
Suara teriakan kesakitan saat ini mulai terdengar dengan keras pada sebuah wilayah yang menjadi sebuah area peperangan saat ini. Tentu suara tersebut berasal dari sebuah mahluk yang saat ini mengalami sebuah penyiksaan yang sangat sadis oleh seseorang.
Siapa yang menyangka bahwa apa yang terjadi kepada sosok yang besar itu akan menjadi seperti itu. Apalagi dengan dengan metode yang sangat amat kejam, membuat dirinya seakan sangat dikasihani oleh beberapa pihak yang menyaksikan keadaannya.
Walaupun bisa dikatakan mahluk itu merupakan musuh dari beberapa pihak yang sedang berperang ditempat ini, namun tetap saja kejadian yang dirinya alami sangatlah brutal dan tidak sepatutnya terjadi kepada dirinya. Namun masalahnya, siapa yang saat ini mulai memberanikan diri untuk menghalangi apa yang dialaminya itu.
Hingga akhirnya pihak Dewa yang memang menjadi musuh dari mahluk yang tersiksa itu mulai menyadari, bahwa mereka ternyata mulai terbawa dengan rasa kasihan setelah melihat kejadian tersebut. Karena jika mereka tidak diperlakukan seperti itu, bisa dipastikan mereka yang akan melakukannya dengan seisi mahluk dunia ini.
Jadi saat ini pandangan mereka mulai berubah sepenuhnya. Apalagi tindakan dari pria yang melakukan semua itu bisa dikatakan sangat wajar, dan saat ini mereka mulai melanjutkan aktivitas mereka yang akan menyelesaikan peperangan ini.
Dengan dipimpin oleh seorang pria yang tersenyum senang menyiksa mahluk tersebut, saat ini mereka mulai mencoba melawan beberapa pihak untuk menyelesaikan ini semua, dan membuang rasa ketakutan mereka disaat melihat senyum menyeramkan yang ditunjukkan oleh pihak yang sedang menyiksa beberapa mahluk yang berani-beraninya melawannya.
"Baiklah, bagaimana jika kalian merasakan dahulu apa yang namanya penyiksaan sebelum aku akan mengambil nyawa kalian" ucap Zen yang masih merasa bahagia dengan tindakannya, dan saat ini menghiraukan semua Dewa yang cukup terkejut dengan ucapan yang dirinya katakan barusan.
Zen sangat bersemangat dalam hal menyiksa beberapa pihak. Apalagi Beberapa pihak pasti mengetahui sifatnya tersebut. Namun menyiksa mahluk yang sangat besar, saat ini menjadi kesenangan Zen yang baru ditempat ini, apalagi dirinya tidak perlu repot-repot untuk sekedar menyembuhkan mereka dan mengulang lagi menyiksa mereka.
Karena bisa terlihat, saat ini mereka seakan bisa meregenerasi tubuh mereka dengan cepat, sehingga Zen bisa secara terus menerus menyiksa sosok mereka yang seakan sangat tersiksa dengan kondisi mereka saat ini. Apalagi bisa dikatakan nyawa mereka tidak akan tercabut dari dalam tubuh mereka dan Para Raksasa itu harus menikmati penyiksaan yang mereka terima ditempat tersebut.
Tentu hal ini akan membuat Zen tinggal menyiksa mereka saja hingga akhirnya dirinya benar-benar puas. Dan juga, Zen saat ini sangat berharap bahwa mereka akan sangat menyesal bahwa mereka yang sudah berhasil dibangkitkan itu, saat ini mengalami situasi yang sama sekali tidak mereka harapkan untuk terjadi terhadap mereka.
Apalagi Zen ingin menunjukkan keputusasaan kepada mereka, karena disaat mereka sangat bahagia setelah baru saja dibangkitkan, kehidupan mereka yang bisa dipastikan singkat itu akan mereka jalani dengan sangat amat berat, karena mereka harus menjalani apa yang namanya sebuah siksaan Neraka pada Dunia Manusia.
"Baiklah, empat lagi." ucap Zen yang sudah beranjak dari Ras Giant yang sudah dirinya rendam kedalam sebuah lava yang panas, dan saat ini mulai mengincar yang lainnya.
Disisi lain Loki cukup terkejut melihat apa yang sedang terjadi ditempat ini. Karena seperti yang diketahui, kekuatan seorang Zen sama sekali tidak dibayangkan oleh dirinya akan sekuat itu. Maka dari itu dirinya cukup tercengang dengan kejadian yang baru saja terjadi.
Entah apa yang membuatnya sekuat itu, karena pertarungan pertamanya saja Zen terlihat sangat kewalahan. Tentu pada awalnya dirinya mengira Zen menahan diri pada pertarungan pertama tersebut. Tetapi bisa dipastikan bahwa kekuatan pria itu yang memang benar-benar aneh karena saat ini kekuatannya seakan bertambah.
