
Sebuah monitor yang menayangkan sebuah tayangan langsung dan sedang disaksikan oleh beberapa pihak, saat ini sudah berubah menjadi tayangan pembantaian oleh sebuah pihak. Apalagi bisa dilihat, pihak yang seharusnya mereka musnahkan, saat ini malah berbalik untuk menghabisi keberadaan mereka.
Tentu siapa yang menyangka, saat ini operasi yang sedang mereka lakukan akan berakhir dengan sebuah kegagalan mutlak. Bahkan mereka langsung kebingungan dengan keadaan mereka saat ini, yang serasa mulai berbalik dan membuat mereka mulai risau.
Namun yang lebih membuat mereka bingung dengan apa yang baru saja mereka saksikan itu, pihak yang seharusnya mereka musnahkan seakan susah sekali untuk dikalahkan. Apalagi mereka bisa melihat dengan jelas bahwa dirinya sudah terkena tembakan berkali-kali, namun dirinya tak kunjung tumbang dan malah bisa mengembalikan keadaan.
“Siapa sebenarnya dirinya?” tanya salah satu dari mereka, yang masih memperhatikan salah satu layar yang sedang mereka saksikan saat ini.
“Aku tidak mau tahu. Cepat cari identitasnya apapun yang terjadi” ucap pemimpin mereka, kepada bawahannya yang saat ini dengan rasa takutnya mulai mengotak-atik laptopnya.
Memang kelompok yang sedang panik itu, merupakan kelompok yang sama yang menyerang Zen dan Vero sebelumnya. Bedanya, mereka merupakan orang-orang yang berada dipusat komando dari kelompok dan memimpin operasi tersebut dari jarak jauh.
Kelompok mereka memang merupakan sebuah kelompok pembunuh bayaran profesional yang disewa oleh seseorang, untuk membunuh dan mengamankan sebuah pihak. Namun naasnya, apa yang mereka lakukan itu terlihat tidak berhasil karena kemampuan Zen yang bisa dikatakan diluar nalar.
“A-Aku berhasil menemukannya, Tuan. P-Pria tersebut bernama Zen Gwillyn, Tuan” ucap bawahannya yang berhasil menemukan identitas dari Zen saat ini, sambil menunjukan sebuah sikap seperti ketakutan, karena dirinya takut bahwa apa yang dirinya lakukan itu tidak membuat orang yang menyuruhnya tadi puas dengan hasil kerjanya.
Tentu pemimpin mereka langsung melihat data tersebut, dan langsung mengerutkan keningnya saat membacanya. Karena memang data yang berhasil ditemukan oleh anak buahnya yang penakut itu, terlalu bersih untuk seorang sehebat Zen. Karena data itu hanya berisikan identitas dari seorang penduduk biasa yang sangat normal.
“Kamu sudah meretas berbagai sumber?” tanya atasannya kembali saat ini, sambil menunjukan tatapan tajamnya, kepada pria yang saat ini mulai semakin ketakutan melihat sikap atasannya itu.
“S-Sudah tuan. Bahkan a-aku sudah meretas data intelegen negara kita, namun a-aku hanya menemukan data itu s-saja” balas bawahannya yang saat ini memberanikan diri untuk menjawab pertanyaannya.
“Cih... coba cari lagi. Mana ada seorang lulusan sekolah menengah atas bisa mengalahkan prajurit bayaran ternama, hanya menggunakan sebuah pistol” perintah pria itu kembali, kepada anak buahnya itu.
Tentu menurutnya, Zen harusnya merupakan mantan seorang prajurit khusus atau sebagainya, bukan sebagai lulusan dari sebuah sekolah menengah atas biasa yang tertera pada data dirinya. Apalagi bisa terlihat kemampuan senjata dari Zen bisa dikatakan sangat tinggi dan mampu memusnahkan semua musuh yang ingin menghabisinya tadi.
Namun sesaat anak buahnya yang penakut itu memulai kembali mencari identitas dari Zen yang sebenarnya secara detail, saat ini mereka mendengar sebuah suara keras seperti sesuatu yang berbenturan dari arah pintu masuk markas mereka saat ini.
