
Aura penindasan saat ini mulai dirasakan oleh beberapa pihak. Dengan membuat beberapa pihak tertekan, saat ini Zen ingin menunjukan bahwa tidak boleh ada satu pihak pun yang melakukan tindakan yang dapat memancing kemarahan Zen saat datang ketempat ini.
Tentu beberapa pihak yang merasakan hal itu mulai berhati-hati, karena bisa dikatakan yang mereka nantikan saat ini merupakan Istri dari seorang Deadly Sins dengan kekuatan yang pernah mereka saksikan sendiri, bahwa dirinya sangat amat kuat dan akan mampu mengalahkan mereka dengan mudah.
Jadi mereka juga mulai menjaga sikap mereka untuk mencegah sang pemilik kuasa untuk tidak tersinggung dengan sikap mereka. Apalagi mereka sangat amat terkejut disaat mengetahui sosok yang selama ini mereka cari keberadaannya, merupakan Istri dari sosok yang besar tersebut.
"Selamat datang di Kerajaan kami, Tuan Sloth, Nyonya Lenneth dan Nyonya Kelly." ucap Izanagi yang menyambut kedatangan mereka yang saat ini muncul di pintu masuk Istana dari Kerajaan ini.
Setelah melewati proses melangkah yang cukup jauh dari area pintu masuk hingga sampai didepan Istana Kerajaan ini, mereka memang disambut dengan berbagai hal oleh beberapa pihak yang memang bertugas untuk menyambut mereka. Hingga akhirnya mereka tiba didepan seluruh Dewa Shinto yang menyambut kedatangan mereka ditempat ini.
"Terima kasih sambutannya" ucap Zen yang saat ini mewakili sosok Istrinya dan Lenneth yang memang masih diam ditempat mereka untuk menjawab sambutan yang mereka terima.
Bisa dikatakan Kelly akhirnya bisa melihat secara langsung pria yang merupakan Ayah kandungnya. Apalagi pria itu bisa dikatakan sangat amat bahagia melihat keberadaan putrinya, setelah keberadaannya sudah ditemukan dan akhirnya bisa datang ketempat ini.
Untung saja Zen mengeluarkan aura penindasan miliknya saat mereka tiba ditempat ini. Kalau tidak pasti pria yang merupakan Ayah kandung dari Kelly itu akan dengan cepat langsung memeluk sosok Putri yang selama ini dirinya cari keberadaannya hingga saat ini.
"Kalau begitu, mari kita masuk dan membincangkan berbagai hal di dalam" Dan begitulah ucapan Izanami kemudian yang mengusulkan mereka untuk masuk kedalam Istana Kerajaan ini.
Tentu karena memang tidak ada sesuatu lagi yang akan mereka perbuat ditempat ini, Zen yang masih menggenggam tangan Istrinya akhirnya mulai mengajaknya ikut serta memasuki Istana yang terlihat sangat artistik tersebut dan akan membincangkan berbagai hal disana.
__ADS_1
Hingga mereka sudah sampai pada sebuah ruangan yang bisa dikatakan sebagai ruangan perjamuan untuk kedatangan mereka, dan di sana sudah dipenuhi dengan berbagai makanan lezat yang sudah dihidangkan bagi Zen dan pihak-pihak yang disambut mereka ditempat ini atas kedatangan mereka.
"Maafkan saya, Tuan Sloth. Tetapi bisakah anda melihat salah satu Dewa kami yang terkena sebuah aura kegelapan yang sangat ekstrim terlebih dahulu?" hingga Izanami yang mengundang Zen ketempat ini memutuskan untuk mengajaknya menengok seorang pihak yang memang membutuhkan bantuannya.
Memang permintaan itulah yang menjadi alasan Zen mendatangi tempat ini, selain menemani Kelly untuk bertemu dengan Ayah kandungnya. Maka dari itu, saat ini karena mereka tidak ingin membuat salah satu pihak dari faksi Dewa mereka semakin menderita, akhirnya mereka secara langsung mengajak Zen untuk melihat keadaannya.
"Baiklah. Lalu, apakah kamu mau ikut denganku atau ingin membincangkan sesuatu dengan Ayahmu, Kelly?" hingga Zen yang akan beranjak dari sana, tentu ingin memastikan sesuatu kepada Istrinya terlebih dahulu.
"Aku tetap disini saja, Zen. Kamu bisa melakukan tugasmu terlebih dahulu dan aku bersama Ibuku akan menunggu dirimu disini" ucap Kelly yang memutuskan untuk bertemu secara langsung dengan Ayah kandungnya dan menunggu Zen menyelesaikan kegiatannya ditempat ini.
Tentu Ebisu yang mendengar itu tentu merasa senang, karena dirinya mempunyai kesempatan untuk berbincang dan mungkin melepaskan rindu dengan putrinya. Apalagi memang dirinya juga mencari keberadaan Lenneth selama ini, dan akhirnya dirinya mempunyai kesempatan bertemu kembali dengan mereka berdua disini.
Jadi setelah mendapatkan kesempatan untuk bisa menghabiskan waktu dengan mereka, Ebisu merasa sangat senang dan saat ini seakan tidak sabar untuk mendapatkan kesempatan untuk bisa menghabiskan waktu bersama dengan mereka, dan akan mendiskusikan berbagai hal kepada kedua orang yang selama ini dirinya cari keberadaannya.
