Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Kabar Membahagiakan


__ADS_3

Seorang pria saat ini mulai membuka matanya karena terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Sebuah aura penghubung yang dirinya miliki dengan anak angkatnya tiba-tiba terputus, dan membuatnya langsung bangkit dari tempat tidurnya saat ini.


“Sialan, apakah dirinya mati?” ucap pria itu, yang sekali lagi mencoba mencari tahu kemana hilangnya aura penghubung tersebut.


Tentu dirinya cukup terkejut mendapati bahwa anak angkatnya yang sangat kuat menurutnya itu, bisa kehilangan aura penghubung mereka. Apalagi kehilangan dirinya merupakan sebuah pukulan telak bagi pria itu, karena dirinya kehilangan orang yang sangat berharga bagi dirinya.


Hingga dirinya mulai menyalahkan dirinya sendiri, karena mengirimkannya menuju sebuah tempat untuk menyelidiki sesuatu. Tentu awalnya dirinya tidak ingin melakukan hal tersebut, namun karena rasa penasaran dengan sosok yang terus menghalangi rencananya, akhirnya dirinya memutuskan untuk mengutus anak angkatnya itu.


“Hm... tetapi sepertinya dirinya memang tidak mati, tetapi melepaskan hubungannya denganku dengan sengaja” ucap pria itu kemudian.


Ya, pria itu merupakan salah satu Dewa Nordik, Dewa Loki. Dirinya saat ini masih mencari tahu penyebab terputusnya aura penghubung miliknya dengan anak angkatnya itu. Apalagi dirinya merasakan bahwa anak angkatnya dengan sengaja memutuskan aura tersebut.


Tidak mungkin anak angkatnya itu bisa mati dengan mudah. Bahkan sorang Dewa sekalipun akan kesulitan untuk mengalahkannya. Apalagi Loki masih bisa merasakan aura kehidupan dari anak angkatnya itu yang masih bisa dirinya rasakan.


“Sialan. Apakah memang orang yang membuat kekacauan di negara itu memang sekuat itu?” gumam Loki kemudian.


Pemikiran pertama Loki atas hilangnya aura penghubung antara dirinya dan anak angkatnya itu, adalah disebabkan oleh orang yang memang terus saja menggagalkan rencana para Vampire di Negara Indonesia belakangan ini.


Apalagi, dirinya beranggapan bahwa anak angkatnya itu berhasil untuk menemukan sosok tersebut dan dirinya dipaksa untuk dijadikan budak olehnya, dan membuat anak angkatnya tersebut sudah berpindah pihak saat ini.


“Untung saja, serigala bodoh itu hanya pernah bertemu denganku, dan hanya menjalankan semua perintahku tanpa aku jelaskan beberapa detail informasi tentang perintah yang kuberikan. Jadi aku bisa tenang bahwa semua rencana yang sudah aku susun tidak akan bocor.” ucap Loki yang sedikit merasa lega, dengan tindakan pencegahan yang pernah dirinya lakukan terhadap anak angkatnya tersebut.


Namun tentu saja, dirinya harus mewaspadai kekuatan yang membuat anak angkatnya itu untuk membelot, karena mungkin dirinya sewaktu-waktu akan mengganggu rencana yang dirinya susun dan membuat rencana yang sudah dirinya rencanakan selama ratusan tahun akan gagal.


“Baiklah. Sepertinya aku harus mempercepat semua rencanaku, sebelum orang yang suka ikut campur itu menggagalkan semuanya” ucap Loki yang langsung beranjak dari tempat tidurnya, dan langsung pergi entah kemana.


Disisi lain, berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Loki yang merasa was-was, saat ini seorang wanita terlihat sangat bahagia dengan kabar yang baru saja dirinya dapatkan. Bahkan saking bahagianya, dirinya malah sudah mulai menangis karena dirinya tidak kuasa menahan rasa terharu yang dirinya rasakan.


Apalagi kabar yang baru saja dirinya terima tadi, membuatnya sangat amat bahagia dan tidak menyangka bahwa hari yang dirinya nanti sejak lama akhirnya tiba. Dan penantian panjangnya akhirnya berakhir, setelah dirinya mulai kembali menuju tempat dimana Ibunya berada saat ini.


“Mengapa Kel, mengapa kamu menangis?” tanya Vero khawatir, yang langsung menghampiri sahabatnya itu, karena melihat dirinya berlinang air mata saat sedang menghampirinya saat ini.


“Aku tidak apa-apa, Ver. Ini hanya air mata kebahagiaan” ucap Kelly kepada sahabatnya itu.


