
Seorang wanita memang sudah menduduki posisi barunya sudah beberapa minggu belakangan ini. Dengan tekun dirinya berusaha melakukan semua hal yang menjadi tugasnya dalam menjalankan perusahaan tempat dimana dirinya bekerja itu dengan sangat baik.
Pada awalnya, dirinya bisa dikatakan cukup kerepotan mengurusi semuanya. Namun, berkat kemampuan adaptasi dirinya yang bisa dikatakan sangat cepat, saat ini semua hal sudah berhasil dirinya kuasai sepenuhnya termasuk permasalahan pekerjaan.
Tetapi walaupun dirinya sudah bekerja dengan baik, tetap saja atasannya sendiri atau bisa dikatakan sahabatnya malah memberikan dirinya beberapa tugas yang sangat membuatnya sakit kepala saat harus mengerjakan semuanya itu.
Karena bisa dilihat, berbagai berkas yang sahabatnya itu kirimkan kepadanya membuatnya sangat kerepotan dalam mencoba memproses itu semua. Apalagi, dirinya sangat tidak menyangka bagaimana caranya sahabatnya itu bisa melakukan semua itu.
“Bagaimana Vero bisa mendapatkan ini semua?” gumam Kelly yang membaca seluruh proposal baru yang dikirimkan oleh Vero dan saat ini sudah berada ditangannya.
Bisa dikatakan seluruh saham perusahaan milik sahabatnya itu, seakan saat ini sudah didapatkan sepenuhnya kembali oleh dirinya. Bahkan saham yang pernah dirinya jual, saat ini sudah kembali sepenuhnya kepada sahabatnya.
Apalagi, seluruh permasalahan pemindahan saham dan sebagainya bisa dikatakan sudah tuntas sepenuhnya, dan Kelly hanya harus menjalankan saja semua hal yang sudah didapatkan oleh sahabatnya itu, walaupun sampai saat ini dirinya masih bingung bagaimana Vero bisa mengambil alih sepenuhnya saham miliknya.
Karena dirinya sangat tahu, tidak mungkin sahabatnya itu mampu melakukan semua ini. Maka dari itu, Kelly masih sangat kebingungan dengan apa yang sedang terjadi dan dialami oleh sahabatnya, sehingga dirinya bisa melakukan ini semua.
“Dan kenapa dirinya juga memiliki seluruh saham dari perusahaan dari Daniel, Indra dan perusahaan kosmetik terbesar di negara ini, yaitu Nusantara Kosmetik?” ucap Kelly yang kembali mendapatkan kenyataan baru dalam aset yang dimiliki oleh sahabatnya yang bisa dikatakan sudah bertambah.
Kebingungan tentu saja, karena dirinya merasa semua yang dirinya lihat saat ini tidaklah benar. Walaupun dirinya tahu sahabatnya sangat kaya, tetapi tetap saja untuk mengakuisisi seluruh perusahaan baru yang saat ini sudah menjadi miliknya dan mengambil alih sepenuhnya saham yang sudah dirinya jual bisa dikatakan mustahil.
Butuh uang yang banyak untuk bisa melakukan hal itu semua, dan Kelly tahu kekayaan dari Vero tidak akan mampu melakukan itu semua, karena ketiga perusahaan baru yang berada pada manajemen miliknya, bisa dikatakan perusahaan yang amat sangat besar.
“Lalu, kenapa dirinya juga tidak mengangkat panggilanku?” ucap Kelly yang merasa kesal, karena panggilannya kepada Vero untuk mengkonfirmasi seluruh hal yang dirinya lihat saat ini tidak diangkat oleh sahabatnya itu.
Memang Kelly ingin memastikan secara langsung tentang semua aset milik sahabatnya yang harus dirinya urus saat ini. Namun, entah mengapa panggilan yang sedari tadi dirinya lakukan seakan tidak diterima oleh wanita yang membuat kepalanya sangat pusing tersebut.
