
Ciuman panas saat ini mulai terjadi dan dilakukan oleh sebuah pasangan suami istri yang sedang dimabuk asmara. Dengan suasana yang mulai panas itu, ciuman yang awalnya hanya sebuah kecupan lembut, saat ini mulai berubah menjadi sebuah pungutan yang saling memburu.
Sang wanita memang sudah cukup lama menunggu waktu seperti ini dengan suaminya. Apalagi tubuhnya baru selesai menyesuaikan berbagai hal agar mereka bisa melakukannya. Jadi, pada hari ini, akhirnya apa yang mereka berdua nantikan itu akhirnya tiba dan mereka mulai menikmatinya.
"Aku mencintaimu, Kelly" dan begitulah ucapan dari Zen yang saat ini kembali mendaratkan bibirnya pada bibir wanita itu, dan mulai menekan tubuhnya agar berbaring pada tempat tidur mereka saat ini.
Perjalanan mereka menuju Kerajaan Jepang bisa dikatakan perjalanan bulan madu yang sedang mereka lakukan. Karena memang, selain mereka ingin bertemu dengan sosok Ayah kandung Kelly yang membuatnya penasaran, keberangkatan mereka ke Kerajaan ini memang sekaligus akan mereka jalani sengaja perjalanan bulan madu.
Memang mereka menghabiskan waktu bersama pada Kerajaan Zen pada pertunangan mereka, namun Zen ingin menghabiskan sebuah waktu ekslusif bersama semua istrinya masing-masing, dan yang saat ini kebetulan giliran Kelly karena tubuhnya sudah menyesuaikan sepenuhnya dengan keadaan dirinya yang baru.
Tentu sebagai Demi-God, Kelly bisa cukup cepat melewatinya. Hingga akhirnya hari ini akhirnya hari dimana dirinya bisa merasakan hubungannya akan disempurnakan dengan malam panas, yang akan wanita itu lakukan dengan suaminya yang paling dirinya cintai di dunia ini.
"Aku juga mencintaimu, suamiku" hingga begitulah balas Kelly yang memang saat ini mulai menggeliat keenakan disaat bibir lembut Zen mendarat pada leher mulusnya.
Tangan Kelly bisa dikatakan mulai meremas kain sprei pada tempat tidurnya, yang dimana dengan perlahan Zen mulai menyingkap bajunya dan memperlihatkan dadanya yang montok dan terbalut dengan sebuah pakaian dalam berwarna merah yang menutupinya.
Tentu Zen mulai menyingkapkannya juga, hingga mulutnya mulai mendarat tepat dipuncak gunung indah tersebut dan mulai memainkannya. Rasa kenikmatan saat ini mulai dirasakan oleh Kelly disaat dirinya mulai merasakan hisapan lembut pada pucuk gunung berharga miliknya.
Suara yang sangat menikmati perlakuan Zen itu, semakin menandakan bahwa Kelly seakan sedang mabuk kepayang atas tindakannya. Hingga Tubuhnya mulai ditarik oleh Zen untuk duduk, dan dengan cepat Zen mulai menanggalkan semua pakaian yang terdapat pada tubuh bagian atas wanita itu.
__ADS_1
"Kamu terlihat sangat cantik hari ini, Kelly" dan begitulah ucapan Zen yang saat ini sudah menatap Istirnya yang mulai bertelanjang dada dihadapannya.
Namun tentu saja Zen tidak ingin kehilangan temponya. Apalagi dirinya tentu tidak mau membuat Kelly menunggu lama dan sehingga rasa malu mulai memenuhi dirinya karena perbuatan Zen yang terus menatap tubuhnya itu. Hingga Zen saat ini juga mulai menanggalkan pakaian bagian atasnya dan saat ini mulai mendorong kembali tubuh Kelly dan mulai menindihnya.
Bibirnya kembali mengecup dengan ganas bibir Istrinya itu, hingga tangan Zen mulai menjelajah ke setiap bagian tubuhnya yang halus itu. Hingga tanpa sadar, suara kancing celana yang digunakan oleh Kelly mulai terdengar dan Zen yang bibirnya masih sibuk menjelajahi dada dari Istrinya berusaha untuk menanggalkannya.
