Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menerima Permintaan


__ADS_3

Zen sudah menjelaskan dengan teliti apa yang sebenarnya terjadi pada saat peperangan dirinya bersama Dewa melawan Loki dan antek-anteknya kepada Mikhael. Tentu Zen melakukan itu agar membuat adiknya itu mengetahui bahwa dirinya sudah melakukan tugasnya dengan baik.


Mikhael juga ingin mendengarkan secara pasti hasil pekerjaan Kakaknya yang sudah berhasil menuntaskan semua yang dirinya risau kan. Apalagi, dirinya sama sekali tidak mau bahwa hal itu akan semakin membesar permasalahannya dan membuat keadaan dunia ini semakin kacau dibuatnya.


Apalagi dengan memberitahukan penyelesaian permasalahan itu, bisa membuat Mikhael sedikit tenang karena saat ini apa yang dirinya risau kan itu sudah sepenuhnya terselesaikan oleh Kakaknya yang memang sudah menuntaskan hal itu semua.


Walaupun bisa dikatakan kekacauan lanjutan dari permasalahan itu masih belum selesai sepenuhnya, tetapi setidaknya permasalahan tentang kekacauan di dunia ini yang disebabkan oleh sebuah Ras yang ingin memberontak akhirnya sudah tuntas dan membuat Mikhael mulai bernafas lega atas permasalahan itu.


“Lalu, bagaimana dengan peperangan itu, Kak? Apakah Kakak bisa melakukan sesuatu terhadap permasalahan tersebut?” tanya Mikhael yang mengharapkan Kakaknya itu bisa setidaknya membatalkan peperangan yang masih terjadi pada semenanjung Korea tersebut.


“Ya... kalau kamu lebih menyayangi Para Manusia yang berperang itu dari pada Kakakmu ini, mungkin aku bisa membereskannya dengan cepat” balas Zen yang menjawab perkataan adiknya tersebut.


Perbuatan manusia sama sekali tidak bisa dihalangi atau diganggu oleh pihak yang memiliki kekuatan. Hal itu memang sudah menjadi peraturan yang harus dipatuhi. Seperti yang sudah Zen jelaskan kepada Mikhael sebelumnya, bahwa memang dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk menghalanginya.


Tentu sebuah hukuman yang berat akan menanti Zen jika dirinya ikut campur dalam permasalahan yang disebabkan oleh manusia itu. Karena pemilik kekuatan sama sekali tidak boleh ikut campur dengan semua perbuatan manusia.


Tentu Zen sebenarnya memiliki cela untuk tidak terkena hukum tersebut. Namun kalau permasalahan yang harus dirinya halangi adalah sebesar peperangan yang telah terjadi, dipastikan hukum dunia tidak akan tutup mata lagi atas perbuatannya tersebut.


Maka dari itu, tidak ada sesuatu yang dapat membuat Zen untuk menghalangi peperangan yang sedang terjadi itu, apalagi dirinya sudah mempunyai sosok yang menunggu kepulangannya dan dirinya tidak akan melakukan sesuatu yang akan beresiko bagi dirinya untuk dihadapi jika dirinya melakukannya.


"Bukan seperti itu maksudku Kak. Kakak tahu sendiri bahwa apapun yang terjadi, rasa sayang yang aku miliki terhadap Kakak dan seluruh saudaraku tidak akan pernah pudar bahkan berkurang sedikitpun. Maka dari itu, aku hanya menanyakan apakah Kakak memiliki cara agar peperangan ini bisa diselesaikan?" tanya Mikhael yang membalas perkataan Zen sebelumnya.


Zen sudah membunuh pihak yang menyebabkan kekacauan yang terjadi di sana. Apalagi, kekacauan yang disebabkan oleh Loki bisa dikatakan menjalar dan saat ini menyebabkan peperangan untuk memperebutkan wilayah sebuah Negara.


Masalahnya setelah Loki mati, peperangan itu tetap berlanjut dan kali ini bukanlah Loki yang menyebabkannya, melainkan para Manusia sendiri. Jadi untuk menghalanginya, tidak ada yang bisa dilakukan oleh siapapun termasuk Zen yang notabennya mampu untuk berperilaku seenaknya di muka bumi ini.


