Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Masalah Kembali


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu setelah Ibu dari Kelly sudah menjalani operasinya. Saat ini Vero, Kelly dan Zen yang masih setia menemani keberadaan kedua wanita itu, saat ini mulai memasuki sebuah ruang pertemuan pada perusahaan milik Vero.


Karena sebuah permasalahan, saat ini Vero langsung mengadakan pertemuan secara langsung dengan beberapa bawahannya. Apalagi proses yang sedang dirinya lakukan terhadap perusahaannya untuk maju, terpaksa harus terhambat karena sebuah kabar yang membuatnya jengkel saat ini.


“Aku tahu bahwa kekayaanku berkurang banyak, tetapi mengapa para media menggunakan berita itu untuk menjatuhkan perusahaan milikku ini?” ucap Vero yang mulai merasa sakit kepala dengan kabar yang baru saja dirinya terima, kepada seluruh orang yang mengikuti rapat tersebut.


Memang kabar tentang Vero menjual saham salah satu perusahaan miliknya, saat ini menjadi pemberitaan yang sedang hangat diberbagai media. Apalagi memang Darkness Company belum menyebarkan dengan luas bahwa mereka yang membeli saham dari salah satu perusahaan milik Vero.


Sehingga saat ini muncul beberapa spekulasi tentang perusahaannya, dan saat ini spekulasi tersebut sedang digunakan berbagai media untuk mengeruk keuntungan pribadi bagi kepentingan mereka, dengan menyebarkan spekulasi yang belum terbukti kebenarannya, dan malah memojokkan nama baik perusahaan Vero saat ini.


“Tenanglah Vero. Bukankah berita itu tidak seperti apa yang sedang kita alami” ucap Kelly menenangkan sahabatnya tersebut.


Sudah banyak spekulasi tentang apa yang terjadi dengan perusahaan dari Vero. Termasuk berita tentang kebangkrutan perusahaannya, yang nyatanya berita itu tidaklah benar sama sekali. Tentu Vero tidak mempermasalahkan pemberitaan tersebut, tetapi saat ini beberapa pihak ikut terbawa dengan kabar tersebut


“Bagaimana bisa tenang Kel, saham perusahaan milikku saat ini mulai merosot dan membuat para sponsor mulai risau dengan keadaan perusahaan ini” ucap Vero kemudian.


Tentu berita yang sedang hangat itu semakin membuat perusahaan Vero terpojok, walaupun sebenarnya keadaannya tidak seperti itu. Namun karena pemberitaan yang masif yang membuat perusahaannya seakan bangkrut, saat ini membuat dirinya mulai sakit kepala menghadapinya.


“Maaf Nona Vero, sepertinya Tuan Hans memutuskan mundur dari kursi sutradara, dari projek series yang akan kita garap” ucap salah satu bawahan Vero kepada dirinya saat ini.


“Apa katamu?” ucap Vero yang cukup terkejut mendengar kabar tersebut, dari bawahannya tadi.


Pria bernama Hans itu, merupakan sutradara ternama di negara ini. Tentu Vero langsung menghubunginya untuk menyutradarai series yang akan dirinya keluarkan pada platform terkenal di dunia ini. Apalagi dengan namanya yang sudah mentereng, membuat Vero percaya diri akan kualitas produksi yang akan dirinya lakukan.


Bukan cuma alasan itu saja dirinya menyewa sutradara bernama Hans tersebut. Karena memang hasil karya dari pria tersebut selain beberapa karyanya sangat terkenal, karyanya juga bisa dikatakan sudah diakui oleh beberapa pihak baik dalam maupun luar negeri.


Maka dari itu, Vero merasa pria itu sangat cocok untuk dijadikan sutradara utama dari sesuatu yang akan dirinya produksi sendiri, agar apa yang dirinya produksi itu akan sukses dan bisa mengembalikan kejayaan perusahaan milikinya yang sudah mulai bangkit saat ini.


“Benar Nona. Tetapi dirinya masih membuka pintu negosiasi, dengan meminta beberapa persyaratan agar dirinya memikirkan lagi keputusannya." Jawab bawahannya itu


"Lalu, apa yang dirinya minta?" Tanya Vero kembali.


"Dirinya meminta peningkatan bayarannya dan...” ucap bawahannya yang sedikit ragu, untuk melanjutkan perkataannya itu.

