Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menyadari


__ADS_3

Dengan langkah yang malas, Zen saat ini sudah mengikuti ketiga wanita yang saat ini sudah memimpin jalannya. Tentu saat ini dirinya sedang akan membantu Kelly untuk membereskan beberapa barang-barang pada kediamannya, karena wanita itu akan pindah dari kediamannya.


Kelly memang memutuskan untuk pindah dari apartemen miliknya, yang sudah dirinya tinggali selama ini. Karena memang, dirinya ingin menyediakan sebuah tempat tinggal yang sangat layak untuk ditinggali oleh dirinya bersama Ibu kandungnya.


Jadi, saat ini Zen bersama Vero dan Anabelle memutuskan untuk membantu wanita itu, dalam membereskan semua barang pada kediamannya, yang akan mereka pindahkan menuju kediaman baru milik Kelly yang akan ditinggali oleh dirinya dan Ibunya.


“Wah... mengapa ada banyak sekali kamera tersembunyi, yang berada pada kediaman milikmu ini?” ucap Zen setelah dirinya mulai merasakan sesuatu yang janggal pada kediaman milik Kelly saat dirinya memasukinya.


Memang Zen juga sudah berada didalam kediaman yang ditinggali oleh Kelly. Dirinya juga sudah melihat sejenak seluruh sudut kediamannya dan menemukan sesuatu yang janggal. Dan hal itulah yang membuat beberapa pihak yang ikut bersamanya menunjukan raut wajah kebingungan dengan hasil dari penemuan Zen tersebut.


Apalagi, tatapan Zen yang saat ini mulai memperhatikan berbagai sudut kediaman Kelly, membuat beberapa pihak yang bersamanya cukup bingung dengan perkataannya, tentang dirinya menemukan sebuah kamera tersembunyi yang berada pada kediaman ini.


“Apa maksudmu Zen?” tanya Kelly yang masih belum paham dengan arah pembicaraan pria tersebut.


Namun bukannya menjawab, Zen saat ini mulai mengambil sebuah jam dinding yang terdapat diruang tamu dari apartemen dari Kelly. Setelah dirinya mendapatkannya, dirinya langsung membelah jam itu menjadi dua. Hingga akhirnya, sebuah benda kecil yang memiliki sebuah lensa mulai terjatuh dan Zen langsung mengambilnya.


Awalnya pihak Kelly cukup terkejut dengan perilaku Zen yang seakan menghancurkan barang miliknya saat ini. Namun melihat bahwa sesuatu mulai terjatuh saat Zen menghancurkan benda yang saat ini dirinya pegang, langsung membuat bungkam beberapa pihak yang berada di sana.


“Ini, salah satu kamera tersembunyi yang berada di kediaman milikmu” ucap Zen, sambil menyerahkan kamera kecil yang dirinya sudah ambil dan langsung menunjukannya kepada Kelly.


Tentu ketiga wanita yang melihat sebuah kamera tertanam pada jam dinding yang dihancurkan Zen itu, langsung dibuat terkejut dan mereka tidak menyangka bahwa benda seperti itu berada didalamnya. Apalagi bisa dikatakan tindakan Zen itu tidak berhenti sampai di sana saja.


“Minggir” ucap Zen kemudian, yang saat ini mulai beranjak menuju sebuah meja yang berada di samping tempat tidur dari Kelly.


Sebuah lampu saat ini sudah kembali dibongkar oleh Zen, dan lebih membuat mereka terkejut bahwa Zen berhasil menemukan kembali sebuah kamera tersembunyi di sana. Bahkan dengan hasil temuan yang dirinya berhasil temukan itu, membuat beberapa pihak yang bersamanya langsung tercengang melihatnya.


“Hm... tetapi pada ruangan ini, yang terdapat banyak sekali kamera tersembunyi didalamnya” ucap Zen yang saat ini sudah memasuki ruang toilet dan kamar mandi dari Kelly.


Tentu hal tersebut semakin membuat ketiga wanita yang bersamanya tercengang dan tidak tahu harus bereaksi seperti apa, karena Zen saat ini mulai menemukan beberapa kamera tersembunyi yang khusus berada didalam kamar mandi milik Kelly.


Bahkan letaknya saja dapat dipastikan untuk mendapatkan gambar menyeluruh dari orang yang sedang menggunakan kamar mandi tersebut. Bahkan salah satu kamera tersembunyi yang berhasil Zen temukan, dirinya temukan dibalik tembok yang sengaja ditanamkan di sana oleh seseorang.