Tentu tidak berhasil menyambungkan panggilannya kepada sahabatnya itu membuat Kelly kesal. Bukan hanya kesal bahwa dirinya tidak mendapatkan jawaban dari sahabatnya, tetapi dirinya juga kesal dengan kenyataan bahwa sahabatnya itu sedang berbulan madu dengan orang yang sangat dirinya cintai.
__ADS_1
Memang Kelly saat ini menganggap bahwa mungkin Vero tidak mengangkat panggilannya karena dirinya masih menikmati bulan madunya dengan Suaminya. Dan hal itulah yang membuat Kelly sedikit kesal, karena dirinya mulai membayangkan kegiatan bulan madu mereka yang menurutnya sangat membahagiakan.
Entah mengapa, perasaan yang sudah tumbuh subur di dalam hatinya seakan tidak melayu padahal tidak ada siraman sosok Zen yang tidak berada di sekitarnya beberapa minggu ini, bahkan sudah sampai hampir sebulan lamanya mereka tidak bertemu.
Namun tetap saja, perasaan itu mulai tumbuh sangat amat subur dan membuat Kelly tidak tahu harus berbuat apa untuk menanggapinya. Tentu perasaan ini sangat menyiksa dirinya, apalagi bayangan kebahagiaan sahabatnya dengan Zen yang saat ini sedang berbulan madu seakan mengganggu dirinya.
“Hahh... apa yang harus aku lakukan” ucap Kelly yang saat ini mulai membuka galeri fotonya dan menatap sosok pria yang dirinya cintai itu, yang gambarnya dirinya ambil secara sembunyi-sembunyi.
Entah sejak kapan dirinya kecanduan bahkan hingga merasa rindu dengan sosok Zen. Apalagi perasaan kepada dirinya yang semakin subur itu seakan semakin membuat Kelly merasa gila dibuatnya, karena didalam hatinya dirinya masih mengharapkan sesuatu dari Zen.
Memang dirinya masih mempunyai kesempatan, tetapi apakah dirinya ingin berbagi cinta dengan sahabatnya itu yang membuat Kelly kebingungan menjawabnya. Dirinya tentu bisa menerima jika hal itu bisa membuat dirinya dan Zen bisa bersatu.
Namun tidak dengan sahabatnya, yang mungkin tidak akan setuju dengan keputusan Kelly yang ingin bersama dengan suaminya. Apalagi walaupun poligami cukup wajar di dunia ini, tetapi prakteknya beberapa pihak sangat jarang melakukannya.
“Sial... apa yang kamu pikirkan Kelly. Dirinya suami dari sahabatmu. Sadarlah!” ucapnya yang mulai menampar dirinya yang semakin terbawa perasaan dalam memikirkan Zen.
Kelly sangat bingung mengapa sebuah pemikiran seperti itu muncul dari dalam kepalanya. Maka dari itu dirinya menyayangkan pemikirannya tadi dan segera membuangnya jauh-jauh. Apalagi dirinya tidak ingin mengkhianati pihak yang paling berjasa kepadanya sampai saat ini.
Maka dari itu, dengan mematikan layar ponsel pintarnya, Kelly kembali fokus dalam melakukan pekerjaannya dan mencoba melupakan semua hal yang sudah dirinya pikirkan tadi dengan cara menyibukkan dirinya dengan berbagai pekerjaaan yang akan dirinya lakukan.
“Permisi Bu Kelly” namun saat dirinya ingin memeriksa beberapa berkas kembali, dirinya mulai terganggu dengan suara telfon kantor miliknya yang saat ini mulai berbunyi dan Kelly mulai mengangkat panggilan tersebut.
“Ada apa, Irma?” balas Kelly kepada seseorang yang ternyata merupakan asisten pribadinya.
