Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Aneh Dan Berantai


__ADS_3

Zen tidak tahu apalagi yang sedang terjadi saat ini. Karena bisa dibilang, ternyata apa yang menjerat istrinya semakin parah kasusnya saat dirinya saksikan saat ini. Zen tidak tahu kenapa bisa seperti itu, jadi saat ini dirinya hanya menatap saja apa yang sedang terjadi pada layar kaca yang sedang dirinya saksikan tersebut.


Berbagai pemberitaan saat ini sudah sangat ramai dalam memberitakan berbagai hal tentang apa yang sedang terjadi, maka dari itu Zen saat ini bisa dengan jelas mengetahui tentang apa yang terjadi terhadap situasi Istrinya yang sedang menghadiri sebuah panggilan polisi.


Apalagi dirinya cukup kebingungan dengan semua itu, karena baru saja dirinya menjalankan rencana yang sudah disiapkan oleh Istrinya, sebuah permasalahan baru saat ini mulai muncul dan semakin membuatnya cukup tercengang dengan apa yang sebenarnya sudah terjadi.


“Yang terpenting, Loa ada bersama dirinya bukan?” tanya Zen kepada Bari, yang memang dirinya panggil ketempat ini.


“Loa akan selalu berada disisi Nyonya Vero apapun yang terjadi, Tuan. Jadi anda bisa tenang atas keberadaan dirinya” balas Bari yang menjawab perkataan tuannya tersebut.


Sebuah kabar mengejutkan saat ini bisa dilihat oleh Zen. Karena tiba-tiba saja kasus dari Vero langsung dilimpahkan kepada kejaksaan padahal Istrinya baru saja tiba di kantor kepolisian. Karena bisa dikatakan, selain Thomas melaporkan sosok Vero kepada pihak kepolisan, dirinya juga menggugat secara perdata dirinya.


Tentu Thomas menggugat perdata atas hasil laporan yang dirinya lakukan terhadap Vero yang berhasil diterima laporannya oleh pihak kepolisian, yang dimana dirinya menuduh Vero memaksa dirinya menjual semua saham miliknya untuk memonopoli seluruh perusahaan atas namanya.


Apalagi Thomas sepertinya tidak sendiri melakukannya. Karena saat ini, dirinya ditemani dengan rekan-rekannya yang dahulu merupakan para dewan direksi, termasuk Dewi yang juga menuduh bahwa Vero melakukan sebuah paksaan dalam mengambil alih perusahaannya Nusantara Kosmetik yang saat ini sudah menjadi milik Vero.


“Tetapi, apakah mereka sebenarnya tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu akan sia-sia?” tanya Zen kembali yang sebenarnya masih tenang menghadapi situasi tersebut, karena dirinya hanya terkejut dengan banyaknya permasalahan yang menyerang sosok Istrinya secara bertubi-tubi.


“Ya... jika mereka tahu siapa sebenarnya dibalik tuduhan yang mereka sematkan, bisa dikatakan mereka akan putus asa bahkan menyesal melakukan itu semua, Tuan." Jawab Bari yang menjawab perkataan Tuannya tersebut.


Memang rencana dari Vero yang sudah dirinya buat tadi, tidak akan terpengaruh oleh jalannya kasus yang terus menjeratnya saat ini. Karena pihak yang menggandeng dirinya dalam membantunya menyerang dan membalaskan perbuatan mereka merupakan sebuah perusahaan yang sangat besar.


Jadi, mau tidak mau mereka akan mengalami sebuah keputusasaan karena mereka sudah mencari masalah dengan pihak yang salah, karena Vero saat ini sudah memegang sebuah kartu as ditangannya dan jika dirinya mengeluarkan kartu tersebut, bisa dikatakan semuanya ini akan berbalik sepenuhnya.


"Ya, aku juga tidak sabar melihat ekspresi mereka nanti disaat mengetahui kenyataannya" balas Zen yang juga setuju dengan perkataan bawahannya tersebut.


