
Seorang wanita yang menggunakan seragam polisinya saat ini sedang menatap rumah yang sudah rata menjadi abu didepannya. Saat ini dia ditugaskan untuk mencari penyebab kebakaran rumah ini, dan membuatnya mulai sakit kepala menghadapi semua kasus yang saat ini sedang dia kerjakan.
Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, kasus yang sedang dia kerjakan saat ini harus dibuat serahasia mungkin, karena orang yang menjadi korban dalam kasus ini memliki sesuatu yang akan membuat heboh satu negara jika permasalahan tentang dirinya muncul.
“Cih... mengapa aku harus menyelidiki sebuah kasus dari seorang yang tidak berperikemanusiaan” gumam Santi yang saat ini sangat terpaksa melakukan penyelidikan pada tempat ini.
Namun sedang serius melakukan tugasnya, beberapa mobil mewah mulai datang menuju lokasi dari rumah yang sudah hangus itu. Beberapa orang berjas yang merupakan pengawal mulai turun dan diikuti oleh seorang wanita paru baya yang juga keluar dari kendaraan yang ditumpanginya.
Dengan terlihat jelas raut wajah wanita paru baya itu yang sangat berantakan, walaupun pakaian yang dia kenakan cukup mahal, tidak membuat penampilannya itu terlihat cocok untuknya dikarenakan kondisi yang sedang dia alami atas kematian putranya.
Dengan langkah yang tergesa-gesa, wanita itu mulai mendekat kearah Santi karena dia tahu Santi merupakan orang yang bertanggung jawab untuk menyelidiki kasus yang membuat salah satu putranya meninggal ditempat ini.
“Bagaimana Bu Polisi, apakah anda sudah menemukan sesuatu tentang penyebab kematian putraku?” katanya sambil menggenggam tangan Santi untuk meminta jawaban.
“Masih kami selidiki Nyonya... Jadi anda diharapkan untuk bersabar dalam menunggu hasil penyelidikan yang sedang kami lakukan” Balas Santi sambil menenangkan wanita paru baya tersebut yang terlihat sangat rapuh.
“Baiklah, tetapi saya harap pelaku yang melakukan ini semua harus ditangkap dan dihukum dengan seberat-beratnya” balasnya kemudian lalu meninggalkan Santi dan mulai berjalan menuju kearah mansion yang sudah hangus tersebut.
Santi menjawab wanita tersebut dengan hanya memberikan sebuah senyum saja mendengar perkataan dari wanita itu, namun didalam hatinya saat ini sangat kesal karena wanita paru baya itu sebenarnya tahu perilaku anaknya, namun dirinya berharap bahwa pelaku yang melakukan ini semua tertangkap.
“Yap... ini karma anak anda nyonya” gumam Santi setelah melihat wanita itu sudah menjauh dari dirinya.
Dalam penyelidikan pertama kali, Santi menemukan banyak sekali hardisk yang entah isinya apa terkumpul disebuah tempat dan tidak rusak sama sekali. Tentu saja Santi langsung menyuruh bawahannya untuk memeriksanya dan dirinya tidak menyangka bahwa isi dari hardisk tersebut berisi ribuan video porno didalamnya.
Bukan itu saja, ternyata video-video itu dibuat oleh orang yang tinggal ditempat ini, karena beberapa Videonya terdapat dirinya didalamnya. Bukan Cuma itu saja, fakta bahwa pria bejad itu mempunyai sebuah kanal pribadi pada situs porno membuat kasus ini sangat amat susah diselesaikan karena semua informasi korban harus dirahasiakan.
“Kapten” Lamunan Santi akhirnya mulai terhenti, setelah dirinya dikejutkan oleh seorang yang sedang memanggilnya
__ADS_1
“Apa yang kamu temukan?” tanya Santi kemudian menjawab bawahannya itu.
“Pria yang menjadi korban dalam kebakaran ini ternyata mempunyai hubungan dengan kelompok Beruang Hitam Kapten” balas bawahannya itu.
“Hubungan seperti apa?” tanya Santi sekali lagi yang cukup terkejut mendengar perkataan anak buahnya.
“Sebelum kelompok itu musnah, mereka merupakan pemasok wanita yang akan digunakan oleh pria itu dalam menjalankan bisnis pornonya” balas bawahannya itu, sambil menunjukan beberapa bukti kepada Santi.
“Cih... apakah ini masih kaitan dengan musnahnya kelompok gang tersebut?” Gumam Santi sambil mulai mengigit ujung kukunya dan sedang memikirkan permasalahan yang sedang dia selidiki.
“Ya... karena tiga orang mayat yang hangus bersama sang korban, teridentifikasi sebagai anggota Beruang Hitam yang selamat saat terjadinya pembantaian pada kelompok mereka” Balas bawahannya itu.