Memang semenjak dirinya sudah mendapatkan posisi yang baru, tentu dirinya juga mendapatkan seorang asisten yang akan membantu dirinya. Maka dari itu, dirinya harus terbiasa untuk menjalani tugas barunya itu, apalagi harus memperhatikan sosok yang dahulu pernah melakukan pekerjaan yang sama seperti dirinya pada perusahaan ini.
“Nyonya Alice Calistya ingin bertemu dengan anda, Bu Kelly” ucap asistennya itu kepada Kelly dan membuat Kelly kebingungan dengan kedatangan wanita itu menuju kantor milik sahabatnya.
__ADS_1
“Maksudmu Nyonya Alice Calistya pemilik Bank Nusantara ingin bertemu denganku?” tanya Kelly memastikan kembali pihak yang ingin bertemu dengannya itu.
“Benar Bu Santi. Dirinyalah yang ingin menemui anda saat ini” ucap asistennya yang mengkonfirmasi identitas dari pihak yang ingin bertemu dengan dirinya.
Bingung tentu saja, karena setahunya sahabatnya dan pihak yang ingin bertemu dengan dirinya bisa dikatakan tidak akur. Jadi, dirinya cukup kebingungan dengan maksud kedatangan wanita itu menuju perusahaan sahabatnya dan ingin bertemu dengan dirinya saat ini.
Namun karena sosok itu bisa dikatakan sangat besar, jadi mau tidak mau Kelly mempersilahkan wanita itu untuk bertemu dengannya. Dan disinilah wanita yang terlihat sangat dewasa itu sudah berada di ruangan dari Kelly pada perusahaan tempat dirinya bekerja.
Kelly mulai menyambut dirinya dengan sangat amat ramah. Bahkan dirinya sudah mempersilahkan pihak itu untuk duduk dan mulai menyuruh asistennya untuk membuatkan minuman kepada sosok yang datang pada perusahaan miliknya saat ini.
“Selamat siang, Nona Kelly. Maaf jika kedatangan saya mengganggu kegiatan anda” ucap Alice yang masih berperilaku sopan kepada lawan bicaranya saat ini.
“Tidak perlu sungkan, Nyonya Alice. Kalau begitu silahkan dinikmati minuman yang sudah asisten saya sediakan” ucap Kelly kepada wanita tersebut.
Aneh memang kemunculan wanita itu ditempat ini. Karena beberapa bulan yang lalu bisa dikatakan perusahaan wanita itu sedang berada diujung tanduk kondisinya. Apalagi sosoknya yang tiba-tiba menghilang cukup membuat heboh beberapa pihak.
Namun setelah sosoknya itu kembali muncul pada perusahaannya, bisa dikatakan perusahaannya mulai bangkit kembali dari keterpurukan dan berhasil untuk menjaga agar perusahaan itu tidak runtuh dan mulai dipercayai lagi oleh beberapa pihak.
Tentu Kelly mengetahui bahwa wanita itu tinggal diarea perumahan yang sama dengan dirinya. Namun tetap saja, dirinya masih bingung mengapa wanita yang sudah berhasil mengembalikan nama perusahaan yang bergerak di bidang perbankan itu datang ketempat dimana dirinya berada.
“Terima kasih, Nona Kelly” balas Alice yang membalas perkataan dari Kelly dan mulai menikmati suguhan yang disediakan untuk dirinya.
Sempat terjadi keheningan sejenak disaat Alice mencoba menenangkan dirinya dengan meminum minumannya. Karena bisa dikatakan, dirinya datang ketempat ini dengan keadaan yang sedikit panik akibat dirinya dipusingkan dengan mencari keberadaan sesosok pihak yang sedang dicari keberadaannya.
“Lalu, apa yang membuat anda datang menemui saya, Nyonya Alice?” tanya Kelly yang langsung menanyakan maksud kedatangannya.
“Aku hanya ingin tahu, apakah anda mengetahui kapan Tuan Zen akan kembali dari bulan madunya?”
__ADS_1