
Zen mulai dibawa menuju sebuah ruangan yang saat ini dipenuhi dengan artefak-artefak khusus yang berguna sebagai alat untuk mengendalikan aura kegelapan yang saat ini mengamuk pada tubuh dari seorang Dewa, yang terlihat sangat amat tersiksa dengan aura yang dirinya rasakan.
Zen tentu saja mulai melihat aura tersebut dan saat ini sudah memahami apa yang terjadi kepada pria tersebut. Tentu Zen pernah menyembuhkan sosok yang mengalami sebuah hal yang sama yang dialami oleh Dewa tersebut, namun sayangnya yang dialami oleh Dewa yang sangat tersiksa itu cukup parah kondisinya.
Kondisinya bisa dikatakan sama seperti Axillia yang terpapar aura negatif yang gelap yang membuat dirinya hampir tewas. Namun permasalahannya Dewa yang mengalami sesuatu yang hampir sama dengan Axillia itu, terlihat sangat amat parah kondisinya karena niat aura tersebut memang untuk membunuh Dewa itu dengan kondisi yang tersiksa.
Jadi wajar jika Dewa yang masih menggeliat kesakitan itu, sangat amat tersiksa dengan apa yang sedang dirinya rasakan, karena hal itu menggerogoti dirinya dengan maksud untuk menyiksa dirinya dan akan sangat amat kesakitan merasakan itu semua pada dirinya.
"Siapa yang melakukan hal ini?" tanya Zen yang saat ini mulai bersiap untuk menyembuhkan sosok yang kesakitan tersebut.
"Kami juga tidak tahu, Tuan Sloth. Tetapi aura yang mengenai dirinya sama seperti aura dari pihak yang merasuki Dewa Loki pada saat peperangan yang pernah kita jalani sebelumnya" ucap Izanagi membalas perkataan dari Zen.
"Ya.. memang auranya sama, tetapi bisa aku pastikan bukan sosok itu yang menanamkan aura ini kepadanya" ucap Zen yang bisa dengan jelas mengidentifikasi aura kegelapan yang menggerogoti Dewa yang sedang terbaring itu.
Sebuah energi yang di lepaskan oleh seseorang bisa dikatakan harus mendapatkan sumber energi tertentu, untuk bisa berjalan seperti keinginan pihak yang ingin melepaskan energi tersebut. Apalagi Zen memastikan bahwa aura ini bukan bersumber dari sebuah energi yang dikeluarkan oleh pihak yang mereka kira.
Memang sosok yang menjadi musuh yang selama ini diincar oleh Zen yang memiliki kekuatan seperti ini, namun Zen yakin bukan dirinya yang melakukannya. Ada sumber energi lain yang mengaktifkan energi kegelapan ini dan Zen sangat yakin hal ini disebabkan oleh orang lain.
Contoh sederhananya saja, api bisa menyala dengan berbagai sumber yang bisa menyalakannya. Contohnya bisa minyak, gas, kayu bakar dan sebagainya. Begitu juga sumber energi kegelapan itu yang memang bersumber dari sebuah kekuatan yang sangat berbeda dari sosok yang menjadi sisi jahat dari Ayah Zen itu.
__ADS_1
Maka dari itu, bisa dikatakan memang energi itu bisa dikatakan energi kegelapan yang berasal dari sisi gelap Sang Pencipta, namun sumber kekuatannya bukan dari dirinya, melainkan pihak lain yang memang menggunakan kekuatan itu menggunakan energi yang dimiliki oleh pihak yang lain.
"Apa maksudmu, Tuan Slot? Bukankah ini aura yang sama seperti sosok tersebut?" ucap Izanagi kembali yang kebingungan dengan perkataan dari Zen.
"Benar. Tetapi sumber energinya berasal dari seorang Dewa." balas Zen yang bisa merasakan dengan jelas, bahan bakar dari aura kegelapan itu merupakan kekuatan seorang Dewa.
Bisa dipastikan Sisi gelap itu berhasil mengendalikan seorang Dewa kembali, untuk melancarkan rencananya. Maka dari itu, aura terkutuk yang saat ini menjerat salah satu Dewa Shinto, dilakukan oleh seorang Dewa yang berhasil dihasutnya dan membuat Dewa itu mulai menjadi pion dari rencana yang sudah dirinya rencanakan.
"Maksud anda, ada seorang Dewa lagi yang perilakunya menyimpang?" kali ini Amaterasu yang mulai membalas perkataan Zen tadi.
"Ya... bisa dibilang seperti itu. Karena sumber energi yang aku rasakan pada aura kegelapan tersebut berasal dari seorang Dewa" balas Zen yang sudah selesai menjelaskan semua hal dari apa yang dirinya lihat.
