Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Rencana Dimulai


__ADS_3

Senior dari Santi yang dipanggil Tio itu akhirnya keluar dari dalam mobilnya, setelah dirinya memarkiran kendaraannya pada sebuah tempat yang tersedia dari basemen yang dimasukinya. Tiga orang anak buahnya juga ikut turun dari mobilnya dan saat ini mereka mulai mengikuti langkah atasannya itu.


Pria bernama Tio itu mulai memimpin bawahan yang masih setia mengikutinya menaiki lift yang terdapat pada basemen dari apartemen yang mereka datangi itu dan hendak menuju kesebuah tempat untuk memulai rencana mereka yang akan mereka lakukan ditempat ini


“Bersiaplah” begitulah perkataan pria yang mengemudikan mobil van samaran yang tiba terlebih dahulu ditempat ini, setelah melihat Tio dan anak buahnya sudah bergerak sambil memukul beberapa kali bagian atas mobilnya untuk menjadi tanda untuk anak buahnya yang sedang bersembunyi untuk bersiap.


“Ayo kita melakukan tugas kita” kata pria itu kepada pria yang duduk disebelahnya.


“Baiklah bos” balas rekannya itu, lalu keluar dari dalam mobil van yang mereka kendarai bersama dan membawa sebuah kotak perkakas.


Setelah mereka berdua keluar dari dalam mobilnya, mereka lalu berjalan menuju area tangga darurat dan mulai turun kembali kesebuah tempat yang memang tempat tersebut digunakan untuk pengontrol aliran listrik dari gedung apartemen mewah yang mereka datangi ini.


Setelah mereka sampai di ruangan tersebut, mereka masih belum bisa memasukinya karena memang ruangan tersebut sedang terkunci. Salah satu dari mereka lalu mengeluarkan beberapa peralatan pembuka kunci dan berusaha untuk bisa membuka pintu yang sedang terkunci itu.


Dengan tekun, salah satu mereka akhirnya berhasil melakukannya, dan kedua orang tersebut saat ini mulai memasuki sebuah ruangan yang terdapat banyak sekali tombol dan kabel untuk mengontrol aliran listrik.


“Kami sudah diposisi” kata salah satu dari mereka yang saat ini sudah menguasai sepenuhnya tempat tersebut.


Disisi lain, Tio beserta beberapa orang yang bersamanya mulai keluar dari lift yang membawa mereka, dan saat ini sedang menuju keruang keamanan dari gedung apartemen ini untuk meminta mereka menunjukan beberapa rekaman kamera pengawas dari gedung ini.


“Maafkan aku tuan, tetapi beberapa hari yang lalu seseorang petugas kepolisian sudah meminta beberapa rekaman dari pihak kami” balas seorang satpam kepada Tio yang kebingungan mengapa pihak kepolisian ingin kembali meminta sebuah rekaman kamera pengawas.


“Kami tahu, tetapi kami masih menginginkan beberapa rekaman lagi untuk kami periksa” kata Tio kepada satpam yang bertugas mengawasi kamera pengawas dari gedung ini.


“Baiklah, tanggal berapa dan jam berapa yang anda ingin lihat?” tanya Satpam tersebut kembali lalu sudah bersiap mengetikan sesuatu pada komputernya.

__ADS_1


Tio langsung memberi tahukan rekaman kamera pengawas mana yang dirinya inginkan. Setelah memberitahukannya, satpam itu lalu mulai mencarikan data dari rekaman itu didalam komputernya dan langsung menunjukannya kepada Tio.


“Hemm... bukankah rekaman ini sudah diminta oleh seorang polisi sebelumnya?” tanya satpam itu kembali yang mulai menatap Tio meminta penjelasan.


“Aku hanya memastikan saja, apakah benar rekaman yang aku terima itu sama atau tidak. Setelah itu, baru aku akan meminta rekaman yang lain” begitulah alasan yang diberikan Tio kepada satpam yang masih kebingungan mengapa pihak polisi bisa meminta rekaman yang sama.


Setelah berkata seperti itu, Tio langsung mengirimkan sebuah tanda untuk anak buahnya untuk melanjutkan rencana mereka yang selanjutnya. Dan setelah anak buahnya menerima tandanya itu, salah satu dari mereka mulai menghubungi seseorang melalui sebuah alat komunikasi.


“Lakukan sekarang” ucapnya dengan pelan melalui alat komunikasi yang tersembunyi pada pergelangan tangannya.


Setelah itu, terlihat beberapa lampu diluar ruangan dimana Tio berada mulai mati. Tentu saja hal tersebut membuat satpam yang berada ditempat itu mulai memeriksa keadaan mati lampu yang sedang terjadi didepan ruangannya.


“Sial Kenapa Walkie Talkie milikku tidak berfungsi” ucapnya saat mencoba menghubungi seseorang melalui Walkie Talkie miliknya saat melihat ada permasalahan dengan aliran kelistrikan dari beberapa area dari gedung yang dijaganya.


