Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Mencurigai Sesuatu


__ADS_3

Acara yang bertajuk sebuah acara amal pada sebuah universitas terbesar di negara ini, mulai terlihat cukup ramai dengan kedatangan beberapa pihak yang diundang secara khusus untuk mendatangi acara ini. Seluruh pihak pebisnis ternama juga mulai hadir didalamnya, salah satunya Vero yang sudah berpenampilan sempurna mendatangi acara tersebut.


Pada awalnya, Vero mulai disibukkan dengan beberapa pihak yang mengajaknya berbincang. Bahkan beberapa dari mereka berharap bahwa Vero mau melakukan pertemuan pribadi dengan mereka dalam membahas bisnis, yang tentu saja langsung ditolak permintaan mereka oleh dirinya.


Tentu karena sosoknya yang terlihat semakin sukses, langsung menjadi daya tarik beberapa pihak yang saat ini ingin bekerja sama dengan dirinya. Maka tidak heran, saat ini banyak pihak yang mencoba mencari kesempatan untuk sekedar menawarkan sebuah kerja sama dengan dirinya dalam hal bisnis.


Termasuk salah satunya seorang pemuda yang tertarik dengan sosok Vero dan mulai mengajaknya berbincang. Sebenarnya Vero cukup malas berbincang dengan sosok tersebut, namun pasangan yang dibawanya yang lebih membuat Vero tertarik dalam mengajaknya berbincang ditempat ini.


Karena bisa dikatakan tujuannya datang ketempat ini salah satunya untuk menemui sosok yang sedang bersama pria yang saat ini sedang berbincang panjang lebar dengan dirinya, dan dengan terpaksa Vero mulai menyahuti perkataan mereka dengan tingkah pura-pura yang sedari tadi dirinya lakukan.


"Ayah saya selalu membanggakan diri anda disaat menjadi muridnya, Nyonya Vero" dan begitulah ucapan pria itu kepada Vero, dan saat ini terlihat dengan jelas mencoba mencari muka terhadapnya.


"Ya... Saya juga merasa terhormat bisa belajar dengan beliau" Dan begitulah balasan dari Vero yang membalas kembali perkataan pria tersebut.


Bisa dibilang Vero cukup menghormati sosok Ayah dari pria yang sedang berbincang dengan dirinya itu. Apalagi dahulu dirinya merupakan dosen yang sangat baik dan mengajarkan berbagai hal kepada Vero, dan sampai saat ini dirinya masih menerapkan beberapa hal dari ajarannya dalam dirinya melakukan perjalanan bisnisnya.


Namun sayangnya, Anak kandungnya sendiri yang saat ini mendekati Vero bisa dikatakan tidak mewarisi sifat Ayahnya yang sangat baik menurut dirinya. Karena bisa dilihat, dari tatapan pria itu kepadanya, Vero bisa menebak sosok pria seperti apa pria tersebut.


Bahkan saat ini walaupun dirinya sudah menggandeng seorang wanita yang bersamanya, bisa dilihat pria yang sikapnya terlihat menjijikkan itu sering sekali mencuri pandang pada bagian pakaian dari Vero yang bisa menunjukan sedikit bagian atas dadanya.


Maka dari itu, Vero sangat menyayangkan bahwa sosok yang cukup dirinya hormati itu, memiliki putra yang memang sikapnya sangat bertentangan dengan sikap pria yang dirinya kenal dengan sangat baik itu, karena perilaku putranya bisa dikatakan sangat amat menyimpang.


"Baiklah, kalau begitu saya akan menyapa pihak yang lainnya, Nyonya Vero" Hingga akhirnya Vero merasa lega bahwa pria itu memutuskan berpamitan kepada dirinya sendiri.


Tentu karena ada sosok yang lebih terkenal mulai memasuki tempat ini, membuat akhirnya perhatian yang diarahkan kepada Vero mulai sedikit berkurang. Apalagi sikap Vero yang seakan tidak memberikan respon yang mereka inginkan, membuat dirinya mulai dialihkan dengan beberapa pihak yang memang statusnya berada di atas dirinya saat ini.


Tentu Vero sama sekali tidak memperhatikan sosoknya dan menjawab semua pertanyaannya dengan jawaban yang terdengar setengah hati. Apalagi sikapnya yang menjijikan itu membuat Vero cukup malas untuk meladeninya, dan Vero sedari tadi hanya memfokuskan dirinya untuk menatap kekasih dari pria itu yang hanya diam saja sedari tadi.