"Lalu, apa yang kami harus lakukan selanjutnya, Tuan?” tanya Bari kepada Zen kembali, karena dipastikan langkah dari Zen tidak akan berhenti sampai di sana saja untuk menyelesaikan permasalahan ini.


Bisa dikatakan rencana yang dirinya rencanakan tadi masih bisa berjalan seperti biasa. Karena sebenarnya, tuntutan yang diterima oleh Istrinya semakin membuka lebar kesempatan Zen untuk mengetahui siapa yang sebenarnya mencoba untuk mencari masalah lagi dengan Istrinya.


Jadi apa yang mereka perbuat sama sekali tidak akan mengganggu semua rencana yang sudah direncanakan oleh Vero maupun Zen. Sehingga saat ini Zen bisa dengan tenang menantikan semua rencananya itu mulai berjalan dan menghancurkan satu-persatu langkah dari pihak yang ingin menyerang Istrinya.


“Tahanlah dulu. Tunggu kecoa-kecoa itu mulai berkumpul di satu tempat yang sama, barulah kita menyerang mereka secara bersamaan” ucap Zen yang mulai memberikan instruksinya dan membuat Bari hanya mengangguk saja menjawab perkataannya.


Zen saat ini hanya berharap bahwa situasi ini tidak membuat Istrinya merasa terlalu lelah disaat dirinya menghadapi itu semua. Apalagi, dirinya baru saja menjalankan semua hal yang ingin dirinya lakukan, namun dirinya malah tersandung sebuah kasus seperti apa yang sedang dirinya coba selesaikan saat ini.

__ADS_1


Jadi, yang Zen khawatirkan sebenarnya hanya keadaan Istrinya saja. Karena bisa dikatakan, Zen sangat bisa menyelesaikan itu semua dengan cepat namun para bawahannya termasuk Alfred melarang Zen melakukan semua itu dengan cara seperti biasa.


“Tetapi Tuan, untung saja kita tidak mengumumkan bahwa Darkness Company sendirilah yang membeli semua perusahaan itu. Jika tidak, dipastikan apa yang anda inginkan tidak bisa terlaksana” ucap Bari kembali disela-sela tayangan yang sedang mereka saksikan saat ini.


Memang Zen sudah bisa memprediksi bahwa semua hal ini akan terjadi dimasa depan. Apalagi Perusahaan miliknya yang membeli semua perusahaan yang saat ini sudah berada ditangan Vero memang menyembunyikan identitas mereka disaat mereka membeli semua itu.


Maka dari itu, beberapa pihak yang tamak dipastikan akan mencoba keberuntungan mereka untuk menyerang Vero, karena mereka sama sekali tidak mengetahui pihak mana yang membeli semua perusahaan dan saham yang saat ini berada ditangannya.


Jadi sangatlah wajar jika mereka langsung menyerang sosok Vero. Karena beberapa pihak tamak yang beranggapan bahwa pihak yang membeli semua itu kedudukannya berada dibawah mereka, sehingga membuat mereka percaya diri untuk melakukannya. Jadi, semua itu akan digunakan oleh Zen dan bawahannya untuk membantu Vero meningkatkan kemampuannya dalam menyelesaikan semua permasalahan.


Memang sebelumnya Alfred memberi saran kepada Zen agar membiarkan Istrinya sendiri yang mencoba untuk menyelesaikan semua permasalahan yang akan menjerat dirinya dengan kemampuannya sendiri. Karena bisa dikatakan mereka ingin melihat cara Vero menyelesaikan semua permasalahan itu.


Tentu selain hal itu, mereka sangat menginginkan untuk Vero terbiasa menghadapi situasi seperti itu kedepannya. Karena seperti yang diketahui Vero saat ini sedang belajar cara untuk menjalankan sebuah perusahaan yang sangat amat besar milik Suaminya kelak.


“Ya... tetapi tetap saja, aku sudah merasa gatal untuk segera menguliti mereka” ucap Zen yang memang sudah tidak sabar menyiksa semua pihak yang mencari masalah dengan Istrinya.


