
Vero dan Kelly saat ini memutuskan untuk kembali menuju ruangan kantornya, karena bisa dibilang kondisi dari Kelly saat ini sedang terluka atas serangan yang mereka terima tadi. Walaupun kondisinya tidak terlalu parah, tetapi Kelly saat ini merasakan rasa sakit pada area tertentu dari tubuhnya saat ini.
Beberapa luka lebam mulai mulai terlihat pada beberapa bagian tubuhnya. Bahkan pada wajahnya yang cantik itu, terdapat beberapa bekas pukulan yang membiru, yang terlihat sangat jelas pada wajahnya. Maka dari itu, Kelly saat ini mulai memikirkan cara bagaimana menyembunyikan luka-luka lebam itu dari tubuhnya.
"Hahh... bagaimana caraku untuk menyembunyikannya didepan Ibuku nanti" ucap Kelly yang melihat bahwa ada sebuah luka lebam di samping bibirnya dan dibeberapa bagian pada wajahnya.
Tentu dirinya sangat khawatir bahwa Ibunya akan menjadi khawatir melihat keadaannya itu, yang dipenuhi dengan beberapa luka lebam saat dirinya pulang nanti. Bahkan saat dirinya membuka pakaiannya, terlihat jelas terdapat beberapa luka lebam yang terdapat pada tubuh bagian atasnya tersebut.
Namun, tentu saja yang paling parah saat ini sebuah luka lebam yang membiru yang terdapat pada bagian perutnya. Tentu serangan terakhir yang dirinya terima dan membuat dirinya tersungkur tadi, membuatnya mendapatkan luka seperti itu.
Bahkan rasa sakit yang berasal dari luka tersebut, bisa dikatakan masih bisa dirinya rasakan hingga saat ini. Hingga akhirnya sahabatnya saat ini mulai datang dan membawa alat kompres es dan kotak pertolongan pertama pada kedua tangannya untuk membantu mengobati kondisi dari dirinya.
"Sini biarkan aku membantu mengobati dirimu" ucap Vero yang sangat mengkhawatirkan keadaan sahabatnya, dan mulai bersiap membantu merawat luka-luka yang sahabatnya alami itu.
Memang dengan perlahan, Vero mulai merawat luka lebam dari Kelly dengan menggunakan alat kompres es yang dirinya bawa. Dengan perlahan, wanita itu mulai mengompres luka lebamnya, hingga bisa dikatakan Kelly beberapa kali mendesis kesakitan saat dirinya mengompres lukanya itu.
"Tahanlah oke.." ucap Vero, yang entah mengapa langsung merasa bersalah atas kejadian dari sahabatnya itu.
Tentu melihat sahabatnya terluka seperti itu, membuat Vero juga merasa sangat sedih. Namun bukan sedih karena dirinya melihat sahabatnya itu terluka, tetapi Vero sedih karena luka yang dialami oleh sahabatnya itu bisa dikatakan berasal dari dirinya yang sangat amat lemah.
Vero saat ini merasa sangat tidak berguna. Karena bisa dibilang, beberapa pihak sering terluka akibat melindungi dirinya. Tentu menjadi lemah membuatnya merasa seperti seorang yang membebani beberapa pihak, termasuk sahabatnya dan juga suaminya.
Bisa dibilang mereka berdua selalu melindungi dirinya yang sangat lemah itu. Bahkan dirinya mulai merasa depresi saat ini karena dirinya seakan menganggap dirinya merupakan beban bagi mereka berdua, karena dirinya selalu berdiri dibelakang mereka berdua untuk mencari perlindungan.
Bahkan perasaannya itu dirinya ungkapkan melalui air matanya yang jatuh secara tidak sadar dari matanya, karena dirinya merasa bersalah dengan apa yang terjadi kepada sahabatnya itu. Bahkan setelah setetes air matanya mulai jatuh, entah mengapa langsung membuat dirinya terisak.
"Mengapa kamu menangis, Ver?" tanya Kelly yang melihat sahabatnya itu yang mulai terisak.
