
Situasi yang berbalik saat ini menjadi sesuatu yang sangat ingin diketahui oleh beberapa pihak. Apalagi, setelah sebuah rekaman video yang sudah ditayangkan dimana-mana mulai beredar, membuat seseorang yang sebelumnya dianggap bak seorang raja, saat ini sudah berubah sepenuhnya menjadi seorang pengemis.
Memang kejatuhan yang dirinya alami, bisa dikatakan sangat amat drastis karena dirinya seakan jatuh kedalam jurang yang sangat amat dalam. Dirinya yang biasanya ditemani oleh seluruh lampu yang menyorotnya, seakan mulai hilang arah karena lampu itu seakan padam, dan dirinya ditinggalkan didalam sebuah kegelapan.
Bahkan untuk memanjat kembali ke atasnya bisa dikatakan sangat amat susah, karena saat dirinya jatuh kebawah jurang tersebut, dirinya tidak akan sanggup melewati semua rintangan yang menghalangi langkahnya untuk naik kembali keatas.
Apalagi bisa dikatakan rintangan yang harus dirinya jalani, berupah kata-kata mencemooh yang terus dirinya dengar hingga saat ini. Karena bisa dibilang, tidak ada yang merasa kasihan kepada dirinya, karena kebenaran yang terungkap itu seakan menjadi bumerang bagi dirinya.
Bahkan disaat dirinya bangun tidur selama ini, dirinya selalu merasakan sudah berada di atas angin dan terus melayang mengikuti arah angin itu membawanya. Namun saat ini tiba-tiba saja keadaannya mulai berbalik yang dimana angin yang dirinya rasakan itu, sudah berubah sepenuhnya menjadi tornado yang mengacak-ngacak kehidupannya.
“Ya, saya selaku pengacara yang diutus oleh Nona Veronica Safira, mendapatkan tugas untuk membawa kasus Nona Anabelle keranah hukum, atas tindakan pelecahan seksual yang dirinya alami” ucap seorang pria yang saat ini sedang berbincang didepan layar televisi dan dikerumuni oleh banyak sekali wartawan.
Melihat itu, tentu pria yang kehidupannya dulu sangat sempurna, tiba-tiba saja langsung merasa hancur. Karena bisa dipastikan, dirinya akan semakin jatuh kedalam jurang yang dalam setelah kasus yang dirinya lakukan akan dilanjutkan oleh pihak yang selalu saja dirinya cari kesalahannya.
Bisa dikatakan siapa yang menyangka bahwa kejadian ini bisa terjadi kepada dirinya. Apalagi rekaman yang saat ini sedang heboh dimana-mana itu, seakan sudah dipersiapkan oleh seseorang untuk menjebak dirinya. Tentu dirinya tidak tahu siapa yang melakukan semua itu.
Namun berkat hal itu, bisa dikatakan seluruh kehidupannya langsung hancur. Yang dimana jika dahulu seluruh media akan berusaha menjilat dirinya agar memberikan mereka sebuah pemberitaan yang bagus. Saat ini terlihat seakan kondisinya mulai berbalik, yang dimana dirinya harus menjilat para media agar tidak melanjutkan aksi mereka saat ini.
“Me-Mengapa bisa terjadi seperti ini?” ucap Daniel, yang saat ini mulai panik melihat pemberitaan tentang dirinya berada dimana-mana.
Semua reputasi yang selama ini dirinya bagun, saat ini seakan runtuh sepenuhnya setelah kebenaran tentang dirinya terungkap. Bahkan bisa dikatakan beberapa pihak dengan terang-terangan membenci dirinya karena perbuatan yang dirinya lakukan itu.
Namanya yang dahulu disebutkan dengan cinta, saat ini berubah sepenuhnya menjadi teriakan kebencian yang mereka berikan kepadanya. Bahkan saat Daniel ingin membuka media sosialnya saja, tangannya langsung gemetaran karena tidak sanggup melihat komentar jahat yang saat ini diterima oleh dirinya.
Namun tindakannya yang panik itu akhirnya mulai terhenti, setelah dirinya mendengar suara langkah kaki yang menggunakan sepatu hak tinggi, mulai mendekati dirinya yang masih setia memantau pemberitaan tentang dirinya pada sebuah layar televisi.
“Mau kemana dirimu, sayang?” tanya Daniel kepada Istrinya, yang terlihat mulai turun dari kamar pribadi mereka dan membawa beberapa barang bawaan bersamanya.