Namun kali ini, ternyata ada seorang Dewa lagi yang ternyata menjadi dalang dari sebuah perbuatan keji, pada salah satu dari mereka dan membuat beberapa pihak yang berada disana saat ini tidak habis pikir dengan apa yang terjadi, karena saat ini musuh mereka bisa dikatakan seorang Dewa kembali.
"Baiklah, karena apa yang akan aku lakukan sangat menyakitkan, pastikan kalian mencegah dirinya untuk bergerak" Hingga begitulah ucapan Zen kemudian yang ingin memulai penyembuhannya.
Semua pihak yang melihat Zen akan menyembuhkan sosok yang saat ini sedang kesakitan itu, mulai bersiap memegang tubuh dari Dewa yang masih meringis kesakitan dari aura yang menggerogoti dirinya. Hingga saat ini semua sisi bagian tubuhnya sudah ditahan oleh mereka untuk tidak bergerak, dari apa yang akan dilakukan Zen selanjutnya.
"Baiklah, aku mulai" Dan begitulah ucapan Zen yang saat ini mulai menempelkan tangannya pada tubuh dari Dewa yang bernama Hachiman itu, dan bersiap untuk memulai aksinya.
__ADS_1
Beberapa aura kegelapan yang bergerak pada tubuhnya, saat ini mulai Zen kendalikan pada tubuh pria itu. Tentu Pria yang merasakan aura yang berada didalam tubuhnya sedang dikendalikan oleh Zen, langsung meronta karena rasa sakit yang amat sangat menyiksa yang saat ini dirinya rasakan, karena aura itu mulai memberontak.
Tentu aura yang dikendalikan oleh Zen saat ini sangat amat berbeda dengan aura dari Axillia yang juga pernah menggerogoti tubuhnya. Karena aura tersebut merupakan milik adik-adiknya atau bisa dikatakan calon anaknya, sehingga mereka bisa mengenali sosok Zen dan bersedia untuk dikendalikan olehnya.
Namun kali ini sangatlah berbeda, karena aura kegelapan itu mulai memberontak dan seakan melawan dengan sangat amat keras pengendalian yang dilakukan oleh Zen, dan saat ini membuat pria yang dirasuki oleh aura tersebut merasakan rasa sakit yang teramat sangat dan bisa terlihat dirinya sangat amat tersiksa.
Untuk diketahui, Axillia saja yang pada tubuhnya terdapat aura kegelapan yang sangat kooperatif dengan Zen merasa sangat kesakitan. Apalagi dengan kondisi dari pria yang saat ini auranya seakan melawan dengan apa yang dilakukan oleh Zen, dipastikan rasa sakitnya berkali-kali lipat dari apa yang dirasakan oleh Axillia.
"Tahanlah!" teriak Zen, karena beberapa Dewa tidak berhasil menahan tubuh dari Dewa yang mereka tahan tubuhnya itu untuk tidak bergerak.
Sangat kesusahan memang Zen untuk mengeluarkan aura tersebut. Karena dirinya harus mengumpulkannya terlebih dahulu, karena posisi aura itu menyebar di seluruh tubuh dari Dewa bernama Hachiman tersebut dan saat ini Zen berusaha mengurungnya pada satu tempat dan nanti dirinya akan mengeluarkannya sekaligus.
Namun masalahnya proses itu sangatlah menyakitkan bagi sang pasien yang sedang dirinya rawat, hingga akhirnya teriakan yang sangat amat menyiksa bisa dikatakan terus terdengar menemani Zen, yang saat ini dengan fokus mulai membersihkan tubuhnya dari aura kegelapan yang menjerat dirinya.
"Sedikit lagi" ucap Zen yang saat ini berusaha menghilangkan sepenuhnya aura tersebut dari dalam tubuh dari Dewa tersebut, setelah berhasil mengumpulkannya pada satu tempat dan bersiap mengeluarkannya sekaligus dari dalam tubuhnya.
Memang proses ini yang sangat menyakitkan, karena proses ini seperti mencabut sebuah pohon dengan akar-akarnya, dan dipastikan jika pohon itu di analogikan tumbuh pada tubuh manusia, bisa dipastikan proses itu sangat amat menyakitkan, karena Zen dengan paksa mencabut pohon tersebut dari tubuhnya.
Teriakan keras mulai terdengar setelah aura yang sebelumnya menggeliat didalam tubuh Dewa bernama Hachiman itu, mulai ditarik menuju telapak tangan dari Zen sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya seluruh aura tersebut akhirnya sudah berhasil Zen keluarkan sepenuhnya dan membuat permalasahan Dewa itu tuntas sepenuhnya.
__ADS_1
"Hahh.. akhirnya selesai juga"