"A-Aku merasa sangat lemah, Kel. Aku selalu saja menyusahkan dirimu" ucap Vero yang masih mengompres luka-luka pada tubuh Kelly, namun dirinya sambil terisak melakukannya.
"Kamu tidak lemah, Ver. Jangan menganggap dirimu seperti itu" ucap Kelly yang sangat mengetahui apa yang dirasakan oleh sahabatnya itu, dan mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Tapi, kalian sering terluka akibat diriku" ucapnya yang saat ini tak kuasa menahan air matanya yang jatuh semakin deras dari matanya.
"Luka ini memang pantas aku dapatkan, karena memang aku tidak mampu melindungi dirimu. Jadi jangan merasa bersalah atas apa yang terjadi, karena semua itu adalah keputusanku untuk melakukannya" balas sahabatnya itu yang masih mencoba menenangkan Vero yang semakin terisak.
Kelly tidak mempermasalahkan tindakannya itu yang sering terluka melindungi Vero, karena memang wanita itu juga sangat berjasa bagi dirinya. Bisa dikatakan Kelly bisa menggapai seluruh hal yang dirinya dapatkan hingga saat ini, dikarenakan sosok Vero yang selama ini bersamanya.
Karena memang disaat Kelly sedang terpuruk dan berputus asa, sahabatnya itulah yang membantu dirinya untuk bangkit dari semua permasalahan yang dirinya alami. Jadi, dirinya sudah memutuskan untuk akan selalu berdiri di samping sahabatnya itu dan akan membantunya bangkit jika suatu saat dirinya terpuruk.
__ADS_1
"Tetapi, apa yang kamu lakukan tidak sepadan dengan apa yang aku lakukan selama ini terhadapmu, Kel" ucap Vero yang masih sangat bersalah
"Apa yang aku lakukan selama inilah yang tidak sepadan dengan seluruh perbuatan dirimu kepadaku, Vero. Bukankah kamu yang selama ini membuatku bisa seperti ini. Coba saja dahulu nenekmu tidak mengasuhku, lalu kamu tidak menjadi sahabatku dan suamimu tidak menemukan dokter untuk menyembuhkan Ibuku, maka aku tidak bisa menjadi seperti saat ini." Ucap Kelly.
Bisa dikatakan beberapa orang akan hebat pada bidang mereka masing-masing. Begitulah maksud yang ingin disampaikan oleh Kelly, agar wanita itu tidak merasa bahwa dirinya merupakan seorang yang menjadi beban bagi dirinya, hanya karena sahabatnya itu merasa tidak berkontribusi akan kehidupan dari Kelly yang selama ini dirinya bantu.
Karena bisa dikatakan bahwa Kelly dengan ikhlas melakukan apapun untuk sahabatnya, karena bisa dikatakan dirinya sangat berjasa pada kehidupan dirinya selama ini. Apalagi bisa dikatakan dirinya tidak mungkin bisa menjadi sosok Kelly yang sangat bahagia menjalani kehidupannya, kalau bukan karena sahabatnya itu.
Jadi, Kelly langsung menepis dan menyangkal semua perkataan Vero, agar sahabatnya itu tahu dimana dirinya berada, didalam kehidupan Kelly yang pada awalnya gelap dan dibantu untuk menapaki kehidupan yang terang bersama.
"Tapi, tetap saja ak-"
"Apakah kalian tidak apa-apa?" Namun belumlah Vero menyelesaikan kalimatnya, seorang pria secara tiba-tiba langsung masuk kedalam ruangan tempat mereka berada saat ini.
Suasana penuh haru yang mulai terbentuk pada ruangan tersebut, akhirnya mulai hancur seketika dengan kemunculan pria tersebut. Bahkan dengan tampang tidak bersalahnya, saat ini pria itu langsung mendekat kearah kedua orang wanita yang masih duduk terpaku ditempatnya.
