Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Sergapan


__ADS_3

Bisa dikatakan acara yang diselenggarakan untuk menjadi ajang gala premier dari apa yang sudah diproduksi oleh Vero berjalan dengan sangat baik. Antusiasme yang dirinya dapatkan bisa dikatakan juga sangat besar pada acara yang sudah berlangsung itu, hingga saat ini semua pihak bisa dikatakan puas dengan acara tersebut.


Zen juga merasa senang dengan hasil kerja keras Istrinya, karena ternyata apa yang diproduksi olehnya dan dibuat oleh Anabelle ternyata sangat bagus. Sehingga Zen juga sangat menikmati apa yang sudah ditampilkan kepada dirinya tadi, walaupun hanya sebatas satu buah episode saja yang dirinya saksikan.


Tetapi, Zen sangat yakin bahwa semua pihak akan sangat senang dengan apa yang baru saja dirinya saksikan tersebut, apalagi Zen adalah pihak yang cukup susah untuk dipuaskan akan sesuatu. Jadi, jika ada sesuatu yang membuat dirinya puas, bisa dipastikan hal tersebut sangatlah bagus sehingga dirinya sangat menikmatinya.


"Aku tidak menyangka, kamu membiarkan Suamimu menambah Istrinya, Vero" Dan begitulah ucapan Anabelle, yang akhirnya memberanikan diri untuk menyinggung tentang rumah tangga teman sekaligus atasannya tersebut.


"Apakah ada yang salah?" tanya Vero kembali, karena dirinya merasa tidak mempermasalahkannya dan dirinya merasa bahagia menjalaninya.


"Bukan masalah itu, Vero. Tetapi kamu tahu sendiri, bahwa sosok Suamimu itu bisa dikatakan bukan siapa-siapa" balas Anabelle kemudian yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran temannya itu, yang membiarkan suaminya menikah lagi.


Vero hanya tersenyum saja mendengarkan perkataan dari Anabelle. Karena memang dirinya sama sekali tidak mengetahui identitas Zen yang sebenarnya, jadi sangat wajar jika wanita itu berkata demikian kepada Zen yang memang jika orang awam akan berpendapat yang sama dengan dirinya.


Anabelle masih menganggap bahwa Zen masih seorang bodyguard bagi Vero hingga saat ini. Jadi dipastikan pria itu sedang menikmati kekayaan dari Vero setelah dirinya menikah dengannya, dan malah memanfaatkan kekayaan Istrinya itu untuk menikahi beberapa pihak lagi.


Jadi, jika dirinya menikahi wanita yang lainnya, bisa dipastikan Vero akan menanggung semua hal tentang rumah tangga mereka, karena bisa dikatakan dirinya yang terkaya diantara mereka. Sehingga Anabelle menganggap bahwa temannya itu sudah dibutakan oleh cintanya kepada Zen, sehingga dirinya dimanfaatkan olehnya.


Maka dari itu, Anabelle sangat kebingungan dengan keputusan dari Vero yang mempersilahkan suaminya untuk menikahi wanita lain padahal semua tanggungan suaminya itu berasal dari Vero, atau bisa dikatakan sosok Zen seperti seseorang yang sudah dikasih hati tetapi malah meminta jantung.

__ADS_1


"Tetapi aku juga sangat senang bahwa kalian bahagia Vero. Apalagi aku bisa melihat dirimu sangat senang dan seperti tidak terganggu dengan permalasahan itu. Jadi, anggap saja perkataan dariku tadi hanya angin lalu belaka" balas Anabelle yang sebenarnya tidak cukup serius dalam menasehati temannya itu.


Anabelle cukup tahu tentang Zen. Jadi wajar dirinya banyak disukai oleh wanita. Terutama wajahnya yang tampan dan dipastikan sosoknya itu dapat membuat aman semua pihak yang berada didekatnya. Jadi, Anabelle juga merasa senang jika pria yang dirinya anggap temannya itu juga merasa bahagia dengan kehidupannya.


"Lalu, bagaimana dengan dirimu? Apakah kamu sudah mempunyai pasangan?" hingga Vero akhirnya memutuskan untuk melakukan giliran bertanya kepada temannya tersebut.


"Kamu tahu sendiri, Vero. Aku masih merasa trauma dengan berhubungan dengan para lelaki. Karena menurutku mereka sama saja" balas Anabelle yang memang masih dihantui dengan kejadian masa lalu yang dialami olehnya.