“Tentu saja pergi dari sini. Apakah kamu tidak lihat, bahwa saat ini keberadaan tempat ini sudah amat sangat kacau?” ucap Istrinya itu.
Memang bisa dilihat wanita itu sudah membawa koper dan seakan akan beranjak dari sana menuju kesebuah tempat. Karena memang ketenangan yang dirinya inginkan dikediaman ini bisa dikatakan terganggu, karena banyaknya pihak yang mendatangi kediamannya setelah video dari Daniel tersebar dengan luas.
Jadi Istri dari Daniel memutuskan untuk pergi dari sana, dan menuju tempat yang lebih tenang untuk menenangkan dirinya dari semua permasalahan yang terjadi pada suaminya. Apalagi dirinya tidak mau, akibat kekacauan ini membuat dirinya merasa stress menjalaninya.
__ADS_1
“Benar, kita harus pergi dari sini. Karena aku juga ingin menenangkan diriku” ucap Daniel yang sudah bersiap menuju kamarnya dan membereskan semua barang bawaannya.
Namun saat dirinya hendak menaiki tangga dari kediamannya dan menuju kamarnya, dirinya melihat Istrinya yang seakan mulai beranjak dari tempatnya dan tidak menunggu keberadaannya yang saat ini ingin ikut pergi dengan dirinya.
Tentu dirinya bingung dengan perilaku Istrinya itu dan saat ini mulai mengejar langkahnya, karena terlihat bahwa Istrinya itu seakan ingin meninggalkan dirinya. Bahkan saat dirinya akan menaiki kamar mereka tadi, Istrinya seakan tidak peduli dengan kegiatannya itu.
“Sayang?” teriak Daniel, yang saat ini mulai memanggil keberadaan Istrinya.
“Ada apa lagi?” ucap Istrinya dengan nada yang kesal dan mulai menghentikan langkahnya, lalu saat ini mulai berbalik kearah Daniel yang saat ini memanggil namanya.
“Bukankah kita akan pergi bersama, mengapa kamu meninggalkan diriku?” tanya Daniel bingung dengan sikap Istrinya, yang saat ini dirinya coba dekati sosoknya yang akan pergi meninggalkan dirinya tersebut.
“Tentu saja kamu harus menyelesaikan urusanmu terlebih dahulu. Dan aku memang ingin benar-benar menghabiskan waktuku sendiri dan menjauh dari permasalahan yang kamu perbuat” ucap Istrinya yang saat ini sudah memakai kaca mata hitamnya dan mulai beranjak dari tempatnya meninggalkan Daniel.
“A-Apa maksudmu, sayang?” ucap Daniel kemudian yang kembali mengejar sosoknya, namun sayangnya keberadaan Istrinya saat ini sudah masuk kedalam sebuah mobil mewah dan beranjak dari kediamannya.
Memang saat ini Istri dari Daniel keluar dari pintu gerbang bagian belakang dari kediaman mereka, karena jika dirinya melalui pintu depan atau utama, para wartawan sudah menunggu dirinya di sana, dan mungkin keberadaannya akan menjadi bulan-bulanan pertanyaan yang akan dilontarkan kepada mereka.
Dirinya mulai bingung dengan keadaannya, karena disaat mereka membutuhkan pertolongan, dirinya selalu membantu permasalahan mereka. Namun sayangnya, disaat dirinya mengalami sebuah permasalahan, satupun dari mereka seakan mulai menghilang dan tidak bisa dihubungi hingga saat ini.
“Sial... apa yang harus aku lakukan sekarang?” ucapnya yang saat ini semakin bingung dengan kejadian yang menimpanya, dan membuatnya mulai memikirkan beberapa cara agar dirinya bisa keluar dari situasi yang dialami olehnya.
Disisi lain, saat ini Santi secara langsung menerima laporan yang dilakukan oleh pengacara yang diutus oleh Vero. Karena memang saat ini pihak Vero terutama Anabelle ingin melaporkan balik kasus yang dialami oleh Anabelle, dan dirinya memutuskan untuk mengurus permasalahan itu sendiri.
Apalagi, bisa dikatakan Santi saat ini seperti tidak mempercayai sepenuhnya dengan bawahan yang berada dibawahnya. Karena memang, dari penyelidikan kasus tentang Anabelle sebelumnya, bisa dikatakan bahwa ada beberapa pihak yang memang tidak melakukan tugas mereka dengan semestinya.
Maka dari itu, Santi yang merupakan seorang kepala kepolisian diwilayahnya, ingin membersihkan organisasi tempat dimana dirinya bekerja, dari orang-orang yang tidak pantas untuk menanggung sebuah tanggung jawab yang diberikan kepada mereka dengan benar.
