
Pagi hari yang begitu cerah, yang dimana sinar matahari yang baru saja muncul dan menyinari beberapa tempat, saat ini menjadi saksi dimana seorang pria sedang menunggangi seekor serigala besar mulai menuju kearah sebuah tempat.
Jika ada orang awam melihat hal seperti itu, tentu saat ini pria yang sedang mengendarai peliharaannya itu akan menjadi amat sangat viral. Karena hal tersebut bukanlah sesuatu yang akan dipahami oleh nalar orang-orang biasa, yang tidak mempunyai pengetahuan tentang hal tersebut.
Dengan kecepatan laju serigala yang ditumpangi oleh pria tersebut, saat ini mereka akhirnya tiba pada sebuah rumah terbengkalai dan bapuk. Mereka berhenti di sana dikarenakan serigala yang pria itu tumpangi, saat ini menuntun mereka ketempat ini, karena serigala itu mencium sesuatu ditempat tersebut.
“Ini tempatnya, Tuan” balas Fenrir setelah dirinya berhasil mengantarkan Tuannya menuju sebuah tempat, yang dimana ditugaskan olehnya untuk dicari oleh dirinya menggunakan sebuah aroma sebuah kaos kaki.
“Hahh... sepertinya kita terlambat, karena mereka semua sudah melarikan diri dari sini” ucap Zen kemudian, setelah dirinya menimpali perkataan serigala yang ditungganginya itu.
Zen tentu langsung merasa frustasi, karena apa yang dicarinya ditempat ini ternyata tidak berhasil dirinya temukan. Walaupun sebenarnya ada beberapa pihak yang berada didalam rumah yang terlihat terbengkalai tersebut, tetapi bukan itulah yang sebenarnya sedang dicari olehnya.
“Maafkan diriku, atas keterlambatan diriku, Tuan Sloth” ucap seorang wanita, yang saat ini mulai muncul disebelah Zen, bersama beberapa bawahannya.
Ya, dirinya Sang Dewi Cahaya, Dewi Amaterasu yang saat ini datang karena dirinya mengetahui keberadaan Zen ditempat ini. Apalagi Zen yang sudah berjanji dengannya, akhirnya menghubungi wanita itu untuk datang ketempat ini untuk memeriksa tempat tersebut bersama.
“Tetapi, diriku tidak merasakan keberadaan Vampire didalam kediaman ini, Tuan Sloth” ucap wanita itu kemudian, yang menimpali perkataannya tadi.
“Ya, karena kita terlambat datang ketempat ini. Jadi, mereka sudah melarikan diri” ucap Zen, yang saat ini mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
Tentu saat ini dirinya mulai menghubungi Santi, karena memang beberapa korban yang sedang dicari oleh Santi atas kasus sebuah penculikan, saat ini berada ditempat dimana Zen berada. Jadi, dirinya langsung menyuruh wanita itu untuk datang, dan mengurus orang-orang tersebut.
Apalagi Zen bisa merasakan beberapa dari mereka terlihat sekarat, dan dirinya memutuskan untuk langsung menghubungi Santi agar dirinya bisa dengan cepat langsung datang ketempat ini. Santi tentu langsung merespon pemberitahuan dari Zen itu dengan nada positif dan mulai mengumpulkan anak buahnya.
Jadi, Zen mulai mengakhiri panggilannya tersebut setelah Santi sudah berjanji akan datang ketempat dirinya berada secepat mungkin, dengan membawa pasukan yang dirinya sudah siapkan dan langsung meluncur kearah tempat Zen berada.
“Apakah dirinya yang merupakan Anak Angkat dari Dewa Loki, Tuan Sloth?” tanya Amaterasu kemudian, setelah Zen menyelesaikan panggilannya.
“Yap. Dan dirinyalah yang menuntunku ketempat ini” balas Zen.
“Lalu, apa yang kamu tunggu, cepat cari keberadaan Vampire di wilayah ini. Bukankah kamu terkenal dengan kemampuan penciumanmu yang sangat tajam itu?” ucap Amaterasu kepada serigala yang sedang duduk di samping Zen itu.
