
Seorang pria cukup panik saat mengetahui bahwa kamera yang dirinya pasang pada sebuah unit apartemen dari wanita yang sangat dipujanya, saat ini bisa ditemukan oleh seorang pria yang selama ini menjadi momok bagi dirinya.
Tentu siapa yang menyangka, bahwa pria yang coba dirinya singkirkan agar tidak bisa lagi berdekatan dengan wanita pujaan hatinya itu, malah membongkar semua kejahatan yang dirinya lakukan pada seseorang yang sangat dirinya cintai tersebut.
Bahkan dengan mata kepalanya sendiri, saat ini dirinya menyaksikan pria itu mencabut satu persatu kamera tersembunyi, yang dirinya tempatkan didalam unit apartemen dari wanita pujaan hatinya, seakan dirinya sedang mencabut rumput liar karena sangat mudah pria itu melakukan hal tersebut.
“Sial... sekarang mereka malah masuk kedalam kediamanku” ucap pria itu sekali lagi, yang cukup panik melihat sebuah tayangan pada layar ponsel pintarnya tentang keadaan kediamannya saat ini.
Agus memang bisa dikatakan cukup panik saat ini, setelah melihat apa yang dirinya lakukan selama ini mulai terbongkar satu persatu. Bahkan dirinya bisa melihat beberapa anggota kepolisian saat ini sudah mengeledah kediamannya, untuk mencari beberapa bukti keterlibatannya dalam sebuah permasalahan pada kediaman Kelly.
“Sepertinya aku harus melarikan diri kalau begitu” ucap pria bernama Agus itu.
Agus memang kebetulan tidak berada dikediamannya saat ini. Karena kebetulan, dirinya hendak menjenguk keadaan Kelly yang saat ini merawat Ibunya disebuah rumah sakit. Tentu sebagai orang yang sangat mencintai sosok wanita tersebut, Agus ingin menunjukannya dengan melihat keadaan dirinya.
Namun naas, saat dirinya masih didalam perjalanan, pemberitahuan tentang beberapa pihak masuk kediamannya masuk kedalam ponselnya. Maka dari itu, dirinya mulai panik saat ini, karena semua yang dirinya lakukan bisa dikatakan sudah ketahuan sepenuhnya.
Untung saja dirinya sempat memasang sebuah alat yang bisa menghubungkan ponselnya dengan keadaan kediamannya. Jika tidak, dirinya dipastikan akan langsung tertangkap, karena dirinya pasti tidak akan menyangka bahwa dirinya akan ketahuan atas semua tindakan jahat yang sudah dirinya lakukan.
“Cih... sekali lagi pria itu mengganggu rencana ku” ucap Agus saat melihat rupa Zen, yang saat ini tertangkap pada kamera tersembunyi pada kediamannya, yang saat ini sedang merekamnya disaat Zen masuk kedalam kediaman dari Agus.
Tentu Agus juga sudah memasang beberapa peralatan pengamanan pada kediamannya. Jadi, dirinya bisa mengetahui apa yang terjadi pada kediamannya saat itu juga, karena dirinya bisa melihat tangkapan gambar dari kamera pengawas yang sedang merekam aktivitas beberapa orang pada kediamannya.
Namun, Agus dibuat terkejut saat Zen seakan sedang menatap kearah kamera yang sedang merekam dirinya. Agus cukup terkejut melihat tatapan pria itu pada kamera yang menyorotnya. Apalagi sesaat kemudian, Zen malah langsung menunjukan senyum menyeramkan miliknya kepada kamera yang sedang merekamnya itu.
Melihat itu, tentu saja Agus langsung membanting ponselnya saat itu juga, dan mulai menginjaknya agar ponsel itu benar-benar hancur. Bahkan tidak sampai disitu saja, dirinya langsung mencari kartu sim yang terdapat pada ponselnya dan mematahkannya lalu membuangnya pada sebuah selokan.
Tentu siapa yang tidak panik melihat perilaku dari Zen yang seakan menatap dirinya melalui kamera yang merekamnya tadi. Bahkan bisa terlihat, Zen seakan mengetahui bahwa dirinya sedang diawasi hingga dirinya sempat memberikan sebuah senyum menyeramkan kepada Agus.
“Siapa pria itu?” ucap Agus yang masih panik melihat tingkah Zen tadi.