Saat dirinya masuk kedalamnya, tentu sempat terjadi sebuah keheningan sejenak, sebelum akhirnya sebuah suara teriakan mulai terdengar dari ruangan yang dirinya masuki itu. Tentu saja suara tersebut berasal dari Kelly, yang memang saat ini tidak menggunakan pakaiannya dan hanya mengenakan bra saja pada tubuh bagian atasnya.
Tentu Zen yang awalnya masuk tanpa perasaan bersalah itu, juga ikut terkejut mendengar teriakannya, hingga akhirnya sebuah bantal yang sering terdapat pada sofa yang sering menjadi tempatnya bersantai, saat ini mulai mendarat dengan mulus pada wajahnya.
“Mengapa kamu tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, Zen?!” teriak Vero yang panik, dwn saat ini langsung membungkus tubuh sahabatnya menggunakan pakaian yang dirinya kenakan tadi.
Zen memang sudah kembali setelah bertemu dengan adiknya tadi, menuju perusahaan milik Istrinya. Walaupun bisa dikatakan pertemuan yang mereka lakukan itu sangat singkat, tetapi adiknya memberitahukan beberapa fakta yang baru saja dirinya ketahui tadi.
Jadi, Zen saat ini memutuskan untuk kembali dengan cepat menuju perusahaan milik Istrinya, karena memang dirinya ingin memastikan kondisi dari Vero, terutama kondisi dari Kelly yang bisa dikatakan sedang terluka akibat serangan yang dialami oleh mereka tadi.
Maka dari itu, Zen dengan bergegas langsung kembali dan memeriksa sendiri situasi yang sedang terjadi kepada kedua orang wanita tersebut. Namun beruntungnya dirinya, karena saat dirinya masuk kedalam ruangan dari Vero, dirinya disuguhkan sebuah pemandangan yang cukup indah tadi.
“Kamu sudah bisa berbalik, Zen” ucap Vero, setelah memastikan sahabatnya sudah mengenakan pakaiannya kembali.
“Baiklah... lalu apa yang terjadi dengan kalian. Karena aku bisa melihat ada beberapa anggota kepolisian tadi, dan saat ini Kelly sedang terluka” ucap Zen, yang membuat alasan untuk mengkhawatirkan keadaan mereka, seolah dirinya belum mengetahui apa yang terjadi kepada mereka.
“Cih... ada beberapa pihak yang berhasil menyusup kedalam perusahaan ini dan ingin menyerang kami” ucap Vero, yang menjawab perkataan dari Zen tadi.
“Lalu, apakah keadaanmu cukup parah saat ini, Kelly?” tanya Zen kembali, yang saat ini menatap Kelly dengan lekat dan berniat menanyakan keadaannya saat ini.
Namun sayang, wanita itu sepertinya masih terbawa dengan kejadian tadi, yang dimana dirinya tidak sengaja menunjukan tubuhnya kepada Zen. Bahkan saat dirinya ditatap dengan tatapan yang sedang ditunjukan oleh Zen kepadanya, membuat Kelly seakan ingin meninju wajah dari Zen saat itu juga.
Memang Kelly menganggap bahwa Zen masih terbawa dengan pemandangan yang dirinya lihat tadi, sehingga pria itu saat ini sedang menatap dirinya seakan sedang membayangkan sesuatu tentang apa yang dirinya lihat tadi. Maka dari itu, Kelly malah membalas pertanyaan Zen itu dengan menatapnya dengan tatapan yang tajam kearahnya.
__ADS_1
“Cih... hentikan tatapan yang kamu lakukan itu dari dirinya, Zen!” teriak Vero yang saat ini juga melihat perilaku dari suaminya itu.
Memang bukan itulah niat Zen yang sebenarnya, yang seakan sangat penasaran dengan pemandangan yang dirinya lihat tadi, dan belum puas untuk melihatnya. Tetapi dirinya saat ini hanya mengkhawatirkan keadaan Kelly saja, karena bisa dikatakan sebuah bekas luka lebam terdapat pada beberapa bagian wajahnya.
Tentu karena memang tatapan Zen yang sedang melihat luka-luka yang terdapat pada wajah dari Kelly secara intens, seakan membuatnya sedang terlihat membayangkan sesuatu yang tidak pantas, dan membuat kedua wanita yang saat ini memarahinya salah paham atas tindakannya itu.