Mendengar sebuah fakta yang baru, Santi mulai memikirkan semua hal untuk mencari secercah jalan keluar dari kasus yang sangat gelap ini. Dengan terbuktinya hubungan dengan kasus Beruang Hitam, dipastikan kasus ini dilakukan oleh orang yang sama menurutnya.
Tetapi saat sedang memikirkan kasus yang sedang diselidiki itu, kegiatannya mulai terganggu dengan suara tangisan yang sangat keras yang berasal dari wanita paru baya yang tadi menghampirinya. Suaranya yang keras itu memang menyayat hati jika beberapa orang mendengarnya dan membuat orang-orang akan prihatin kepadanya.
Semua kasus tentang apa yang terjadi oleh putra wanita itu, memang sengaja di rahasiakan karena perbuatannya yang sangat tercela, saat tim dari kepolisian tidak sengaja menemukan beberapa hardisk yang berisi Ribuan Video porno.
Dan juga, ditemukan juga fakta bahwa putra dari wanita itu juga memperjual belikan video itu, baik secara langsung menggunakan kaset atau flashdisk, maupun secara online diberbagai situs porno.
Hanya karena wanita itu merupakan seorang konglomerat di Negeri ini, jadi dirinya beserta suaminya meminta semua kasus yang dialami putra mereka harus dirahasiakan karena akan mengganggu jalannya bisnis mereka.
“Lalu apa yang harus kita lakukan Kapten?” balas bawahan dari Santi Kembali.
“Kumpulkan kembali berbagai bukti termasuk telusurilah lebih detail tentang hubungan Kelompok Beruang Hitam dalam kasus ini” Balas Santi dan mendapatkan anggukan oleh bawahannya itu.
Santi memutuskan untuk pergi dari sana dan kembali menuju kantornya, karena sudah muak melihat kejadian yang sedang terjadi ditempatnya berada. Setelah memasuki mobil dinasnya, Santi mulai memikirkan kembali kasus tersebut, karena dirinya mendapatkan beberapa fakta kembali.
__ADS_1
Satu nama saat ini ada didalam benaknya, yaitu Zen. Walaupun dirinya tidak mempunyai bukti apapun atas kecurigaannya kepada Zen yang menjadi pelaku semua kejadian ini menurutnya, tetapi perasaannya mengatakan Zen ada hubungannya dengan kasus ini.
“Tetapi aku bertemu dengannya tadi malam saat kebakaran terjadi” gumam Santi kemudian.
Memang kekuatan kepekaan dari Santi membuatnya sangat wajar jika mencurigai Zen, karena Kepekaan itulah yang menuntunnya seperti itu. Namun karena dirinya masihlah seorang manusia yang tidak mengerti tentang kemampuannya, jadi dia masih menggunakan logika yang dimilikinya.
“Dan juga, kenapa pemimpin kepolisian menerima permintaan dari keluarga pria bejat itu”
.
.
Ditempat lain, seorang pria yang saat ini sedang dicurigai oleh Santi, saat ini sedang menyantap makanannya yang sudah dia pesan bersama Angel yang berada didepannya. Dengan duduk bersebelahan dengan boneka yang diberikan oleh Zen tadi, raut wajah Angel tampaknya tidak bersemangat saat ini.
“Kenapa lagi dengannya? Aura positifnya mulai memudar dari dalam dirinya saat ini” gumam Zen yang memperhatikan Angel dihadapannya yang terlihat sangat tidak bersemangat.
Mereka memang memilih sebuah kedai makanan cepat saji untuk makan siang mereka. Namun entah mengapa, saat setelah Zen berbincang dengan Angel tadi, mood dari Angel mulai berubah dan seakan terlihat sedih saat sampai di tempat ini.
“Makanan untuk dimakan Angel, bukan untuk ditatap” kata Zen yang saat ini melihat Angel yang hanya menatap makanannya dan bahkan hanya menyentuh sedikit makanannya itu.
Angel tentu langsung terkejut dengan perkataan Zen yang menegurnya, karena memang dia sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya tidak bersemangat setelah mendengar perkataan Zen sebelumnya.
“Maafkan aku Kak” balas Angel sambil tersenyum dan mulai menyantap makanannya itu kembali.
Angel mulai merasa bersedih setelah mendengar perkataan Zen tadi, yang mengatakan bahwa dirinya akan pergi jauh. Tentu perkataan itu membuat Angel sedih karena sebenarnya dia ingin tetap berada di kota ini, tetapi dirinya juga tidak ingin membuang kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya.
Karena keputusannya sudah bulat, mau tidak mau Angel harus bisa untuk menerima kenyataan bahwa dirinya harus pergi meninggalkan semua yang membuatnya sangat nyaman saat berada di kota ini.
__ADS_1
“Hahh.. aku harus bisa”