Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Grand Company


__ADS_3

Sebuah konferensi pers saat ini sedang digelar pada salah satu perusahaan cabang dari sebuah perusahaan besar yang ada di dunia ini. Dengan membawakan sebuah informasi baru tentang keadaan perusaahan mereka, saat ini pemimpin perusahaan cabang itu mulai menyatakan sesuatu.


Tentu beberapa pihak yang datang ke konferensi pers tersebut saat ini sudah menantikan pernyataan apa yang akan diberikan oleh pihak yang cukup penting tersebut. Apalagi beberapa media saat ini sudah mempersiapkan berbagai hal untuk meliput semua hal yang akan dirinya lontarkan ditempat ini.


"Seperti kabar yang sudah beredar, kami akan memastikan secara langsung bahwa Grand Media, Indra Group, Daniel Company dan Nusantara Kosmetik akan berada dibawah naungan Darkness Company mulai saat ini" Dan begitulah Bari memulai membuka konferensi pers tersebut.


Acara Konferensi pers ini tentu saja akan memberitahu seluruh pihak, bahwa saat ini semua perusahaan yang memang sudah berada di naungan dari Vero sepenuhnya, saat ini sudah sepenuhnya berada ditangan Darkness Company.


Tentu pernyataan itu langsung diliput oleh beberapa pihak yang sedang meliput konferensi pers tersebut. Apalagi salah satu perusahaan besar yang berada di dunia saat ini seakan mengakuisisi sebuah perusahaan yang cukup penting di negara ini.


Bahkan Vero yang merupakan pemilik dari seluruh saham dari perusahan yang diumumkan oleh Bari tadi, juga berada di sana untuk ikut dalam melakukan konferensi pers bersama dengan pihak Darkness Company yang sedang berlangsung saat ini.


Apalagi konferensi pers itu juga menyangkut tentang dirinya. Yang dimana, Darkness Company saat ini bisa dikatakan berada ditangannya, sehingga membuat Vero mengambil keputusan seperti itu dan saat ini bisa dikatakan mengejutkan berbagai pebisnis yang ada di negara ini.


"Seluruh dari keempat perusahaan yang sudah berada di naungan perusahaan kami itu, akan kami satukan menjadi sebuah perusahaan yang baru yang bernama Grand Company, yang akan dipimpin oleh Nyonya Veronica Safira yang akan menjadi CEO dari perusahaan baru tersebut" ucap Bari yang melanjutkan pernyataannya.


Vero sudah memutuskan bahwa dirinya akan menyatukan seluruh perusahaan yang dirinya miliki. Dengan menjalankan perusahaan baru yang dirinya bentuk tersebut, dirinya akan mencoba untuk belajar mempelajari cara kerja perusahaan multinasional agar dirinya bisa memimpin perusahaan milik Suaminya sepenuhnya.


Apalagi semua urusan tentang Darkness Company bisa dikatakan akan melibatkan dirinya dalam mengambil alih sebuah keputusan apapun. Jadi, Vero akan mulai memahami dalam menjalankan perusahaan yang besar seperti itu, sebelum dirinya akan mengambil alihnya sepenuhnya perusahaan milik suaminya tersebut sesuai warisan adik dari suaminya.


"Sekian pemberitahuan yang kami sampaikan. Dan untuk mengakhiri konferensi pers saat ini, kami akan melanjutkannya dengan sesi tanya jawab" ucap Bari yang akhirnya mulai mengakhiri pemberitahuannya yang sedang dirinya lakukan pada kesempatan konferensi pers yang sedang berlangsung itu.


Semua pihak yang menghadiri konferensi pers tersebut mulai mengangkat tangan mereka dalam menanyakan berbagai hal tentang permasalahan penyatuan perusahaan tersebut. Tentu semua orang cukup penasaran dibalik proses penyatuan tersebut termasuk salah satunya Kelly.


