Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Akhirnya Tiba


__ADS_3

Ekspresi yang sama saat ini ditunjukan Ha Rin saat dirinya tiba pada Kerajaan milik calon Suaminya. Dengan disambut oleh beberapa pihak yang sama sekali tidak terbayangkan akan menjemput keberadaannya, saat ini dirinya hanya mengikuti saja instruksi yang saat ini diberitahukan kepada beberapa pihak yang menjemputnya.


Tentu dirinya hanya mengiyakan saja seluruh permintaan mereka saya ini, apalagi yang memintanya adalah pihak yang memang statusnya sangat amat besar di dunia ini. Jadi wajar saat ini Ha Rin mulai mengikuti instruksinya yang baru saja turun dari pesawat yang dirinya tumpangi tadi.


Tidak seperti halnya wanita Zen yang lain, yang langsung diterbangkan dari sini menuju Istana Kerajaan menggunakan Helikopter. Ha Rin saat ini akan melalui jalur berbeda karena dirinya tentu harus menyapa berbagai pihak yang memang sudah menunggu dirinya tepat pada bandara tempatnya berada saat ini.


"Hahh... baiklah, aku harus melewati semua ini" Balas Ha Rin yang saat ini akan menginjakkan kakinya menuju area keluar dari bandara tempat dimana dirinya berada.


Flash kamera saat ini mulai menghujani dirinya secara bertubi-tubi. Bahkan keadaan yang masih cerah saat ini tidak menghalangi lampu-lampu kamera yang terus menghujani dirinya itu, disaat Ha Rin sudah keluar dari area dalam bandara dan akan menemui semua wartwan yang sudah menunggunya di sana.


Sebenarnya dirinya cukup malas untuk sekedar meluangkan waktunya untuk bertemu dengan mereka semua. Namun karena saat ini dirinya membutuhkan sesuatu seperti ini untuk mendompleng popularitas dirinya, dan membersihkan namanya dari seluruh kabar menyimpang yang beberapa hari ini diterima olehnya karena skandal kencan yang menjerat dirinya.


Maka dari itu, munculnya dirinya dihadapan publik saat ini akan semakin mengesahkan dirinya sebagai sosok yang memang datang untuk menghadiri pertunangannya sendiri, yang akan dirinya langsungkan pada kerajaan milik calon tunangannya atau calon suaminya itu.


Dan begitulah situasi yang harus dirinya hadapi saat ini, disaat seluruh pihak seakan tidak puas dengan hasil jepretan mereka dan terus mengambil gambarnya secara bertubi-tubi. Bahkan Ha Rin saat ini juga mulai memberikan berbagai pose kepada mereka, atas kemunculannya ditempat ini.


"Kalau begitu, mari Nona Jane" Hingga Alfred yang sedari tadi menemani dirinya, mulai mengajaknya untuk memasuki kendaraan yang memang sudah menjemput dirinya ditempat tersebut.


Memang yang akan dilakukan oleh Ha Rin adalah hanya menunjukan rupanya dan memastikan semua pihak akan mengetahui bahwa dirinya sudah berada ditempat ini, dan akan menghadiri acara pertunangannya sendiri dengan seorang Raja yang sangat misterius keberadaannya.


Jadi, dirinya tidak akan melakukan apapun seperti menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepada beberapa pihak, karena tugasnya hanya untuk menyatakan bahwa dirinya sudah berada ditempat ini dengan selamat dan akan langsung beranjak dari sana.

__ADS_1


Dan begitulah bagaimana sosoknya yang keluar dari dalam bandara tempatnya berada langsung masuk kedalam kendaraan yang akan ditumpanginya dan akan membawanya menuju King Palace, yang dimana mobil yang sudah dirinya tumpangi itu sudah melaju dengan perlahan dan keluar dari area tersebut.


"Hahh... mengapa mereka banyak sekali?" ucap Ha Rin yang saat ini masih bisa melihat lampu kamera yang masih menghujani dirinya, walaupun dirinya sudah memasuki mobil yang dirinya tumpangi.


Namun semua itu akhirnya benar-benar berakhir, setelah mobil yang dirinya tumpangi itu sudah benar-benar keluar dari area bandara, dan saat ini dirinya akan langsung diantarkan menuju Istana Kerajaan tempat dimana Zen dan lainnya yang sudah berada di sana karena mereka sudah tiba terlebih dahulu dan mendahului dirinya.


Gugup, itulah yang dirasakan oleh Ha Rin saat ini. Sebenarnya sedari turun dari pesawat yang dirinya tumpangi tadi, kegugupan sudah dirinya alami. Apalagi penyambutan yang dirinya terima disaat turun dari pesawat memang disambut oleh orang-orang yang sosoknya sangat amat luar biasa besarnya di dunia ini.


Tetapi karena dirinya sudah terbiasa menghadapi situasi seperti itu, Ha Rin dengan mudah meringankan rasa gugupnya, apalagi dirinya tidak menyangka seorang Alfred dan Misa yang merupakan sosok yang sangat amat penting di dunia ini yang menjemputnya dirinya di bandara tadi.


