Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Ikatan Penerimaan


__ADS_3

Uriel saat ini sedang kembali menuju kediamannya, setelah akhirnya dirinya menyelesaikan semua pekerjaan yang dirinya lakukan. Tentu dengan membawa setangkai bunga dan sekotak kue pada tangannya, dirinya dengan bahagia sedang berjalan kembali menuju kediamannya.


Diperjalanan, tentu beberapa pihak yang menemuinya langsung membungkuk hormat kepadanya. Karena bisa dikatakan, sosoknya yang merupakan seorang bangsawan sangat dihormati oleh berbagai pihak, yang saat ini menyapa dirinya diperjalanan.


Dengan menyapa balik beberapa pihak yang menyapanya, Uriel saat ini berjalan dengan bahagia untuk bisa kembali menuju kediamannya. Agar semua hadiah yang sudah dirinya bawa dengannya saat ini, bisa dirinya berikan kepada orang yang paling spesial untuk dirinya.


Tentu semua itu dirinya lakukan untuk orang yang paling dirinya sayangi di dunia ini. Siapa lagi kalau bukan Kelani, Istrinya. Apalagi, wanita yang sangat dirinya cintai itu, bisa dikatakan sangat senang disaat Uriel membawakannya sebuah bungkusan bunga dan makanan ringan yang disukainya.


“Aku pulang!” teriak Uriel yang saat ini memasuki kediamannya yang sederhana, pada alun-alun kota Vatikan.


Memang karena bisa dibilang dirinya hanya tinggal berdua saja dengan istrinya, Uriel memutuskan untuk menempati sebuah rumah sederhana. Apalagi, jika dirinya tinggal pada sebuah mansion yang besar seperti para saudaranya yang lain, dipastikan mansion tersebut akan sangat sepi.


Dan juga, dirinya sudah merasa bahagia dengan kehidupannya, dan tinggal ditempat yang sederhana ini bersama Istrinya. Jadi, dirinya tidak mempermasalahkan bahwa dirinya mempunyai tempat tinggal yang sangat berbeda, dengan seluruh keluarganya.


“Kamu sudah kembali?” tanya Kelani, yang saat ini menyambut suaminya dengan hangat, dan sudah pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya.


Tentu kegiatan saling berciuman singkat antara mereka, menjadi sambutan hangat yang diterima oleh Uriel saat dirinya kembali menuju kediamannya. Apalagi, bisa dilihat raut wajah Istrinya yang sangat bahagia, disaat Uriel membelikannya sebuah tangkai bunga mawar dan sekotak kue kesukaannya.


“Sudah kubilang, kamu tidak perlu membawa bunga setiap kali kamu pulang, Suamiku” Kata Kelani, walaupun sebenarnya dirinya sangat bahagia, Suaminya akan terus membawakan dirinya berbagai hadiah kepadanya saat dirinya kembali.


“Memang. Tetapi aku sangat senang melakukannya” ucap Uriel yang mulai mengecup dengan lembut kening Istrinya lalu menggandengnya memasuki kediaman mereka lebih dalam.


Memang kebahagiaan bagi mereka adalah sebuah hal yang sederhana. Apalagi pasangan suami istri yang sudah bersama bertahun-tahun lamanya, dan melewati berbagai generasi saat menjalin kehidupan suami istri yang sangat harmonis, masih terlihat sangat bahagia menjalani pernikahan mereka.


Bahkan saat ini Kelani sudah membawa tangkai bunga yang dirinya dapatkan dari Uriel, dan memindahkan bunga yang sudah dirinya pisahkan dari berbagai hiasan yang menghiasinya, menuju sebuah tanah kosong pada taman yang berada dibelakang kediaman mereka.


Dengan menatap Uriel setelah dirinya selesai melakukan kegiatannya itu, membuat suaminya yang paham dengan maksud Kileni langsung mendekati bunga yang saat ini batangnya ditanam oleh Kileni, dan mulai menggunakan kekuatannya agar bunga itu bisa tubuh ditempat tersebut.


Tentu dengan kekuatan yang diberikan oleh Uriel, tangkai bunga yang awalnya hanya terdapat berbagai kelopak bunga pada tangkainya, saat ini sudah tumbuh daun-daun kecil beserta durinya, yang menandakan bahwa bunga itu mulai hidup ditempat dirinya berada saat ini.


“Lihatlah, inilah hasil dirimu membawakan diriku bunga selama ini” ucap Kileni yang saat ini menunjukan sebuah taman bunga yang sangat luas dan berada di taman pada kediaman mereka.


Bisa dibilang, taman bunga tempat mereka berada saat ini, merupakan hasil semua bunga yang dibawa oleh Uriel selama ini untuk dihadiahkan kepada Kileni. Dengan jumlahnya yang banyak, bisa dikatakan bunga-bunga itu sudah menjadi sebuah taman bunga yang sangat amat besar, bahkan luas taman bunga tersebut lebih luas jauh dari kediaman yang mereka tinggali.