“Maaf Komandan, bukankah sebaiknya anda melepaskan kami?” ucap salah satu anggota kepolisian, yang saat ini dijadikan tahanan oleh Santi.
Tentu pihak kepolisian yang sedang ditahan oleh Santi, merupakan pihak yang sebelumnya akan memenjarakan Anabelle dan berniat menjadikan dirinya sebagai tersangka. Dan terbukti, Santi menemukan sesuatu yang aneh dengan tingkah mereka dalam menjalankan tugas yang diberikan kepada mereka.
Maka dari itu, dirinya langsung menaham mereka dan melaporkan kejadian ini kepada pihak yang akan menangani permasalahan mereka nanti. Apalagi, Santi tidak akan berbelas kasihan dengan pihak-pihak seperti itu, yang seakan mulai mencoreng nama dari kesatuan yang sedang dirinya pimpin.
__ADS_1
“Melepaskan kalian? maafkan aku. Tetapi kalian akan menjalani sidang kode etik atas perilaku kalian” ucap Santi yang saat ini langsung menolak permintaan mereka.
Memang sudah terbukti bahwa mereka merupakan polisi yang yang tidak melakukan kewajiban mereka dengan baik, dengan menerima suap untuk menjalankan sebuah penyelidikan palsu dan menetapkan seseorang yang tidak bersalah menjadi tersangka.
Bahkan semua bukti sudah dikantongi oleh Santi, dan tinggal menuntut mereka saja secara hukum yang berlaku dan memastikan mereka mendapatkan pelajaran yang setimpal dari perbuatan mereka yang sudah mereka lakukan.
“Selamat siang, Komandan” namun saat asik melihat para pelaku yang saat ini sedang ditahan oleh Santi, bawahannya saat ini mulai mendekati dirinya.
“Ada apa?” ucap Santi.
“Kami mendapatkan perintah untuk melepaskan kedua orang itu, dan mengembalikannya menuju kota asal mereka bertugas, Komandan” ucap bawahannya itu kembali, yang membuat Santi mengerutkan keningnya mendengar perkataannya itu.
Sebenarnya Santi sudah menduga bahwa tindakan ini akan dilakukan. Karena mungkin pihak yang menyuruh kedua orang itu, tidak ingin bahwa kedoknya yang selama ini sangat korup akan ketahuan dan membuat status dirinya dalam marah bahaya.
Apalagi, tidak mungkin seorang bawahan yang pangkatnya tidak terlalu tinggi, berani-beraninya melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab, kecuali memang mereka diperintahkan oleh beberapa pihak yang pangkatnya sangat tinggi dan berkuasa.
“Siapa yang memberikan perintah seperti itu?” ucap Santi kepada bawahannya, untuk menanggapi informasi yang diberikan olehnya itu kepadanya.
“Kepala Kepolisian Ibukota, Pak Deni, Komandan” ucap bawahannya kembali.
“Suruh dirinya menghubungiku secara langsung, jika dirinya ingin anak buahnya dilepaskan” ucap Santi, yang secara terang-terangan menolak membebaskan kedua orang yang merupakan pihak kepolisian yang tidak benar menjalankan tugas mereka.
“Ta-Tapi, Komandan, kami tidak bi-”
“Kalau begitu, apakah kamu ingin menggantikan mereka untuk menjalani sidang kode etik, karena tidak mendengarkan perintah atasan?” ucap Santi yang memotong perkataan bawahannya yang akan menolak perintahnya kembali.
Tentu beberapa pihak tidak akan berani untuk melawan Santi saat ini. Karena memang bisa dikatakan hubungan dirinya dengan kepala kepolisian di negara ini sangatlah dekat. Beberapa pihak tidak tahu, mengapa hubungan mereka bisa sedekat itu.
Bahkan Santi juga cukup bingung mengapa kepala kepolisian negara ini, selalu memperlakukan dirinya dengan baik. Apalagi saat Santi meminta persetujuan apapun kepada dirinya, dipastikan apa yang dirinya inginkan itu selalu dikabulkan oleh sang kepala kepolisian itu.
Maka dari itu, beberapa pihak memang tidak ingin mencari masalah dengan dirinya, termasuk kepala kepolisian yang tadi menyuruh pihak kepolisian dari wilayah Santi bertugas, untuk melepaskan anak buahnya yang dirinya tahan.
“B-Baik Komandan, saya akan menjalankan perintah anda”
__ADS_1