__ADS_1
Tentu serigala yang duduk disebelah Zen, hanya menatap Amaterasu dengan tatapan kebingungan saat ini. Tentu dirinya bingung, mengapa wanita itu mencoba untuk menyuruh-nyuruh dirinya. Karena memang Amaterasu tidak mempunyai kapasitas untuk menyuruh dirinya melakukan sesuatu.
“Percuma saja. Karena sepertinya pihak Vampire saat ini tidak sedang bekerja seorang diri. Karena pihak yang membantu merekalah, yang selalu membuat keberadaan para Vampire akan selalu sudah untuk ditemukan” balas Zen dan mendapatkan anggukan dari Fenrir saat ini.
Memang pihak Vampire saat ini berhasil menyembunyikan keberadaan mereka, karena mereka bekerja sama dengan pihak lain. Bahkan hidung Fenrir yang tajam saja, tidak bisa mencari keberadaan mereka, karena memang pihak yang membantu mereka itu cukup mampu melakukannya.
Jadi, akan percuma jika mereka memaksa untuk menemukan keberadaan para Vampire yang sudah menghilang itu. Karena memang kekuatan yang mampu menyembunyikan sebuah keberadaan itu, amat sangat asing bagi pihak Dewa maupun Fenrir yang masih duduk dengan nyaman ditempatnya, jika memang mereka ingin melacak keberadaan para Vampire dengan menghilangkan kekuatan yang menghalangi keberadaan mereka untuk ditemukan.
“Apa maksudmu, Ah.. maksud anda Tuan Sloth? Apakah menurut anda bahwa ada pihak lain yang membantu mereka?” tanya Amaterasu kemudian.
“Yap... dan pihak itu, saat ini mulai membuatku kesal” balas Zen kemudian.
Kultivator, itulah pihak yang dimaksud oleh Zen. Karena memang, kekutan mereka cukup misterius untuk dipahami oleh pihak para Dewa. Memang Kultivator sendiri, merupakan pejuang manusia yang menjadikan diri mereka menjadi seseorang pemilik kekuatan.
Tidak seperti para mahluk mistik yang memang mendapatkan kekuatan mereka, yang berasal dari ras yang mereka miliki. Para Kultivator mendapatkan kekuatan mereka, karena mereka membuat kekuatan itu sendiri untuk digunakan oleh mereka.
Jadi, hal tersebutlah yang membuat mereka sangat misterius. karena kekuatan yang mereka gunakan itu sangatlah asing, jika dirasakan oleh para Dewa yang mencoba melawan kekuatan mereka. Maka dari itu, masih banyak rahasia yang belum terungkap tentang para Kultivator
Tentu apabila benar yang dikatakan oleh Zen tadi, membuat kejadian ini akan semakin pelik, karena memang pihak Kultivator merupakan pihak paling misterius yang berada di dunia ini. Bahkan para Dewa sendiri tidak akan berani untuk langsung berurusan dengan mereka, karena kekuatan dan keberadaan mereka sangat amat misterius.
“Seberapa tahu dirimu tentang para Kultivator yang berada di dunia ini?” tanya Zen kemudian, kepada Amaterasu.
“Hanya sedikit. Apalagi mereka memang mereka pihak yang cukup tertutup” balas Amaterasu.
Zen hanya mengangguk saja mendengar perkataannya, karena memang apa yang dikatakan oleh wanita itu sudah diprediksi oleh Zen. Tetapi untungnya, Zen mempunyai pihak yang dikenalnya secara baik, yang merupakan seorang Kultivator.
Jadi, dirinya nanti akan menanyakan kepadanya, tentang kekuatan apa yang mereka gunakan untuk menghilangkan aura keberadaan dari seseorang, yang membuat mereka tidak bisa terlacak oleh beberapa pihak termasuk para Dewa.
“Lalu, mengapa kamu bisa mengetahui bahwa tindakan ini ada sangkut pautnya dengan para kultivator?” tanya Amaterasu kemudian, yang tidak menyadari bahwa dirinya mulai menggunakan bahasa yang akrab dengan Zen.