__ADS_1
Tentu dirinya tidak mengetahui mengapa Zen bisa menemukan semua kamera tersembunyi yang dirinya tempatkan didalam kediaman milik Kelly. Apalagi, pria itu seakan dapat mengetahui letak kamera tersembunyi itu dengan sangat mudah.
Apalagi pria itu sepertinya juga mengetahui letak kamera tersembunyi yang saat ini berada pada kediamannya. Karena bisa terlihat dengan jelas bahwa pria itu seakan mulai memperhatikan beberapa kamera tersembunyi, yang sedang memantau aktivitas dirinya dan para kepolisian yang sedang memasuki kediamannya itu
“Aku harus bagaimana sekarang?” ucapnya sekali lagi, yang masih panik melihat apa yang dilakukan Zen tadi.
Entah mengapa, dirinya langsung merasa paranoid setelah Zen melihat dirinya melalui kamera pengawas yang dirinya saksikan melalui ponsel pintarnya tadi. Bahkan dirinya merasa bahwa dengan tatapannya itu, Zen berhasil menemukan keberadaan dirinya saat ini.
Jadi, dirinya tadi langsung membanting ponsel miliknya dan menghancurkannya karena saking paranoid dirinya, melihat tatapan yang diberikan oleh Zen kepadanya, melalui tangkapan kamera pengawas yang dirinya saksikan melalui ponsel pintarnya yang sudah hancur itu.
“Sebaiknya aku harus melarikan diri....” gumamnya kemudian. “Tetapi, bagaimana dengan bidadari ku? Apakah aku bisa meninggalkan dirinya?” ucap dirinya yang kembali bimbang, karena dirinya merasa tidak bisa berjauhan dengan sosok yang sangat dirinya puja itu.
Memang karena obsesinya dengan Kelly yang sangat berlebihan, membuat jalan pikirannya bisa dikatakan sangat amat aneh. Bahkan dirinya tidak memikirkan sebuah marah bahaya yang mungkin mendatangi dirinya, jika memang dirinya benar-benar tidak bersembunyi saat ini.
Apalagi yang dirinya tidak tahu, bahwa sesuatu yang mungkin akan mengancam nyawanya akan mengincarnya sebentar lagi dan mungkin akan membuat dirinya menyesal bisa hidup di dunia ini, jika memang dirinya tidak segera melarikan diri. Walaupun sebenarnya apapun yang dirinya akan lakukan nanti, akan percuma saja dirinya lakukan.
Memang sudah cukup lama dirinya berada ditempat dirinya berada saat ini, karena memang dirinya masih bimbang untuk memutuskan melarikan diri atau tidak. Namun dirinya malah tidak menyangka bahwa dirinya bisa melihat kembali orang yang sangat dicintainya tersebut.
Apalagi, memang sedari tadi Agus sudah berada diparkiran dari rumah sakit yang merawat kondisi dari Ibu kandung Kelly. Jadi, wajar jika dirinya bisa menemukan keberadaannya yang baru tiba ditempat ini, karena memang dirinya belum beranjak dari sana.
“Hahh... setidaknya aku bisa melihat dirinya untuk terakhir kalinya, sebelum aku memutuskan untuk pergi” ucap Agus yang terus menatap dengan lekat keberadaan Kelly saat ini.
Memang niat awal Agus hanya mengamati keberadaan Kelly untuk terakhir kalinya, dan dirinya akan langsung beranjak dari sana untuk melarikan diri. Namun entah mengapa, sepertinya semesta memberikan dirinya sebuah angin segar kepadanya.
Sosok yang hanya ingin dirinya pandang untuk terakhir kalinya itu, malah saat ini sedang menuju sebuah toilet yang sepi sendirian. Jadi, Agus mengira hal itu merupakan sebuah kesempatan bagus, untuk setidaknya berbuat sesuatu yang selama ini dirinya inginkan kepada Kelly.
Bahkan dirinya sudah tidak peduli dengan konsekuensi yang akan dirinya dapatkan, jika dirinya berhasil melakukan hal bejat yang sudah dirinya rencanakan. Karena memang obsesinya yang sangat berlebihan dengan sosok Kelly, membuat jalan pikirannya saat ini mulai berubah sepenuhnya.
“Baiklah, setidaknya dirimu dan aku akan menjadi satu, wahai bidadari diriku” ucap Agus yang mulai beranjak dari tempatnya berada.