__ADS_1
Namun setelah dirinya melihat semua itu, tentu saja dirinya ingin menghentikan dengan segera kegiatannya itu dan mencari cara untuk membebaskan salah satu Rasnya yang sudah susah payah dirinya bangkitkan, agar dirinya bisa kembali bertarung dan terutama bisa terbebas dari rasa penyiksaan yang sedang dirinya alami saat ini.
"Baiklah Jur, cepat bantu leluhur Gia-" tetapi belumlah dirinya menyelesaikan kalimatnya, seluruh Dewa yang juga sudah keluar dari perasaan tercengang mereka melihat perbuatan Zen tadi, juga mulai ikut menyerang pihak yang menjadi musuh mereka di pertempuran ini.
Melihat datangnya serangan, tentu dua orang anak angkatnya yang tersisa dan masih setia terhadapnya saat ini mulai melindungi Loki, karena saat ini beberapa pihak mulai menargetkan dirinya. Apalagi beberapa pihak Nordik saat ini mulai menyerangnya, karena bisa dikatakan dirinyalah dalang dari peperangan yang sedang terjadi saat ini.
Rencana yang sudah dirinya buat terpaksa harus batal, karena saat ini Loki mulai fokus menghadapi serangan yang akan mendatangi dirinya. Dengan dibantu oleh kedua sosok anak angkatnya, membuatnya mau tidak mau mulai mengikuti jalannya peperangan tersebut.
Tentu bukan hanya Loki saja yang saat ini sudah diserang oleh beberapa pihak Dewa. Karena beberapa Dewa lainnya juga mulai menyerang raksasa setinggi gedung 30 lantai yang sedang dilawan Zen, karena mereka juga ingin membantu dirinya dalam membasmi Ras yang seharusnya sudah punah dan tidak boleh bangkit lagi saat ini.
Dan terjadilah lagi peperangan yang kembali sangat sengit antara pihak Dewa, Pihak Loki, dan Zen, walaupun pria yang bisa terlihat sedang sangat bahagia itu tidak masuk hitungan karena dirinya saat ini bukan berperang melainkan sedang menikmati kegiatannya dalam menyiksa beberapa pihak dalam peperangan tersebut.
"Mau merasakan panasnya api neraka yang langsung berasal dari dalam tubuhmu?" ucap Zen yang berhasil membuat salah satu Ras Giant lagi tersungkur, dan mulai menancapkan Ame no Ohabari miliknya pada perut dari raksasa tersebut.
Dengan senyum yang masih terpampang pada wajahnya, saat ini bisa dikatakan dirinya mulai mengalirkan kekuatannya pada pedangnya yang sedang tertancap tersebut. Hingga bilah pedang miliknya yang sudah menusuk perut dari mahluk yang dirinya tusuk tersebut mulai mengeluarkan api dari bilah pedangnya.
Teriakan kesakitan saat ini kembali terdengar. Hingga suara kesakitan saling bersautan akhirnya kembali membuat beberapa pihak teralihkan perhatiannya, setelah Zen mulai memanggang seorang Ras Giant dari dalam tubuhnya sendiri dan membuat Ras Giant itu mulai menggeliat kesakitan.
Tentu rasa tersiksa mulai dirasakan oleh Mahluk yang sedang terpanggang dari bagian dalam tubuhnya itu. Namun sepertinya, Zen mendapatkan ide bagaimana caranya agar mahluk yang sedang dirinya siksa itu lebih tersiksa, apalagi saat ini beberapa kecoa sepertinya akan mencari masalah dengan dirinya.
"Ho... kalian masih belum menyerah ya..." hingga beberapa keberadaan Vampire yang memang belum tewas, saat ini mulai mendekat kearah Zen dan berusaha untuk melawannya dan menghalangi tindakannya yang sedang menyiksa Para sekutunya tersebut.
Tentu dengan perasaan yang ketakutan melihat sikap Zen, mereka memberanikan diri untuk membuat Zen teralihkan agar membuat Ras Giant yang sedang dirinya siksa bisa membebaskan diri. Maka dari itu, Para Vampire tersebut saat ini berusaha untuk mengorbankan diri mereka untuk menghalangi perilaku Zen tersebut.
"Apakah kalian tahu bahwa tindakan kalian sangat sia-sia" Hingga Zen saat ini mulai melepaskan genggaman gagang pedangnya yang masih menancap pada perut dari mahluk yang sedang disiksa olehnya, dan langsung melesat meraih leher salah satu Vampire yang akan menyerangnya itu.
Memang niat mereka sebenarnya ingin mengorbankan diri. Masalahnya, bukan pengorbanan seperti ini yang mereka harapkan, karena bisa dikatakan pergerakan Zen sangat amat cepat dan bisa dipastikan dengan mudah menyingkirkan mereka.