Tentu perkataan dari Zen tadi kepada adiknya juga sebuah candaan, karena dirinya tahu adiknya dan seluruh keluarganya tidak akan saling mengkhianati. Namun kali ini, Zen dengan sangat berat hati harus memberitahukan sesuatu kepada adiknya yang sangat disayangi itu, bahwa dirinya tidak akan mampu untuk melakukan apapun atas peperangan itu.


“Masalahnya adikku yang aku sayangi. Tidak ada sesuatu yang dapat membuatku menghalangi peperangan itu.” Balas Zen yang memang tidak bisa berbuat apapun untuk menghentikan peperangan itu.


"Hahh... jadi begitu ya..." Dan begitulah tanggapan dari Mikhael yang dengan terpaksa harus menerima semua kenyataan itu.


Mikhael hanya bisa menghela nafasnya bahwa saat ini dirinya tidak akan mampu lagi menghalangi sebuah kekacauan. Karena memang status mereka saat ini tidak akan bisa untuk mencegah semua itu untuk terjadi, karena hal itu akan langsung melanggar hukum dari dunia ini.


Jadi, yang bisa Mikhael lakukan adalah menanti peperangan itu berakhir dengan sendirian, atau memang ada pihak pemilik kekuatan yang ikut campur peperangan itu sehingga Kakaknya bisa ikut campur secara langsung atas permasalahan itu.


Walaupun bisa dikatakan apa yang dirinya harapkan itu memang sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi, namun tetap saja dirinya sangat berharap semua itu bisa dengan segera menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi di muka bumi ini.

__ADS_1


“Ah... aku lupa memberitahukan dirimu sesuatu. Aku berhasil menemukan wanita ini” ucap Zen yang mengeluarkan selembar foto, dan menunjukkannya kepada Mikhael.


Zen langsung menunjukan sosok foto seorang wanita yang memang sebelumnya berada didalam penglihatan dari Mikhael. Tentu Zen langsung memberitahunya kepada adiknya itu, siapa tahu ada sesuatu yang dapat dirinya temukan terhadap sosok yang saat ini dirinya tunjukan fotonya kepada Mikhael.


Jane tentu menjadi anomali aneh bagi Zen saat ini. Jadi, dirinya ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi kepada wanita itu, apalagi dirinya merupakan sosok yang berada didalam penglihatan dari adiknya, dan tidak mungkin sosoknya itu hanya asal lewat saja dalam penglihatannya tersebut.


“Bukankah wanita ini berada didalam penglihatan diriku, Kak. Lalu kekacauan apa yang dibawa olehnya?” Ucap Mikhael kepada Zen yang saat ini baru ingat bahwa ada sesuatu yang kembali mengganjal dalam penglihatan yang dirinya terima.


“Itu dia masalahnya, Adikku. Dirinya merupakan sebuah cangkang kosong” balas Zen menjawab perkataan adiknya itu.


Cangkang kosong yang dimaksud Zen merupakan istilah yang dirinya gunakan untuk memberitahukan bahwa pihak yang dirinya maksud itu, sama sekali tidak terkait atau berguna sama sekali dengan kasus yang sedang mereka selidiki.


Karena seperti yang diketahui, pertemuan Zen dan Jane tidak menemukan apapun yang berarti kecuali tentang kenyataan Para Kultivator yang terbagi menjadi dua pihak dan kenyataan bahwa wanita itu menjadi wadah sebuah teknik bernama Kultivasi Ganda.


Setelah itu, tidak ada satu hal apapun yang mengaitkan wanita itu dengan sebuah kekacauan yang menjadi perkiraan Zen dan Mikhael, atas sesuatu yang mereka kira sebagai sosok yang menjadi dalang dari sebuah kekacauan yang akan terjadi.


“Tidak mungkin, Kak. Dalam penglihatan yang aku saksikan sendiri, dirinya bukanlah seorang figuran. Jadi dipastikan ada sesuatu tentang dirinya” jawab Mikhael kemudian.


Pernyataannya bisa dikatakan hampir sama dengan Zen yang memang menganggap ada sesuatu yang janggal dengan wanita tersebut. Tetapi masalahnya, apa yang berada didalam wanita itu hanya sebuah teknik yang Zen tidak tahu apakah hal itu akan menjerumus ke dalam sebuah kekacauan.