Tetapi kali ini sepertinya rasa gugupnya kembali muncul, karena saat ini dirinya akan bertemu orang yang sangat dirinya cintai, dan juga seluruh keluarganya. Tentu juga jangan dilupakan tentang permasalahan Istri dari calon suaminya, dan juga calon saudari-saudarinya yang dipastikan sudah menantikan kedatangannya pada tempat yang akan dirinya tuju saat ini.


"Ahhh... itu Jane, Paman. Aku tidak menyangka melihatnya disini" ucap Amel yang tiba-tiba saja merasa bersemangat melihat kedatangan Ha Rin.


Tentu sebagai penggemar berat dari wanita yang baru saja turun dari kendaraannya itu, membuat Amel yang sebelumnya berada di gendongan Zen langsung dengan bergegas berlari kearah Ha Rin. Tentu melihat tingkah gemasnya, membuat Ha Rin juga menyambut kedatangan gadis kecil itu yang saat ini terlihat bahagia dengan kedatangannya ketempat ini.


"Dirinya keponakanku, dan dirinya sangat mengidolakan dirimu. Jadi harap maklum dirinya bersikap seperti itu" balas Zen yang ikut mendekat kearah Ha Rin dan menyambut kedatangannya.


"Benarkah? Lalu siapa nama gadis imut ini?" tanya Ha Rin yang saat ini mulai menyahuti sosok Amel yang sangat bahagia melihat kedatangannya.


"Namaku Amel, Bibi Jane" teriak Amel bersemangat dan meminta Ha Rin untuk menggendong dirinya.

__ADS_1


Dengan senang hati Ha Rin langsung menggendong gadis kecil bersemangat itu sebelum dirinya juga menerima pelukan dari Zen yang menyambut kedatangannya. Hingga akhirnya, Zen mulai mengajak dirinya memasuki Istana miliknya karena saat ini seluruh keluarganya sudah menunggu kedatangan mereka di sana.


Sebuah jamuan mewah mulai memasuki pandangan Ha Rin saat ini. Apalagi kemunculan dirinya ditempat itu juga mulai menjadi bahan perhatian saat ini, yang dimana keberadaannya barulah datang dan saat ini dituntun oleh Zen untuk memasuki ruangan itu lebih jauh.


Ha Rin tentu sangat gugup, karena bukan hanya makanan yang terlihat lezat yang saat ini memasuki penglihatannya, tetapi sosok-sosok yang besar saat ini sudah berada di sana sepenuhnya. Yang dimana pandangannya saat ini mulai menatap seluruh bangsawan Vatikan yang merupakan keluarga dari Zen.


Bahkan dirinya semakin gugup melihat seluruh calon saudari barunya juga sedang menatap kedatangannya di sana, hingga akhirnya dirinya mulai diantarkan menuju kesebuah kursi dan dirinya mulai duduk sambil memangku Amel yang memang selalu menempel kepada dirinya saat ini.


"Anda tidak perlu gugup, Nona Jane. Saat ini kami semua adalah calon keluargamu" hingga akhirnya Mikhael mulai mencoba mencairkan suasana canggung yang dihadapi oleh Ha Rin saat tiba ditempat ini.


Ha Rin yang mendengarkan perkataannya tentu langsung berusaha menenangkan dirinya saat ini, karena sepertinya kegugupannya bisa dilihat oleh semua pihak yang berada ditempat ini, apalagi kedatangannya saat ini mulai menjadi bahan perhatian seluruh pihak yang berada di sana.


Namun, karena seluruh pihak yang berada di sana mulai menunjukan senyum tanda rasa penerimaan mereka kepada dirinya, membuat Ha Rin sedikit merasa tenang saat ini dan berusaha untuk menghilangkan rasa gugupnya dan memutuskan untuk memperkenalkan dirinya kepada semua pihak yang berada di sana.


"Terima kasih semuanya. Mungkin kalian semua mengenal saya sebagai Jane, tetapi kalian bisa memanggil diri saya sebagai Ha Rin, karena panggilan itu merupakan panggilan untuk orang-orang yang penting bagi saya" ucap Ha Rin yang akhirnya memperkenalkan dirinya secara langsung setelah dirinya sudah sedikit tenang.


Memang Ha Rin menggunakan nama Jane hanya sebagai nama panggung semata. Jadi, dirinya ingin nama pemberian Ibunya yang paling dirinya sayangi di dunia ini, menjadi nama panggilan bagi orang-orang yang penting bagi dirinya, termasuk calon keluarga barunya yang saat ini menerimanya dengan sangat baik ditempat ini.


Maka dari itu, Zen setelah mengetahui nama aslinya, membuat Ha Rin langsung menyuruh pria itu memanggil dirinya dengan nama aslinya, karena memang bagi Ha Rin, Zen adalah pihak yang sangat amat penting bagi dirinya, sehingga dirinya harus memanggil dirinya dengan nama aslinya.


"Baiklah, Ha Rin. Kalau begitu, hanya kamu sendiri saja bukan, yang belum meresmikan hubunganmu dengan Zen di mata hukum dunia saat ini?"

__ADS_1


__ADS_2