__ADS_1
Tentu dengan ini rencana mereka bisa dikatakan gagal, karena mereka hanya bisa mengalihkan perhatian Zen hanya sebentar saja. Tentu hal ini karena pergerakan pria itu yang sangatlah cepat untuk membereskan mereka, dan membuat mereka tidak bisa berkutik ditempat mereka masing-masing.
Apalagi, setelah dirinya sudah meraih leher dari salah satu dari Para Vampire yang datang dan akan menyerang dirinya, Zen saat ini mulai mengeluarkan aura hitamnya untuk menjerat seluruh Vampire yang memang datang dan mencari masalah dengan dirinya ditempat ini.
Tentu mereka langsung tidak bisa bergerak, setelah bayangan Zen saat ini mulai mencengkram pergerakan mereka. Hingga setelah dirinya memastikan bahwa mereka sudah terjebak sepenuhnya, barulah Zen mematahkan leher dari Vampire yang saat ini berada di genggamannya.
Vampire tersebut langsung mati dibuat oleh Zen. Hingga mayatnya yang merupakan sebuah Bom aktif, saat ini langsung dibawanya kearah sosok Ras Giant yang masih berteriak kesakitan atas siksaan yang dirinya terima, dan melemparkan mayat dari Vampire yang berada di genggamannya itu untuk masuk kedalam mulutnya.
Tentu tidak sampai di sana saja apa yang dilakukan oleh Zen. Karena saat ini, Zen menggunakan kekuatannya mencoba untuk memaksa mahluk yang besar itu menelan mayat Vampire yang baru saja dirinya lemparkan kedalam mulutnya tadi.
Hingga sebuah efek kejut saat ini mulai dirasakan oleh Ras Giant yang sedang tersungkur kesakitan itu, dan diikuti dengan dirinya yang mulai memuntahkan kembali darah yang banyak setelah ras Vampire tersebut meledak didalam tenggorokannya.
"Hahaha... Sabarlah, masih banyak lagi yang berada disini. Jadi, lobang yang mana lagi yang akan menjadi tempat aku membuat sebuah sampah?" ucap Zen yang saat ini mulai mencari sebuah lubang untuk ekperimen ledakan yang akan dirinya lakukan.
Hingga akhirnya Zen menemukan lubang yang tepat, dan saat ini dirinya langsung menggunakan kekuatannya untuk menarik pihak yang berada tidak jauh dari keberadaannya, dan saat ini pihak yang ditariknya menggunakan kekuatannya itu mulai mendarat dengan mulus ditangannya.
Sekali lagi, Zen mulai mematahkan leher dari Vampire tersebut dan langsung melemparkannya kembali kesebuah lubang telinga dari Ras Giant tersebut. Walaupun bisa dikatakan lubang tersebut memanglah tidak sebesar lubang mulutnya, tetapi tetap saja lubang tersebut sangat besar dan cukup mudah dimasuki oleh mayat Vampire yang sudah dilemparkan oleh Zen kedalamnya.
Tentu Zen kembali menggunakan kekuatannya untuk mendorong mayat itu semakin kedalam, agar mayat tersebut bisa meledak tepat pada bagian dalam dari kepala Mahluk yang masih merasa kesakitan, atas ulah yang dilakukan oleh Zen saat ini.
"Hahahaha...." hingga akhirnya Zen mulai tertawa kegirangan, setelah suara ledakan mulai terdengar disaat Vampire yang dilemparkan olehnya tadi sudah meledak sepenuhnya, didalam lubang telinga dari raksasa yang sedang dirinya siksa sedemikian rupa tersebut.
Semua pihak saat ini berusaha untuk menghindari sosok Zen yang berperilaku seperti psikopat mengerikan tersebut. Karena walaupun mereka ingin membasmi semua pihak yang berada di sana, tetapi mereka dipastikan tidak akan menggunakan cara Zen yang saat ini mulai menyiksa dengan sadis korbannya
Apalagi bisa dilihat bahwa Zen masih belum puas menyiksa beberapa pihak yang menurutnya sangatlah menyenangkan jika disiksa, hingga Zen memutuskan bahwa dirinya memang benar-benar sudah sangat puas untuk meluapkan kesenangannya dalam menyiksa mereka semua.
Akhirnya peperangan yang terjadi itu bisa dikatakan selain terdengar suara pertempuran, bisa didengar suara teriakan kesakitan yang amat sangat membuat ngilu dan juga sebuah suara tawa menyeramkan yang keluar dari pihak yang membuat suara teriakan kesakitan itu terjadi.
__ADS_1
Dan begitulah jalannya peperangan yang dimana seorang sosok yang suka menyiksa, saat ini sudah menggunakan berbagai metode untuk membuat kelima sosok dalam wujud raksasa mereka, mengalami apa yang disebut dengan sebuah penyiksaan yang sangat amat kejam.
"Hahh... baiklah aku sudah puas. Kalau begitu, mari kita akhiri ini semua."