“Benarkah?” tanya Vero kemudian dan mendapatkan anggukan dari Kelly.

__ADS_1


Kelly langsung menjelaskan tentang isi percakapan yang dirinya lakukan dengan dokter bernama Bara tadi. Yang dimana dokter itu mengatakan bahwa operasi dari Ibunya berhasil, dan kemungkinan besar dirinya akan sadar seminggu kemudian.


Tentu mendengar hal itu Vero juga ikut senang, karena memang inilah kabar yang ditunggu-tunggu sedari dulu oleh sahabat yang sudah dirinya anggap saudara itu. Bahkan dirinya ikut berbahagia dengan apa yang dialami oleh sahabat terbaiknya itu.


“Dan terima kasih untukmu Zen. Karena berkatmu saat ini Ibuku bisa disembuhkan” ucap Kelly kemudian kepada Zen.


“Benarkah? padahal aku tidak melakukan apa-apa” balas Zen, yang saat ini berusaha untuk merendah.


“Tentu kamu ikut andil Zen, karena kamu yang memperkenalkan dokter itu kepada kami” ucap Vero kemudian, yang entah mengapa malah memuji dirinya saat ini.


Zen langsung mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari Vero tersebut, karena sangat tumben wanita itu saat ini seakan memuji hasil kerjanya. Namun Zen tidak ambil pusing dengan perkataannya dan mulai mengangguk saja untuk menjawab perkataan mereka.


Apalagi dirinya hanya mencoba menikmati aura kebahagiaan yang bisa dirinya panen, dari kebahagiaan yang sedang dikeluarkan oleh Kelly saat ini. Maka dari itu, dirinya berusaha agar wanita itu bisa terus bahagia dan mengeluarkan aura tersebut secara terus menerus.


"Kalau begitu, ayo kita jenguk Ibumu" ajak Vero kemudian.


Memang Zen dan Vero sudah menyempatkan diri mereka untuk menjenguk keadaan Ibu dari Kelly tadi. Tetapi tidak dengan Kelly yang belum sama sekali melihat keadaan Ibunya. Jadi Vero berinisiatif mengajak sahabatnya itu untuk menjenguk keadaan Ibunya.


"Baiklah." balas Kelly kemudian, yang sudah mengikuti langkah Vero saat ini.


Namun yang membuatnya cukup bingung saat ini, adalah apa yang harus dirinya lakukan kepada beberapa pihak yang dengan terang-terangan menyukai dirinya. Tentu dirinya ingin melakukan sesuatu kepada mereka, tetapi statusnya saat ini membuatnya cukup kesusahan untuk mewujudkannya.


"Cih... apakah aku harus membentuk kerajaan Harem ku kembali?" gumam Zen kemudian.


Tentu hal tersebut merupakan pilihan yang kurang bijak menurut Zen, untuk dilakukan sekarang. Jadi, dirinya memutuskan akan memikirkan rencana apa yang dirinya lakukan kelak, kepada beberapa pihak yang memberikannya aura kebahagiaan bagi dirinya itu.


“Baiklah, karena semuanya sudah selesai, bagaimana jika kita makan siang?” Namun sedang asik memikirkan masa depannya, Zen dikejutkan dengan kedatangan dua orang wanita yang baru saja kembali dari dalam ruang ICU.


Kelly saat ini memutuskan untuk mengajak kedua orang yang bersamanya itu untuk makan siang dengannya, karena dirinya tahu mereka belum makan sedari tadi saat menemani dirinya. Apalagi dirinya sudah memastikan bahwa kondisi Ibunya baik-baik saja dan tidak apa-apa untuk ditinggalkan sebentar.


"Oh... baiklah. Mari kita makan siang" ucap Zen bersemangat setelah mendengar kata makan, hingga dirinya mulai melupakan semua yang dirinya pikirkan sedari tadi.


Tidak ada kejadian spesial setelah kegiatan mereka saat makan siang tadi, hingga akhirnya Vero dan Zen memutuskan untuk kembali menuju kediaman mereka, karena memang mereka sudah menemani Kelly hingga hari akan mulai berakhir.


Ibu dari Kelly juga sudah dipindahkan dari ruang ICU menuju ruang perawatan biasa, karena memang kondisinya sudah stabil. Jadi, Kelly langsung menyuruh kedua orang yang menemaninya itu untuk pulang, karena dirinya sudah tidak perlu ditemani lagi.