__ADS_1


Karena memang, setiap Uriel membawa pulang setangkai bunga yang menjadi hadiah kepada Istrinya, Kileni akan langsung menanam tangkai bunga tersebut dan menyuruh Uriel untuk menggunakan kekuatannya agar bunga itu bisa tumbuh dengan subur pada tempat dirinya menanam bunga tersebut.


Dan terbentuklah sebuah taman dari hasil pemberian Uriel selama bertahun-tahun lamanya, yang saat ini memang menjadi tempat paling favorit kedua pasangan itu. Karena bisa dibilang, saat Kileni melihat taman itu, dirinya seakan melihat bukti cinta Uriel kepada dirinya.


“Semua ini akan menjadi bukti, akan seberapa besar cintaku kepadamu” ucap Uriel yang mulai merangkul pundak Istrinya sambil memandangi taman bunga milik Kileni ditempat dimana mereka berada saat ini.


Dan hal itulah yang membuat Uriel sangat senang jika dirinya membawakan berbagai bunga kepada Istrinya, saat dirinya akan kembali menuju kediaman mereka. Karena memang, dirinya tahu bahwa wanita yang dinikahinya itu sangat menyukainya pemberiannya itu.


Buktinya, taman tersebut seakan menjadi saksi bahwa Istri yang sangat dirinya cintai itu, sangat bahagia jika dirinya terus melakukan sebuah hal yang sepele menurutnya, namun dapat membuat orang yang sangat dicintainya sangat amat bahagia.


“Ah... aku jadi teringat dengan Kak Zen saat ini. Aku tidak tahu, apakah hubungannya saat ini sudah berkembang atau belum?” ucap Kileni disela-sela mereka menikmati pemandangan taman bunga ditempat mereka berada saat ini.


“Sayangnya, dirinya belum bisa merasakan berkah ikatan. Namun aku percaya, bahwa suatu saat nanti dirinya akan merasakannya” ucap Uriel menjawab perkataan Istrinya itu.


“Tetapi, bukankah kata bawahannya, bahwa Istri Kak Zen sudah mempunyai perasaan suka kepadanya? Lalu, mengapa mereka belum menyempurnakan berkah ikatan tersebut?” tanya Kelani kembali.


“Karena Kak Zen, belum menerima wanita yang saat ini merupakan Istri bayarannya itu, sebagai wanita yang sangat spesial bagi dirinya” balas Uriel, yang dengan sabar menjawab pertanyaan yang terus dilontarkan oleh Istrinya.


Seperti dalam perbincangan mereka tempo hari, berkah sebuah ikatan merupakan sebuah berkah yang khusus diberikan kepada Heaven dan Deadly sins, jika mereka bisa mendapatkannya dari orang yang sangat mereka cintai di dunia ini dan menerima perasaannya tersebut.


Namun, Zen belum sepenuhnya paham dengan inti dari berkah tersebut, karena dirinya baru mengetahui dasar dari inti berkah tersebut, yang dimana dirinya baru mengetahui bahwa dirinya bisa mendapatkan sebuah kekuatan dari pihak yang dengan tulus mencintainya.


“Tetapi, apakah disaat Kak Zen mengetahui sepenuhnya berkah tersebut, apakah dirinya akan membangun kerajaan Harem miliknya di dunia ini?” tanya Kileni kepada suaminya, yang dimana pertanyaan itu sama seperti pernyataan Ramiel saat dirinya bertemu dengan Alfred saat itu.


“Hm... karena dirinya merupakan seorang Deadly Sins, Sepertinya bisa dikatakan seperti itu. Apalagi dilihat dari wataknya, hal tersebut mungkin akan bisa terjadi” ucap Uriel yang cukup yakin dengan pemikirannya itu.


Berkah ikatan, memang memiliki tiga buah tahap yang harus dilewati agar berkah itu sempurna sepenuhnya. Seperti yang diketahui, tahap pertama merupakan tahap yang dimana Zen akan mendapatkan aura kebahagiaan dari pihak yang mengeluarkan aura tersebut, yang memang sangat mencintainya dengan tulus.


Tahap kedua, sebenarnya Zen sudah pernah merasakannya. Yang dimana, dirinya merasakan sebuah ketulusan dan dirinya membalas ketulusan itu kepada pihak yang dengan tulus menyayangi dirinya. Sehingga aura kebahagiaannya akan diberikan kepada pihak yang dengan tulus menyayanginya itu.


Ya, tahap tersebut pernah dirinya lakukan terhadap Bibi Leni. Tentu saat itu saat dirinya merasakan ketulusan dari wanita itu, dan dirinya membalas ketulusan yang dirinya terima itu, dan membuat dirinya bisa mengeluarkan aura kebahagiaan untuk dirinya.


“Kalau begitu, mau bertaruh?” ucap Kileni kembali, yang saat ini tiba-tiba saja ingin menantang Suaminya itu.