Tentu mereka semua langsung saling pandang, sebelum mengambil senjata mereka masing-masing untuk mencari tahu apa yang menyebabkan suara benturan tersebut. Dengan perlahan, beberapa dari mereka mulai mendekati pintu masuk dari markas mereka, untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi di sana.
__ADS_1
“Hanya ada seekor anjing yang duduk didepan pintu markas kita, Pemimpin” balas bawahannya, yang saat ini mengintip dari cela pintu dari markasnya itu.
“Anjing?” tanya pemimpin mereka kembali, untuk mengkonfirmasi perkataan bawahannya itu.
“Ya seekor Anjing, Pemimpin. Bahkan dirinya saat ini duduk didepan pintu dari markas kita” balas bawahannya itu mengkonfirmasi.
Cukup aneh memang, tetapi pemimpin dari markas tersebut langsung menyuruh anak buahnya untuk membukakan pintu markas mereka, untuk melihat sendiri keberadaan anjing tersebut. Dan benar saja, seekor anjing berjenis Siberian Husky saat ini sudah duduk didepan pintu markas mereka dengan tenang.
“Apakah orang yang tinggal disekitar area markas kita, tidak sengaja melepaskan peliharannya?” tanya atasannya itu kembali, karena dirinya kebingungan mengapa ada seekor anjing yang bisa dikatakan cukup bagus berada didepan pintu markasnya.
“Sepertinya tu-” namun sebelum bawahannya itu selesai menjawab pertanyaannya, sebuah peluru malah sudah menembus kepalanya dan langsung menewaskannya saat itu juga.
Tentu hal tersebut langsung membuat terkejut seluruh orang yang berada di sana, karena saat ini rekan mereka sudah tergeletak tak bernyawa, dengan kepalanya sudah tertembus sebuah peluru. Tentu mereka tidak tahu dari mana peluru itu berasal, dan mereka langsung menutup pintu dari markas mereka karena takut ada tembakan susulan kearah mereka.
“Sialan, siapa yang berani-beraninya melakukan hal ini?” ucap salah satu dari mereka, yang mulai sedikit panik dengan apa yang baru saja terjadi ditempat itu.
Memang dalam markas tersebut, saat ini hanya ada enam orang saja berada didalamnya, setelah salah satu dari mereka sudah tewas tadi. Mereka terdiri dari 3 orang penjaga, 1 orang peretas, 1 orang mengontrol operasi dan 1 orang lagi merupakan pemimpin mereka.
Apalagi, memang pada bagian luar markas yang sedang mereka tempati itu, terdapat berbagai penjaga juga dan tidak mungkin mereka akan dikalahkan dengan mudah. Apalagi hingga saat ini mereka tidak mendengarkan suara tembakan apapun, kecuali suara tembakan saat salah satu rekan mereka tewas tadi.
"Sial, aku tidak bisa menghubungi penjaga yang menjaga diluar, pemimpin" ucap salah satu dari mereka.
"Cih... sebenarnya apa yang ter-"
“Tunggu, bagaimana kamu bisa masuk?” ucap salah satu penjaga tempat tersebut yang memotong perkataan pemimpinnya, setelah melihat anjing yang sebelumnya berada diluar saat ini sudah berada didalam markas mereka.
Tentu mereka langsung menoleh menuju kearah dimana sebuah sosok anjing yang sudah berada didalam markas mereka. Hingga akhirnya mereka semua mulai memperhatikan seekor anjing Siberian Husky yang tadi berada dibalik pintu markas mereka sudah berada didalam markas mereka.
Semua orang yang berada didalam markas tersebut, cukup kebingungan saat ini. Apalagi mereka mulai saling menatap kearah satu sama lainnya, untuk mencari tahu bagaimana anjing itu bisa masuk kedalam markas mereka, dan saat ini sedang duduk dengan tenang dan sedang menatap keberadaan mereka.
__ADS_1
“Bukankah ini aneh, pe-” namun belum juga dirinya menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara tembakan kembali terdengar dan menewaskan orang yang baru saja berbicara itu.
