingga seorang gadis kecil mulai mendekat kearah pria yang sedang dilihatnya, setelah gadis kecil itu selesai bermain disekitar area pria itu berada.
“Dirinya sudah mempunyai anak?” ucap wanita itu kemudian, yang cukup terkejut setelah melihat pria yang sedang dirinya tatap itu sudah menggendong seorang gadis kecil dan akan beranjak dari tempatnya.
“Apakah itu yang menyebabkan dirinya selalu acuh kepadaku?” ucap wanita itu kembali yang mengingat perlakuan pria itu kepadanya.
Pertemuannya dengan pria itu bisa dikatakan bukan pengalaman yang cukup bagus, karena pertemuan pertama dirinya hampir dikeroyok oleh preman dan kedua dirinya dicueki saat bertemu ditempat kerja pria itu, yang akhirnya membuat wanita tersebut mengingat kenangan buruk masa lalunya.
Namun sedang memikirkan tentang pria yang tidak sengaja dirinya temui itu, tiba-tiba saja mereka sudah beranjak dari tempatnya dan mulai berjalan kearah wanita itu berada. Tentu wanita itu mencoba menatap kesebuah arah untuk menyembunyikan rupanya dari pria tersebut.
“Paman... aku lapar”
Namun saat pria itu sudah mendekat kearahnya, dirinya bisa mendengar ocehan dari gadis kecil yang digendong oleh pria yang dikenalnya itu.
“Sabarlah, Mari kita kembali dulu dan makan bersama yang lainnya” ucap pria itu yang saat ini langkahnya sudah melewati tempat dimana gadis yang tadi menatap dirinya berada.
Memang pria itu berniat meninggalkan pantai tempatnya berada tadi untuk kembali menuju tempat dirinya menginap. Hingga pria itu melewati wanita yang mengenalinya, karena memang jalan yang mengantarkannya menuju ke sana harus melewati gadis yang sedang menyembunyikan rupanya tersebut.
“Jadi gadis kecil itu hanya keponakannya ya..” gumam wanita itu kembali.
Namun setelah dirinya bergumam seperti itu, dirinya baru menyadari mengapa dirinya sangat memperhatikan pria yang baru saja melewatinya itu. Tidak seperti biasanya memang dirinya bersikap seperti itu, dan membuatnya sangat bingung dengan perilaku dirinya sendiri.
“Mengapa aku memperdulikan dirinya?” gumam wanita itu kembali.
Dirinya akhirnya mulai menggelengkan kepalanya dan kembali fokus dengan apa yang dirinya lakukan saat ini, yaitu menatap kembali wujud jingga yang sudah mulai menguning dihadapannya yang semakin meninggi.
__ADS_1
“Ya... setidaknya aku bisa melupakan sejenak masalahku”