Apalagi Zen memang sedikit mendalami tentang kasus wanita itu, dan dirinya juga sama sekali tidak menemukan apapun yang membuat wanita itu menjadi sebuah permulaan dari kekacauan yang diprediksi oleh Mikhael melalui penglihatan yang dirinya lihat.


Mikhael mulai mendengarkan perkataan Zen dengan seksama. Apalagi dirinya mungkin mempunyai sebuah petunjuk tentang apa yang terjadi, dan mungkin mendapatkan titik terang tentang apa yang akan mereka hadapi nantinya.


Namun masalahnya, semua penjelasan Zen kepadanya bisa dikatakan sama sekali tidak menghasilkan apapun. Pemikirannya dengan Zen bisa dikatakan sama, karena dari penjelasan itu mereka berdua sama sekali tidak menemukan apapun yang berarti dari permasalahan yang sedang mereka selidiki itu.


“Aku juga tidak melihat kejanggalan dari apa yang kamu ceritakan itu, Kak. Tetapi, bukankah jika banyak pihak yang menjadi wadah dari teknik tersebut, bisa dikatakan bahwa hal itu juga merupakan kekacauan?” tanya Mikhael kembali.


“Masalahnya, hanya wanita ini saja yang menjadi wadah dari teknik tersebut. Bahkan aku sudah memastikannya sendiri” jelas Zen yang membuat Mikhael kembali bungkam atas hipotesa yang dirinya lemparkan tadi.


Zen sudah menyuruh seluruh malaikat maut yang berada di setiap wilayah untuk menyelidiki lebih lanjut tentang teknik yang bernama Kultivasi Ganda tersebut. Namun dirinya dikejutkan bahwa tidak ada satu pihak manapun selain Jane yang menjadi wadah dari teknik tersebut.


Maka dari itu, mereka mulai bingung bagaimana hal ini akan menjadi sebuah kekacauan, karena bisa dipastikan hal itu merupakan hal yang wajar jika mereka melihatnya. Dan hal itulah yang saat ini mulai menjadi bahan pemikiran mereka berdua ditempat ini.


"Tetapi, bukankah apa yang didalam tubuhnya jika dipanen oleh orang yang menanamkannya, maka mungkin hal itu yang menjadi kekacauan, Kak?" tanya Mikhael kembali yang masih mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Maksudmu, pihak yang berhasil memanen kekuatan itu akan berubah menjadi sangat amat kuat, hingga dirinya mulai membuat kekacauan?" tanya Zen kembali dan saat ini mendapatkan anggukan dari Mikhael yang memang membenarkan perkataan Kakaknya itu.

__ADS_1


Namun masalahnya Hipotesanya kembali dibantah oleh Zen, karena kekuatan yang berada didalam diri Jane tidak terlalu besar dan dapat membuat pihak yang memanennya akan langsung mendapatkan kekuatan yang kuat secara instan seperti pemikiran dari Mikhael tadi.


Memang kekuatan yang ditanamkan pada diri Jane sangatlah besar. Tetapi hal itu tidak akan cukup untuk membuat pihak yang memanennya akan merasakan manfaat yang signifikan, dari apa yang dirinya tanamkan dari Jane. Maka dari itu, semua ini mulai mengarah kearah abu-abu dan mulai membingungkan mereka berdua.


“Paman!” Namun disaat mereka sedang asyik memikirkan permasalahan yang sedang mereka perbincangkan itu, Zen dan Mikhael dikejutkan dengan suara gadis kecil yang menerobos masuk ruangan tempat mereka berada saat ini.


Gadis kecil itu dengan cepat berlari kearah Zen dan saat ini bisa dikatakan langsung menaiki tubuhnya yang duduk di atas sebuah kursi dan langsung duduk di pangkuan dari Zen. Tentu Zen tidak bisa menghalangi perbuatan gadis kecil itu, jadi dirinya hanya membiarkan saja gadis itu melakukan apapun sesukanya saat ini.


Bahkan tidak memperdulikan sosok Ayahnya yang terlihat cukup kebingungan dengan kedatangannya ketempat ini, gadis kecil itu mulai duduk dengan nyaman pada pangkuan Pamannya dan sedang menikmati perlakuan Pamannya yang sedang memanjakan dirinya saat ini.


