
Seluruh keluarga dari Zen saat ini akhirnya selesai menyaksikan sebuah ilusi, yang diciptakan oleh Zen yang menunjukan detik-detik terakhir kematian Ayah dan Ayah mertua mereka, bagi seluruh pihak yang berada di sana dan menyaksikan itu semua.
Tentu hanya Zen yang bisa dikatakan hanya mengetahui penyebab pasti atas kematian Ayah kandungnya. Walaupun memang Zen membocorkan beberapa informasi terhadap adik kandungnya, tetapi tetap saja kematian Ayah mereka memang masih menjadi sebuah misteri hingga saat ini.
Hingga semuanya sudah terungkap setelah Zen memberitahukan semua hal yang terjadi, dan mengapa Ayahnya mengorbankan dirinya untuk melenyapkan Entitas dirinya sendiri, sehingga kematiannya itu memang menjadi misteri bagi mereka hingga kebenarannya akhirnya terungkap sepenuhnya.
"Tapi, mengapa Ayah tidak ingin memberitahukan semua ini, Kak?" tanya Mikhael yang bisa dilihat jejak air mata masih terdapat pada pipinya.
Semua pihak yang berada di sana memang mulai menangis melihat itu semua. Termasuk Zen dan seluruh adik-adiknya yang sampai mengeluarkan air mata mereka disaat melihat ilusi yang diciptakan oleh Zen. Tentu melihat hal itu cukup membuat mereka sangat sedih.
Apalagi kenyataan tentang kehidupan Ayah mereka yang berkahir saat ini mulai terkuak kebenarannya, dan membuat mereka mulai menangisi kejadian tersebut disaat mereka akhirnya bisa melihat akhir kehidupan Ayah mereka.
"Bukankah dalam ilusi yang aku tunjukan tadi, Ayah sudah mengatakan alasannya?" ucap Zen karena memang Ayah mereka memberikan pesan secara khusus kepada Zen, untuk ditunjukkan kepada adiknya jika dirasa waktunya sudah tepat untuk diberitahukan tentang ini semua.
Banyak pesan yang ditinggalkan oleh Sang Pencipta kepada anak-anaknya, yang dirinya titipkan kepada Zen. Termasuk alasan mengapa Zen harus merahasiakan ini semua kepada seluruh keluarganya tentang apa yang terjadi dengan kematiannya yang sebenarnya.
Salah satunya untuk saudara kandung Zen sendiri. Tentu Sang Pencipta tidak mau mereka akan bertindak impulsif setelah mendengar kematiannya apalagi mereka merupakan sosok negatif. Walaupun memang sosok negatif seperti Zen sendirilah yang memang mengetahui tentang kematiannya Ayahnya.
Untuk pada Heavenly Sins tentu sang pencipta tidak ingin anak-anaknya yang lainnya itu akan merasa sedih dan perasaan sedih itu akan berkepanjangan, sehingga membuat mereka akan terbawa dengan rasa bersalah atas apa yang mereka ketahui jika Ayah mereka sudah meninggal.
Maka dari itu, hanya Zen sendirilah yang menyimpan permalasahan itu sepenuhnya, karena memang selain dirinya pihak yang tertua, dirinya juga sosok yang paling sanggup mengemban semua rahasia yang bisa mengacaukan adik-adiknya jika itu diketahui oleh mereka.
__ADS_1
"Lalu, kenapa Kakak memutuskan untuk memberitahu kami sekarang?" tanya Uriel kemudian.
"Karena aku sudah berhasil menemukan sosok hitam yang membuat Ayah kita terbunuh, dan aku berhasil membuat dirinya lemah saat ini dengan membangkitkan seluruh entitas adikku" ucap Zen kemudian sambil mengelus perut Istrinya yaitu Axillia.
Untuk rahasia entitas hitam yang merupakan sosok yang menjadi penyeimbang sosok Ayah mereka, memang Zen sudah memberitahukan permalasahan itu kepada seluruh adik kandungnya. Apalagi setelah rencana mereka untuk membunuh diri mereka masing-masing, wacananya mulai dibuat oleh mereka.
Walaupun memang Zen tidak memberitahukan kebenaran tentang kematian Ayahnya, tetapi adik-adiknya tentu bersiap membantu Zen atas permasalahan tersebut, sehingga mereka mulai memikirkan berbagai cara agar keberadaan mereka atau entitas mereka tidak hilang sepenuhnya di muka bumi ini.
Maka dari itu, Zen saat itu menjelaskan tentang keberadaan sosok Entitas itu dan apa akibatnya jika mereka terbunuh. Hingga mereka mulai menciptakan cara untuk mampu membangkitkan entitas mereka kembali, walaupun mereka nantinya akan mengorbankan banyak hal bagi mereka.