__ADS_1


Dan hasil penemuannya itu, tentu membuat kaki Kelly langsung merasa sangat lemas dan tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Apalagi, dirinya sudah sangat syok dengan apa yang terjadi pada kediamannya, yang saat ini masih dicoba untuk dibersihkan oleh Zen.


“B-Berarti selama i-ini, ada yang mengawasi diriku?” tanya Kelly yang merasa sangat amat takut, dengan temuan yang ditemukan oleh Zen pada kediamannya.


Vero dan Anabelle saja, saat ini juga merasa sebuah kengerian dari apa yang terjadi pada kediaman milik Kelly saat ini. Bahkan dipastikan kamera tersebut merekam semua kegiatan Kelly didalam kediaman miliknya, bahkan dipastikan tidak ada titik buta yang tidak terekam dari kamera-kamera tersembunyi tersebut.


Karena memang, kamera tersembunyi yang ditemukan oleh Zen, memang menyorot semua bagian sudut kediamannya, baik dari ruang tamu, tempat tidur hingga kamar mandinya yang tidak luput dari sorotan kamera tersembunyi yang ditemukan oleh Zen.


Maka dari itu, ketiga wanita yang saat ini datang bersama Zen ketempat ini, merasa sangat syok melihat apa yang terjadi pada kediaman ini. Apalagi kamera yang ditemukan oleh Zen sampai saat ini, bisa dikatakan cukup banyak.


“Tapi, siapa yang berbuat sesuatu yang sangat keji seperti ini kepadamu, Kelly?” ucap Anabelle kemudian, yang langsung merasa kasihan dengan apa yang dialami oleh Kelly.


Tentu tindak kriminal yang dialami oleh Kelly sangat jahat menurut Anabelle. Bahkan menurutnya kejadian yang dialami oleh Kelly lebih jahat melebihi skandal yang sedang di bingkai kan kepadanya oleh seseorang. Karena kejadian ini termasuk sebuah kejahatan yang sangat amat parah dan kejam menurut Anabelle


Karena memang, hingga saat ini mereka tidak tahu, digunakan untuk apa rekaman yang berhasil ditangkap oleh kamera-kamera tersembunyi tersebut. Karena mungkin, hal ini merupakan sebuah sindikat kejahatan yang memang melakukan hal keji seperti itu untuk meraih sebuah keuntungan.


Bahkan dirinya juga ikut prihatin jika memang Kelly menjadi alat dari sebuah organisasi, yang mungkin akan menggunakan rekaman yang mereka dapat dari kediamannya ini, untuk kepentingan mereka. Apalagi jika memang rekaman itu akan dijual dan video kegiatan dari Kelly di kediamannya akan tersebar kemana-mana.


“Aku harus melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian” ucap Vero kemudian, yang ingin langsung menghubungi pihak kepolisian atas apa yang terjadi pada kediaman sahabatnya itu.


“Ah... bukankah kamu mempunyai teman seorang kepala kepolisian, Zen?” tanya Vero kemudian yang menyadari sesuatu, sesaat dirinya hendak melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian.


“Hm... Tentu saja. Lalu apakah kamu ingin menyuruhku untuk menghubunginya?” tanya Zen balik dan mendapatkan anggukan dari Vero, yang menandakan dirinya setuju dengan perkataan dari Zen.


Zen tentu langsung mengambil ponselnya, untuk mulai menghubungi Santi saat ini. Apalagi dirinya membutuhkan sebuah pihak untuk menjadi kedoknya dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi ditempat ini. Maka dari itu, Zen langsung mengiyakan perkataan dari Vero itu.


“Zen mempunyai seorang teman yang menjadi kepala kepolisian?” Kata Anabelle yang cukup terkejut dengan apa yang baru saja dirinya dengar itu.


“Yap... bahkan aku juga bereaksi terkejut sama seperti dirimu, saat aku mengetahuinya” balas Vero, menanggapi keterkejutan dari Anabelle yang mendengar perkataannya tadi.


Tentu Vero dan Kelly sudah mengetahui bahwa Zen berteman baik dengan Santi. Karena memang saat penyelidikan tentang kasus penusukan yang dialami oleh Zen, wanita itu yang memeriksa sendiri keadaan Zen dan berhasil menemukan pelakunya.

__ADS_1


“Halo Zen, ada apa lagi kamu menghubungiku? Bukankah kita sudah bertemu tadi?” tanya Santi menjawab panggilan dari Zen.