Memang dirinya sudah memprediksi bahwa kejadian seperti ini akan dialami oleh Vero. Namun dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa pihak yang melakukannya adalah pihak yang sudah Zen tidak pedulikan lagi keberadaannya, karena dirinya pernah menjadi sosok Ayah dari Istrinya.


Jadi disaat dirinya tetap saja tidak berubah, membuat Zen saat ini akan memastikan bahwa mereka akan mengalami sesuatu yang akan mereka sesali. Karena disaat Zen sudah berbaik hati untuk berpaling dari mereka, seharusnya mereka tidak melakukan sebuah kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.


Bisa dikatakan mereka berdua hanya menyaksikan pemberitaan itu dengan tenang. Karena memang berbagai media saat ini sedang memberitakan kabar tentang kejadian yang dialami oleh Vero saat ini. Namun ada satu lagi kabar yang juga sedang mereka dengarkan saat ini.


Karena memang Zen sudah menantikan apa yang akan terjadi kepada pihak yang sudah terjerat rencana yang sudah dirinya buat, dan bisa dikatakan hasil rencananya itu mampu membuat pihak yang sedang mereka saksikan beritanya itu terlihat cukup tersiksa menjalaninya.


“Sepertinya keputusannya sebentar lagi dibacakan, tuan” ucap Bari yang saat ini mengingatkan tuannya, untuk menyaksikan layar televisi mereka yang berada disebelah layar televisi yang menyiarkan pemberitaan tentang Vero.


Bisa dikatakan mereka berdua sedang menyaksikan jalannya dua buah berita tentang kasus yang menjerat Vero, dan persidangan yang sedang dilakukan oleh Daniel yang akan mendengarkan sebuah keputusan pengadilan. Apalagi bisa dikatakan hari ini juga merupakan hari keputusan hukuman yang akan dirinya terima atas semua perbuatan yang selama ini dilakukan oleh dirinya.


“Dengan ini, Saudara Daniel akan dijatuhi hukuman masa percobaan selama dua tahun” dan begitulah hasil vonis yang mereka dengar tentang keputusan hakim yang sedang memvonis Daniel.


Kebingungan tentu saja, karena Zen sama sekali tidak paham dengan maksud hakim yang saat ini membacakan hasil sidang vonis yang dirinya lakukan, terhadap Daniel yang saat ini terlihat mulai tersenyum senang mendengarkan bacaan vonis yang diterima olehnya.


“Masa percobaan? Hukuman macam apa itu Bari? Apakah dirinya akan dicoba dipenjara atau dirinya akan dicoba hukuman lain?” tanya Zen yang memang tidak mengerti arti kata Hukuman Masa Percobaan yang disebutkan oleh hakim terhadap Daniel.


“Hahh... sepertinya pihak yang sama akan menggunakan pria bernama Daniel itu untuk memojokkan Istri anda, Tuan” jawab Bari yang bisa melihat dengan jelas tentang apa yang terjadi, dan mengapa pria itu mendapatkan sebuah hukuman yang termasuk ringan saat ini.

__ADS_1


Mendengarnya, tentu Zen langsung mengerti maksud perkataan bawahannya itu. Karena sepertinya, pria brengsek itu berhasil lolos dari jeratan hukum, walaupun dirinya bisa dikatakan terkena sebuah hukuman yang dirinya terima atas kasus yang menjeratnya.


Tentu jika dirinya mendapatkan hukuman seperti itu, dipastikan dirinya bisa bebas asalkan tidak berbuat sesuatu yang janggal. Maka dari itu, kedua orang yang sedang menyaksikan pemberitaan itu bersama hanya menghela nafasnya saja setelah mendengar itu semua.


“Wah... sepertinya Negara ini benar-benar hancur” ucap Zen yang mengungkapkan pemikirannya kepada Negara yang dirinya tinggali saat ini, karena melihat hasil vonis yang aneh tersebut.