Sahabat dari Vero itu bisa dikatakan sudah mendengar semua hal tentang apa yang terjadi kepada sahabatnya itu disaat dirinya melakukan bulan madu bersama suaminya. Namun masalahnya, perkataan dari sahabatnya itu tidak masuk kedalam nalarnya.

__ADS_1


Karena bisa dibilang, sahabatnya itu saat berbulan madu berkata bahwa tidak sengaja bertemu dengan sosok Alfred dan dirinya malah memberikan sebuah proposal yang membuat perusahaannya akan berada dibawah naungan Darkness Company.


Tentu pernyataan itu membuat Santi tidak sepenuhnya mempercayai perkataannya, karena menurutnya pernyataan sahabatnya itu sangatlah aneh menurutnya. Maka dari itu, dirinya masih mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap sahabatnya atas pernyataannya yang tidak akal menurutnya.


"Zen, katakan yang sejujurnya. Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Kelly yang saat ini sudah berada diruang tunggu bersama Zen dan memutuskan menanyakan permasalahan ini kepada dirinya secara langsung.


Tentu dirinya mulai merasa aneh dengan tiba-tiba saja perusahan milik sahabatnya itu mendapatkan sebuah kesempatan yang sangat besar. Apalagi keputusan yang diambil Vero cukuplah aneh menurutnya, karena setahunya Vero tidak akan menggabungkan perusahannya dengan perusahaan lain apapun yang terjadi.


Vero sangat menyayangi perusahaan peninggalan dari keluarganya. Jadi, dirinya dipastikan ingin menjaga dan meningkatkan sendiri perusahannya itu tanpa campur tangan pihak lain, seperti apa yang dirinya lakukan saat ini. Yang dimana seperti yang diketahui bahwa saat ini Darkness Company seakan mengakuisisi perusahaan miliknya tersebut.


Maka dari itu, semua keputusan Vero cukuplah aneh menurutnya dan tidak bisa diterima oleh dirinya yang notabennya sangat mengenal sosok sahabatnya itu dan tidak mungkin Vero akan melakukan tindakan tersebut tanpa alasan yang benar-benar jelas.


"Ah... begini. Kami bertemu dengan pria bernama Alfred, lalu Vero menawarkan proposal kepadanya, tetapi malah pria bernama Alfred itu yang mulai mengajukan sebuah proposal kepada Vero. Hingga akhirnya Vero memutuskan menerima proposal miliknya. Selesai." dan begitulah jawaban dari Zen yang menjawab pertanyaan dari Kelly.


Namun Kelly entah mengapa masih merasakan kejanggalan dari semua hal yang sudah terjadi. Apalagi permasalahan dirinya yang mengakuisisi perusahaan milik Daniel, Indra dan Nusantara Kosmetik juga masih menjadi tanda tanya besar yang saat ini berada di kepala dari Kelly.


Saat masih menjadi sekretarisnya, memang permasalahan keuangan Vero sangat diketahui oleh Kelly. Walaupun dirinya sudah meninggalkan posisinya itu, tentu Kelly masih paham dengan kemampuan keuangan Vero walaupun sudah tidak diurus oleh dirinya lagi.


Namun setelah dirinya melepaskan tanggungjawab tersebut, tiba-tiba saja Vero mampu mengakuisisi ketiga perusahaan yang notabennya perusahaan yang sangat amat besar. Dan Kelly sangat yakin, bahwa sebenarnya Vero tidak akan mampu membeli ketiga perusahaan itu menggunakan harta yang dirinya miliki.


Jadi dirinya masih sangat bingung, bagaimana sahabatnya itu bisa melakukan semua hal yang menurutnya sangat mustahil tersebut. Namun sayangnya, semakin dirinya mencari kebenaran dari apa yang dirinya yakini itu sebagai sebuah kebohongan, semakin pusing juga dirinya yang memang tidak bisa menemukan cela dari apa yang dirinya pikirkan tersebut.


"Hahh.. tapi alasan kalian masihlah aneh di mataku, Zen" ucap Kelly kepada suami sahabatnya itu setelah dirinya menjawab perkataannya.