__ADS_1


“Dan?” ucap Vero yang mulai menatap bawahannya, karena dirinya seakan tidak bisa menyelesaikan kalimatnya yang sudah dirinya lontarkan itu.


“D-Dan dirinya meminta agar bisa menghabiskan satu malam bersama dengan anda, Nona Vero” ucap bawahannya itu kembali, dengan nada yang cukup ketakutan saat mengutarakan perkataan seperti itu.


Mendengarnya, Vero yang merasa murka mendengar perkataan bawahannya itu, langsung meraih gelas yang berada di atas mejanya dan melemparkannya menuju tembok disebelahnya, hingga gelas itu sudah hancur berkeping-keping karena kemarahannya.


“Cih... aku tahu kamu marah, tetapi apakah kamu akan melampiaskannya kepadaku?” tanya Zen kemudian, yang saat ini sedang berdiri ditempatnya dengan nyaman, sebelum sebuah gelas hampir saja mengenai dirinya.


Saat ini Zen berdiri didekat arah tempat Vero melemparkan gelasnya tadi. Tentu Vero tidak sengaja melakukan itu, dan sempat merasa bersalah kepada pria yang hampir dirinya buat celaka itu. Tapi karena dirinya tahu bahwa Zen saat ini tidak serius berkata seperti itu, dirinya hanya mulai menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya saat ini.


“Hahh... maafkan aku Zen” ucap Vero, yang tetap harus meminta maaf kepada suami bayarannya itu atas perbuatannya tadi.


Tentu tindakannya itu tidak lagi membuat terkejut orang-orang yang berada di ruangan tempat mereka berada saat ini. Karena memang mereka sudah mengetahui bahwa Zen merupakan suami dari Vero. Maka dari itu, cukup wajar bahwa atasan mereka itu saat ini meminta maaf kepada seorang pria.


Memang hubungan mereka mulai sedikit terbongkar, karena sikap Vero yang cukup berbeda terhadap Zen. Bahkan sebelum kebenaran hubungan mereka terbongkar, berbagai isu yang tidak sedap tentang hubungan dirinya dengan Zen mulai mengganggu Vero.


Jadi, dirinya memutuskan memberitahukan status hubungannya dengan Zen kepada beberapa karyawannya. Tetapi dirinya tetap mewanti-wanti kepada mereka, agar kabar tersebut tidak sampai diketahui oleh pihak lain. Karena memang Vero masih ingin menyembunyikan status pernikahannya dari siapapun.


"Oh... kamu memang menginginkan sebuah gelas untuk mendarat di wajahmu, Zen?" kata Vero yang menyahuti perkataan suami bayarannya itu, dengan mengambil sebuah gelas lagi dan langsung menggenggamnya saat ini.


Tentu jika itu pria yang lain, mungkin Vero benar-benar melemparkan gelas yang dirinya lemparkan tadi, menuju kepalanya. Apalagi bukan merupakan sebuah rahasia umum, bahwa mereka semua mengetahui bahwa wanita itu sangat membenci para pria.


Tetapi, saat ini mereka sedikit merasa lucu atas interaksi yang dilakukan sepasang suami istri tersebut. Yang dimana terlihat sang suami selalu saja menggangu istrinya, yang saat ini terlihat cukup kesal dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.


“Sudahlah tenanglah, Ver” ucap Kelly kemudian yang mulai menghentikan perdebatan receh mereka itu.


Suasana di ruangan itu saat ini mulai mendingin setelah interaksi yang dilakukan oleh Zen dan Vero tadi. Bahkan beberapa bawahan yang sudah bekerja dengan Vero cukup lama, dan pertama kali melihat sikapnya kepada suaminya mulai merasa lega saat atasannya itu mulai tidak emosi lagi.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan saat ini?” tanya Vero kemudian, kepada para bawahannya untuk dimintai pendapat mereka.


Tentu saat ini beberapa orang yang mengikuti pertemuan itu mulai mengutarakan pendapat mereka. Namun dari semua pendapat tersebut, tidak ada satupun yang menurut Vero dapat menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka hadapi saat ini.


“Apakah kamu yakin konferensi pers akan membuahkan hasil?” tanya Vero kemudian, setelah Kelly memberikan usulannya.