Kelly hanya bisa diam dan menikmati seluruh permainan dari Zen dengan menutup matanya. Namun disaat dirinya mencoba mengintip rupa suaminya, dirinya dikejutkan dengan Zen yang juga sudah telanjang bulat sepenuhnya dan bersiap memulai aksi pamungkasnya dalam kegiatan yang sedang mereka lakukan itu.
"Aku mulai, Kel" dan begitulah bisikan lembut yang terdengar oleh Kelly, sebelum Zen akan menuntaskan aksinya.
"Perlahan, Zen. A-Aku takut" dan begitulah balasan dari Kelly, yang memang cukup merasa sedikit takut dengan langkah Zen selanjutnya.
Hingga sesaat kemudian, Kelly mulai menggigit bibir bawahnya dengan lembut dan mulai menikmati apa yang dilakukan suaminya itu dengannya. Bahkan Kelly saat ini seakan juga mulai menyesuaikan pergerakan tubuhnya hingga suara kenikmatan mulai memenuhi sebuah ruangan khusus dari area Istana Kerajaan itu.
*******
"Selamat pagi, Kelly"
Sebuah suara lembut saat ini mulai menyambut seorang wanita yang baru bangun dari tidurnya. Dengan mencoba mengumpulkan semua kesadarannya, saat ini kelompok matanya yang perlahan terbuka mulai memperlihatkan sosok yang sangat dirinya cintai mulai menyambut pemandangannya.
__ADS_1
Kelly hanya tersenyum bahagia dengan apa yang dirinya lihat. Apalagi dirinya langsung teringat dengan apa yang mereka lakukan tadi malam, bahkan saat ini tubuh mereka berdua bisa dikatakan masih polos sepenuhnya dan hanya ditutupi oleh sebuah selimut yang mempersatukan tubuh polos mereka itu.
"Selamat pagi, suamiku" ucap Kelly yang merasa senang dan mulai mengecup singkat bibir suaminya dan mulai menanamkan wajahnya pada dada bidang suaminya itu.
Kelly merasa bahagia saat ini. Apalagi apa yang mereka lakukan tadi malam, merupakan sebuah bukti bahwa hubungan mereka sudah menuju ketahap sempurna. Jadi, yang harus Kelly tunggu dalam hubungan ini tentu saja adalah sesuatu mulai muncul pada rahimnya untuk menyempurnakan sepenuhnya.
Namun dirinya sadar, bahwa hal itu akan memakan waktu yang lama bagi dirinya untuk menunggunya. Tetapi dirinya hanya bisa bersabar saja dan dirinya sudah merasa bahagia dengan keadaanya saat ini bersama orang yang dirinya cintai, dan seluruh pihak yang bersamanya memang akan menunggunya untuk mendapat kesempatan tersebut.
"Kalau begitu ayo bersiap, bukankah kita akan berkeliling kota nanti?" balas Zen yang mengingatkan tentang rencana mereka ditempat ini.
Bisa dikatakan urusan Kelly, Lenneth dan sosok yang menjadi Ayah biologisnya memang sudah menemui titik terang. Ebisu memutuskan untuk tidak mengejar lagi tentang permalasahan tersebut dan membiarkan Kelly dan Lenneth dengan perlahan menerima perasannya yang tulus untuk mereka.
Memang Ebisu sangat berharap bahwa Lenneth mau menerima dirinya sebagai Suaminya, namun sepertinya wanita itu menolak dengan tegas kemauannya tersebut, hingga Ebisu memutuskan untuk mendekati dirinya dengan perlahan. Sedangkan untuk Kelly, saat ini Ebisu hanya bisa bersabar agar putrinya itu bisa menerima keberadaannya.
Jadi, saat ini Ebisu hanya bisa memperhatikan dan hanya bisa bersabar bahwa keinginannya itu bisa terkabul dan dirinya bisa bersatu dengan mereka semua, dengan cara mendekati mereka dengan perlahan dan tetap bersabar untuk menunggu mereka membuka diri untuk menerima keberadaannya.
"Baiklah, aku sudah siap Zen" ucap Kelly yang baru saja selesai berdandan.
Zen memang sudah bersiap-siap sedari tadi, apalagi Zen dan Kelly tadi mandi bersama setelah mereka bangkit dari tempat tidur mereka tadi. Namun karena memang wanita membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk berdandan, membuat Zen hanya bisa bersabar untuk menunggu kesiapan Istrinya itu.
__ADS_1
"Hahh... menunggu seseorang wanita saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi aku menunggu kalian semua untuk bersiap?"