“Bapak-bapak polisi sekalian, sepertinya aku harus memeriksa keadaan ini terlebih dahulu, karena takutnya akan mengganggu penghuni dari apartemen ini. Jadi bisakah kalian mencari rekaman yang kalian inginkan sendiri?” kata petugas satpam itu.


Memang karena Tio membawa surat resmi untuk memeriksa seluruh rekaman yang dicarinya, satpam itu tentu saja mempercayai mereka dan tidak berfikiran bahwa mereka memasuki tempat ini dengan niat yang buruk.


“Baiklah, kalau begitu bapak bisa memeriksanya dan saya akan mencari sendiri rekaman yang saya inginkan” balas Tio dan membuat satpam itu langsung keluar dari sana dan mencoba menyelidiki penyebab mati lampu yang sedang terjadi.


“Cepatlah, hapuskan semua bukti tentang alibi yang dimiliki pria bernama Zen itu” kata Tio kepada anak buahnya.


Tentu saja anak buahnya itu langsung bergerak dengan cepat dan menghapus semua data rekaman yang digunakan Zen sebagai Alibi untuk menghilangkan bukti dan membuat rencana Tio akan berjalan dengan sempurna.


“Sudah selesai Kapten” balas bawahannya itu yang akhirnya menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


“Baiklah, sekarang beri aba-aba kepada para kelompok mawar darah untuk melanjutkan rencana mereka” kata Tio.


Tio memang saat ini sedang memulai operasi untuk membunuh Zen ditempat ini bersama dengan sebuah organisasi jahat karena memang dirinya bekerja untuk pemimpin mereka. Karena dirinya membuat bukti palsu untuk menjebak Zen yang dinyatakan tidak bersalah, dirinya memutuskan untuk menghilangkan semua bukti yang mengarahkan Zen tidak bersalah.


Termasuk saat ini, bawahannya mulai menghapus semua rekaman yang digunakan Zen sebagai tameng untuk membelanya. Dengan begitu, akhirnya nyawanya saat ini masih selamat, karena dirinya berhasil mencari seseorang yang bisa menjadi kambing hitam untuk menyelamatkan nyawanya.


“Kami sudah menguasai ruangan kamera pengawas, sekarang lakukan tugas kalian” balas bawahan dari Tio yang memberikan aba-aba dari orang yang berada di ruangan listrik.


Setelah berkata demikian, tiba-tiba saja seluruh lampu pada gedung apartemen ini mulai padam seluruhnya. Bukan saja lampu yang mati, bahkan seluruh barang elektronik yang terhubung dengan aliran listrik juga mulai mati, menandakan bahwa ada masalah dengan aliran listrik di gedung ini.


“Baiklah, sekarang giliran kita” kata seseorang yang saat ini sedang bersembunyi disebuah mobil van dan mulai keluar dari dalamnya diikuti tiga orang rekannya, setelah melihat seluruh penerangan tempat dirinya berada sudah padam.


“Ayo, mari kita memburu target kita” balas pria tersebut yang memimpin tiga orang rekannya dan mulai berjalan menuju lantai atas dari gedung ini melalui lift yang masih berfungsi, karena memang listrik yang mengendalikan lift tersebut tidak diputus oleh rekannya.


Setelah keempat pria itu sudah masuk kedalam lift, seseorang yang mengawasi mobil van tadi mulai mencoba menghubungi rekannya. Namun anehnya, ponsel dan walkie talkie miliknya tidak berfungsi karena ada penghambat jaringan yang berada di gedung ini.


“Cih, sepertinya aku harus menyelidikinya sendiri” kata pria itu dan mulai keluar dari dalam mobilnya dan memperhatikan dimana lift itu berhenti, sebelum dirinya memasuki tangga darurat dan menaikinya.


Disisi lain, keempat pria yang sudah menggunakan setelan serba hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka, saat ini sudah keluar dari lift dan berada pada lantai teratas dari gedung ini. Dengan menggenggam pistol ditangan mereka dan sebuah senter untuk membantu menerangi koridor yang gelap karena semua lampu yang menerangi tempat ini sudah mati, saat ini mereka sedang menuju kesebuah unit apartemen yang akan menjadi sasaran mereka hari ini.


“Matikan akses lift. Kami sudah berada di dilantai paling atas” ucap salah satu dari mereka melalui sebuah alat komunikasi dan selang beberapa lama kemudian, aliran listrik pada lift yang mereka membawa mereka ketempat ini tadi juga sudah terputus, agar tidak ada penghuni dari apartemen ini yang bisa menggunakannya


Mereka akhirnya sudah berada didepan sebuah pintu yang akan membawa mereka menuju kediaman dari target. Salah satu dari mereka saat ini mencoba untuk membuka paksa kunci dari kamar tersebut yang menggunakan sistem smart lock dan mencoba membobolnya.


“Baiklah, persiapkan diri kalian. Dan pastikan target harus ditangkap atau dibunuh ditempat”

__ADS_1


__ADS_2