Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Pernikahan Kerajaan


__ADS_3

Pawai Kerajaan besar-besaran akhirnya dilaksanakan atas acara pernikahan besar dari seorang Raja. Pada alun-alun didekat Istana Kerajaan dari Kerajaan Gizeweith, sudah dikerumuni oleh banyak pihak khususnya masyarakat Kerjaan Gizeweith yang berbondong-bondong akan menyaksikan acara tersebut.


Tentu acara itu hanya terbuka untuk seluruh masyarakat pada Kerajaan Gizeweith saja. Maka dari itu, seluruh masyarakat diluar kerajaan itu akan dijaga keberadaan mereka, untuk tidak bisa memasuki kawasan yang akan menjadi area dari acara pawai yang akan terlaksana beberapa waktu lagi, atas pernikahan Raja dari Kerajaan ini.


Apalagi padatnya penduduk Gizeweith dari berbagai penjuru wilayah Kerjaan ini, mulai memenuhi semua tempat yang khusus disediakan untuk mereka agar dapat menyaksikan acara pawai Kerjaan itu. Dan begitulah bagaimana persiapan semua acara yang megah itu akan dimulai dan disaksikan oleh mereka semua yang hadir disana.


"Yang Mulia Zen!"


"Permaisuri Veronica"


Hingga teriakan penyambutan yang menghebohkan mulai terdengar, setelah sebuah kereta kuda yang membawa Zen dan Vero memulai pawai tersebut. Pada kereta kuda yang besar, saat ini bisa dilihat beberapa kuda terlatih yang berjumlah 25 kuda menarik sebuah kereta kuda yang cukup besar, yang dimana di atas kereta kuda itu terdapat beberapa orang di atasnya.


Pada area depan kereta kuda, Zen dan Vero bisa dikatakan sedang berdiri disana. Dengan Kileni yang berdiri di tengah-tengah mereka, saat ini mereka menjadi pihak yang muncul pertama kali saat pawai kereta kuda itu sedang berlangsung. Dan begitulah lambaian tangan mereka bertiga mulai mengiringi perjalanan mereka.


"Putri Kileni!" teriak beberapa pihak setelah melihat keberadaan Kileni yang juga berada disana.

__ADS_1


Namun kemeriahan tidak sampai disana saja. Karena setelah sosok Zen, Vero dan Kileni mulai terlihat, saat ini muncul 11 kecantikan yang sangat menawan mulai muncul dan berdiri tepat dibelakang area kereta dari Zen, Vero dan Kileni berada. Mereka bersebelas merupakan Calon Istri Zen yang akan menikah secara Kerjaan sebentar lagi.


Melihat kemunculan mereka tentu membuat semua pihak mulai heboh. Apalagi wanita-wanita itu akan menjadi calon Istri Raja mereka yang akan dirinya nikahi. Jadi dengan kemunculan mereka dalam pawai Kerjaan ini, membuat semua pihak akhirnya bisa secara resmi mengetahui siapa-siapa saja yang menjadi Istri Raja mereka.


Tentu mereka tidak ada yang tahu siapa saja yang akan menjadi mempelai wanita dalam acara tersebut kecuali Amaterasu, Ha Rin, Scarlett dan Catherine. Karena calon Istri-istri Zen yang lainnya hanya mereka tahu sebatas nama saja, sehingga akhirnya mereka bisa melihat semuanya saat ini.


"Selamat atas pernikahan kalian!" begitulah ucapan selamat yang terus terdengar atas acara yang meriah itu.


Beberapa wanita Zen tentu merasa gugup saat menjalani acara itu. Karena sebuah acara yang selama ini hanya mereka kenang dalam benak mereka, saat ini harus mereka jalani dengan seksama. Apalagi saat ini penyambutan yang mereka terima sama sekali membuat mereka tidak menyangka.


Siapa yang akan menyangka penyambutan seluruh rakyat kerjaan milik suaminya akan seperti ini. Hingga saat ini, yang bisa mereka lakukan hanya terus menunjukan senyum menawan mereka sambil melambaikan tangan mereka kepada seluruh pihak yang menyambut keberadaan mereka yang saat ini mulai dilewati dengan perlahan.


Hingga Zen dan seluruh Istrinya sudah tiba didepan wilayah King Palace dan bersiap menaiki sebuah panggung yang besar untuk memulai prosesi selanjutnya dari acara pernikahan Kerjaan ini. Semua pihak tentu sudah menantikan acara tersebut akan berlangsung sebentar lagi.