__ADS_1


“Jangan anggap konferensi pers yang akan kita lakukan sebagai media untuk mengklarifikasi, Ver. Tetapi akan kita gunakan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan seluruh proyek yang akan kita lakukan.” Ucap Kelly yang menjelaskan maksud perkataannya.


Ucapan Kelly itu langsung membuat Vero tersenyum. Karena menurutnya berita tentang perusahaan miliknya dan dirinya sendiri saat ini sedang hangat dimana-mana. Jadi mengapa tidak menggunakan kesempatan ini sebagai media promosi.


“Hm... benar juga ucapan mu, Kel. Saat ini seluruh tatapan beberapa pihak sedang menatap kita. Jadi kita bisa gunakan kesempatan ini untuk mempromosikan semua yang akan kita lakukan” ucap Vero kemudian.


Vero akhirnya mendapatkan pencerahan tentang bagaimana cara menghadapi krisis ini. Tentu media saat ini mencoba mempermainkannya untuk kepentingan mereka sendiri. Tetapi dirinya juga bisa menggunakan kesempatan itu untuk menjadi keuntungan dirinya.


Tentu media membutuhkan asupan informasi yang menggairahkan untuk mereka saat ini. Dan saat ini Vero memutuskan akan menggunakan hal tersebut, untuk membantunya memajukan perusahaannya karena dirinya bisa mendapatkan sebuah promosi gratis.


“Tetapi, untuk permasalahan tentang series yang akan kita produksi, bagaimana kelanjutannya Nona Vero?” tanya bawahannya kembali.


“Hmm... untuk itu, saat ini carikan seseorang yang menurut kalian cocok. Aku saat ini tidak memperdulikan apakah dirinya terkenal atau tidak, yang terpenting hasil kerjanya sesuai dengan keinginan kita. Jika semuanya sesuai, maka kita akan merekrutnya” ucap Vero.


Tentu Vero mulai kapok merekrut orang yang sangat terkenal untuk mengerjakan proyeknya. Karena mereka seakan menanggap diri mereka sebagai orang yang sangat dibutuhkan, dan membuat mereka meminta apapun yang mereka inginkan saat akan direkrut oleh Vero.


Bahkan saat Vero merekrut sutradara bernama Hans yang sangat terkenal itu, dirinya meminta banyak sekali permintaan yang harus dipenuhi oleh Vero. Bahkan puncaknya, dirinya menggunakan kegaduhan yang terjadi, untuk meminta sesuatu yang lebih dari Vero.


Jadi, saat ini Vero memutuskan untuk merekrut orang yang menurutnya cocok, dan akan bekerja sama dengan baik dengan perusahaannya. Maka dari itu, dirinya langsung memerintahkan dengan segera para bawahannya untuk mencari orang tersebut.


“Baiklah, kalau sudah semua, mari kita akhiri pertemuan ini” ucap Vero kemudian, setelah semua hal dalam pertemuan itu sudah didapatkan keputusannya.


Bawahan dari Vero akhirnya mulai membubarkan diri mereka dari ruangan tersebut dan bersiap memulai tugas mereka. Apalagi, mereka dituntut untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka kerjakan secepat mungkin, agar semua hal yang mereka diskusikan tadi cepat terselesaikan.


“Aku sudah menghubungi para media, Ver. Jadi besok kita bisa memulai konferensi persnya” ucap Kelly yang sudah menyelesaikan sambungan telfonnya.


“Baiklah, kalau begitu bagaimana dengan makan siang?” namun Bukan Vero yang menjawab perkataan dari Kelly itu, melainkan Zen saat ini yang mulai menyahuti perkataannya.


Memang hari sudah menunjukan waktu makan siang, jadi Zen berinisiatif untuk mengajak kedua orang tersebut untuk makan siang. Tentu Vero mulai menceramahi Zen atas tindakannya itu, namun akhirnya kedua wanita itu mulai menyetujui usulannya.


Saat ini ketiga orang tersebut mulai masuk kedalam lift dan mulai turun menuju lantai bawah, untuk menuju kantin dari perusahaan milik Vero dan akan makan siang di sana. Namun saat pintu lift terbuka dan mereka mulai keluar dari sana, Vero dan Kelly dikejutkan dengan seseorang yang mulai mendekati mereka.


“Oh... Vero, lama tidak bertemu”

__ADS_1


__ADS_2