Entah mengapa Kelly merasa sahabatnya itu seakan sedang menyembunyikan sesuatu terhadap dirinya. Apalagi semua hal yang dirinya jelaskan seakan tidak masuk akal oleh Kelly yang masih tidak mempercayai sepenuhnya permalasahan yang saat ini sedang terjadi.

__ADS_1


"Benarkah, memangnya bagian mana yang aneh?" tanya Zen yang masih setia menemani Kelly yang berada di ruangan tersebut.


"Hmm... aku tidak bisa menjelaskannya, Zen. Tapi aku hanya merasa aneh saja dengan penjelasan dari dirinya" ucap Kelly yang memutuskan mengakhiri perbincangan mereka tentang permasalahan tentang perusahaan sahabatnya tersebut.


Di ruangan itu memang saat ini Kelly dan Zen sedang duduk berdua untuk menunggu jalannya konferensi pers yang sedang dilakukan oleh sahabatnya itu. Tentu Vero dengan pihak Darkness Company sendiri yang saat ini melakukan sebuah konferensi pers.


Maka dari itu mereka berdua saat ini sedang memantau saja jalannya acara tersebut pada ruangan yang sudah disediakan untuk mereka ditempat itu. Hingga akhirnya, ada sesuatu yang menarik perhatian Kelly saat dirinya sedang memperhatikan jalannya konferensi pers, disaat tatapannya tidak sengaja melihat sebuah layar televisi.


"Tunggu, bisa kalian besarkan volume dari televisi itu" ucap Kelly kepada salah satu staf yang berada di ruangan tersebut.


Tentu bukan hanya Kelly dan Zen saja yang berada di ruangan itu. Karena bisa dikatakan beberapa staf dari Darkness Company juga berada di sana, karena bisa dikatakan konferensi pers yang sedang berlangsung ditempat ini diselenggarakan pada perusahaan Darkness Company.


Mendengar permintaan Kelly tentu saja staf yang diminta tolong olehnya itu langsung menjalankan permintaannya, Hingga bisa didengar dengan jelas sebuah pemberitaan yang saat ini mulai menarik perhatian beberapa pihak yang berada di sana khususnya Zen yang juga mulai memperhatikan pemberitaan tersebut.


"Bisa dipastikan korban dari ledakan yang terjadi adalah satu pihak kepolisan tewas dan satunya lagi mengalami sebuah luka ringan. Dan untuk identitas korban luka, bisa kami konfirmasi bahwa korban adalah Komandan Santi Wijaya selaku Kepala Kepolisian Kota Marlet."


Dan begitulah pemberitaan yang sedang terjadi, yang saat ini sedang disaksikan oleh Kelly, Zen dan seluruh staf yang berada di ruangan tersebut. Tentu berita itu mengejutkan beberapa pihak, karena bisa dibilang kejadian itu merupakan kejadian yang sangat mengenaskan.


Apalagi korbannya merupakan seorang sosok penting di kota ini, dan bisa dikatakan pemberitaannya akan cukup menghebohkan. Karena memang sosok penting tersebut menjadi korban karena dirinya menemukan sebuah markas organisasi kriminal, namun markas itu malah diledakkan dan membuat dirinya menjadi korban dari kejadian tersebut.


"Bukankah dirinya temanmu, Zen?" ucap Kelly yang saat ini langsung menatap sosok Zen yang duduk disebelahnya dan sedang fokus memperhatikan pemberitaan tersebut.


Zen juga sedang memperhatikan pemberitaan itu dengan baik. Karena bisa dibilang dirinya juga tidak menyangka seseorang yang dirinya kenal akan menjadi korban dari sebuah kasus. Tentu Zen tahu sifat wanita itu yang sangat berdedikasi akan sesuatu, namun dirinya tidak menyangka bahwa apa yang dirinya lakukan akan membawanya kearah yang seperti itu.


"Hmm... mengapa dirinya sangat suka memasuki sebuah tempat yang ada peledaknya?"

__ADS_1


__ADS_2