Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Berbalik


__ADS_3

Hampir semua tayangan yang saat ini terdapat pada seluruh stasiun televisi di negara ini, saat ini sedang menayangkan sesuatu yang sama. Bahkan kejadian awal dari pemberitaan yang cukup menghebohkan itu, tidak sebanding dengan pemberitaan yang sedang ramai dibahas dimana-mana saat ini.


Bahkan seorang wanita, entah mengapa tanpa sadar mulai meneteskan air matanya, setelah mendapatkan sebuah keadilan bagi dirinya yang selama ini terus saja dilabeli sebagai seorang yang jahat oleh berbagai pihak, khususnya pihak yang saat ini sedang hangat pemberitaannya.


Tentu dirinya merasa bersyukur bahwa saat ini semuanya mulai berbalik dan pria yang saat ini dibenci oleh dirinya sudah mendapatkan sebuah balasan yang setimpal. Bahkan bisa dilihat balasan yang dirinya terima lebih dari apa yang dialami oleh Anabelle hingga saat ini.


Karena bisa dilihat, pria itu seakan tidak berdaya dalam menghadapi permasalahan yang dirinya sebabkan sendiri. Apalagi, tidak ada pihak yang saat ini akan membantu dirinya menghadapi itu semua, karena bisa dikatakan mereka semua takut akan terseret dengan kasus yang menimpa dirinya.


“Ya... setidaknya permasalahan tentang dirimu bisa terselesaikan, Ana” ucap Vero yang cukup senang melihat temannya itu, sudah berhasil keluar dari sebuah jeratan dendam dari seseorang yang terus mengganggunya.


Memang sampai saat ini tidak ada yang mengetahui rencana sebenarnya dari Daniel yang sebenarnya menggunakan kasus Anabelle untuk mencoba menekan perusahaan Vero. Jadi, mereka masih menganggap pria itu hanya masih senang mencari masalah dengan Anabelle saja.


Bahkan saat ini Vero juga merasa sangat lega, karena bisa dikatakan batu sandungan yang akhir-akhir ini dirinya terima dan bisa dikatakan berasal dari Anabelle mulai menghilang. Jadi, saat wanita itu berhasil menyelesaikan urusannya, dirinya juga merasa bersyukur dan sangat senang.


Apalagi, pemberitaan positif tentang perusahaannya dan dirinya mulai naik saat ini, karena dirinya dianggap sebagai pihak yang baik hati, karena melindungi sosok yang sebenarnya tidak bersalah dan terus mempercayai pihak tersebut walaupun tidak ada lagi yang mempercayai dirinya.


“Benar, Vero. Bahkan aku sangat berterima kasih kepadamu, karena dirimu lah yang terus berada di sisiku dan tidak pernah meninggalkan diriku” ucap Anabelle yang merasa bersyukur bisa mengenal sosok Vero.


"Jangan berterima kasih kepadaku saja, karena bisa dikatakan aku sempat meragukan dirimu. Untung saja, ada suamiku dan Kelly yang meyakinkan diriku, dan kami bertiga akhirnya berusaha untuk melindungi dirimu. Apalagi, jangan lupa tentang pria yang memberikan rekaman itu kepada kami" ucap Vero dengan jujur kepada wanita tersebut.


Memang Vero bisa dikatakan cukup ragu pada awalnya. Apalagi, saat pihak kepolisian ikut serta dalam permasalahan dari Anabelle. Namun karena dirinya masih mempercayai Zen, maka dari itu dirinya merasa yakin bahwa Anabelle bukanlah sosok yang salah.


Apalagi keyakinan yang dirinya yakini itu akhirnya terbukti, setelah mereka menerima Flashdisk yang berisikan rekaman tentang Anabelle dari seseorang, dan bisa membuat sosok wanita yang selalu disalahkan akhirnya bisa dikembalikan nama baiknya.