Suara sesuatu terjatuh akhirnya kembali membuat mereka terkejut. Karena saat ini, pria yang ingin menyelesaikan kalimatnya itu, sudah terkapar tak bernyawa dilantai, yang dimana kepalanya sudah tertembus sebuah peluru yang menewaskan dirinya itu.
Masalahnya, kalau tadi mereka tidak menemukan siapa yang membunuh rekan mereka. Saat ini seorang pria yang sedang memegang pistolnya sudah terlihat bahkan berada dihadapan mereka saat ini. Dengan meniup asap yang keluar dari moncong pistolnya, pria itu saat ini mulai berdiri dibelakang anjing yang masuk secara misterius kedalam markas mereka.
“Halo... aku hanya ingin bertanya, siapa yang menyuruh kalian untuk membunuh diriku?” ucap pria itu, sambil tersenyum ramah kepada beberapa orang yang cukup terkejut melihat keberadaan dirinya saat ini.
Teror, itulah yang sedang mereka rasakan dan perhatikan saat ini. Karena memang, bagaimana bisa pria yang sebelumnya mereka hanya lihat melalui sambungan kamera yang berada pada rekan mereka yang bertugas di lapangan, saat ini sudah berada ditempat ini.
Bahkan jarak dari area tersebut dengan tempat ini bisa dikatakan cukup jauh. Jadi, mereka saat ini merasa sangat bingung dengan apa yang sedang mereka lihat itu. Bahkan beberapa dari mereka menganggap bahwa pria yang harus mereka lenyap kan itu memiliki seorang saudara kembar, dan yang berada dihadapan mereka merupakan kembarannya.
Tetapi karena memang ada musuh yang berani-beraninya datang ketempat ini, mereka tentunya akan melawan dirinya. Apalagi, beberapa dari mereka mulai mengangkat senjata mereka dan bersiap membidik pria yang masih berdiri dengan tenang ditempatnya saat ini.
Namun naas, saat beberapa dari mereka mulai menodongkan senjatanya kearah pria yang tiba-tiba muncul di markas mereka itu, sebuah peluru langsung mendarat tepat di kening mereka dan langsung menembus bagaian belakang kepala mereka dengan sangat mulus.
“Cepatlah beritahu aku, karena aku tidak mempunyai banyak waktu” ucap pria itu kemudian, yang tidak memperdulikan perbuatannya yang baru saja membunuh beberapa orang dengan sangat amat cepat.
Tentu saat ini beberapa dari mereka mulai merasakan takut, karena semua penjaga yang seharusnya menjaga mereka, sudah tewas ditangan pria yang terlihat sangat menyeramkan tersebut. Walaupun memang saat ini dirinya tersenyum, entah mengapa mereka sangat ketakutan melihat senyumannya itu.
“Hahh... apakah kalian tidak mengerti perkataanku?” namun karena kembali tidak mendapatkan jawaban, pria itu akhirnya menembakan kembali pistolnya dan menewaskan seseorang lagi.
Hingga akhirnya sisa dua orang lagi yang berada di sana, yaitu si Pemimpin dan peretas. Tentu mereka mulai merasa ketakutan karena memang mereka tidak bisa melakukan apapun, untuk membuat diri mereka aman dari serangan pria yang sedang menodongkan pistolnya kearah mereka.
“Cepat jelaskan apa yang kalian ketahui” ucap pria itu kembali, yang kembali mulai menodongkan pistolnya kearah mereka berdua.
Sebenarnya mereka berdua ingin menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pria tersebut. Namun sayangnya, ketakutan mereka itu mampu menghalangi mereka untuk menjawab pertanyaan dari pria yang berada didepan mereka itu. Hingga akhirnya pria tersebut seakan sudah siap menarik pelatuknya sekali lagi, karena dirinya tidak kunjung mendapatkan jawaban.
Entah siapa yang saat ini akan dibunuhnya, namun mereka saat ini semakin ketakutan dibuatnya. Namun salah satu dari mereka, mulai berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengalahkan rasa takutnya dan mulai mengucapkan sesuatu.
__ADS_1
“A-Aku akan menjelaskannya, T-Tuan.”