__ADS_1


Memang karena sosok wanita itu yang membuat Vero menyempatkan diri untuk berbincang dengannya. Jadi, Vero mulai memperhatikan dengan detail apa yang terjadi terhadap wanita itu, yang bisa dilihat sedikit tertekan dengan keadaannya saat ini.


"Hmm... sepertinya kondisinya sudah sangat parah, Nyonya Vero" Kata Loa yang saat ini memperhatikan kedua pasangan yang berbincang dengan mereka tadi, mulai beranjak dan menghampiri beberapa pihak yang berada di sana.


"Ya... aku juga merasakannya. Apalagi disaat dirinya menatap diriku tadi, sangat terlihat kondisinya cukup memprihatinkan" balas Vero yang terus memperhatikan sosok Angel yang terus mengikuti sosok kekasihnya, dan saat ini mulai menyapa pihak penting yang baru saja datang ketempat ini.


Vero yang pada awalnya hanya ingin memperhatikan dirinya yang berada ditempat ini, mulai merasa kasihan dengan melihat kondisinya tadi. Karena bisa dilihat tatapan yang dirinya berikan kepadanya cukup bisa menunjukkan rasa ketidakberdayaan keadaan dirinya kepada sosok Vero yang sedari tadi menatap sosoknya tersebut.


Maka dari itu, Vero merasa harus melakukan sesuatu terhadapnya, karena Vero merasa wanita itu harus dengan segera diselamatkan. Apalagi informasi dari Amel yang mulai menceritakan kehidupan Angel ditempat ini, bisa dikatakan semakin membuat Vero khawatir dengan kondisi wanita tersebut.


"Yang terpenting, saat ini Tuan Bram mampu menarik semua perhatian seluruh pihak yang berada disini." balas Vero yang memang merasa lega dengan kedatangan salah satu kenalannya yang merupakan konglomerat, dan selama ini membantunya.


Untung saja sosok pria itu datang tepat waktu menurut Vero, karena dirinya sudah kelelahan menanggapi semua perhatian yang diarahkan kepadanya. Karena semenjak dirinya memasuki venue tempat acara ini berlangsung, dirinya langsung dikerumuni oleh berapa pihak.


Dan untung saja pria itu ternyata juga diundang untuk datang ke acara ini, sehingga saat ini perhatian seluruh pihak mulai teralihkan kearahnya. Tentu sosoknya yang merupakan pihak yang bekerja sama dengan Darkness Company menjadi bahan perhatian saat ini.


Dengan kerja sama yang dirinya lakukan dalam bidang tambang bersama Darkness Company, mampu membuatnya pria itu semakin sukses, bahkan dirinya sudah berubah sepenuhnya menjadi pihak terkaya nomor dua pada negara ini.


"Benar juga, Nyonya. Kalau begitu, bagaimana jika kita menyantap makanan yang sudah disediakan terlebih dahulu, sebelum kita membereskan permasalahan tentang Nona Angel, Nyonya?" ucap Loa yang mengajak atasannya itu untuk menikmati santapan yang sudah disediakan di sana.


Mendengarkan perkataan asistennya itu membuat Vero hanya tersenyum saja. Karena dirinya sangat tahu, bahwa sebenarnya Loa yang sangat ingin menyantap makanan yang sudah disediakan itu. Namun tentu saja Loa tidak akan sungkan, jika dirinya menyantap makanan yang sudah dihidangkan itu sendirian.


Maka dari itu dirinya mulai mengajak Vero untuk makan bersama dengan dirinya saat ini, dan Vero akhirnya menyetujui saja perkataannya karena dirinya tahu asistennya itu terlihat sudah sangat ingin untuk menyicipi semua hidangan yang sudah tersedia di sana.


"Baiklah, kalau begitu. Mari kita makan malam terlebih dahulu" ucap Vero yang menuruti perkataan asistennya tersebut yang terlihat sepertinya sudah sangat kelaparan.


Disisi lain, Bram yang saat ini menyambut kedua pasangan muda yang saat ini mendatanginya, tentu menyambut kedatangan mereka dengan sangat amat ramah. Tentu karena dirinya mengenal dengan pasti sosok wanita yang datang bersama dengan pria yang mendekat kearahnya itu.