Apalagi berkat rekaman itu juga, akhirnya Vero juga dapat membantu dirinya mengeluarkan perusahaannya dari jeratan kabar burung yang selalu berterbangan dengan asal. Dan akhirnya bisa mengembalikan citra perusahaannya dan Anabelle menjadi baik kembali.


"Setidaknya, kamu tidak langsung menyalahkan diriku dan menuduhku, Vero. Jadi aku merasa bersyukur bahwa ada beberapa pihak yang masih setia mendukungku." ucap Anabelle yang tidak mempermasalahkan perkataan Vero kepadanya itu.


Bisa dikatakan, beberapa pihak tidak seperti Vero yang masih meragukan kebenaran tentang dirinya. Karena hampir semua pihak langsung menganggap Anabelle salah, dan langsung menghinanya terang-terangan tanpa mencari fakta yang sebenarnya dari permasalahan yang dirinya alami.


Jadi, Anabelle tidak mempermasalahkan sikapnya itu, apalagi dirinya tidak langsung menghakimi dirinya, bahkan dirinya mencoba membuat Anabelle untuk membenarkan semua situasi yang dirinya alami, walaupun semua yang dirinya lakukan itu pada awalnya bisa dikatakan gagal total.


"Lalu, apakah kalian mengetahui siapa pihak yang memberikan rekaman itu?" ucap Anabelle yang mulai bertanya tentang sosok yang menyelamatkan dirinya itu.


“Itu dia masalahnya. Kami memang tidak bisa menemukan orang yang memberikan rekaman itu, Ana” ucap Kelly kemudian.

__ADS_1


“Hahh... lalu bagaimana aku berterima kasih kepada dirinya?” ucap Anabelle kemudian yang merasa sosok itu harus mendapatkan rasa terima kasih dari dirinya.


Awalnya Anabelle bersikeras mencari sosok yang memberikan video rekaman saat dirinya mengalami tindakan asusila, untuk mengucapkan terima kasih kepada dirinya. Namun yang diketahui, bahwa hingga saat ini sosok itu tidak bisa ditemukan oleh siapapun.


Bahkan pihak yang mereka harapkan bisa menemukan sosoknya, seakan tidak bisa melakukannya saat ini. Hal itu terbukti, yang dimana Zen tidak mampu menemukan siapa yang mengirimkan rekaman tersebut, dan menemukan maksud mereka dalam melakukan hal itu.


“Aku juga tidak tahu. Padahal aku juga ingin berterima kasih kepada dirinya, jika mengetahui isi dari rekaman yang dirinya berikan itu. Namun seperti yang diketahui, dirinya langsung kabur setelah memberikan Flashdisk yang ditaruhnya didalam amplop kepada Zen” Balas Vero yang memang hingga saat ini belum menemukan petunjuk tentang sosok yang membantu mereka.


“Tenanglah. Pasti suatu saat kita bisa bertemu dengan dirinya, dan kita bisa mengucapkan rasa terima kasih kita kepadanya” ucap Kelly melanjutkan perkataan Vero itu, karena bisa dikatakan dirinya juga sangat penasaran dengan sosok tersebut.


“Ya.. kalian benar. Lalu, ngomong-ngomong dimana Zen saat ini? Biasanya dirinya selalu berada tidak jauh dari dirimu, Vero?” tanya Anabelle tentang keberadaan Zen yang tidak ditemukan keberadaannya saat ini.


Memang sofa tempat dimana Zen sering berdiam, memang saat ini bisa dikatakan kosong dan sosoknya itu sudah menghilang entah kemana. Karena memang, bisa dikatakan apa yang dikatakan oleh Anabelle merupakan sebuah kebenaran. Karena bisa dikatakan sosoknya tidak pernah berjauhan dengan Vero yang saat ini berada di ruangannya.


“Ah... katanya dirinya mempunyai urusan sebentar” balas Vero menjawab pertanyaan Anabelle tentang keberadaan suaminya.