Karena memang sebenarnya dirinya sangat tidak terbiasa menggunakan kata-kata formal untuk berbincang dengan seseorang. Bahkan saat pertemuannya dengan Zen kemarin, dirinya sempat latihan dulu agar dirinya bisa berbincang secara formal kepada Zen, untuk membuat kesan yang baik kepadanya. Walaupun kemarin Zen menanggapi dirinya dengan bahasa yang biasa saja.
__ADS_1
Apalagi dirinya sebenarnya merasa tidak nyaman bersikap sangat kaku seperti itu. Maka dari itu, semua pihak di Dewa Shinto cukup sakit kepala dengan sifatnya yang tidak mau dikekang oleh siapapun itu, bahkan sampai membuat wanita itu bertindak semau dirinya tanpa ada yang bisa mencegah kelakuannya, yang kadang-kadang bisa membahayakan nyawanya itu.
“Karena aku bisa merasakan kekuatan mereka, yang saat ini mencoba menghalangi aura dari beberapa pihak yang ingin kita cari” balas Zen.
Tentu Zen sudah memprediksi cukup lama keterlibatan para Kultivator dengan pergerakan para Vampire selama ini. Memang Zen bisa merasakan kekuatan aneh, saat dirinya bertemu dengan para Vampire yang pernah dirinya musnahkan dahulu.
Pada awalnya, memang dirinya tentu tidak mengetahui kekuatan aneh tersebut, hingga akhirnya dirinya bertemu dengan pria bernama Xin Wei. Jadi, Zen akhirnya paham dari mana para Vampire itu bisa menyembunyikan keberadaan mereka hingga saat ini.
Karena sebuah kekuatan misterius yang dimiliki oleh Para Kultivator, mampu membantu mereka untuk melakukan hal tersebut. Karena Zen memang bisa merasakannya sendiri, bahwa kekuatan itu sangatlah asing bahkan untuk dirinya
“Lalu, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?” tanya Amaterasu kemudian.
“Aku tidak tahu” balas Zen jujur, karena memang dirinya kebingungan untuk mengambil langkah selanjutnya.
Dan begitulah akhir dari kegiatan Zen pagi hari ini, yang dimana dirinya sudah kembali menuju kediamannya setelah pihak Santi berhasil melakukan tugasnya menyelamatkan beberapa pihak, yang terkurung pada sebuah kediaman bapuk yang didatanginya tadi.
Tentu dirinya menyempatkan diri untuk menyaksikan kegiatan dari Santi tadi, bersama semua bawahannya. Tetapi setelah memastikan bahwa tugas mereka sudah selesai, akhirnya Zen memutuskan untuk kembali menuju kediamannya.
“Mengapa kamu yang mengajaknya jalan-jalan?” ucap Vero yang merasa emosi, karena saat ini sepertinya Zen sudah mencuri waktu yang akan dirinya gunakan untuk berjalan-jalan dengan Fenrir.
“Ini anjingku. Jadi terserah diriku ingin melakukan apapun dengan dirinya” balas Zen kemudian.
Memang dirinya sudah kembali menuju kediaman Vero bersama Fenrir saat ini. Tentu Fenrir sudah berubah bentuknya menjadi seekor anjing hias yang rupanya seperti seekor serigala, setelah mereka sudah memasuki area dari kediaman milik Vero.
“Cih... kalau begitu aku akan membelinya darimu” ucap Vero yang mulai kesal, karena Zen selalu menggunakan alasan bahwa anjing itu miliknya, saat ingin melakukan sesuatu terhadapnya.
“Maaf, tetapi dirinya tidak dijual” balas Zen kemudian, yang saat ini mulai masuk kedalam kediaman dari Vero, karena memang dirinya ingin sarapan pagi saat ini.
Vero tentu saja mulai merasa kesal saat ini, karena rencananya untuk mengajak Fenrir untuk berjalan-jalan harus dirinya urungkan. Apalagi saat dirinya sudah bersiap-siap bahkan sudah menggunakan pakaian olahraganya tadi, terpaksa dirinya harus membatalkan rencananya itu karena keberadaan Fenrir tidak bisa ditemukan olehnya.
“Tapi, Fenrir juga anjingku”
__ADS_1