“Bukankah seharusnya kamu berada di kamarmu dan tidur, Ana?” Hingga akhirnya Mikhael mulai angkat bicara dengan kemunculan Putrinya dan mulai menasehati putri tertuanya tersebut.


“Memang Ayah. Tetapi Ana terbangun karena kehausan. Jadi disaat Ana sedang mengambil minum, Ana tidak sengaja mendengar perbincangan para Malaikat yang membicarakan bahwa Paman datang kesini. Jadi, disinilah Ana berada” ucap gadis kecil itu kemudian, tanpa merasa bersalah atas perbuatanya.


“Tetapi, kamu harusnya tidur, Putriku. Jadi, ayo cepat kembali ke kamarmu, karena Ayah dan Pamanmu sedang mendiskusikan sesuatu yang penting” Perintah Mikhael kepada Putrinya.


“Tapi, Ana ingin dibacakan dongeng oleh Paman, agar Ana bisa tidur” Namun, bukannya mengiyakan perkataan Ayahnya, gadis kecil itu seakan memohon kepada Zen untuk mengabulkan permintaannya.


Zen hanya tersenyum saja mendengar perkataan keponakannya itu. Apalagi dirinya sedari tadi terus menepuk ringan kepalanya karena Zen juga sangat gemas dengan sikapnya. Maka dari itu, dirinya tidak keberatan dengan permintaan yang dilontarkan oleh keponakannya itu.


“Baiklah, kalau begitu Paman akan membacakan dirimu sebuah dongeng sebelum tidur, oke” dan begitulah jawaban dari Zen, yang membuat Mikhael kembali menghela nafasnya karena dirinya tahu bahwa hal ini akan terjadi.


Mikhael hanya menggelengkan kepalanya saja karena dirinya sangat mengetahui watak Kakaknya tersebut. Bahkan bisa dikatakan tidak akan ada pihak yang menghalangi tindakannya jika apa yang dirinya lakukan itu sudah menyangkut tentang menyenangkan keluarganya.


Jadi, dengan tepaksa percakapannya dengan Zen tentang permasalahan tentang Jane dan peperangan yang sedang terjadi harus mereka hentikan, karena sepertinya Kakaknya sudah tidak peduli lagi dengan pembahasan itu karena saat ini fokusnya sudah teralihkan kepada keponakannya.


“Terima kas- Oh ada Jane” namun disaat Zen ingin menggendong gadis kecil itu, Ana tidak sengaja melihat foto dari Jane yang dikeluarkan oleh Zen tadi dan ditunjukan kepada Mikhael.


“Kamu mengenalnya?” tanya Zen dan mendapatkan anggukan bersemangat dari Ana, setelah melihat foto dari wanita tersebut.


“Dirinya merupakan Idolaku. Lihat, bukankah dirinya sangat cantik, Paman?” ucap gadis kecil itu kembali yang merasa bersemangat setelah mendiskusikan wanita yang sangat dirinya idolakan tersebut.


Mendengarnya tentu Zen sangat tidak menyangka bahwa kepopuleran wanita yang bernama Jane itu akan sebesar ini. Karena jika keluarganya saja mengenalnya, dipastikan dirinya sudah amat sangat terkenal dan membuat Zen baru menyadari bahwa dirinya memang seterkenal itu.


“Tentu. Tetapi lebih cantik Keponakan Paman jika dibandingkan dengan dirinya” ucap Zen yang sudah menggendong keponakannya itu dan akan membawanya menuju kamarnya.


Bisa dilihat gadis kecil itu terlihat sangat mengidolakan wanita tersebut. Entah mengapa dirinya seperti itu, karena terlihat dirinya sangat bersemangat menceritakan tentang gadis yang sedang dipusingkan keberadaannya oleh Zen dan Mikhael tersebut.

__ADS_1


Bahkan dari perbincangan itu, Zen bisa mendapatkan informasi apapun yang dirinya tidak ketahui dari mulut gadis kecil yang saat ini sedang dirinya gendong. Bahkan Zen sampai tahu warna kesukaannya, zodiaknya, tanggal lahirnya dan sebagainya dari gadis kecil yang terus saja menjelaskan tentang sosok dari Jane itu.


“Lalu Paman, apakah dirinya sedang mengalami masalah?”


__ADS_2