Zen sebelumnya sudah meminta izin kepada Vero, untuk menyelesaikan urusannya sebentar dan Vero mengiyakan permintaannya tersebut. Maka dari itu, keberadaan pria yang biasanya akan selalu ada disekitar mereka, sedang tidak berada di ruangan kantor milik Vero pada perusaan miliknya saat ini.


“Dan juga, bukankah kamu ingin memberitahukan diriku sebuah informasi, Kel?” tanya Vero kembali, karena memang sahabatnya itu sebenarnya datang kedalam ruangannya, bukan untuk mengobrol bersama dirinya dan Anabelle pada awalnya.


“Ah... maafkan aku. Aku hampir saja lupa” ucap Kelly yang saat ini mulai memberikan sesuatu kepada Vero.


Memang awalnya Kelly hendak memberitahukan sebuah informasi kepada Vero. Namun karena dirinya juga merasa senang dengan kabar pemberitaan tentang Anabelle tadi, dirinya sampai lupa bahwa dirinya harus memberikan informasi itu kepada sahabatnya.


Apalagi, informasi tersebut tidaklah terlalu penting menurutnya, karena Vero hanya harus mengkonfirmasi apakah dirinya akan menghadiri acara yang saat ini mengundang dirinya atau tidak. Apalagi acara itu, bisa dikatakan akan berlangsung seminggu lagi, dan membuat dirinya tidak terlalu merasa terburu-buru untuk memberitahukan dirinya.


“Oh... Aku baru ingat bahwa Marlet Economy Night sudah akan dimulai” ucap Vero yang saat ini sedang memperhatikan sebuah undangan yang diberikan sahabatnya itu kepadanya.


Marlet Economy Night merupakan sebuah forum besar, yang dimana para pebisnis ternama di Negara ini akan datang dalam sebuah acara pertemuan untuk kepentingan penggalangan dana pada umumnya. Tentu acara tersebut merupakan sebuah acara biasa yang akan mempertemukan berbagai pebisnis untuk bertemu di satu tempat.


Bukan hanya itu saja, bahkan acara tersebut digunakan berbagai pihak untuk menemukan mitra bisnis baru, dan mungkin akan mencari mitra yang ingin bekerja sama antara satu sama lainnya. Apalagi acara itu sangat amat terkenal dan pasti dihadiri oleh orang-orang ternama di negara ini.


Masalahnya, walaupun acara itu merupakan acara penggalangan dana yang terkesan biasa, namun hampir semua pebisnis hebat dari seluruh negeri bahkan luar negeri, akan mendatangi acara tersebut. Jadi, bisa dikatakan acara itu sangatlah penting bagi beberapa pihak yang akan menghadirinya.


“Yap... Maka dari itu, pihak mereka saat ini menghubungi diriku, dan menanyakan apakah kamu akan hadir dalam acara tersebut atau tidak?” kata Kelly yang mulai menanyakan informasi yang dibutuhkan olehnya itu.

__ADS_1


“Tentu saja aku akan datang. Bukankah ini ajang untuk mencari mitra baru untuk mengembangkan perusahaan kita” balas Vero yang menyatakan kesediaannya untuk mengikuti pertemuan yang besar itu.


“Tetapi, pihak mereka hanya memberikan dirimu dua buah undangan saja, Ver. Jadi, siapa yang kamu ajak dalam pertemuan tersebut?” ucap Kelly kembali.


Memang pertemuan-pertemuan sebelumnya, Kelly dipastikan akan menemani sahabatnya itu dalam menghadiri sebuah pertemuan besar yang akan mereka hadiri. Namun, keadaan mereka sekarang bisa dikatakan berbeda. Karena saat ini Vero sudah mempunyai suami.


Walaupun memang keberadaan Zen yang merupakan suami dari Vero masih dirahasiakan kepada khalayak umum. Tetapi Kelly saat ini harus bertanya kepadanya, siapakah yang akan dibawa oleh sahabatnya itu dalam menghadiri sebuah pertemuan besar antar pebisnis dari negara ini.


“Apa maksudmu? Tentu saja aku akan mengajak dirim-” namun belum juga Vero menyelesaikan kalimatnya, dirinya mulai menyadari sesuatu.