“Hahh... Baiklah-baiklah” ucap Zen yang menghentikan tindakannya dan mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas yang masih dirinya kenakan.
Sebuah wadah yang berbentuk seperti semir sepatu, saat ini mulai dikeluarkan Zen dari dalam sakunya. Tentunya dirinya langsung memberikan benda itu kepada Vero yang saat ini cukup bingung menerima barang pemberiannya itu.
“Apa ini, Zen?” tanya Vero setelah menerima benda tersebut.
“Salep penyembuh” balas Zen singkat.
Tentu Zen tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk setidaknya menyembuhkan kondisi dari Kelly, karena jika dirinya melakukan itu dirinya akan memperlihatkan kekuatannya kepada mereka. Jadi, dirinya saat ini membuat benda yang berguna untuk membantu menyembuhkan kondisi dari Kelly yang penuh luka lebam itu.
“Salep penyembuh?” ucap Vero sekali lagi, yang cukup kebingungan dengan barang pemberian Zen itu.
“Ya. Salep itu dapat menyembuhkan beberapa luka ringan dengan cepat. Jadi, gunakanlah kepada Kelly” ucap Zen yang saat ini sudah duduk ditempatnya dirinya berada, karena sudah merasa kelelahan dalam mencoba berpura-pura.
Vero sebenarnya cukup bingung dengan barang yang diberikan Zen kepadanya itu. Namun dirinya mulai membuka isinya dan mencoba mengobati Kelly dengan salep tersebut. Tetapi setelah dirinya ingin melakukan hal itu, dirinya mulai meragukan obat yang diberikan Zen kepadanya.
“Mengapa salep ini sangat harum?” gumam Vero yang mencium wangi yang sangat amat nyaman pada penciumannya.
Aneh memang, jika sebuah obat bisa berbau seperti itu. Maka dari itu dirinya langsung menatap Zen seakan meminta penjelasan tentang salep tersebut. Namun karena melihat suaminya sudah berbaring dan tidak menghiraukan mereka, jadi Vero terpaksa untuk mulai mengaplikasikan salep itu pada luka milik Kelly.
Kelly awalnya hanya diam saja ditempatnya dan menerima perawatan yang dilakukan oleh sahabatnya itu. Sempat meringis sejenak setelah lukanya disentuh, namun entah mengapa sebuah perasaan nyaman mulai menggantikan rasa sakit yang dirinya rasakan sedari tadi.
Bahkan Kelly bingung, mengapa salep yang berbau sangat amat harum itu, bisa membuat lukanya mulai terasa nyaman dan rasa sakit yang dirinya sedari tadi rasakan dari luka lebam yang dirinya terima itu, perlahan mulai menghilang sepenuhnya.
“Hemm... mengapa rasanya sangat nyaman?” gumam Kelly setelah merasakan khasiat dari salep pemberian Zen tersebut.
Tentu melihat bahwa khasiatnya sangat bagus, Vero lalu membalur salep itu pada seluruh luka lebam yang lainnya yang terdapat pada tubuh Kelly. Bahkan saat ini Kelly mulai menyingkap pakaiannya agar diobati bagian tubuhnya yang terhalang pakaian itu.
Apalagi Zen saat ini sudah berbaring menghadap kearah lain, sehingga kedua wanita itu mulai nyaman mengobati sosok Kelly yang bisa dikatakan sudah diobati sepenuhnya oleh Vero, menggunakan salep yang diberikan oleh Zen kepadanya.
Namun setelah mereka sudah menyelesaikan semua urusan mereka, Vero dan Kelly mulai menyadari sesuatu. Karena memang, sedari tadi mereka sangat mengkhawatirkan kondisi dari Zen, namun saat ini mereka seakan melupakan sosoknya karena fokus dalam mengobati luka lebam yang terdapat pada diri Kelly.
“Tunggu... kalau begitu, bagaimana kondisimu, Zen?”
__ADS_1