Dilecehkan hingga dituduh melakukan sebuah hal tercela, tentu masih menjadi mimpi buruk bagi Anabelle. Maka dari itu, dirinya masih memiliki rasa tidak nyaman berdekatan dengan para pria, kecuali Zen yang notabennya pernah membantunya. Jadi, hingga saat ini dirinya memutuskan untuk menjalani kehidupannya sendiri saja terlebih dahulu.


"Ya... aku paham. Tetapi semoga kamu menemukan seseorang yang terbaik untuk mendampingi dirimu" ucap Vero yang tidak lupa menyemangati sosok temannya tersebut.


Termasuk Vero yang juga memang meninggalkan tempat itu secara terpisah dengan semua keluarganya, sehingga keluarganya yang lain tidak terganggu dengan sosoknya yang masih menjadi bahan incaran beberapa pihak yang memang sedang mencari keberadaannya saat ini.


"Saya tidak menyangka bahwa anda sudah menambah Istri anda, Tuan Zen" hingga disela-sela perjalannya menuju area luar tempat ini, Zen tidak sengaja bertemu dengan Bram saat ini.


Karena Bram merupakan investor utama dalam series yang dibuat oleh Vero, tentu dirinya juga hadir dalam acara ini. Hingga Zen akhirnya mulai bertemu dengan dirinya dan menyapanya. Tentu karena dirinya tidak memiliki sesuatu yang buruk terhadap pria itu, Zen menyambut baik sapaan yang dirinya berikan dan mulai memperkenalkan Istrinya.


Tentu Bram terkejut melihat Istri-istrinya saat ini. Karena dirinya tentu mengenal Angel, lalu tentu saja dirinya mengenal Kelly yang merupakan asisten dari Vero dahulu dan Santi yang merupakan mantan kepala kepolisan dari wilayah ini sebelumnya.

__ADS_1


Walaupun dirinya tidak mengenal Axillia, tetapi bisa dikatakan sangat wajar Zen menikahi dirinya karena bisa dikatakan dirinya paling cantik diantara semua Istri dari Zen. Jadi, Bram menganggap bahwa Zen mendapatkan semua wanita yang layak, untuk bisa menjadi pendampingnya.


"Kalau begitu, kami permisi dulu Bram" ucap Zen yang saat ini akhirnya berpamitan kepada pria itu setelah mereka melakukan perbincangan singkat di sana.


Dengan berpisah dengan Bram, akhirnya Zen bersama Istri yang bersamanya mulai keluar dari tempat itu. Dengan dirinya membantu satu persatu Istrinya untuk masuk kedalam kendaraannya terlebih dahulu karena memang gaun yang mereka kenakan sangat susah membuat mereka bergerak dengan bebas, saat ini akhirnya Zen akan memasuki kendaraannya.


Namun belumlah dirinya naik kedalam kendaraan yang dirinya tumpangi, tangan Zen saat ini mulai dipegang oleh seseorang seakan mengehentikan langkahnya untuk masuk kedalam kendaraannya. Tentu Zen sudah memprediksi kedatangannya, namun dirinya tidak menyangka bahwa saat ini sosok tersebut berani untuk menghalangi tindakannya.


"Zen" namun bukan suara dari sosok yang menghalangi langkahnya itu yang memanggil namanya, melainkan Istrinya Axillia.


"Ya... aku tahu" dan begitulah jawaban Zen kepada Axillia, dan saat ini langsung menarik balik tangan dari sosok wanita yang menghalangi langkahnya dan membimbingnya menuju kebelakang tubuhnya.


Zen memang saat ini memutuskan untuk beranjak dari tempat ini melalui basemen dari gedung yang dirinya datangi itu, karena memang dirinya cukup malas menghadapi kerumunan yang menunggu para tamu yang datang ke acara yang dirinya hadiri tadi. Namun disaat dirinya sudah berada pada basemen tempat ini, dirinya menemukan sesuatu yang menarik.


"Keluarlah!" teriak Zen yang saat ini berteriak kesebuah arah dari basemen tempat dirinya berada.


Namun belumlah sosok yang dirinya teriaki itu menyahuti atau mengambil tindakan atas teriakan dari Zen yang menandakan apa yang mereka lakukan sudah ketahuan, beberapa anak panah saat ini mulai melesat dari mobil yang akan ditumpangi oleh Zen tadi dan dengan cepat melesat keberbagai arah.


Dan begitulah suara gema sebuah benda terjatuh saat ini mulai terdengar satu persatu, setelah seluruh panah yang ditembakkan Axillia mengenai tepat seluruh pihak yang memang sepertinya sedang mengintai sosok wanita yang menghalangi langkah Zen, untuk memasuki mobil yang akan ditumpangi olehnya.

__ADS_1


"Tembakan yang bagus Istriku"


__ADS_2