__ADS_1
Agus dengan cara mengendap-ngendap hendak menemukan sosok Kelly yang saat ini sudah masuk menuju sebuah toilet umum. Tentu niat awalnya, dirinya ingin membuat wanita itu tidak sadarkan diri dan membawanya dari sana untuk menuju kesebuah tempat.
Tentu setelah itu, sudah dipastikan dirinya akan melakukan tindakan asusila kepadanya. Begitulah pemikiran awal Agus yang saat ini hendak mengeksekusi rencananya tersebut. Namun naas, saat dirinya hendak menyerang Kelly, wanita itu sudah memukul dirinya terlebih dahulu.
Memang siapa yang menyangka tindakan dari Kelly itu, yang dimana saat ini Agus sudah tersungkur akibat serangan yang datang secara tiba-tiba kearahnya, yang dilakukan oleh seorang wanita yang saat ini terlihat sangat marah dengan keberadaanya ditempat ini.
“Dasar pria biadab” ucap Kelly, yang entah mengapa kemarahannya sudah memenuhi dirinya setelah bertemu seorang pria yang memanfaatkan kebaikan dari dirinya selama ini.
Memang Kelly pada awalnya bisa merasakan bahwa dirinya akan disergap oleh seseorang. Walaupun awalnya dirinya tidak tahu siapa yang melakukan tindakan itu kepadanya, tetapi dirinya memutuskan untuk menghalau tindakan jahat yang akan dirinya terima itu.
Namun satu hal yang membuat dirinya terkejut saat menyerang sosok yang ingin berbuat jahat kepadanya itu. Karena memang sosok pria yang saat ini sudah menjelma menjadi orang yang sangat dibenci olehnya, berani-beraninya akan melakukan hal yang keji pada dirinya ditempat ini.
“Tenang dulu bidadari ku, aku akan menjelaskan semuanya” namun anehnya, pria bernama Agus itu merasa tidak bersalah dan saat ini merasa ingin membela dirinya kepada sosok Kelly yang terlihat sangat emosi itu.
Tentu karena tingkat emosi dari Kelly sudah sangat tinggi, dirinya sudah tidak memperdulikan perkataan dari pria yang saat ini berbicara kepadanya, dan langsung memukulinya dengan membabi buta. Tentu Agus saat ini langsung merasa bingung, mengapa keadaannya saat ini mulai berbalik.
Memang menerima berbagai serangan dari Kelly, tentu Agus juga tidak tinggal diam. Karena memang jika dirinya melakukan hal tersebut, bisa-bisa dirinya akan tewas ditangan wanita yang sudah berubah menjadi semacam monster dan menyerangnya membabi-buta saat ini.
Tentu Agus terus menghalau serangan yang dirinya dapatkan dari Kelly dan beberapa kali juga memberikan perlawanan kepada wanita yang saat ini masih memukulnya. Walaupun dirinya tidak bisa berbuat banyak, tetapi Agus berusaha untuk setidaknya membuat keadaan perkelahian itu mulai berbalik.
Apa yang dirinya lakukan itu bisa dikatakan cukup membuahkan hasil, karena saat ini dirinya berhasil mendaratkan sebuah tamparan kearah Kelly. Namun setelah dirinya melakukan hal itu, tentu Kelly membalasnya dengan pukulan bertubi-tubi penuh amarah kepadanya.
“Sialan, mengapa menjadi seperti ini” ucap Agus, yang berusaha melawan kembali tindakan Kelly.
Namun kali ini, dirinya malah tidak sengaja memegang kalung yang digunakan oleh Kelly dan malah menariknya hingga terlepas dari leher mulus dari wanita tersebut. Tentu hal itu tidak membuat keadaan semakin membaik, karena Kelly semakin emosi melihat barang pemberian Ibunya saat ini digenggam oleh seorang pria menjijikan.
Maka dari itu, kemarahan Kelly yang semakin meninggi membuatnya langsung menendang perut dari pria itu hingga membuatnya tersungkur. Setelah melihat pria itu sudah terbaring tidak berdaya dilantai, Kelly langsung menduduki perutnya dan mulai memberikan berbagai pukulan kepada pria yang saat ini sangat membuatnya sangat amat marah.
“Tunggulah, kamu akan mati ditangan ku”
__ADS_1