__ADS_1


“Ah... tunggu sebentar” ucap Zen sebelum dirinya masuk kedalam mobil milik Vero, saat mereka akan beranjak dari rumah sakit tersebut.


Tentu Vero kebingungan dengan apa yang akan dilakukan oleh suami bayarannya itu. Karena saat ini dirinya mulai masuk menuju sebuah penginapan yang berada tidak jauh dari area rumah sakit tempat mereka berada.


Namun sesaat kemudian, dirinya dikejutkan dengan Zen yang sudah menggendong seekor anak anjing yang berjenis seperti Siberian Husky yang berada di gendongannya. Tentu Vero cukup kebingungan mengapa pria itu menggendong seekor anak anjing bersamanya.


“Tadaa....” ucap Zen yang mulai membuka pintu mobilnya, dan langsung menyerahkan anjing tersebut kearah Vero.


Melihat sesuatu yang imut, tentu Vero dengan senang hati menerimanya. Apalagi memang anak anjing itu terlihat sangat menggemaskan dengan bulu lebatnya yang dimilikinya. Bahkan setelah dirinya menerima anak anjing tersebut, dirinya langsung mengelusnya dengan perlahan.


Tentu sisi Vero ini memang sangat jarang dilihat oleh beberapa pihak, karena memang sebenarnya dirinya menyukai sesuatu yang imut. Namun karena penampilan dirinya yang seakan dingin kepada siapapun, jadi tidak akan ada yang menyangka bahwa kesukaan wanita itu akan seperti itu.


“Kamu dapat dari mana anak anjing ini Zen?” tanya Vero kemudian, yang masih merasa bersemangat dengan keberadaan anak anjing yang berada di gendongannya saat ini.


“Bukankah sudah kubilang, aku menolong seekor anjing kelaparan tadi” Balas Zen kemudian.


Tentu Vero terkejut mendengar perkataan Zen itu, karena dirinya mengira bahwa Zen hanya membuat alasan saja tadi, karena keterlambatannya saat membeli beberapa cemilan untuk dirinya dan Kelly tadi. Apalagi siapa yang menyangka alasan aneh yang dirinya lontarkan itu, merupakan sebuah kebenaran.


“Tapi Zen. Anjing mahal seperti ini, tidak mungkin bukan ditelantarkan oleh pemiliknya?” Kata Vero kemudian.


Benar apa yang dikatakan oleh Vero. Karena tentu dirinya mengenali jenis anjing yang sedang digendongnya saat ini. Apalagi kondisi dari anjing itu terlihat sangat baik, dan tidak mungkin bahwa dirinya ditelantarkan oleh seseorang yang merupakan majikannya.


“Tenanglah, pemilik anjing ini tadi menjualnya kepadaku, karena dirinya membutuhkan uang tunai dengan cepat. Dan aku tadi menitipkannya kepada penginapan didepan untuk menjaganya sementara” Balas Zen yang memberi alasan bagaimana dirinya mendapatkan anak anjing tersebut.


Tentu alasan yang diberikan oleh Zen cukup aneh sebenarnya, karena memang tidak mungkin bukan seseorang tiba-tiba saja muncul disebuah rumah sakit dan menjual anjingnya. Namun Vero tidak memperdulikannya, karena dirinya cukup senang dengan keberadaan anak anjing tersebut.


Yang terpenting bagi dirinya, anjing yang akan dijadikan peliharaannya itu memang tidak memiliki majikan, dan saat ini dirinya bisa mengasuhnya tanpa memikirkan bahwa anak anjing itu merupakan milik orang lain.


“Tuan, aku merasakan aura yang tidak mengenakan dari tubuh wanita ini” ucap Fenrir yang sudah duduk dipangkuan dari Vero saat ini.


Memang anjing yang digendong oleh Vero merupakan Fenrir, yang dimana Zen menyuruh dirinya untuk berubah bentuknya menjadi agar mirip seperti anjing. Dan begitulah wujudnya mulai berubah, yang saat ini dirinya terlihat seperti Siberian Husky.


“Ya.. dan itulah tugasmu selanjutnya, untuk menjaga aura tersebut tidak terlepas dari dalam tubuhnya” ucap Zen kemudian.


Tentu Zen tidak bisa mengawasi Vero selama 24 jam. Jadi dirinya akan menyuruh Fenrir untuk membantunya, apalagi dirinya sangat cocok melakukan hal tersebut karena memang Zen mengetahui bahwa Vero sangat menyukai sesuatu yang imut.

__ADS_1


“Baiklah, mari kita pulang”


__ADS_2