__ADS_1


“Bertaruh, bertaruh tentang apa, Istriku?” tanya Uriel kembali.


“Berapa banyak Istri yang dimiliki Kak Zen, saat dirinya mengetahui sepenuhnya berkah ikatan tersebut?” ucap Kileni yang saat ini mulai menatap suaminya dan menunjukan ekspresi yang seakan sedang menantangnya.


Karena memang, tahap terakhir dari berkah ikatan merupakan tahap yang sangat berguna bagi Deadly dan Heavenly Sins saat mereka mendapatkan berkah tersebut. Karena tahap terakhir, merupakan sebuah tahap dimana kedua pasangan yang mengalami tahap pertama dan kedua akan saling menerima takdir mereka.


Tahap terakhir bisa dikatakan sebagai tahap penerimaan. Yang dimana sosok yang selalu menerima berkah kebahagiaan dari sosok yang tulus mencintainya, lalu membalas sosok yang mengeluarkan aura kebahagiaan itu dengan ketulusan kembali, membuat ikatan mereka akan mulai terbentuk.


Contohnya, jika Zen mulai menerima perasaan tulus yang merupakan sebuah cinta dari salah satu wanita yang mengeluarkan aura kebahagiaan dari mereka, maka dari itu tahap ketiga secara otomatis akan terbentuk dan membuat mereka akan terhubung dengan sebuah berkah yang dinamakan berkah ikatan.


Berkah itu akan menghubungkan mereka satu sama lainnya, dan membuat pasangan yang menerimanya akan selalu menjalani kehidupan cinta yang sangat bahagia, karena dipastikan mereka akan selalu mencoba membahagiakan pasangan mereka masing-masing


“Hm... baiklah. Lalu menurutmu, berapa jumlahnya?” ucap Uriel yang akhirnya menerima tantangan dari Istrinya itu.


Memang untuk kasus Bibi Leni merupakan lain cerita. Karena diketahui, Bibi Leni tidak menganggap Zen sebagai orang yang dicintainya. Hal itu diketahui, karena dirinya tidak mengeluarkan aura kebahagiaan untuk Zen, melainkan sebaliknya. Atau bisa dikatakan Bibi Leni akan selalu menerima aura kebahagiaan dari Zen kepadanya.


Seperti yang diketahui, tahap pertama akan bisa tercipta jika seorang pihak akan mencintai Zen dengan sangat tulus. Namun dalam kasus Bibi Leni, dirinya bisa dianggap sebagai pihak yang menyembah, maupun sebatas hanya menyayangi sosoknya saja.


Maka dari itu, dalam kasus Bibi Leni sangatlah berbeda. Perasaan dari wanita itu hanya sebatas dirinya yang sangat tulus dalam menganggap Zen sebagai putranya sendiri, atau bisa dikatakan dirinya menyayangi Zen sebagai sebuah keluarga.


Jadi, tahap pertama dari berkah ikatan yang harus dijalani oleh Zen jika dirinya menginginkannya, tidak akan terdapat pada sosok Bibi Leni. Tetapi, karena Zen menerima ketulusan dari wanita itu kepada dirinya, maka dari itu tahap kedua lah yang saat ini menjerat mereka, dan tidak akan bisa berkembang lagi.


Karena memang, berkah sebuah ikatan hanya akan tercipta dari sosok yang saling mencintai satu sama lainnya secara tulus. Jadi, jika Zen ingin memiliki berkah itu seutuhnya, dirinya harus menerima cinta dari salah satu pihak yang mengeluarkan berkah kebahagiaan untuk dirinya.


Seperti jika Vero sudah mengeluarkan aura kebahagiaannya karena dirinya sangat mencintai Zen dengan tulus, Zen dapat menerima ketulusan itu dan membuatnya juga mengeluarkan aura yang sama. Disaat mereka sudah saling mengeluarkan aura yang sama, mereka hanya harus menerimanya sehingga akan mencapai tahap ketiga atau terakhir.


“Hm... kalau aku, mungkin aku akan meneb-” tetapi sebelum dirinya akan memberikan tebakannya, perkataan Kileni yang akan menebak itu mulai terhenti saat dirinya merasakan sesuatu saat ini.


Sebuah aura yang cukup dikenal, saat ini mulai terpancar dari sebuah pihak. Bahkan Uriel sangatlah terkejut dengan kebetulan yang sedang terjadi tersebut. Karena bisa dikatakan dirinya baru saja membahas aura itu bersama Istrinya saat ini.


Apalagi saat sedang asik mereka membicarakannya, sosok yang mereka bicarakan tadi malah sudah menyelesaikan tahap ketiga, dari sebuah berkah yang eksklusif bagi kaum mereka dan saat ini bisa dikatakan mereka mulai saling menerima perasaan mereka masing-masing.


“Wah... sepertinya pihak yang kita baru saja bicarakan, baru saja membuka sepenuhnya berkah sebuah ikatan saat ini”

__ADS_1


__ADS_2