“Seperti biasa, Tuan. Uang bisa melakukan apapun di dunia ini” balas Bari membalas perkataan Tuannya dan membuat Zen mulai mengangguk mendengarkan perkataannya.


Dengan jelas, mereka berdua bisa melihat benang merah yang sedang terhubung atas vonis aneh yang diterima oleh Daniel dan kasus yang dialami oleh Vero. Karena bisa dibilang, perusahaan Daniel juga saat ini berada dibawah naungan dari Vero.


Sangat amat jelas dan bisa dipastikan ada campur tangan pihak yang sama yang saat ini akan mencoba menyatukan mereka, agar mereka akan menyerang bersama sosok Vero dan akan menguras habis hartanya menggunakan semua hal yang sudah mereka rencanakan itu.


Maka dari itu bisa dikatakan pihak yang berada dibalik ini semua, bisa dikatakan sudah mengendalikan sosok Thomas hingga sosok Daniel yang saat ini mendapatkan sebuah hukuman ringan dari kasus yang menjerat dirinya tersebut.


“Hm... jadi pihak yang membantunya itu, saat ini mampu mengembalikan hartanya” ucap Zen yang masih menyaksikan sebuah pemberitaan tentang pria itu, karena bisa dilihat Daniel bisa bebas karena dirinya berhasil mengamankan kembali semua harta miliknya.


Seperti yang dilihat entah mengapa Daniel bisa memutar balikkan fakta kembali, sehingga saat ini seluruh harta dari hasil penjualan semua aset miliknya yang dikuasai oleh calon mantan istrinya, saat ini mulai dikuasai oleh dirinya kembali.


Maka dari itu, dirinya mampu menyuap beberapa pihak untuk bisa terbebas dari jeratan kasus yang dirinya terima. Dan terbukti, saat ini dirinya mendapatkan hukuman yang bisa dikatakan tidak layak untuk dirinya terima, karena dirinya sudah menggunakan berbagai cara agar dirinya bisa mendapatkan hukuman seperti itu.


“Apakah anda ingin saya menyelidiki orang yang membantunya, Tuan?” tanya Bari yang mengusulkan diri untuk memeriksa kejadian tersebut lebih detail.


Bisa dilihat dengan jelas, semua yang dilakukan oleh Daniel untuk bebas bisa dikatakan dibantu oleh pihak yang saat ini sedang menyerang Vero. Jadi, jika mereka menyelidikinya, bisa dikatakan mereka akan langsung tahu dalang dari semua itu.


“Jangan. Biarkan saja mereka untuk bergerak dengan bebas untuk sementara. Apalagi rencana yang sudah kita rencanakan tadi, bisa dikatakan akan mampu menyeret mereka semua secara sekaligus." Ucap Zen yang memutuskan membiarkan saja pria itu bersenang-senang saat ini.


Karena Zen ingin membuat mereka merasa di atas angin untuk saat ini. Karena disaat mereka sudah berada diatasnya, Zen ingin melihat ekspresi mereka disaat mereka akan jatuh kebawah karena menganggap mereka bisa terus untuk berada di atas langit, yang memang diatasnya masih ada sosok Zen yang menantikan keberadaan mereka di sana.


"Dan juga, aku ingin kamu menyelidiki sesuatu yang lain untukku" ucap Zen kepada bawahannya itu kembali.


“Apa yang anda ingin sayang selidiki, Tuan?” tanya Bari yang saat ini sudah siap menjalankan perintah yang akan diberikan oleh Zen kepadanya.


Sebenarnya ada satu hal yang masih mengganggu Zen sedari tadi selain permasalahan Istrinya. Tentu dirinya sebenarnya bisa saja membiarkan hal itu terjadi atau mengabaikannya saja, namun tetap saja wanita itu pernah membantu dirinya beberapa kali dan Zen tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi dengan dirinya.


“Aku tidak bisa menghubungi salah satu temanku. Pasti ada sesuatu yang janggal dengan dirinya. Dan kamu tolong selidiki tentang dirinya”

__ADS_1


__ADS_2