Dengan melepaskan genggaman tangan dari Istrinya, saat ini Zen mulai mengikuti sosok beberapa Dewa yang saat ini akan mengantarkannya menuju kesebuah tempat perawatan dari seorang Dewa, yang mengalami sebuah sergapan dari beberapa pihak dan membuat kondisinya melemah.
Hingga kepergian Zen dan beberapa Dewa tadi, akhirnya hanya meninggalkan sosok Kelly, Lenneth dan Dewa Ebisu saja yang berada di sana. Memang semua Dewa yang tadi menyambut kedatangan Zen pada Istana ini, juga ikut serta menuju bersama Zen untuk melihat rekan mereka yang mengalami musibah.
Apalagi dengan kedatangan Zen ditempat ini, mungkin keberadaan rekan mereka itu akan sembuh, sehingga mereka lebih tertarik menyaksikan kesembuhan salah satu rekan Dewa mereka, daripada melihat drama keluarga yang saat ini akan terjadi ditempat ini.
__ADS_1
Dan benar saja, karena setelah kepergian mereka, tentu Dewa Ebisu langsung mendekat kearah Putrinya karena memang dirinya sangat ingin memperhatikan sosoknya secara langsung. Bahkan Ebisu ingin memeluk dirinya untuk melepaskan kerinduan untuk bertemu dengannya.
Namun sayangnya, sikap Kelly bisa dikatakan bertolak belakang dari harapannya, karena saat ini wanita itu seakan menjauh dan seakan tidak ingin untuk memberikan ruang bagi pria itu untuk mendekat kearahnya. Tentu Ebisu merasa sedih melihat itu, namun tentu saja dirinya juga memaklumi sikap dari wanita yang merupakan Putri kandungnya tersebut.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita duduk terlebih dahulu, Tuan Ebisu" hingga karena melihat perkembangan situasi tersebut, membuat Lenneth langsung mencoba untuk mencairkannya.
"Kamu tidak perlu memanggilku dengan sebutan Tuan, Lenneth. Apalagi kamu sudah melahirkan Putriku" hingga begitulah balasan yang diterima oleh Lenneth atas perkataan yang dirinya lontarkan.
Tentu Lenneth tidak memberikan jawaban atau gestur untuk menjawab perkataan dari pria itu, hingga akhirnya dirinya terlebih dahulu sudah mengajak Putrinya Kelly untuk duduk pada sebuah tempat yang berada disana terlebih dahulu, sehingga membuat Ebisu mau tidak mau ikut untuk duduk pada meja yang sama dengan mereka.
"Baiklah, biar aku memperjelas kedatangan kami ketempat ini, Tuan Ebisu. Pertama Putriku sangat ingin bertemu dengan sosok Ayah kandungnya, jadi aku memutuskan untuk menemaninya ketempat ini. Kedua, kami juga datang karena kebetulan menantuku ingin datang ketempat ini juga. Jadi jika dirinya tidak datang ketempat ini, dipastikan kami juga tidak ingin datang ketempat ini" dan begitulah Lenneth mulai membuka pembicaraan mereka.
Memang Ebisu sangat merasa sedih mendengar kata demi kata dari sosok Lenneth yang memang saat ini mulai membuka percakapan mereka. Karena dari percakapan itu bisa dipastikan bahwa mereka sebenarnya hanya datang ketempat ini untuk mencari tahu tentang sosoknya saja, dan tidak ada niat untuk sekedar menghabiskan waktu dengan dirinya ditempat ini.
"Dan ketiga, Anda tahu sendiri bahwa anda menorehkan luka yang sangat amat dalam kepada saya, sehingga atas permintaan anda sebelumnya, maaf saya tidak bisa melakukannya karena saya masih merasa trauma dengan sikap anda. Apalagi jika saya memperlakukan Anda seperti keinginan anda, bisa dikatakan saya akan membuka luka lama yang sudah susah payah saya sembuhkan dari peristiwa yang anda lakukan kepada saya" hingga begitulah akhir dari ucapan Lenneth kepada Dewa tersebut.
Lenneth memang tidak ingin menorehkan bahkan mengingat kembali kejadian kelam yang dirinya alami. Bahkan dirinya berusaha tidak mengingat peristiwa yang sangat amat membuat dirinya trauma itu, karena semua hal itu memang sangat amat memulai dirinya.
Diperkosa, mengandung, mengalami hukum dunia yang sangat menyiksa, berpisah dari putrinya, dan masih banyak lagi kenangan menyakitkan yang dialami oleh Lenneth atas kejadian yang disebabkan oleh Dewa yang duduk pada meja yang sama dengannya.
__ADS_1
Jadi, dirinya berusaha memperingatkan terlebih dahulu sosok Ebisu atas sikap yang akan dirinya tunjukan kepada dirinya dan Putrinya saat ini. Karena apa yang Dewa itu torehkan kepada dirinya, sangatlah susah untuk dihilangkan atau dihapuskan didalam benak dari Lenneth.
"Maafkan aku yang sudah menorehkan luka yang cukup dalam kepadamu, Lenneth. Tapi aku sangat bersungguh-sungguh meminta maaf atas perilaku diriku dan ingin memperbaiki semua hal yang sudah aku lakukan kepadamu dan terutama kepada putriku"