Dan begitulah bagaimana mereka mulai menyerahkan 30 persen energi kehidupan dan sifat negatif mereka dan ditanamkan didalam rahim dari Axillia, dan saat ini mereka sudah berhasil dibangkitkan dan sudah berada didalam rahim dari Axillia dalam wujud sebuah janin.
"Itu dia yang akan tidak tahu. Namun sesuatu yang baru saja kamu lihat merupakan ulahnya, Mikhael" ucap Zen yang menjelaskan maksud tentang penglihatan dari Mikhael.
Titan atau leluhur dari Para Dewa merupakan bencana yang akan terjadi pada dunia ini. Kebangkitan mereka sudah dipastikan akibat ulah dari sosok yang menjadi entitas hitam yang menjadi musuh mereka, yang menciptakan sesuatu yang tidak seimbang untuk mengumpulkan kekuatan untuk dirinya.
Jika dirinya berhasil membangkitkan Para Titan, bisa dipastikan dunia ini akan menjadi kacau dan hal itu tentu menjadikan dunia ini tidak seimbang. Maka dari itu, hal tersebut akan membuat dirinya mendapat kekuatan kembali dari kekacauan yang membuat kehidupan di dunia ini tidak seimbang.
Sehingga sudah dipastikan bahwa entitas hitam yang merupakan sosok yang berlawanan dari Ayah mereka, adalah pihak yang melakukan hal keji tersebut dan saat ini hal tersebutlah yang harus mereka semua halangi untuk bisa terjadi agar rencananya gagal sepenuhnya.
"Tapi, apakah Kakak memiliki petunjuk tentang keberadaanya?" tanya Adiknya yang lainnya karena mereka ingin dengan segera menyelesaikan permalasahan ini.
__ADS_1
Namun Zen kembali menggeleng untuk menawan perkataan mereka, karena dirinya sama sekali tidak mengetahui keberadaan sosok tersebut. Zen memang pernah melawan sosok tersebut disaat dirinya merasuki sosok Loki pada saat itu dan mampu mengalahkannya.
Zen juga sudah menanamkan auranya pada sosok tersebut, namun sayangnya ternyata auranya itu berhasil dihilangkan oleh sosok tersebut sehingga membuat Zen kehilangan jejaknya dan saat ini mereka semua sama sekali tidak mempunyai informasi apapun untuk dapat menemukan sosok tersebut.
"Lebih baik, kita mulai waspada saat ini. Dari penglihatan yang aku terima tadi, kejadiannya terjadi pada wilayah gunung berapi, karena Para Titan bangkit dari sana. Jadi pastikan kita menanamkan semua aura milik kita pada seluruh gunung berapi yang ada di dunia ini" ucap Mikhael kembali untuk tindakan pencegahan mereka atas bencana yang akan terjadi.
Zen dan adiknya yang lain hanya menerima saja perintahnya, karena menurut mereka hal itu adalah sesuatu yang patut mereka lakukan untuk mencegah semua hal yang akan terjadi nantinya. Maka dari itu, mereka saat ini akan memastikan untuk menempatkan sebuah aura untuk sebagai penanda bagi mereka kelak.
"Baiklah, lebih baik kita melakukannya sekarang, karena kita tidak akan tahu kapan bencana itu akan datang" ucap Azrael yang mengusulkan untuk mereka segera bergerak.
Zen akhirnya mulai menghubungi seluruh bawahannya yang memang tersebar di seluruh dunia, karena memang posisi mereka dipastikan berada di setiap area pada dunia ini, karena mereka harus mengawasi kematian semua pihak pada setiap wilayah.
Adik-adik Zen juga mulai menghubungi para malaikat bawahannya dan saat ini mereka mulai mendata semua gunung berapi aktif yang berada di seluruh dunia, agar mereka bisa mendatangi mereka satu persatu dan memasangkan aura mereka pada gunung-gunung berapi tersebut.
"Kalau begitu aku pergi dulu, oke" ucap Zen kepada Istri-istrinya untuk berpamitan kepada mereka saat ini.
Tentu saja sebelum Zen beranjak bersama saudara-saudaranya dari sana untuk memasangkan aura mereka, Zen dan saudara-saudaranya mulai berpamitan untuk menuju wilayah masing-masing, untuk memasang aura mereka yang digunakan sebagi alarm untuk mengingatkan mereka jika terjadi sesuatu yang aneh di sana.
Apalagi Zen dan Adik-adiknya akan menyebar menuju ke seluruh dunia, karena jika mereka melakukan satu persatu dari apa yang akan mereka lakukan, akan memakan waktu lama. Hingga saat ini sebuah kabut hitam dan putih mulai muncul didepan Zen dan adik-adiknya, dan mereka mulai masuk kedalamnya setelah mereka berpamitan kepada Istri mereka masing-masing.
"Baiklah, mari kita mulai bekerja"
__ADS_1