__ADS_1


Bram sudah menyelidiki Zen sejak lama. Bahkan sosok Angel, bisa dikatakan cukup diketahui hubungannya dengan dirinya. Apalagi dibeberapa kesempatan, Bram bisa melihat adik-adik Zen pernah mengunjungi dirinya, dan Bram sendiri pernah dimintai pertolongan akan sesuatu untuk membantu gadis tersebut.


Maka dari itu, dirinya saat ini mulai menyambut baik kedatangan mereka. Namun masalahnya ada sesuatu yang aneh saat ini bisa dirinya lihat dari sosok wanita yang dirinya kenali itu. Hingga, Bram yang penasaran tentu saja ingin mencari tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi dengannya.


"Halo Nona Angel, kita bertemu lagi" ucap Bram yang menyapa terlebih dahulu sosok Angel.


Namun naas, saat dirinya menyapa sosok gadis yang disapanya itu, bisa terlihat bahwa dirinya tidak membalas sapaannya dengan semestinya. Apalagi saat mereka saling menatap, bisa terlihat bahwa ada tatapan kosong yang terlihat dari tatapan matanya yang ditunjukan kepada Bram.


Tentu Bram bingung dengan apa yang terjadi, hingga tatapannya saat ini tidak sengaja menatap sosok Vero yang berada di kejauhan yang sedang menyantap makanannya. Hingga bisa terlihat dengan jelas, wanita itu memberikan sebuah kode kepadanya tentang apa yang terjadi kepada Angel saat ini.


"Maafkan perilaku kekasih saya, Tuan Bram. Dirinya memang merasa kurang sehat, sehingga terlihat seperti ini" dan begitulah tanggapan yang Bram terima dari seorang pria yang mengaku kekasihnya itu, yang mulai angkat bicara atas perilakunya.


Namun setelah mendengarkan perkataannya, Bram saat ini merasa prihatin. Tentu memang awalnya dirinya sangat prihatin dengan sosok Angel. Namun dirinya juga khawatir dengan sosok yang mengaku sebagai kekasih dari Angel itu, karena dirinya sedang tidak tahu dengan apa yang akan dirinya hadapi disaat dirinya mengaku sebagai kekasih wanita yang sedang bersamanya itu.


"Oh... tetapi sepertinya dirinya bukan terlihat tidak sehat saja?" balas Bram yang seakan mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Namun ternyata perbuatannya itu malah terdampak pada sosok Angel saat ini. Gadis yang seakan jiwanya sudah keluar dari tubuhnya itu, seakan sedang menahan rasa sakit. Hal itu dikarenakan, saat ini tangannya yang sedang digenggam seakan sedang diremas sangat kuat oleh kekasihnya.


Ekspresinya bisa memperlihatkan semua apa yang sedang terjadi. Hingga karena mungkin dirinya sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang dirinya terima, Angel mulai mengeluarkan ******* kesakitan atas apa yang dialami oleh dirinya.


"Tunggu, anda benar-benar tidak apa-apa Nona Angel?" hingga Bram saat ini semakin khawatir dengan keadaannya.


Pria yang bersama Angel itu tentu langsung menyadari tindakannya yang terlihat bertindak secara berlebihan. Karena pada awalnya, dirinya ingin memperingatkan sosok Angel atas perilakunya dengan meremas tangannya dengan kuat, tetapi karena semakin terbawa emosi dirinya sampai terbawa suasana dan malah menyakiti wanita tersebut.


"Ada apa denganmu, sayang?" hingga tanpa rasa bersalah, pria yang mengaku kekasih dari Angel itu mulai angkat bicara seolah-olah tidak mengetahui apa yang terjadi dengan kekasihnya.


Pada awalnya, Bram seakan ingin meledak dengan kejadian yang baru saja terjadi. Namun karena Vero memberi isyarat bahwa dirinya harus tetap tenang, membuat Bram saat ini mulai mengkhawatirkan saja kondisi dari Angel yang terlihat cukup tersiksa dengan keadaan yang sedang dirinya alami.

__ADS_1


Hingga saat ini Angel yang sudah melepaskan genggamannya dari pria yang mengaku kekasihnya itu mulai mengelus ringan bagian tangannya yang terasa sakit itu, dan saat ini berusaha untuk tetap tenang dan tidak menunjukan apa yang dirinya rasakan tadi terhadap sosok Bram yang mengkhawatirkan keadaanya.


"A-Aku tidak apa-apa, Tuan Bram. Aku hanya ingin menuju ke Toilet saja saat ini."


__ADS_2