Menurut Vero, pertemuan tersebut merupakan waktu yang tepat untuk memperkenalkan status dari dirinya yang sebenarnya. Apalagi, dirinya bisa menggunakan forum tersebut untuk memperkenalkan sosok yang akhirnya berhasil mencuri sesuatu dari dalam hatinya.


Ya, Vero saat ini mulai berfikir untuk memperkenalkan Zen sebagai suaminya kepada semua pihak, dan dirinya memutuskan untuk tidak lagi menyembunyikan status pernikahan mereka dan akan menganggap Zen merupakan pria yang benar-benar menjadi suaminya.


Apalagi bisa dibilang, sosok Zen sudah berhasil merebut rasa cinta dari Vero sepenuhnya, dan Vero saat ini sudah menanggap bahwa pria itu adalah suaminya, walaupun diantara mereka berdua belum ada kesepakatan untuk mengakhiri pernikahan palsu yang mereka buat sebelumnya.


“Maafkan aku, Kel. Sepertinya kali ini aku akan datang bersama Zen” ucap Vero yang merasa sudah cukup yakin dengan keputusannya itu.


Memang jawaban itu sudah diprediksi oleh Kelly sebelumnya. Namun nyatanya dirinya malah merasa cemburu mendengar perkataan sahabatnya itu. Masalahnya dirinya bukan cemburu karena tidak diajak oleh Vero menuju pertemuan tersebut.


Tetapi dirinya merasa cemburu karena dirinya tahu apa yang akan direncakan oleh Vero dengan membawa Zen mendatangi acara tersebut. Karena bisa dikatakan, saat wanita itu akan mengajak Zen untuk menghadiri pertemuan itu bersama, dirinya dipastikan akan memperkenalkan Zen sebagai suaminya.


Memang perasaan sukanya kepada Zen hingga saat ini belum bisa dirinya alihkan. Maka dari itu, dirinya masih merasa sangat cemburu melihat semakin dekatnya hubungan Zen dengan sahabatnya itu. Memang bisa dikatakan apa yang dirinya lakukan itu sangat salah.


Karena bisa dipastikan, dirinya mempunyai sebuah perasaan kepada sosok yang merupakan suami dari sahabat baiknya. Apalagi, dirinya tidak membayangkan apa yang terjadi, jika sahabatnya itu mengetahui perasaannya yang sebenarnya kepada sosok suaminya.


“Baiklah, kalau begitu aku akan menghubungi pih-” Tetapi kali ini, perkataan Kelly mulai terhenti karena suara ponsel dari Vero mulai berbunyi.


“Cih... mengapa pria ini selalu menghubungiku. Apalagi dirinya memanggilku menggunakan panggilan Video” ucap Vero merasa kesal, karena menurutnya pria yang saat ini sedang menghubunginya sangatlah lancang sikapnya kepada Vero.


Tentu Vero menolak panggilan video tersebut, apalagi dirinya cukup muak dengan perilaku pria yang saat ini sedang menghubunginya. Namun, masalahnya saat dirinya sudah menolak panggilannya, pria itu malah terus menghubunginya, dan seakan memaksanya untuk mengangkat panggilannya.


“Hahh... apa yang aku harus lakukan kepadanya?” ucap Vero kemudian yang semakin kesal dengan panggilan yang dirinya terima sedari tadi, dan seakan pria itu tidak menyerah mencoba menghubunginya.


Memang sekali lagi dirinya menolak untuk mengangkat panggilan tersebut, bahkan dirinya berniat untuk memblokir nomor tersebut. Namun sebuah pesan saat ini mulai diterimanya dan membuat Vero mencoba menghentikan kegiatannya yang ingin memblokir nomor tersebut setelah membaca isi pesannya.

__ADS_1


[Terimalah panggilan Video yang aku lakukan. Jika tidak, Suamimu yang saat ini berhasil aku culik, akan aku bunuh saat ini juga]


__ADS_2