Tentu Zen langsung menjelaskan permasalahan yang dirinya temukan pada kediaman milik Kelly kepada Santi. Apalagi dirinya ingin wanita itu membuat kedok seakan dirinya akan memeriksa kasus tersebut secara langsung, agar beberapa pihak mulai teralihkan dan Zen bisa menyelesaikan permasalahan ini sendiri.


Karena memang, Zen sudah mempunyai hipotesa siapa yang melakukan semua ini, karena Zen pernah bertemu dengan dirinya. Jadi, dirinya meminta Santi saat ini untuk menjadi kedoknya yang akan menyelesaikan permasalahan yang terjadi ditempat ini.


“Baiklah, aku akan mengirim anak buah ku menuju kediaman temanmu saat ini juga” balas Santi yang mengiyakan permintaan dari Zen tersebut.


Tentu Santi sudah tahu, bahwa Zen akan menggunakan organisasinya untuk membantu dirinya menyembunyikan tindakannya. Jadi, dirinya membiarkan saja kegiatan Zen yang ingin dirinya lakukan. Karena memang, Santi saat ini lebih memercayai Zen daripada bawahannya sendiri untuk saat ini.


Hingga akhirnya Zen langsung mengakhiri panggilan tersebut setelah Santi bersedia membantunya. Walaupun bukan Santi sendiri yang akan menyelidiki kasus ini, karena dirinya masih dirawat pada sebuah rumah sakit. Tetapi hal itu cukup untuk mensiasati perbuatan Zen yang akan dirinya lakukan nanti.


“Tenanglah, Kel. Zen sudah menghubungi kenalannya dan kita akan menemukan pelaku yang melakukan ini semua kepadamu” ucap Vero yang menenangkan sahabatnya, yang masih terbawa dengan kejadian yang terjadi pada kediamannya.


Tentu siapa yang tega melakukan semua ini kepada dirinya. Apalagi selama ini dirinya memang tidak pernah berbuat sesuatu yang jahat kepada seseorang, kecuali memang orang tersebut mencari masalah dengannya, barulah dirinya akan membalas perbuatan mereka.


Jadi, dirinya saat ini merasa sangat amat kebingungan dengan kejadian yang sedang dialami oleh dirinya saat ini. Karena memang apa yang dirinya alami saat ini, merupakan satu tindakan kriminal yang sangat serius, karena pihak tersebut seakan memata-matai perilaku dirinya saat tinggal pada kediaman miliknya sendiri.


“Apakah kamu mempunyai seorang kekasih, Kelly?” namun, saat ini Anabelle kembali membuka percakapan mereka, karena dirinya saat ini mencoba mencari tahu siapa yang melakukan semua ini.


Kelly sempat tercengang dengan pertanyaan yang diberikan oleh Anabelle kepadanya, karena menurutnya ini bukanlah waktu yang tepat menanyakan sesuatu seperti itu kepadanya. Bahkan entah mengapa, Vero juga langsung menatapnya seakan dirinya ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Anabelle.


“T-Tentu saja aku tidak mempunyainya. Lagipula, mengapa kita membahas diriku yang mempunyai kekasih atau tidak saat ini?” tanya Kelly kemudian, yang dimana dirinya bingung dengan arah pembicaraan mereka saat ini.


“Karena kami hanya ingin tahu, apakah ada pihak yang memang mempunyai akses memasuki kediaman milikmu ini selain dirimu. Tentu hal pertama yang kami curigai adalah seseorang yang sangat dekat denganmu” balas Vero yang menyahuti pernyataan yang dikatakan oleh Anabelle tadi.


Tentu Vero mengerti dengan maksud pertanyaan yang dilontarkan oleh Anabelle kepada sahabatnya tadi. Karena mungkin saja sahabatnya itu mempunyai kekasih dan dirinya mempunyai akses untuk masuk keluar dari apartemen milik sahabatnya itu.


“Cih... walaupun aku mempunyai seorang pacar sekalipun, aku tidak akan sembarangan mengundang dirinya untuk masuk kedalam tempat tinggal ku” ucap Kelly yang membantah perkataan sahabatnya itu.


Tentu penjelasan dari Kelly menandakan bahwa benar dirinya tidak mempunyai seorang yang benar-benar sering datang pada kediamannya ini. Jadi, mereka kembali bingung siapa sebenarnya pelaku utama dari perbuatan keji tersebut.

__ADS_1


Namun setelah Kelly menyadari maksud pertanyaan yang dilontarkan oleh Anabelle dan Vero kepadanya, dirinya mulai menyadari sesuatu. Karena memang, ada seorang pihak yang memang sering masuk kedalam kediamannya selama ini.


“Tunggu, ada satu orang yang sering datang pada kediamanku”


__ADS_2