Apalagi tidak seperti acara pernikahan Zen dengan Vero sebelumnya, saat ini selain acaranya dihadiri oleh seluruh keluarga Zen, kelompok Dewa dari berbagai faksi juga hadir untuk menghadiri acara tersebut. Dan juga Keluarga beberapa Istri Zen juga ada disana dan mereka akan menyaksikan kelanjutan acara yang akan dilakukan itu.

__ADS_1


Hingga seorang pria yang terlihat sangat berwibawa saat ini mulai muncul ditengah-tengah altar yang ada di atas panggung itu untuk memulai acara yang sebentar lagi akan dimulai. Apalagi keberadaannya bisa dikatakan akan menjadi pihak yang memimpin kelangsungan jalannya acara yang sudah dinanti-nantikan tersebut.


"Mari kita sambut Yang Mulia Raja Gizeweith II beserta Permaisurinya dan Putri mereka, Yang Mulia Zen Gwillyn beserta Permaisuri Veronica Gwillyn dan Putri Kileni Gwillyn" Ucap sang pemandu acara tersebut, yang memberitakan kedatangan Zen, Vero dan Kileni yang sudah berganti pakaian mereka.


Memang setiap acara yang akan dilangsungkan, pakaian mereka akan diganti seperti acara-acara yang sudah sebelumnya terjadi. Jadi butuh beberapa waktu untuk menantikan kedatangan semua pihak yang menjadi bintang dari acara ini untuk muncul semuanya di atas panggung yang akan menjadi saksi penobatan mereka menjadi permaisuri-permaisuri baru pada Kerjaan ini.


"Kalau begitu, mari kita sambut kedatangan Calon Permaisuri kedua sampai keduabelas dari Kerajaan Gizeweith!" Dan begitulah munculnya sebelas bidadari-bidadari cantik yang muncul satu persatu naik keatas panggung yang menjadi saksi berubahnya status mereka di dunia ini.


Seperti sebelumnya, seluruh calon Istri Zen yang akan disahkan statusnya mulai berlutut di atas sebuah bantal dihadapan seluruh pihak yang menyaksikan mereka, karena saat ini Mikhael akan menghentikan rida kehidupan bagi mereka. Semua pihak dipastikan memilih untuk menjalani kehidupan abadi untuk menemani sosok Zen, sehingga saat ini prosesi penghentian itu akan dimulai oleh Mikhael.


Seperti apa yang dilakukan oleh Mikhael kepada Vero setahun yang lalu, saat ini dirinya mulai menghentikan roda kehidupan mereka termasuk pada Dewa. Tentu pada Dewa yang hadir disana bisa merasa cukup iri, karena saat ini ketiga Dewi yang akan menjadi Istri Zen akan menjalani kehidupan abadi tidak seperti mereka.


Memang Dewa bisa hidup hingga berjuta-juta tahun lamanya. Namun mereka juga akan binasa pada waktunya, karena mereka bukankah sosok yang abadi. Jadi, mereka cukup iri melihat kaum mereka mendapatkan hidup abadi, apalagi para Dewa-dewa yang umurnya sudah sangat tua dan terlihat beberapa ratus tahun lagi mungkin mereka akan meninggal karena umur.


"Baiklah aku akan memulai prosesi pengangkatan kalian semua menjadi Istri Kakakku" Dan begitulah ucapan Mikhael setelah dirinya selesai menghentikan seluruh roda kehidupan dari pihak-pihak yang sedang berlutut dihadapannya.

__ADS_1


Beberapa keponakan Zen termasuk Kileni saat ini sudah berdiri di sisi Istri-istri Zen dan membawa berbagai mahkota cantik yang akan disematkan di atas kepala mereka. Karena seperti yang diketahui, setelah Mikhael mendeklarasikan semua wanita Zen menjadi permaisuri-permaisuri baru Kerajaan ini, nantinya mereka akan dipasangkan sebuah mahkota cantik di atas kepala mereka.


"Dengan ini, Saya sebagai Raja Vatikan I dan juga sebagai Saudara dari Raja Gizeweith II, Raja Mikhael Gwillyn. Mengesahkan Kalian, sebagai Permaisuri Kedua Hingga Keduabelas dari Raja Gizeweith II, Raja Zen Gwillyn. Dengan disaksikan oleh seluruh Rakyat Kerajaan Gizeweith, mulai saat ini Kalian sudah Sah menjadi Permaisuri dari Raja Zen Gwillyn yang memimpin Kerajaan ini."


__ADS_2